NovelToon NovelToon
ISTRIKU MENDIAMIKU

ISTRIKU MENDIAMIKU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:234.5k
Nilai: 5
Nama Author: Saskiah Khairani

Setelah Andra menikah lagi, Armila berubah. Ia menjadikan suaminya ini ada, tapi tiada. Sapaan, rayuan dan keberadaanku serupa angin lalu.
Diamnya armila membuat Andra stres.
Pernikahannya dengan resti pun menjadi tidak harmonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saskiah Khairani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUWET BADAI

ANDRA

Sekarang bukan hanya Armila yang membuatku pusing tujuh keliling, Resti pun mulai berulah. Dia tak pernah membiarkanku duduk di beranda untuk sekedar menenangkan diri. Pasti curiga dan marah-marah.

Wanita itu sangat manja dan egois. Dia selalu menuntut suaminya untuk perhatian detik demi detik saat di rumah. Tak peduli suaminya capek pulang kerja seharian. Hobinya mengganggu dan meminta perhatian.

Sebisa mungkin kupenuhi nafkah lahir batin Resti. Tapi Resti tidak pernah puas. Kadang aku sudah terkapar pun tetap saja wanita itu meminta. Apa memang tergolong maniak?

Gairahku memang tak meledak-ledak lagi mungkin itu pengaruh dari tekanan batin Tapi tetap bisa kok melayani keinginannya. Baik siang maupun malam. Anehnya Resti selalu bilang, aku tak pernah menyentuhnya. Lalu, yang kami lakukan dianggap apa.

Pun dengan uang belanja. Selalu bilang sedikit dan kurang. Malah lancang menyelidiki berapa yang kuberi pada Armila. Jelaslah berbeda sebab Armila sudah punya bayi, dia masih sendiri.

Belum lagi keluarganya yang juga ikut merecoki. Mertua perempuan selalu datang dan bilang tak punya uang. Mau tak mau kurogoh juga agar ia cepat pergi. Tak tahan soalnya dengan kecerewetannya. Belum lagi mertua lelaki. Katanya minta uang untuk merokok dan ngopi. Sudah berani datang ke kantor untuk memalak menantunya ini.

Sangat berbeda dengan orang tua Armila yang sangat menghargaiku. Mereka akan menerima kalau diberi, tapi tidak sekalipun meminta. Apalagi tapi tidak sekalipun meminta. Apalagi sampai datang ke tempat kerja. Begitu juga dengan saudara-saudaranya, sangat baik. Mereka menghormatiku sebagai bagian dari keluarga yang sama kedudukannya

Mungkin beda kualitas juga Armila berasal dari keluarga yang bermartabat, sedangkan Resti keluarganya urakan. Kakaknya pun ada yang preman. Suka judi dan mabuk-mabukan. Kenapa aku bisa terpikat oleh gadis dari latar belakang tak jelas begitu 2

Penyesalan memang di belakang. Saat ini tak mungkin juga aku menceraikan Resti setelah kuambil madunya. Lagipula dia tidak melakukan satu hal yang menjadi alasan untuk diceraikan. Hidup bersama pun harus siap dengan segala keruwetan baik dari dirinya ataupun keluarganya

Pikirku dulu mudah mengatur dua istri, tak akan sulit merukunkan dan membahagiakan mereka. Nyatanya tidak. Yang ada sekarang hidupku seperti sedang menapaki jalan penuh ranjau. Salah sedikit saja akan meledak dan mencelakakan diri sendiri.

Aku memang bodoh, hanya berpikir soal kesenangan beristri dua, yaitu tentang punya variasi ranjang. Tak terbayang bahwa harus punya kemampuan menata perasaan wanita yang tentu saja sensitif adanya. Belum lagi kondisi keluarga mereka.

Sekarang, hidupku dilanda keruwetan Luar biasa. Pusing tujuh keliling. Kadang aku enggan pulang ke rumah keduanya. Oleh Armila dianggap tak ada. Oleh Resti dituntut terlalu ini itu.

Nasib nasib.

*

Aku sengaja pulang kantor lebih awal karena keadaan badan ini kurang nyaman. Kepala pusing dan perut mual mual. Lebih baik Istirahat dan menenangkan diri. Biar saja Armila tidak mau bicara. Yang penting aku bisa rebahan.

Tragisnya bukan ketenangan yang kudapat Ketika pulang ke rumah Armila. Betapa darah ini naik hingga ke ubun-ubun melihat Resti menjambak rambut madunya.

Terang saja aku meradang. Kelakuan Bar-bar Resti sudah tidak bisa ditoleransi sebab main fisik pada Armila.

Setelah membentaknya aku mencengkeram tangan Resti kuat-kuat. Awalnya wanita itu ketakutan dengan menampilkan mimik tegang.

Beberapa menit kemudian berubah jadi meradang.

"Mas mau mukul aku, pukul aja, ayo! Biar kalian berdua puas nyiksa aku!"

Resti menghentakkan tangannya kuat-kuat hingga cengkramanku terlepas.

Aku makin emosi, hampir lepas kendali.

Perempuan ini benar-benar tak berahlak. Sudah tahu salah, malah dia yang marah. Ingin rasanya menampar mulut yang terus saja memaki-maki.

"Pulang cepat sebelum aku lepas kontrol!"

Karena perempuan ini tak mendengar perintah, aku menarik tangannya kencang. Kubawa ia ke halaman agar tak buat kerusuhan lagi di rumah Armila.

"Sakit, Maas!"

Tak kupedulikan rengekan Resti hingga sampai di depan mobilnya.

"Mas, kamu jahat, tega nyakitin aku demi wanita sialan itu. Aku masih belum puas memberinya pelajaran. Minggir!"

"Pelajaran apa yang mau kau berikan padaku? Pelajaran merusak rumah tangga orang? Pelajaran menggoda suami orang atau pelajaran cara menjadi kaya secara instan!"

Armila yang kini ada di sampingku mengipasi bara api dalam diri Resti. Bahkan, ia merapatkan tubuhnya pada lenganku.

"Hei, aku tidak menggoda suamimu. Dia yang ngejar aku tahu! Yang goblok itu kamu, suami sendiri saja gak bisa dijaga sampai-sampai melirik wanita lain!"

Jantungku makin kuat detakannya. Kepala ini rasa mau meledak. Mereka terus adu mulut dengan suara yang menusuk-nusuk gendang telinga.

"Heh, Gundik. Kalau kamu emang hebat harusnya mas Andra gak berlutut di kakiku minta aku jangan pergi. Gak mohon-mohon sampai stress gitu. Artinya, kamu tuh cuma teman tidur doang, bukan teman hidup! Tetap saja aku ratu, kamu itu gundik pemuas napsu! Nanti kalau udah bosan, ya dibuang, kasihan!"

"Kamuuuu, kurang ajar!"

"Sudah, sudaaaah! Cukup, berhenti kaliaaaan! Resti, cepat masuk mobil dan pulang. Jangan keluar rumah satu langkah pun atau aku ceraikan kau!"

"Iya cepat sana pulang. Aku mau main beronde-ronde sama mas Andra. Ganggu aja! Ayo, Mas masuk, aku udah gak sabar pengen iya, iya! Selamat cendilian, Gundik!"

Armila menggandeng tanganku, dan memaksa kaki ini mengikutinya. Aku pun terpaksa mengikuti takut ia makin emosi.

"Maas! Jangan pergiii! Perempuan bego jangan bawa suamiku pergi!"

"Mas, mas kasihan sekali kamu. Punya istri baru tuh harusnya lebih baik dari istri baru tuh harusnya lebih baik dari isper. Lebih cantik, sholehan, lembut. Ini malah dapat perempuan modal tubuh doang, ahlaknya zonk. Masa ngomongnya goblok, bego gitu. Pantes aja kamu gak betah sama dia. Selamat, deh Mas atas pencapaiannya!"

Resti menarik tanganku yang satunya.

Kini, aku jadi bahan tarik menarik keduanya. Kalau sudah begini, rasanya ingin pingsan saja.

Tapi, kenapa tak pingsan kenapaaaa?

Akhirnya kuperintahkan sopir untuk membawa Resti pulang. Daripada kena serangan jantung akibat ulah keduanya.

Armila masuk rumah, Resti masuk mobil. Mang Dadang kuperintahkan untuk memastikan kalau Resti tak keluar rumah setelah pulang.

Ia tersenyum dan mengangguk. Tapi sebelum masuk mobil, pria itu bicara,"Punya istri dua enak banget, ya, Pak?"

"Mang Dadaaaang!"

1
atikah@72
ceritanya bagus kak, lanjutin
salam kenal dari aku, penulis CINTA TANPA SYARAT dan KETIKA CINTA TERKUNCI mampir ya kak🙏
Rati Nafi
🥰🥰🥰🥰🥰
falea sezi
🤣🤣 najis bgt ini ae mila masih mau ma batangan satu kecil bekas lacur🤣🤣. bodoh kali kayak. gk ada. laki. lain. aja
Heny
Cerita nya hampir sm dng aku ingin bahagia
Maul 123
ngeselin
Maul 123
lambat sekali ambil keputusan
Maul 123
asyikk💪💪💪
Maul 123
adaa dukunnya woooii
Maul 123
🤣🤣🤣🤣🤣egois lu tong
Maul 123
jurig 🤭
Maul 123
bab ini membagongkan, tiba2 kondangan
Maul 123
dungu
Titien Prawiro
Dasar keluargs gk pendidikan omong tanpa fikir dulu, nanti kamu keluar dari penjara badan dan muka kamu sdh bonyok, tdk laku lagi.
Titien Prawiro
Nah benarkan jadi buron, makanya jadi tuh jangan jahat, terus kalian mau lari kemana? ini sepertinya polisi masang strategi, kalau bekal sdh habis baru polisi bergerak. memang enak jadi buron.
Titien Prawiro
ada keajaiban Antin sadar
Titien Prawiro
Istri Rafael sakit setiap hari diracun sama Rafael. semoga ada keajaiban Angin sadar dan sehat segar bugar, dan balas dendam pada Resti dan Rafael, biar pada masuk penjara.
Maul 123
💪💪💪💪💪💪
Maul 123
💪
Titien Prawiro
Andra kamu harus belajar bela diri atau bayar bodyguard. buat jaga keluargamu dan kamu sendiri. si Resti gila, keluarganya kere, makanya dia silau melihat uang banyak
Titien Prawiro
Buat Resti dan keluarganya hancur thor mereka kan preman pasar, berantas saja tuh preman2 meresahkan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!