NovelToon NovelToon
Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Fisya Alexander tak pernah menyangka rumah tangga yang ia jaga sepenuh hati justru menjadi awal kehancurannya.

Suaminya, Jason, berselingkuh dengan sahabat yang paling ia percaya namun pengkhianatan itu belum seberapa dibanding rencana keji yang mereka siapkan di ruang bersalin

Saat dua bayi perempuan lahir di hari yang sama, sebuah pertukaran terjadi, mereka yakin telah merebut segalanya dari Fisya.

Sayangnya, mereka tidak pernah sadar bahwa Fisya melihat semuanya

Sejak malam itu, senyum Fisya hanya untuk putrinya, sementara racunnya disiapkan untuk mereka yang telah menghancurkan hidupnya.

Ketika rahasia mulai terungkap, siapa yang sebenarnya sedang menjebak siapa ?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar dan Vote juga ya besty!🫰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jason Menggantikan Fisya

Jason keluar dari kamar bayi dengan wajah yang masih memikirkan sesuatu.

Sedangkan Fisya kembali menatap putrinya yang tertidur pulas.

Malam semakin larut Jason akhirnya masuk ke kamar utama lalu membersihkan diri.

Air shower mengalir cukup lama sementara pikirannya masih penuh dengan kejadian hari ini.

Fisya pulang tanpa memberitahu dirinya, tatapan wanita itu juga terasa berbeda.

Jason berdiri di depan cermin sambil mengusap wajahnya.

“Dia gak mungkin tahu, kalau dia tahu pasti dari tadi dia sudah marah.” gumamnya mencoba meyakinkan diri sendiri.

Jason akhirnya keluar kamar mandi lalu merebahkan tubuh di atas ranjang.

Ia melihat sisi kosong tempat tidur sebelahnya, Fisya belum masuk kamar namun Jason terlalu lelah untuk memikirkan itu lebih jauh.

Besok ada rapat penting bersama klien besar dari luar negeri dan untuk pertama kalinya…

Ia akan memimpin rapat besar sebagai pengganti Fisya hal itu membuat Jason merasa puas.

“Akhirnya semua orang bakal lihat aku juga bisa pimpin perusahaan ini,” gumamnya.

Tidak lama kemudian Jason tertidur.

Sementara itu… Fisya malam itu tidur di kamar bayinya

Ia berbaring di sofa kecil dekat tempat tidur bayi sambil sesekali memperhatikan putrinya.

Tatapannya lembut saat melihat wajah anak kecil itu.

Namun saat pikirannya mengingat Jason dan Kasandra raut wajahnya berubah dingin.

Fisya perlahan menggenggam tangan kecil putrinya.

“Mama gak akan kalah,” bisiknya pelan.

Pagi harinya… Jason terbangun cukup pagi, ia langsung mengulurkan tangan ke samping ranjang.

Namun kosong Jason membuka mata lalu duduk perlahan dahi pria itu langsung mengernyit.

Selimut di sisi sebelah bahkan masih rapi seakan semalam tidak ada orang yang tidur di sana.

“Fisya gak tidur di kamar?” gumamnya.

Jason langsung turun dari ranjang namun ia tidak terlalu memikirkan hal itu.

Pikirannya sekarang fokus pada rapat penting hari ini.

Ia buru-buru mandi lalu memakai jas hitam terbaiknya.

Hari ini ia ingin menunjukkan bahwa dirinya pantas memimpin perusahaan Alexander.

Setelah selesai bersiap, Jason turun ke bawah, ia melihat Fisya sedang duduk di ruang keluarga sambil menyusui bayi mereka.

Fisya terlihat sangat tenang Jason langsung tersenyum tipis.

“Kamu bangun pagi banget.” ucap Jason

Fisya menoleh sebentar.

“Mau kerja.”

Jason sedikit terkejut.

“Kerja?”

“Iya.” jawab Fisya singkat

Jason tertawa kecil.

“Kamu baru melahirkan sayang, untuk perusahaan kamu tidak perlu khawatir biar semuanya aku yang handle"

Belum sempat Fisya menjawab Jason mendekat lalu mencium kening Fisya.

“Aku duluan ya, ingat kamu dirumah saja jaga anak kita"

Fisya hanya mengangguk.

“Hati-hati.”

Jason tersenyum puas melihat sikap Fisya yang terlihat biasa saja.

Ia semakin yakin istrinya tidak tahu apa pun.

“Oke, hari ini ada rapat besar, semoga lancar.” batinnya

Jason lalu pergi meninggalkan rumah begitu suara mobil Jason hilang dari halaman raut wajah Fisya langsung berubah serius.

Ia segera memberikan bayinya pada Bik Lili.

“Bik, tolong jaga Tina"

“Iya Bu.” jawab Bik Lili

Fisya berdiri cepat lalu mengambil ponselnya, ia menelpon seseorang.

(“Halo.”)

(“Pagi Bu Fisya.”) suara di seberang sana menyapa

(“Rapat jangan dimulai dulu sebelum saya datang.”) ucap Fisya memberi perintah

Orang di seberang langsung terdiam.

(“Tapi Pak Jason bilang rapat dimulai tepat waktu Bu.”)

(“Saya pemilik perusahaan.”) ucap Fisya tegas

Nada suara Fisya dingin.

(“Kalau saya bilang tunggu berarti tunggu.”)

(“Baik Bu.”) jawab suara tersebut

Fisya mematikan telepon.

Bik Lili terlihat bingung.

“Ibu jadi ke kantor?”

Fisya mengangguk.

“Hari ini aku mau lihat sesuatu.”

Fisya langsung masuk kamar untuk bersiap tidak sampai dua puluh menit ia sudah turun dengan pakaian kerja yang rapi.

Meski baru melahirkan, aura tegas Fisya tetap terlihat kuat.

“Ibu yakin kuat?” tanya Bik Lili khawatir.

Fisya tersenyum tipis.

“Kalau aku lemah sekarang… Mereka bakal makin berani.”

Bik Lili langsung diam, Fisya lalu mencium kening putrinya sebelum pergi.

“Mama kerja dulu ya.” ucap Fisya pada bayinya yang sudah ia beri nama Tina

Setelah itu Fisya langsung berangkat ke kantor namun di perjalanan jalanan sangat macet.

Mobil berjalan sangat lambat, Fisya melihat jam berkali-kali.

Sementara itu… Jason sudah berada di ruang rapat utama perusahaan Alexander Group.

Hari ini ada kerja sama besar dengan perusahaan luar negeri.

Semua direksi sudah duduk di tempat masing-masing.

Jason berdiri percaya diri begitu melihat kursi utama yang biasa ditempati Fisya, ia langsung berjalan ke sana lalu duduk.

Beberapa orang di ruangan saling melirik namun tidak ada yang berani bicara.

Jason tersenyum puas, hari ini ia merasa seperti pemilik perusahaan sesungguhnya.

Tidak lama kemudian tamu asing masuk ke ruangan.

Pria paruh baya bernama Carlos berjalan bersama beberapa asistennya.

Jason langsung berdiri menyambut.

“Welcome Mister Carlos.”

Carlos mengangguk sopan namun saat matanya melihat kursi utama ditempati Jason, dahinya langsung mengernyit.

“Where is Mrs. Fisya Alexander?” ucap Carlos

Jason tersenyum santai.

“My wife is resting after giving birth.”

Carlos terlihat tidak puas.

“Oh.”

Jason langsung duduk kembali.

“Please, let’s start the meeting.”

Namun Carlos tidak duduk, pria itu tetap berdiri sambil menatap Jason.

“I’m sorry.”

Jason mengernyit.

“What?”

“This meeting should be led directly by Mrs. Fisya Alexander.” ucap Carlos

Suasana ruangan langsung hening, wajah Jason langsung berubah.

“I represent her.”

Carlos menggeleng.

“No. We want the owner directly.”

Jason mulai tersinggung.

“Listen, this company is mine too.”

Carlos tetap tenang.

“But the agreement is with Mrs. Fisya Alexander.”

Jason tersenyum dingin.

“She’s on maternity leave.”

Carlos tetap berdiri.

“Then we can reschedule.”

Jason langsung berdiri cepat.

“No need.”

Nada suara Jason mulai tinggi.

“I have full authority.”

Carlos menatap Jason datar.

“From what I know, Mrs. Fisya Alexander is the founder and main director.”

Beberapa orang direksi mulai saling pandang, Jason mulai malu.

Ia mengepalkan tangannya.

“She gave me full power because I’m her husband.”

Carlos tetap menggeleng.

“I’m sorry Mister Jason! We only discuss this project with Mrs. Fisya directly.”

Jason langsung membanting map di meja.

“Enough!”

Suasana langsung tegang.

“Perusahaan ini milikku juga!”

Carlos terlihat tidak nyaman namun sebelum suasana semakin buruk pintu ruang rapat tiba-tiba terbuka.

Semua orang langsung menoleh, Fisya masuk dengan langkah tenang.

Semua direksi langsung berdiri.

“Bu Fisya…”

Jason langsung membeku dan wajahnya berubah kaget.

“Fisya?”

Sedangkan Carlos langsung tersenyum lega.

“Mrs. Fisya Alexander.”

Fisya mengangguk sopan.

“Sorry I’m late.”

Ia lalu berjalan masuk tatapannya langsung tertuju pada Jason yang duduk di kursi utamanya.

Suasana ruangan mendadak sangat sunyi, Fisya berdiri tepat di samping Jason.

Lalu ia tersenyum tipis.

“Mas…”

Jason langsung salah tingkah.

“Kamu ngapain ke sini?”

Fisya masih tersenyum.

“Sejak kapan perusahaan ini milik Mas juga?”

Jason langsung diam beberapa orang mulai menahan ekspresi mereka.

Fisya lalu melanjutkan dengan nada tenang namun sangat menusuk.

“Aneh ya… Setahu aku perusahaan ini warisan keluarga Alexander.”

Jason langsung menegang.

“Dan lebih aneh lagi…” Fisya menatap seluruh ruangan.

“Suami aku baru beberapa hari pegang perusahaan sementara, tapi sudah berani mengaku pemilik.” ucap Fisya tegas

Suasana ruang rapat langsung makin tegang, wajah Jason memerah karena malu

Sedangkan Carlos bahkan terlihat menahan senyum.

Fisya kembali menatap Jason.

“Mas lupa ya… kalau semua saham atas nama aku karena ini warisan keluarga ku"

Jason langsung mengepalkan tangannya kuat-kuat, harga dirinya terasa jatuh di depan semua orang, terlebih di depan klien asing.

Namun Fisya belum selesai, ia tersenyum tipis lagi.

“Jadi lain kali jangan terlalu percaya diri duduk di kursiku.”

Setelah mengatakan itu, Fisya langsung menarik kursinya sendiri lalu duduk dengan tenang.

Sedangkan Jason masih berdiri membeku di tempatnya sendiri dengan wajah penuh amarah dan malu..

"Awas kamu Fisya, kamu akan membayar mah untuk ini semua" batinnya

__Bersambung__

1
Anisa Nur Afifah
balikk lgii buatt bacaa😍
Anisa Nur Afifah
bagusss kakkk
Queen_Fisya08: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!