**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**
Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.
Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.
Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.
Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 : Persiapan Sebelum Pelatihan
Kharos lalu mengangkat tubuh Lin Tian hanya dengan satu tangan, seperti mengangkat anak kecil.
Tatapan emasnya menatap langsung ke mata Lin Tian yang mulai kehilangan fokus.
"Anak muda, kekalahan-mu mutlak. Apakah kau sudah memahami perbedaan kekuatan di dunia ini?"
Lin Tian nyaris tidak mampu berbicara. Namun ia tetap memaksa dirinya mengangguk pelan.
"...aku mengerti... Aku sangat lemah..."
Kharos menyeringai tipis.
"Bagus. Kesombonganmu sudah hancur, Itu langkah pertama yang paling penting."
Ia mulai berjalan meninggalkan arena sambil tetap membawa Lin Tian.
"Sekarang waktunya membangun ulang dirimu dengan cara Asura." Tatapannya berubah menjadi ganas. "Brutal, tapi efektif."
Lin Tian mencoba tetap sadar, tetapi penglihatannya semakin kabur.
"Kau akan beristirahat selama tiga hari," lanjut Kharos. "Setelah itu, pelatihan sebenarnya dimulai."
Nada suaranya membuat udara terasa dingin.
"Pertarungan kemarin dan hari ini hanyalah pemanasan, pelatihan yang sesungguhnya bahkan belum dimulai."
Sudut mulut Kharos terangkat. "Jadi, apakah kau punya keinginan untuk mati?"
Lin Tian sudah terlalu lemah untuk menjawab. Kesadarannya akhirnya runtuh sepenuhnya.
Kharos justru tertawa kecil melihatnya pingsan. "Jawaban yang bagus, diam berarti menerima."
Ia lalu berteriak ke arah para penyembuh.
"Tim penyembuhan, gunakan kekuatan penyembuhan kalian ke tingkat tertinggi. Tiga hari harus pulih.!"
"Baik" Jawab tim penyembuh serentak.
Tiga Hari Pemulihan, hari Pertama. Saat kesadaran Lin Tian kembali, hal pertama yang ia rasakan adalah rasa sakit luar biasa di seluruh tubuhnya.
Setiap tulang terasa nyeri. Organ dalamnya seperti terbakar. Bahkan bernapas pun terasa sulit.
Ia menatap langit-langit ruang medis batu dengan tatapan kosong beberapa saat.
Kekalahan itu benar-benar mutlak, Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Kelima terlalu kuat baginya.
Bukan sekadar lebih kuat. Perbedaannya seperti langit dan bumi.
Untuk pertama kalinya, Lin Tian benar-benar memahami betapa kecil dirinya di Dimensi Asura.
Harga dirinya hancur, kepercayaan dirinya runtuh, dan kenyataan itu terasa menyakitkan.
Salah satu penyembuh Asura mendekatinya sambil membawa cairan energi berwarna merah gelap.
"Orang luar." Suara wanita Asura itu berat, tetapi tidak kasar. "Lukamu sangat parah, tapi kau berhasil bertahan hidup."
Ia menatap tubuh Lin Tian beberapa detik sambil tersenyum di wajahnya. "Kau cukup keras kepala, tapi dalam tiga hari, tubuhmu akan pulih sepenuhnya. Obat Asura sangat efektif."
Lin Tian menatapnya lemah.
"...terima kasih..."
Wanita itu tampak sedikit terkejut mendengar ucapan tersebut, seolah tidak menyangka orang luar akan bersikap sopan dalam kondisi seperti ini.
Namun ia tidak mengatakan apa-apa lagi dan kembali melanjutkan perawatan.
Lin Tian perlahan memejamkan matanya.
Kerendahan hati. Mungkin inilah pelajaran pertama yang benar-benar harus ia pahami di dunia ini.
Saat memasuki hari kedua, rasa sakit di tubuh Lin Tian mulai berkurang.
Ia sudah bisa bergerak lebih bebas meskipun nyeri di beberapa bagian tubuhnya masih terasa jelas. Dibanding kemarin, kondisinya saat ini jauh lebih baik.
Saat sedang mencoba menggerakkan lengannya perlahan, seseorang tiba-tiba muncul di depan ruang perawatan.
Lin Tian sedikit terkejut.
"Thal'rok?" katanya pelan. "Kenapa kau datang?"
Prajurit raksasa itu berdiri diam beberapa saat sebelum menjawab.
"Aku datang untuk memastikan pemulihan-mu berjalan baik." Nada suaranya tetap tenang seperti biasa. "Kemarin, kau menunjukkan keberanian yang luar biasa."
Tatapan tajamnya mengarah pada Lin Tian. "Kau tidak takut mati, Itu layak dihormati."
Lin Tian terdiam mendengarnya.
Di Dimensi Asura, rasa hormat tampaknya bukan diberikan karena kemenangan semata, tetapi karena keberanian menghadapi kematian.
"Kekalahan adalah guru terbaik untuk mempelajari kerendahan hati, sementara kesombongan adalah penghalang terbesar dalam pertumbuhan."
Ia lalu menyilangkan tangan besar di depan dadanya.
"Mencapai Lapisan Kelima bukan hal mustahil bagimu, tapi metode bertarung mu saat ini masih belum cukup. Pelatihan brutal akan diperlukan."
Tatapannya berubah lebih serius.
"Dan jika Kepala Perang sendiri yang melatih mu… maka tingkat bahayanya jauh lebih tinggi."
Lin Tian memperhatikan ekspresi Thal'rok.
Bahkan prajurit sebesar dirinya tampak sangat menghormati kekuatan Kharos.
"Setengah dari murid pribadi Kepala Perang mati selama pelatihan." Suasana ruangan langsung terasa lebih berat. "Karena itu, persiapkan dirimu secara mental."
Thal'rok menatap tubuh Lin Tian yang masih dalam pemulihan.
"Rasa sakit fisik bukan masalah terbesar. Yang paling berat adalah tekanan mental."
Ia berbalik untuk pergi, lalu berhenti sesaat di pintu.
"Aku berharap kau bisa bertahan hidup, Lin Tian." Setelah mengatakan itu, ia pergi begitu saja.
Lin Tian menatap pintu yang tertutup perlahan.
Lima puluh persen tingkat kematian, dan itu hanya dalam pelatihan. Namun meskipun berbahaya, ia tahu dirinya tidak memiliki pilihan lain.
Jika ingin menjadi lebih kuat, ia harus melewati semua ini, berapa pun harganya.
Hari ketiga tiba jauh lebih cepat dari perkiraannya.
Dan yang mengejutkan, tubuh Lin Tian telah pulih sepenuhnya, bahkan terasa lebih baik dibanding sebelum pertarungan melawan Thal'rok.
Ia berdiri di tengah ruangannya sambil mencoba beberapa gerakan dasar dan melatih aliran energi spiritualnya.
Semua terasa stabil.
Teknik Orkestrasi Jiwa juga mulai menyesuaikan diri secara alami dengan energi Dimensi Asura.
Penyembuhan Asura benar-benar luar biasa. Jauh melampaui teknik medis di Alam Tingkat Rendah.
Saat Lin Tian sedang mengayunkan tinju ke udara, sebuah tekanan besar tiba-tiba muncul di belakangnya.
Seperti biasa, Lin Tian sama sekali tidak merasakan kedatangannya.
"Kau sudah pulih?" tanya Kharos sambil memperhatikan gerakan Lin Tian.
Lin Tian segera menoleh dan memberi hormat singkat.
"Ya, Kepala Perang. Tubuhku sudah pulih sepenuhnya, aku siap menjalani pelatihan."
Kharos tidak langsung menjawab.
Ia hanya menatap Lin Tian dalam diam, seolah sedang membaca kondisi mentalnya.
"Kekalahan itu, apakah sudah kau pahami? Apakah kerendahan hati sudah kau pelajari? Dan apakah kesombonganmu sudah terkendali?"
Lin Tian menarik napas pelan sebelum menjawab dengan jujur.
"Kekalahan itu sangat merendahkan. Sekarang aku benar-benar memahami perbedaan kekuatan di dunia ini."
Ia mengepalkan tangannya perlahan.
"Kesombonganku memang terluka… tapi belum hancur. Dan tekadku justru menjadi lebih kuat."
"Aku memang lemah sekarang, tapi itu hanya sementara."
"Aku akan berlatih dan menjadi lebih kuat. Kekuatan itu akan kucapai pada akhirnya."
Beberapa detik ruangan menjadi sunyi. Lalu Kharos tiba-tiba tertawa keras.
"Hahahaha, Jawaban yang sempurna!"
Aura besar langsung memenuhi ruangan.
"Kesombonganmu rusak tapi semangatmu tidak hancur!"
"Tekadmu bahkan menjadi lebih kuat setelah kekalahan!" Tatapan emasnya dipenuhi kepuasan. "Itulah murid yang luar biasa!"
Ia melangkah mendekat sambil menyeringai ganas.
"Pelatihan dimulai besok saat fajar. Dan bersiaplah." Senyumnya semakin lebar. "Neraka yang sebenarnya akan dimulai."
Lin Tian tetap diam mendengarkan.
"Malam ini gunakan untuk beristirahat dan mempersiapkan mentalmu. Karena mulai besok… proses transformasi mu dimulai."
Tatapan Kharos berubah menjadi dingin.
"Metodenya brutal. Peluang hidupmu tidak pasti, tetapi jika berhasil bertahan… kekuatanmu dijamin meningkat."
Ia berbalik menuju pintu.
"Tidurlah dengan baik, mungkin ini adalah malam damai terakhirmu."
"Karena besok… penderitaanmu akan dimulai."
Malam itu, Lin Tian duduk bermeditasi di kamarnya.
Pikirannya jauh lebih tenang dibanding beberapa hari sebelumnya.
Tiga hari terakhir benar-benar membuka matanya.
Ia kini memahami betapa besarnya jarak kekuatan di dunia ini. Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Kelima saja sudah terasa mustahil baginya untuk dikalahkan.
Sementara di atas itu masih ada tingkatan lain yang bahkan belum bisa ia bayangkan.
Namun di saat yang sama, ia juga mulai menyadari potensinya sendiri.
Kemampuan adaptasinya memang luar biasa cepat.
Bahkan Kharos sendiri mengakuinya.
Dan sekarang, Kepala Perang Asura itu bersedia melatihnya secara pribadi.
Kesempatan seperti ini pasti sangat langka. Meskipun risikonya adalah kematian.
Lin Tian membuka mata nya perlahan. Ia tidak memiliki pilihan lain. Jika tetap lemah, maka misinya akan gagal.
Dan jika ia gagal, alam semesta akan terus hancur oleh Pemangsa Dimensi.