Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.
"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.
"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"
"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.
Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 6 - Siasat licik Robert dan nadia
...Chapter 6...
...----------------...
"Aku berangkat." Clarissa menggendong tasnya, Gadis itu kembali bersekolah pagi ini. Sekolah privat yang berada di gedung Nova, Tempatnya belajar.
"Selamat pagi, Non Clarissa." Sapa pak Akbar sambil membukakan pintu mobil, Clarissa tersenyum...
"Pagi juga pak."
Mobil hitam itu keluar dari pekarangan rumah dan memulai lajunya. Clarissa menatap jalan raya yang terlihat ramai dengan rutinitas masing-masing. Ada yang berbelanja sayur, Memanasi kendaraan, Ada juga yang sedang menyiram tanaman.
Tak butuh waktu lama, Mobil itu berhenti di sebuah sekolah khusus orang berada, Clarissa turun dan berpamitan.
"Hati-hati non, Nanti bapak jemput jam 10 yaa." Ucap pak Akbar, Setelahnya mobil itu mulai kembali melaju pergi. Clarissa menaiki lift menuju kelasnya yang berada di lantai 3. Kelas 2A.
"Clarissa, Selamat pagi!" Sapa Mia langsung memeluk gadis itu.
"Pagi, Kau sudah datang dari tadi?" Tanya Clarissa, Mia pun mengangguk.
"Ya seperti biasa, Mommy selalu takut aku terlambat, Padahal tidak mungkin aku terlambat." Ucap Mia cemberut.
Mia anak kedua dari keluarga kenny, Kakak pertamanya bernama Luzkay kenny. Dia menjabat sebagai seorang ketua OSIS yang sangat disiplin, Sehingga kakaknya itu selalu menjadi sebuah standar untuk Mia menjalani hidup. Dan kakaknya bersekolah di sekolah umum swasta, Sehingga pergaulannya jelas berbeda dengan Mia yang bersekolah di sekolah privat.
"Aku paham perasaanmu, kakakmu terlalu rajin." Keluh Clarissa, Ia ingat Luzkay kenny adalah kakak kelas Axion di dalam cerita, luzkay selalu membela adiknya, Saat Clarissa lebih memilih Robert di bandingkan Mia, Dia menjadi sangat marah, Bahkan saat dia menggantikan ayahnya meneruskan perusahaannya, Dia adalah klien pertama yang memutuskan hubungan kerja samanya dengan keluarga bellen.
Dia juga yang mengatakan pada axion bahwa Clarissa berkarakter buruk dan sangat menyukai lelaki rendahan, Seperti Robert. Sehingga Axion yang tadinya ingin menemui Clarissa, Menjadi berubah pikiran. Alhasil sampai akhir hidupnya, Clarissa belum pernah bertemu Axion, hanya Axion yang tahu bahwa ia pernah bertemu dengan Clarissa di detik-detik terakhir hidupnya.
"Sudahlah, Oh yaa...ayo kita keruang musik saja. Aku ingin bermain biola." Mia menarik Clarissa yang baru saja menaruh tasnya.
Mia ahli memainkan alat musik seperti biola dan drum, Sedangkan Clarissa pandai bernyanyi, Menari dan bermain piano.
...----------------...
Axion berjalan menuju kelasnya, Dia bersekolah di sekolah umum yang berbayar (Swasta), Fasilitas sekolah itu sangat lengkap , Muridnya pun terkenal orang berada.
"Tuan muda Alexion, sudah datang!" Teriak beberapa gadis, Semua orang yang sedang berjalan pun segera menyingkir. Itu adalah kejadian biasa di sekolah itu, Status keluarganya membuatnya di segani.
"Pagi ka Alexion." Sapa seorang gadis bertubuh mungil, Bernam-tag shasya Laurent.
"Hm."Jawab Axion mempercepat langkahnya menuju kelas, Tak heran banyak gadis yang mencoba memikat seorang Alexion. Latar belakang keluarga dan juga wajahnya begitu sempurna untuk seorang manusia.
"Ka Axion, Pagi." Sapa Nadia tersenyum polos, Dulu Alexion akan langsung senang mendengar suara gadis itu, Tetapi sekarang. Rasanya sangat muak dan menjengkelkan.
"Wow...Primadona sekolah mendekati pangeran dingin. Benar-benar serasi!" Ucap seorang pemuda, Bernam-tag Rafli. Axion ingat, Pemuda itu adalah pendukung nomor satu Nadia.
"Aku dengar, Mereka sudah di restui sampai tinggal bareng"
"Serius?"
"Ya...Katanya ibunya Nadia sangat dekat dengan keluarga tuan muda Alexion."
"Wah sungguh, Pasangan yang sangat cocok!"
"Nadia pasti berasal dari keluarga yang tak kalah dari keluarga William."
"Dia pantas menjadi primadona sekolah kita."
"Tuan muda juga sangat dekat dengan Nadia."
Nadia tersenyum, Ia bersekolah bersama Axion. Karna kedekatannya dengan Axion sedari kecil, Dan tidak ada yang tahu bahwa dia hanyalah anak seorang pelayan di rumah Axion.
"Ada apa, Ka Axion masih marah padaku?" Tanya gadis itu dengan wajah memelas, Tangannya mulai kembali memegang lengan Axion, seseorang yang menurutnya tak akan pernah menolaknya.
Axion menatap tajam Nadia, menyadari tatapan Axion begitu tajam padanya, Nadia langsung terdiam, pemuda itu juga menepis tangan Nadia yang memegang lengan tangannya.
"Jangan memegang ku sembarangan, Seorang anak pelayan tidak bisa bersanding dengan majikan."Ucap Axion dengan dingin dan tajam, Nadia langsung mundur beberapa langkah dengan pelan. Ia takut, Dan tak percaya.
Axion, Sejak kecil pemuda itu selalu mengikutinya dengan bahagia. Bahkan tak pernah mengatakan tidak padanya. Tetapi sekarang? Axion baru saja menekankan statusnya padanya.
Axion pergi menuju kelasnya tanpa menoleh, Rafli yang melihat hal itu menjadi bingung. Axion selalu tersenyum pada Nadia, Kenapa hari ini rasanya seperti melihat seorang lelaki menghempas wanita murahan?.
"Apa kau sedang bertengkar dengan tuan muda Axion, Dia tidak seperti biasanya begitu?" Ucap Rafli, Pemuda bermulut cerewet itu selalu berusaha menjilat Nadia, Karna Nadia satu-satunya orang yang dekat dengan Axion, Anak seorang Milioner terkaya di negara ini selain keluarga bellen, Kenny dan Roxsiana.
"Iyaa, Kak Axion pasti hanya marah padaku, Jika aku memberinya hadiah, Dia pasti akan kembali baik padaku." Ucap Nadia tersenyum, Rafli menatap Nadia dengan tanda tanya besar, Jika gadis itu tak dekat dengan Axion, Untuk apa ia bersikap baik pada gadis itu.
"Ku harap perkataanmu benar." Ucap Rafli, Pemuda itu kembali berjalan menuju kelasnya.
Nadia menatap tangannya yang tadi di tepis oleh Axion dengan mudahnya, Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Axion begitu menghindarinya? Kesalahan besar apa yang sudah ia lakukan?
"Nadia?"
Gadis itu menoleh, Menatap seorang pemuda jangkung dengan senyuman manis khasnya, Pemuda itu memanggil namanya dengan lembut, Yang mampu membuat Nadia merasa dia di perlakukan spesial.
"Robert, Kau sudah datang?" Nadia tersenyum, Robert adalah pria yang ia sukai. Karna menurutnya Robert memiliki latar belakang yang sama dan juga bisa memahaminya dengan baik.
"Ada apa? Wajahmu terlihat berbeda?" Tanya Robert, Selain Axion yang memiliki julukan di sekolahnya ( Pangeran dingin) Robert pun juga memiliki julukan ( pria gulali) Yang artinya adalah pria yang manis. Dia cukup terkenal karna penampilan yang menarik, Ada juga rumor yang membuatnya terkenal, Yaitu...
..."Calon tunangan nona muda Clarissa"...
"Kak Axion menjauhiku, Dia...marah padaku." Ucap Nadia mengadu pada Robert.
"Itu pasti karna dia sudah bertemu dengan Clarissa, Itu sebabnya dia mengabaikan mu." Ucap Robert.
"Maksudmu?" Nadia menatap Robert dengan polos, Padahal ia sudah tahu tentang pertemuan Clarissa dan Axion.
"Ayo ikut aku, Aku akan memberitahumu sesuatu." Ucap Robert, Nadia pun mengangguk.
Robert membawa Nadia ke halaman sekolah yang mana menjadi pembicaraan bagi sebagian murid yang melihat. Mereka duduk berdua di sana.
"Nadia bersama Robert, Memangnya tuan muda Axion tidak cemburu?"
"Cinta segitiga kah?"
"Mereka cocok juga."
"Tuan muda Axion dingin, Berbeda dengan Robert yang manis"
"Kau dengar itu, Kau itu begitu penting untuk Axion, Mana mungkin dia marah padamu." Ucap Robert.
"Jadi, Maksudmu...nona Clarissa yang membuatnya membenciku?" Tanya Nadia dengan wajah sok polosnya.
"Tidak juga, Aku sangat mengenal Clarissa, Saat dia menginginkan sesuatu, Dia akan melakukan apapun." Robert berkata dengan wajah khawatir.
"Lalu mengapa dia membuat kak Axion membenciku? Aku tidak salah padanya." Ucap Nadia menangis di buat-buat.
"Tenanglah Nadia, Aku di sini...Jangan khawatir, Itu karna keluarga bellen dan William sudah membuat perjanjian pernikahan di antara mereka berdua." Robert mengusap lembut pundak Nadia, Walaupun kini bibirnya tersungging senyuman licik.
"Lalu, Apa yang harus ku lakukan? Aku tidak mau kak Axion membenciku?" Nadia menatap Robert dengan wajah menyedihkan.
"Di pesta nyonya dayanti, Aku dengar Clarissa akan menghadiahkan sebuah kalung yang hanya ada satu di dunia, Jadi kau coba lah untuk memberikan hadiah yang lebih bagus darinya." Ucap Robert, Mereka melepas pelukannya.
"Aku mengerti." Ucap Nadia, Ia bangkit pergi menuju kelas.
"Aku akan mengambil kalung itu, Sehingga kau tidak akan bisa mendapatkan perhatian kak Axion." Batin Nadia tersenyum miring.
"Ku harap kau cukup pintar Nadia, Tidak ada hadiah yang lebih bagus dari kalung yang hanya ada satu di dunia." Batin Robert tersenyum miring.
Axion mengepalkan tangannya, Walaupun dulu ia tak sempat hadir di pesta ulang tahun ibunya, Di karenakan tidak mau bertemu dengan clarissa. Tetapi ia tahu apa yang akan mereka lakukan. Karna dulu, Clarissa di permalukan habis-habisan karna hilangnya kalung itu, Yang membuat semua orang yang hadir mengkritiknya sebagai putri yang sombong padahal berasal salah satu keluarga berpengaruh, tetapi tak membawa hadiah apapun. Walaupun mommy-nya ( Dayanti) Tidak keberatan sekalipun. Tetapi semua orang di ibu kota membicarakan hal itu.
"Axion, Apa...kau sedang cemburu?" Tanya Kevian Candra, Teman dekat Axion. Keduanya kini berada di balik tembok sekitar taman. Axion tahu bahwa jika Nadia dan Robert bertemu, Itu artinya mereka sedang merencanakan sesuatu.
"Kali ini, Aku tidak akan membuat kalian berhasil, Clarissa-ku akan aman." Gumam Axion berjalan menuju kelasnya, Di ikuti oleh Kevian yang bingung dengan apa yang sedang terjadi.
TOLONG LIKE DAN KOMENNYA