NovelToon NovelToon
Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Hana Untari seorang wanita yang baik dan cantik, diamenikah dengan laki‑laki bernama Dimas Prayoga. Hana tinggal dengan suami beserta keluarga suaminya. Namun, Dimas selama 3 tahun menjadi suami Hana tidak menafkahinya dengan layak, dia beralasan jika Hana juga mempunyai penghasilan yang cukup. Dimas menghabiskan uangnya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan untuk kebutuhan ibu dan kakak serta adiknya semua uang dari Hana. Perselingkuhan Dimas dengan orang terdekat Hana, membuat Hana tidak bisa memaafkan suaminya. Mampukah Hana menjalani biduk rumah tangga dengan Dimas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Siang

" Kenapa wajah kamu di tekuk seperti itu? Masih pagi loh ini, Han? Yang semangat dong."Seru Vera teman satu kantor Hana.

Hana sarapan di kantin kantor lagi, dan sedari tadi makanannya hanya dia aduk‑aduk saja. Hari ini dia benar‑benar tidak mood untuk bekerja, ingin sekali dia mengambil cuti namun pekerjaannya dalam minggu ini sangatlah banyak dan harus segera diselesaikan.

Hhuuufffttt

Hana membuang nafas dengan kasar.

" Aku lagi pusing dengan rumah tangga ku Ver, mas Dimas sampai sekarang tidak berubah. Keluarganya semakin seenaknya dan menginjak‑injak harga diriku. Padahal aku ini tuan rumah, dan mereka hanya numpang dan aku tanggung biaya hidupnya."Seru Hana mulai menceritakan masalahnya.

Hanya dengan Vera lah Hana bisa bercerita masalahnya. Sudah lama Hana berteman dengan Vera, mereka berteman dari pertama kali Hana merantau ke kota untuk kuliah. Dan sampai sekarang mereka juga bekerja di perusahaan yang sama.

" Kamu masih menafkahi suami mu dan keluarganya, ditambah istri iparmu itu juga?."Tanya Vera penuh selidik.

Hana diam dan hanya menganggukkan kepalanya pelan. Dia tidak bohong, memang begitu adanya.

" Tapi sudah 3 hari ini aku tidak mengurus rumah dan tidak memberi mereka uang dan makan. Aku memanggil orang untuk membereskan rumah."Ucap Hana bicara jujur.

" Tumben? Ada angin apa kamu sampai tidak menafkahi mereka? Apa jampi‑jampi dari Dimas sudah hilang?."Tanya Vera sambil tertawa kecil.

" Jangan bicara seperti itu, yang ada nanti timbul fitnah Ver. Aku kesal saja dengan kelakuan mereka, mereka semakin seenaknya dan semakin tidak tahu diri. Lama‑lama aku juga bisa berontak jika diperlakukan seperti itu. Apa aku salah, Ver? Apa aku sudah durhaka dengan suami ku dan keluarganya?."Seru Hana pelan.

" Kamu tidak durhaka, justru suami mu itu yang durhaka sama istrinya. Tiga tahun kalian menjadi suami istri, tapi belum pernah dia memberikan nafkah berupa materi. Terus bagaimana reaksi ke tiga benalu itu saat kamu tidak memberi mereka uang dan tidak lagi memenuhi kebutuhan rumah?."Tanya Vera sangat ingin tahu.

Hana pun menceritakan semua nya, tidak ada yang dia tutupi dari Vera. Vera bukan hanya sekedar teman, tapi Vera sudah seperti saudara dan keluarganya sendiri.

" Bagus, syok deh para benalu itu saat tahu semua kenyataan yang selama ini dirahasiakan Dimas. Hilang deh wibawa Dimas, sudah miskin kok belagu malah mengatakan kamu yang miskin. Kamu sudah benar, jangan pernah takut untuk melawan orang‑orang seperti mereka. Kalau kamu biarkan mereka justru akan semakin kurangajar. Lantas bagaimana dengan Dimas yang sudah berani main tangan denganmu?. Kamu masih bertahan?."Tanya Vera bukan berarti dia mengharap hubungan Hana dan Dimas berakhir.

" Selagi mas Dimas tidak berkhianat aku masih bisa mempertahankan nya Ver. Kamu tahu kan pernikahan itu bukanlah mainan. Tapi, jika mas Dimas sudah berkhianat, saat itu juga aku tidak akan memaafkannya dan aku lebih memilih mengakhiri semuanya."Ucap Hana bicara dengan serius.

Vera mengangguk paham dengan perkataan Hana. Jam kerja pun sudah mau di mulai, Hana dan Vera segera masuk ke ruangan kerjanya masing‑masing. Vera juga mempunyai jabatan yang tinggi di perusahaan itu, dia sebagai menejer HRD. Mereka sudah 5 tahun bekerja di perusahaan itu, dan kinerja mereka sudah tidak di ragukan lagi.

Tringg Tringg

Ponsel Dimas bergetar, ada notifikasi pesan masuk dari seseorang. Dimas yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, sama sekali tidak mengabaikan pesan itu. Dengan cepat dia membukanya, sebab dari nada nya dia sudah tahu siapa sang pengirim pesan.

[ Dimas, jangan lupa nanti makan siang di tempat yang sudah kita janjikan semalam.]

[ Iya, mbak. Aku tidak lupa kok.]

[ Baiklah aku tunggu ya. Semangat kerjanya.]

[ Ok ]

Dimas senyum‑senyum sendiri saat berbalas pesan, membuat temannya yang ada di meja samping mengernyitkan keningnya. Tidak biasanya Dimas senyum‑senyum bahagia seperti itu, kecuali saat dia baru saja mendapat transferan gaji.

" Kenapa kamu? Senyum‑senyum sendiri? Perasaan gajian sudah dari kemarin?."Tanya Tama teman kerja Dimas.

" Mau tahu saja urusan orang. Sudah sana, aku lagi sibuk."Jawab Dimas.

" Kasmaran ya? Kalau kasmaran sama istri sih tidak masalah, tapi kalau sama wanita lain itu yang biang masalah. Oh iya Dimas, perasaan istrimu tidak pernah kamu kenalkan kepada kami. Jika ada acara kantor pun kamu tidak pernah mengajaknya, kenapa? Jelek ya? Hahaaa."Seru Tama lalu tertawa lebar.

Brisik !! Sudah sana."Seru Dimas dengan ketus.

Selama ini Dimas memang tidak pernah mengenalkan Hana kepada teman‑temannya. Setiap kali ada acara kantor pun Dimas tidak pernah mengajak Hana. Dimas selalu beralasan jika Hana juga lelah bekerja, jadi tidak perlu ikut acara‑acara kantornya.

Di tempat lain, Sintia sedang mempercantik dirinya di depan cermin. Polesan yang lumayan tebal, dan lipstik yang merah merona sudah dia oleskan di bibirnya. Dia ada janji makan siang dengan seseorang, meskipun baru jam setengah 11 siang dia sudah bersiap‑siap.

Mbak Sintia mau kemana? Tumben banget sudah rapi?."Tanya Lastri yang nyelonong masuk ke kamar Sintia.

Ada janji sama teman. Kenapa? Memangnya tidak boleh gitu aku pergi? Biasanya juga aku kan keluar, kenapa sekarang kamu heran begitu?."Tanya Sintia terkesan tidak suka dengan pertanyaan Lastri.

Kok sewot sih mbak? Bukannya mbak bilang tidak punya uang karena mas Bayu belum ngasih uang, tapi kok mbak mau kumpul sama teman‑teman. Tidak malu tuh kalau kumpul tidak bawa uang?."Ucap Lastri lagi‑lagi membuat Sintia kesal.

Cceeekkkk

Sintia berdercak kesal, adik iparnya ini tumben sekali kepo dan menyebalkan. Sintia tidak menghiraukan Lastri, dia kembali merapikan penampilannya. Setelah dia rasa semuanya sudah ok, Sintia pun memutuskan untuk berangkat menemui seseorang untuk makan siang bersama.

Sintia, kamu mau pergi? Apa Bayu sudah kasih kamu uang?"Tanya ibu Sundari.

Belum bu. Mas Bayu kan baru besok bu pulangnya, dia kasih uang juga saat dia sudah di rumahkan? Tidak pernah transfer, kecuali kalau memang mendesak. Aku suntuk di rumah, jadi aku mau keluar sama teman‑temanku biar fikiranku fresh. Sudah ya, aku mau berangkat temanku sudah menunggu."Seru Sintia beralasan.

Iya, pergilah. Biar kamu tidak bosan dan suntuk di rumah, gara‑gara Hana kita semua jadi tidak bisa keluar begini. Uang bulanan juga sampai sekarang di belum ngasih, untuk beli makanan juga tidak. Mana bahan‑bahan di dapur semua sudah habis, haahh menyebalkan."Seru ibu Sundari tetap menyalahkan Hana.

Sintia melangkah keluar rumah, di sana sudah ada mobil taksi online yang menunggunya. Wajah Sintia kelihatan berbinar bahagia, sebab hal yang dia inginkan hari ini bakal terwujud. Sepanjang perjalanan menuju tempat dia membuat janji, Sintia tersus senyum‑senyum sendiri seperti orang yang sedang jatuh cinta.

1
Heni Setiyaningsih
haaddeeuuh...alamat ini mah modelan suami mokondo/Left Bah!//Left Bah!//Left Bah!/
Anonim
hah dimas?? enggak ngerti nih cerita nya
Anonim
woy BISA NULIS GA SIH
Ma Em
Heran ya sama Bu Sundari dan menantu sintingnya si Sintia ga punya otak masa arisan dirumah orang , Hana buat mereka semua kapok agar TDK berani ganggu kamu lagi Hana bila perlu laporkan saja ke polisi agar tdk ganggu Hana lagi .
Anonim
BUNUH SAJA SEKALIAN SEMUANYA BUNUH
Anonim
BUNUH SEMUA NYA
Anonim
KAU YANG HARUS MATI ANJING
Ma Em
Akhirnya Hana berpisah juga dgn Dimas tanpa uang sepeserpun uang yg Dimas terima untuk permintaan Dimas yg katanya harta gono gini , benalu minta bagian harta sedangkan Dimas dan keluarganya Hana yg tanggung biaya hdp nya bahkan Domas tdk pernah memberikan nafkah untuk Hana , dasar Dimas muka tembok tdk punya malu Dimas cuma modal mokondo .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!