Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Hanya ingin Makan

" Hana "

Teriak ibu mertua Hana. Setiap pagi begitulah ibu mertua Hana, dia berteriak sesuka hatinya tanpa memikirkan perasaan Hana.

Hana yang sedang menggoreng nasi pun berlari menghampiri ibu mertuanya. Dia ingin tahu hal apalagi yang akan dipermasalahkan oleh ibu mertuanya.

" Ada apa bu?"Seru Hana dengan tangan masih memegang sutil untuk mengaduk nasi goreng.

Cihhh...

Bukannya menjawab ibu Sundari alias ibu mertua Hana malah merdercih kesal.

" Heehh.. apa‑apa? Kamu tidak lihat ini lantai ruang tamu masih kotor? Kamu itu dari tadi ngapain saja sih? Rumah masih kotor begini? Pemalas sekali jadi menantu !!."Sentak ibu Sundari memarahi Hana.

Hal seperti ini sudah biasa bagi Hana, di rumah nya itu bukan Hana seorang yang tinggal. Akan tetapi ada Dimas suami Hana, ada ibu Sundari mertuanya, ada Lastri adik iparnya dan ada Sintia istri dari Bayu kakak Dimas. Bayu sendiri bekerja di luar kota dan akan pulang 2 minggu sekali saat weekend.

" Bu, Hana ini sudah bangun dari jam 4 subuh bahkan sebelum subuh. Hana harus mencuci semua pakaian kalian, bahkan harus pakai tangan. Baru selesai 30 menit yang lalu dan ini Hana lagi buat sarapan bu. Untuk menyapu kan bisa mbak Sintia atau Lastri. Mereka juga tidak ngapa‑ngapain kan?."Hana membela dirinya. Dia tidak terima dikatakan pemalas oleh mertuanya.

Selama 3 tahun tinggal dengan mertuanya dia sudah mengabdikan hidupnya di keluarga suaminya dengan baik. Bahkan Hana sudah seperti pembantu di rumahnya sendiri.

Memang setelah menikah, Hana sudah tinggal di rumahnya sendiri. Rumah yang dia dapat dari kakaknya sebagai hadiah pernikahannya.

Dan baru 1 bulan menempati rumah itu, ibu mertua nya beserta adik dan kakak iparnya ikut pindah dan tinggal dengannya. Mereka beralasan ingin tinggal di kota dan di rumah yang lebih besar, rumah mereka sendiri mereka sewakan.

" Heehh.. memangnya kamu itu siapa? Pakai mengatur ini dan itu segala. Pekerjaan rumah ini tanggung jawab kamu, jangan pernah kamu menyuruh Lastri ataupun Sintia untuk mengerjakan pekerjaan rumah !! Kamu di sini tidak punya hak, karena ini rumah Dimas !! Kamu di sini cuma numpang, numpang makan saja !!."

Ucapan ibu Sundari sangat menyakitkan, padahal hampir 3 tahun ini merekalah yang menumpang hidup dan numpang makan dengannya. Biaya mereka makan, biaya bulanan mereka semua itu memakai uang Hana. Yang mereka ketahui uang Dimas, sebab Dimas sendiri yang mengatakan jika uang gajinya dikelola oleh Hana. Padahal seribu rupiah pun Hana tidak tahu uang gaji Dimas, bahkan gaji Dimas berapa pun dia tidak tahu.

Dimas bekerja di salah satu perusahaan bonafit dengan gaji 5 juta perbulan. Sedangkan Hana juga bekerja di perusahaan besar dengan jabatan sebagai menejer keuangan, dengan gaji yang tidaklah sedikit. Saat pertama kenal dengan Dimas, Hana memang masih karyawan biasa dan dia di angkat menjadi menejer 3 bulan sebelum dia menikah.

Hana sengaja tidak memberitahu Dimas jika dia sudah menjadi menejer agar Dimas tidak berkecil hati. Keluarga Dimas pun tidak ada yang tahu jika Hana seorang menejer, yang mereka tahu Hana karyawan biasa dengan gaji tidak sampai 3 juta.

" Terserah ibu saja. Hana mau lanjut ke dapur untuk masak sarapan, lagian ini juga masih pagi. Hana malas berdebat, yang ada mood Hana akan jelek. Di kantor Hana masih banyak pekerjaan, Bu. Tolong jangan buat masalah pagi‑pagi begini."Seru Hana lalu meninggalkan ibu Sundari dan kembali ke dapur.

" Dasar menantu durhaka !! Awas saja kamu, aku akan mengadukan kelakuanmu ini kepada Dimas, agar Dimas memarahimu dan kalau bisa langsung menceraikanmu !!."Teriak ibu Sundari dengan lantang.

Hana tidak memperdulikan teriakan sang ibu mertua. Batin Hana sebenarnya tersiksa, dia ingin sekali mengusir keluarga suaminya agar dia bisa hidup tenang dengan Dimas. Namun, sudah beberapa kali Hana menyampaikan keinginannya kepada Dimas, bukannya mendengarkan ucapan Hana. Dimas justru marah dan mendiamkan Hana berhari‑hari.

" Ada apa sih bu? Pagi‑pagi sudah ribut terus, malu bu didengar sama tetangga."Ucap Dimas yang baru keluar dari kamar dengan muka bantalnya.

" Itu istri kamu, sudah mulai melawan dia. Dia itu pemalas, masa dia meminta Lastri atau Sintia untuk membereskan rumah. Lalu kerjaan dia apa? Cuma mau numpang makan saja di rumah ini? Baru juga bekerja jadi resepsionis sudah sombong, berapa sih gajinya? Paling cuma habis untuk beli bedaknya sama bayar cicilan motornya saja. Makan juga tetap minta kamu, boro‑boro dia mau memberi ibu uang."Seru ibu Sundari mengoceh tidak jelas.

Dimas hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia pusing dengan ocehan ibunya yang tidak berujung. Jika sudah seperti ini, Dimas juga pasti akan menyalahkan Hana. Hana dibilang istri yang tidak mau patuh, istri tidak perduli dengan keluarga suaminya dan masih banyak lagi anggapan Dimas.

" Apaan sih, pagi sudah ribut terus."Seru Sintia juga baru bangun.

" Biasa. Itu si menantu durhaka dan mandul, bisanya bikin masalah saja."Jawab ibu Sundari melebih‑lebihkan.

" Dimas akan tegur Hana, bu."Seru Dimas.

Dimas pun berjalan ke dapur untuk menemui istrinya. Di dapur terlihat Hana sedang menyiapkan makanan di atas meja.

" Mandi dulu mas, terus sarapan."Seru Hana tanpa melihat wajah suaminya.

" Bisa tidak sih Han, sehari saja kamu itu patuh dan tidak buat masalah. Aku pusing Han, pagi‑pagi mendengar keributan antara kamu dan ibu. Kalau bukan dengan ibu pasti sama Lastri ataupun mbak Sintia. Kapan rumah ini akan damai dan tenang, Han?."Seru Dimas menghakimi Hana.

" Mas, kenapa aku terus yang kamu salahkan? Dan kenapa harus aku terus yang mengerti mereka? Aku ini tuan rumah, pemilik rumah ini tapi sudah seperti pembantu di rumah ku sendiri. Semua pekerjaan rumah itu aku yang mengerjakan, mencuci dan menyetrika semua orang yang ada di rumah ini juga aku. Hanya gara‑gara aku meminta mereka untuk ikut membereskan rumah mereka bisa marah? Dan mengataiku hidup cuma numpang !! Hehhh.. Siapa yang numpang? Yang ada kalian semua itu yang numpang makan tidur di rumahku. Kamu ingat kan mas kalau rumah ini rumahku, bahkan untuk kebutuhan rumah ini juga uangku. Untuk jatah ibu dan adikmu itu juga uang ku, uang gaji kamu mana? Apa ada kamu memberikannya kepadaku?."Tanya Hana dengan mengeluarkan segala uneg‑unegnya selama ini.

Jadi kamu sudah mulai perhitungan? Keterlaluan kamu, Hana !! Mereka itu keluargaku yang berarti juga keluargamu."Ucap Dimas tidak terima dengan perkataan Hana.

Beginilah Dimas, setiap kali ribut dengan Hana selalu Hana yang dia salahkan. Padahal dia sebagai suami sudah jelas salah, lebih mementingkan keluarganya daripada istrinya. Jika itu semua menggunakan uangnya tidak masalah, ini masih menggunakan uang Hana tapi dia selalu menganggap Hana perhitungan.

Apa perhitungan? Sejak kapan aku perhitungan? Bahkan aku di sini juga menampung dan memberi makan kakak iparmu aku tidak perhitungan. Jika kamu memang menganggap aku perhitungan, ok !! Mulai sekarang urus saja semuanya sendiri."Ucap Hana menantang Dimas.

Bbrraakkk

Dimas membanting kursi, dia semakin marah dan tersinggung dengan perkataan Hana. Menurutnya Hana tidak menghargainya sebagai seorang suami.

Kurangajar kamu, Hana !!."Seru Dimas sambil mengepalkan tangan kanannya.

Ppllaakk

Untuk pertama kalinya, Dimas memukul Hana. Selama 3 tahun pernikahan, di saat cekcok mereka hanya adu argument saja tanpa ada kekerasan. Namun kali ini, Dimas sudah beranu memukul Hana.

Terpopuler

Comments

Heni Setiyaningsih

Heni Setiyaningsih

haaddeeuuh...alamat ini mah modelan suami mokondo/Left Bah!//Left Bah!//Left Bah!/

2026-06-28

0

sutiasih kasih

sutiasih kasih

suami mokondo tak tau diri.... mnding km buang han....
😅😅

2026-07-13

0

lihat semua
Episodes
1 Hanya ingin Makan
2 Hana kena Omel
3 Tidak Memasak
4 Ketegasan Hana
5 Stop Uang Bulanan
6 Keluarga Aneh
7 Makan Siang
8 Bermain Api
9 Dimas Dan Sintia
10 Suami Sintia Pulang
11 Pasang Cctv
12 Kebohongan Mereka
13 Aku Tidak Berselingkuh
14 Bayu Curiga
15 Hana Mobil Baru
16 Kedapatan Lastri
17 Semuanya Gagal
18 Istri Palsu
19 Hamilnya Sintia
20 Digrebek Warga
21 Bayu Talak Sintia
22 Kuusir Mereka
23 Dimas DiPecat
24 Dimas Sintia Viral
25 Pernikahan Siri
26 Dimas Dapat Surat
27 Pengacara
28 Sidang Perdana
29 Uang Buat Hana
30 Lastri hamil
31 Tidak ada harta Bersama
32 Tak Tahu Malu
33 Hukum Tabur Tuai
34 Datangnya Penagih Arisan
35 Mencari Alamat Lastri
36 Arisan Di Rumah Orang
37 Hukuman Untuk Benalu
38 Dipecat
39 Pulang Ke kampung Halaman
40 Dimas Jadi OB
41 Keluh Kesah Di Rumah Kontrakan
42 Tuduhan Rasti
43 Lamaran Aldo
44 Rasti Membuat Keributan
45 Rencana Mengajak Rujuk
46 Memaksa Hana
47 Kecurigaan Dimas
48 Istri Baru Bayu
49 Pertemuan Di Warung Tenda
50 Dimas Sintia Bertengkar
51 Roda Kehidupan Berputar
52 Makan Malam Keluarga Aldo
53 Tak Mengundang Mantan
54 Sedekah Bensin
55 Pria Itu Lagi
56 Rumah Danu
57 Susu Dan Kebaikan Hati
58 Mengenalkan Suami Baru
59 Merasakan Yg Dulu Hana Rasakan
60 Batas Kesabaran Dimas
61 Sah Jadi Istri Aldo
62 Malam Pertama
63 Berjanji Nikahi Sintia
64 Maryadi Atau Danu
65 Jaga Adikku
66 Persiapan Menikah
67 Hanya Seorang Sopir
68 Beritahu Orang Tua
69 Kebohongan Di hari Pernikahan
70 Harapan Vs Kenyataan
71 Mesrahnya Hana Aldo
72 Di Balik Sikap Sintia
73 Kebohongan Yang Terbongkar
74 Mimpi Kaya Yang Melayang
75 Hukuman Ranjang
76 Pertemuan Takterduga
77 Rasti Datang Menuntut Cinta
78 Balas Kebaikan
79 Takut DiLaporkan
80 Menduplikat Kunci
81 Rencana Licik Sintia
82 Meeting dengan Bianca
83 Vera Kehilangan
84 Menghalau Ulat Bulu
85 Langkah Baru Rasti
86 Rasa Sesal Dimas
87 Mertua Sintia Datang
88 Pembalasan Bianca
89 Kebaikan Yang Di Balas
90 Mual Dan Kasi Sayang
91 Langkah Sintia
92 Diapers Bekas
93 Dimas Jatuh Cinta
94 Pergi Untuk Selamanya
95 Pelarian Sintia
96 Pertemuan Tak Terduga Di Mall
97 Surat Cerai Untuk Danu
98 Keributan Di Salon
99 Kehadiran Yg Diterima
100 Mengundurkan Diri
101 Danu & Angle
102 Perasaan Dimas
103 Hana Tau Perlakuan Mertua Lastri
104 Surat Ancaman
105 Vera Jangan Tahu Dulu
106 Sintia Ternyata Istri Dimas
107 Suara Yang Membuka Rahasia
108 Dimas Menikahi Rasti
109 Kebencian Yg Menjadi Senjata
110 Karma Yg Menghampiri
111 Kebohongan Yg Terbongkar
112 Kebetulan Yg Menjadi Masalah
113 Jangan Salah Paham Dulu
114 Sintia Kehilangan Segalanya
115 Rasa Malu & Penyesalan
116 Rahasia Busuk Angle Terbongkar
117 Manjanya Aldo
118 Ketakutan Sintia
119 Tawaran Licik Angle
120 Terpaksa Menyerah
121 Tawaran Gelap
122 Dilema Modal
123 Kebenaran Yg Menyakitkan
124 Rindunya Ibu Hamil
125 Pertikaian Antar Sahabat
126 Modal & Harapan
127 Menyewa Ruko
128 Nama untuk Si Cantik
129 Hari Pertama Berkah
130 Rencana Licik Sintia
131 Bahagianya Hana
132 Menghadapi Pelakor
133 Wajah Yg Mengingatkan Masa Lalu
134 Jalan Hidup Yg Berbeda
135 Pertemuan Yg Menyakitkan
136 Karma Mulai Datang
137 Pernikahan Yg Terpaksa
138 Cemburu Tanpa Alasan
139 Jalan Bertiga
140 Sisa Hidup Yg Ingin Dinikmati
141 Sintia Ingin Bertemu Haikal
142 Memaksa Datang Demi Kerinduan
143 Sintia Meminta Maaf
144 Danu Memutuskan Berubah
145 Akhir Perjalanan Sintia
146 Season 2 Sekar Lulus Kuliah
147 S2 Lamaran Di Rumah Kontrakan
148 S2 Awal Kehidupan Baru Sekar
149 S2 Rencana Yg Berakhir Sia-Sia
150 Jabatan Baru & Rahasia Terungkap
151 S2 Kebenaran Di Meja Makan
152 S2 Pembagian Gaji Yg Membuka Kebenaran
153 S2 (S2) Sekar Terungkap
154 S2 Mulai Menjadi Benalu
155 Gosip Di Pasar
156 Pingsan Di Kamar Terkunci
157 Mantan Yg Di Bawa Masuk
158 Keputusan Sekar Pindah
159 Pindah Rumah
160 Luka Masa Lalu Ardi
161 Hadia Dari Sekar
162 Mertua Yg Tak tahuDiri
163 Rencana Jahat Bersama Irma
164 Ngaku Rumah anaknya
165 Sandiwara Ibu Mertua
166 Penantian Sia-Sia Di Sofa
167 Rahasia Ayah Irma
168 Sekar Orang Kaya
169 Sandiwara Ibu
170 Paksaan Ibu Mertua
171 Terlalu Percaya Diri
172 Ancaman Sekar
173 Mengusir Ibu Mertua
174 Hinaan Membawa Petaka
175 Jejak Depresi Ardi
176 Sekar Punya Rencana
177 Pengakuan Ardi
178 Istriku Satu Untuk Selamanya
179 Kedok Yg Terbongkar
180 Kebohongan Irma
181 Menantu Yg Di Anggap Sial
182 Rencana Licik Keluarga Irma
Episodes

Updated 182 Episodes

1
Hanya ingin Makan
2
Hana kena Omel
3
Tidak Memasak
4
Ketegasan Hana
5
Stop Uang Bulanan
6
Keluarga Aneh
7
Makan Siang
8
Bermain Api
9
Dimas Dan Sintia
10
Suami Sintia Pulang
11
Pasang Cctv
12
Kebohongan Mereka
13
Aku Tidak Berselingkuh
14
Bayu Curiga
15
Hana Mobil Baru
16
Kedapatan Lastri
17
Semuanya Gagal
18
Istri Palsu
19
Hamilnya Sintia
20
Digrebek Warga
21
Bayu Talak Sintia
22
Kuusir Mereka
23
Dimas DiPecat
24
Dimas Sintia Viral
25
Pernikahan Siri
26
Dimas Dapat Surat
27
Pengacara
28
Sidang Perdana
29
Uang Buat Hana
30
Lastri hamil
31
Tidak ada harta Bersama
32
Tak Tahu Malu
33
Hukum Tabur Tuai
34
Datangnya Penagih Arisan
35
Mencari Alamat Lastri
36
Arisan Di Rumah Orang
37
Hukuman Untuk Benalu
38
Dipecat
39
Pulang Ke kampung Halaman
40
Dimas Jadi OB
41
Keluh Kesah Di Rumah Kontrakan
42
Tuduhan Rasti
43
Lamaran Aldo
44
Rasti Membuat Keributan
45
Rencana Mengajak Rujuk
46
Memaksa Hana
47
Kecurigaan Dimas
48
Istri Baru Bayu
49
Pertemuan Di Warung Tenda
50
Dimas Sintia Bertengkar
51
Roda Kehidupan Berputar
52
Makan Malam Keluarga Aldo
53
Tak Mengundang Mantan
54
Sedekah Bensin
55
Pria Itu Lagi
56
Rumah Danu
57
Susu Dan Kebaikan Hati
58
Mengenalkan Suami Baru
59
Merasakan Yg Dulu Hana Rasakan
60
Batas Kesabaran Dimas
61
Sah Jadi Istri Aldo
62
Malam Pertama
63
Berjanji Nikahi Sintia
64
Maryadi Atau Danu
65
Jaga Adikku
66
Persiapan Menikah
67
Hanya Seorang Sopir
68
Beritahu Orang Tua
69
Kebohongan Di hari Pernikahan
70
Harapan Vs Kenyataan
71
Mesrahnya Hana Aldo
72
Di Balik Sikap Sintia
73
Kebohongan Yang Terbongkar
74
Mimpi Kaya Yang Melayang
75
Hukuman Ranjang
76
Pertemuan Takterduga
77
Rasti Datang Menuntut Cinta
78
Balas Kebaikan
79
Takut DiLaporkan
80
Menduplikat Kunci
81
Rencana Licik Sintia
82
Meeting dengan Bianca
83
Vera Kehilangan
84
Menghalau Ulat Bulu
85
Langkah Baru Rasti
86
Rasa Sesal Dimas
87
Mertua Sintia Datang
88
Pembalasan Bianca
89
Kebaikan Yang Di Balas
90
Mual Dan Kasi Sayang
91
Langkah Sintia
92
Diapers Bekas
93
Dimas Jatuh Cinta
94
Pergi Untuk Selamanya
95
Pelarian Sintia
96
Pertemuan Tak Terduga Di Mall
97
Surat Cerai Untuk Danu
98
Keributan Di Salon
99
Kehadiran Yg Diterima
100
Mengundurkan Diri
101
Danu & Angle
102
Perasaan Dimas
103
Hana Tau Perlakuan Mertua Lastri
104
Surat Ancaman
105
Vera Jangan Tahu Dulu
106
Sintia Ternyata Istri Dimas
107
Suara Yang Membuka Rahasia
108
Dimas Menikahi Rasti
109
Kebencian Yg Menjadi Senjata
110
Karma Yg Menghampiri
111
Kebohongan Yg Terbongkar
112
Kebetulan Yg Menjadi Masalah
113
Jangan Salah Paham Dulu
114
Sintia Kehilangan Segalanya
115
Rasa Malu & Penyesalan
116
Rahasia Busuk Angle Terbongkar
117
Manjanya Aldo
118
Ketakutan Sintia
119
Tawaran Licik Angle
120
Terpaksa Menyerah
121
Tawaran Gelap
122
Dilema Modal
123
Kebenaran Yg Menyakitkan
124
Rindunya Ibu Hamil
125
Pertikaian Antar Sahabat
126
Modal & Harapan
127
Menyewa Ruko
128
Nama untuk Si Cantik
129
Hari Pertama Berkah
130
Rencana Licik Sintia
131
Bahagianya Hana
132
Menghadapi Pelakor
133
Wajah Yg Mengingatkan Masa Lalu
134
Jalan Hidup Yg Berbeda
135
Pertemuan Yg Menyakitkan
136
Karma Mulai Datang
137
Pernikahan Yg Terpaksa
138
Cemburu Tanpa Alasan
139
Jalan Bertiga
140
Sisa Hidup Yg Ingin Dinikmati
141
Sintia Ingin Bertemu Haikal
142
Memaksa Datang Demi Kerinduan
143
Sintia Meminta Maaf
144
Danu Memutuskan Berubah
145
Akhir Perjalanan Sintia
146
Season 2 Sekar Lulus Kuliah
147
S2 Lamaran Di Rumah Kontrakan
148
S2 Awal Kehidupan Baru Sekar
149
S2 Rencana Yg Berakhir Sia-Sia
150
Jabatan Baru & Rahasia Terungkap
151
S2 Kebenaran Di Meja Makan
152
S2 Pembagian Gaji Yg Membuka Kebenaran
153
S2 (S2) Sekar Terungkap
154
S2 Mulai Menjadi Benalu
155
Gosip Di Pasar
156
Pingsan Di Kamar Terkunci
157
Mantan Yg Di Bawa Masuk
158
Keputusan Sekar Pindah
159
Pindah Rumah
160
Luka Masa Lalu Ardi
161
Hadia Dari Sekar
162
Mertua Yg Tak tahuDiri
163
Rencana Jahat Bersama Irma
164
Ngaku Rumah anaknya
165
Sandiwara Ibu Mertua
166
Penantian Sia-Sia Di Sofa
167
Rahasia Ayah Irma
168
Sekar Orang Kaya
169
Sandiwara Ibu
170
Paksaan Ibu Mertua
171
Terlalu Percaya Diri
172
Ancaman Sekar
173
Mengusir Ibu Mertua
174
Hinaan Membawa Petaka
175
Jejak Depresi Ardi
176
Sekar Punya Rencana
177
Pengakuan Ardi
178
Istriku Satu Untuk Selamanya
179
Kedok Yg Terbongkar
180
Kebohongan Irma
181
Menantu Yg Di Anggap Sial
182
Rencana Licik Keluarga Irma

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!