NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:596.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9 Pertemuan

Pagi hari di Jakarta disambut dengan udara tropis yang hangat dan hiruk-pikuk lalu lintas, sangat kontras dengan ketenangan kota Bern. Di dalam salah satu unit apartemen sewaan yang nyaman, suasana pagi itu terasa riuh.

"Kak Ken! Simetri kancing kemeja Key tidak presisi nih. Tolong perbaiki dong biar proporsional!" seru Keysha sembari menunjuk kerah bajunya. Ia dan Ken sudah rapi mengenakan pakaian terbaik untuk jadwal pendaftaran sekolah baru mereka yang didampingi Ketty.

"Sini aku betulkan," sahut Ken cekatan, sambil mengusap kacamata baca kecilnya yang melorot. "Makanya, kalau mengancing baju harus fokus pada urutan algoritmanya dari atas ke bawah, Key."

Clara berlarian dari arah kamar menyambar tas kerja dan berkas desainnya. Pagi ini adalah hari pertamanya melapor ke kantor pusat Van Der Berg Group, perusahaan raksasa yang menaungi proyek desain terbarunya.

"Ket, aku berangkat duluan, ya! Takut terlambat di hari pertama orientasi. Nanti kalau tes penempatan si kembar sudah selesai, kalian langsung menyusul ke kantor saja, kita makan siang di kafetaria sana!"

"Sip, Ra! Tenang saja, dua ilmuwan cilik ini aman bersamaku. Semoga hari pertamamu lancar!" balas Ketty menyemangati.

"Dah, Mama! Semoga harimu produktif!" seru si kembar kompak.

"Hmm! Kalian hati-hati ingat jangan jauh-jauh dari Bunda Ketty!" peringkatnya sebelum akhirnya menghilang di balik pintu apartemen.

****

****

Sementara itu, di gedung pencakar langit Van Der Berg Group Jakarta, suasana berada di puncak ketegangan. Ruang kontrol utama dan jajaran direksi tampak kacau balau. Sistem keamanan siber perusahaan sedang diretas secara masif dari pihak luar. Dokumen-dokumen tender bernilai triliunan rupiah terkunci dan terancam bocor ke tangan kompetitor.

Alexio yang baru saja mendarat dari benua Eropa itu langsung menuju ke kantor pusat, ia melangkah lebar membelah lorong dengan wajah sedingin es, diikuti Reno dan kepala devisi IT.

"Bagaimana bisa firewall utama kita bisa retas?!" tegur Alexio dingin, suaranya yang rendah dan menekan membuat nyali yang mendengarnya menciut. "Berapa lama waktu yang kalian butuhkan untuk memulihkannya?!"

"Maafkan kami, Presdir! Peretas ini menggunakan enkripsi kode ganda yang sangat rumit dan terus berubah bentuk. Tim IT terbaik kita belum menemukan celah untuk membobol balik kodenya," jawab Kepala Divisi IT dengan wajah seputih kertas.

Tepat saat Alexio tiba di area depan ruang kontrol, Clara, yang baru saja selesai melapor ke HRD, sedang berdiri di lorong menunggu sekretaris atasannya.

Matanya membelalak kaget saat melihat rombongan itu lewat, terutama saat netranya menangkap sosok tegap di posisi paling depan.

"Pria dari Bern itu?! Kenapa dia ada di sini?! Jangan bilang... bos besarku adalah ketua sindikat mafia penculik anak?!" batin Clara panik setengah mati. Ia buru-buru membalikkan badan, menyembunyikan wajahnya di balik map dokumen yang ia pegang. Jantungnya berdetak brutal.

Tak berselang lama, denting pintu lift utama terbuka. Ketty muncul bersama Ken dan Key yang baru saja selesai dari urusan pendaftaran sekolah. Namun, sebelum Ketty sempat mencari keberadaan Clara, si kembar menangkap kehebohan di depan ruang kontrol yang berdinding kaca yang tak jauh dari posisi mereka sekarang.

Papan monitor raksasa yang berkedip merah dengan pop-up peringatan peretasan seketika memancing insting jenius si kembar.

"Kak Ken, lihat! Bukanlah itu Tuan Tampan di galeri kemarin! Pria dengan probabilitas genetik mirip kita!" seru Key membulatkan mata abu-abunya.

Ken tidak menatap Alexio, melainkan meneliti layar monitor raksasa yang penuh dengan barisan kode peretas. Kening kecilnya berkerut tajam. "Bunda, lihat layar itu. Protokol keamanan mereka sedang disusupi menggunakan looping script Python yang repetitif. Polanya sangat primitif."

Sebelum Ketty bisa mencegah, Ken dan Key berlari kencang membelah kerumunan staf, langsung menuju arah Alexio.

"Ken! Key! Jangan lari!" jerit Ketty panik, spontan mengejar mereka.

Clara yang mengintip dari balik map dokumennya nyaris pingsan. Anak-anaknya berlari ke arah pria yang ia kira penculik! Clara spontan keluar dari tempat persembunyiannya, namun langkahnya terhalang oleh barisan security perusahaan.

"Tuan Tampan! Tuan Tampan!" panggil Key lantang, menarik-narik ujung jas mahal Alexio.

Alexio menghentikan langkahnya yang sedang tergesa. Ia menunduk. Seketika, amarah di wajahnya tergantikan oleh keterkejutan yang luar biasa.

Ia tertegun menatap dua balita bermata abu-abu yang kemarin menabraknya di galeri seni. kini entah bagaimana keajaibannya, berada di kantor pusatnya di Jakarta.

"Kalian...? Bagaimana bisa ada di sini?" gumam Alexio, suaranya serak akibat syok berat.

"Tuan Tampan," sapa Ken santai, membenarkan letak kacamatanya. Bukannya menjawab pertanyaan yang di ajukan Alexio, bocah itu malah menunjuk ruang kontrol. "Sistem keamanan Anda sedang diretas, kan? Anda kekurangan sumber daya manusia yang kompeten. Kalau Anda mau aku bisa membantu memperbaikinya."

"Apa?" Kepala Divisi IT melotot tak percaya. Reno pun ikut tercengang. "Bocah kecil, ini masalah peretasan siber tingkat tinggi, bukan permainan game menyusun balok."

"Analisisku tidak pernah meleset, Paman," bantah Ken tegas dan percaya diri.

"Coba lihat interface itu. Mereka memakai Trojan-Loop dan menguncinya dengan enkripsi ganda berbasis heksadesimal. Jika Paman terus memaksa masuk lewat pintu depan, servernya akan hancur. Paman harus masuk lewat backdoor IP address-nya."

Key mengangguk-angguk cepat di samping saudara kembarnya. "Beri Kak Ken akses keyboard dan kursi yang agak tinggi, masalah ini akan selesai dalam kurang dari lima menit!"

Semua orang yang mendengarnya menganga lebar. Kosakata dan analisis yang keluar dari mulut balita berusia empat dua tahun tiga bulan itu sangat akurat dan presisi.

Alexio menatap tajam ke dalam iris mata abu-abu Ken. Mata yang mewarisi tatapannya. Di tengah situasi krisis yang mengancam kehancuran perusahaannya, ada insting kuat di dada Alexio yang menyuruhnya bertaruh pada balita di hadapannya.

"Tuan Muda, Anda tidak serius mempertimbangkan ucapan bocah ini kan?" bisik Reno ragu.

"Buka pintunya," perintah Alexio tegas, suaranya tak menyisakan ruang untuk bantahan. "Izinkan mereka masuk ke terminal utama."

"Tapi, Presdir—!"

"Lakukan sekarang, atau kau kupecat!" potong Alexio dingin.

Ken dan Key tersenyum lebar. "Ayo Kak Ken, kita selamatkan aset digital Tuan Tampan!"

Dari kejauhan, Clara dan Ketty yang tertahan oleh kerumunan staf hanya bisa melongo kaku.

Jantung Clara seakan berhenti berdetak saat melihat kedua malaikat kecil kesayangannya melangkah santai memasuki ruang kontrol utama yang sangat tertutup, dikawal langsung oleh sang penguasa Van Der Berg Group.

"Tamatlah riwayatku..." batin Clara merana.

Bersambung ....

1
C2nunik987
anak bayik premium Klarine jgn bikin kakak key deg degan iahhh ma kecerdasan mu kelak ....hrs sayang ma kak Key dan kak Ken 😅😅😅
C2nunik987
anak bayik berteman ma luchifer kuda kesayangan papa Xio ....perkenalan boss kecil ma kuda nya papa 😂😂😍😍
C2nunik987
ini novel luar biasa ....balita mau home schooling....anak anak bocil papa Xio memang beda ma yg lain 😅😅😅
C2nunik987
papa Xio udh punya harta paling mewah dan mahallll di hdpnya yaitu mama Clara dan 4 calon pewaris Van Der Berg 😍😍cucu cicit kesayangan kakek buyut Alexander 😍😍
C2nunik987
yuhuuuu uncle Reno jet pribadi mu udh ready gasss honeymoon 😍😍
C2nunik987
congrats uncle Reno dan bund Ketty samawa bikin anak yg banyak biar rame di hdp kalian ....biar uncle Reno tidak kaku lagi 😂😂😂😂
V3
kalau model nya sdh membatalkan kontrak dan menghilang ,,,,, yaa dh lah mending Ketty atau Clara ja yg JD model nya 🤣🤣🤣
atau Oma nya si Kembar ja yg JD Model Dadakan nya 🤣🤣🤣
V3
mmg cari mati si keluarga Smith ,, sdh gali lobang kuburan nya sndri 🤣🤣🤣
V3
si kembar gercep bgt ,,, tangan Jenius nya lngsung dapat siapa tikus-tikus itu 👏👏
kini tugas papa Xio yg akan menghancurkan semua tikus-tikus itu 🤣🤣
V3
hahahaha ..... Keluarga Smith mo meretas servernya Clara ,, mana bisa 🤣🤣
yg ada kalian skrg yg hancur di bantai oleh anak kembarnya Clara 🤣🤣🤣
V3
naaah bgtu donk Clara ,, skrg mah kamu jgn nunduk trs ,, skrg sdh waktunya kamu mengangkat kepala mu dr orang-orang jahat spt tu 👏👏👏
V3
setelah sekian tahun Clara hidup susah dan sllu Nomaden hidup nya bersama si kembar ,,,, kini kesusahan itu berbuah manis.
kini hidup Clara sdh bahagia dan sejahtera 🤗💃💃🤗
V3
knp di sensor sich ,,, kn JD gak bisa ikutan traveling Loch aku nya 😔😔🤣🤣🤣🤣
riniasyifa: gak boleh Kak, banyak bocil lewat nanti author di bully lagi 🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
V3
daaah githu acara belum beres dh ngomong masalah Proyek baru ,, proyek pembuatan anak kembar 🤣🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦
V3
eeeet daaach ... Xio gak sadar diri amat yaaaaa ,,,, para tamu msh ngejubel bgtu laaah masa mo di usir semuanya 🤦🤦🤦
susaaah mmg kalau the Sultan mah semua udel nya ja 🤦🤦
V3
PR nya Alexio adalah mencari asal usul keluarga Clara
Elizabeth
ga ada habisnya selalu ada musuh dimana " tp gpp makin seru krn klo g ada musuh akan cepat tamat😂🥰😂
Elizabeth
ikut tegang bacanya👍👍
V3
gsah takut Clara ,,, kamu mah tinggal diam ja benar apa kata Daddy Andries ,, kamu tinggal istirahat dan ke Salon ,,, semuanya akan beres dalam sekejap mata 🤣🤣🤣
Ini mah Sultan di atas nya Sultan x yaa
V3
hadeeeeww ...... ada ja ulat bulu yang menggangu 🤦
mo pke jalan pintas untuk mjd nyonya muda Van Den Berg 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!