NovelToon NovelToon
Gadis Desa Kesayangan Mafia

Gadis Desa Kesayangan Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:414.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Paman, kenapa ini besar sekali?” tanya Lucia bingung.

​“Kau menyukainya?”

​“Memangnya itu apa?”

​“Jadi kau tidak tahu ini apa? Kau yang membangkitkannya dan kau tidak tahu cara menidurkannya?!”

Lucia polos hanya menggeleng lugu, membuat sang mafia paling ditakuti di seluruh Italia itu menepuk jidatnya kuat-kuat.

****

Disiksa kemiskinan di desa terpencil Calabria dan dijual oleh pamannya sendiri ke sebuah klub malam, Lucia pasrah menunggu takdir kelamnya.

Namun, sebuah penggerebekan menyelamatkannya dan membawanya bekerja sebagai pelayan di mansion megah milik Alessandro Frederick–bos mafia dingin berdarah dingin yang menderita alergi parah terhadap sentuhan manusia.

Satu sentuhan dari orang lain bisa membunuh Alessandro. Tetapi, saat jemari Lucia tak sengaja menyentuhnya, tidak ada rasa terbakar.

Bagaimana bisa seorang mafia kejam menaklukkan hati gadis lugu hingga mengira elusan in-tim adalah usapan rasa kasihan dan ciuman adalah penyembuh rasa sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Hujan mengguyur deras malam itu, seolah memukul-mukul kaca jendela mansion megah bergaya Eropa milik Alessandro.

Di dalam ruang keluarga yang hangat, Lucia terus mondar-mandir ke sana kemari seperti setrikaan rusak.

“Kenapa Paman Tampan lama sekali? Apa mengurus pekerjaan membutuhkan waktu selama ini?” gumam Lucia dengan raut wajah cemas, jari telunjuknya digigit pelan.

“Padahal ini sudah lewat jam minum susu madu hangatnya! Nanti kalau dia masuk angin bagaimana?”

Mila yang sejak tadi duduk memperhatikan tingkah majikan barunya itu hanya bisa tersenyum simpul.

Ia bangkit, melangkah mendekat, lalu menuntun bahu Lucia dengan lembut.

“Lucia, duduklah dulu. Tuan Alessandro pasti kembali, tapi mungkin tidak malam ini. Beliau sedang mengurus bisnis yang sangat penting,” ucap Mila.

Lucia duduk di sofa, namun kakinya terus berayun gelisah. “Tapi, Mila... aku khawatir padanya. Aku takut nanti saat Paman pulang, dia terluka dan berdarah-darah seperti malam itu. Pekerjaan Paman itu sebenarnya apa sih? Kok pulangnya selalu malam? Apa dia jadi satpam pasar?”

Mila menahan tawa mendengar kepolosan yang absurd itu. Ia menggenggam kedua tangan sahabat sekaligus calon majikan barunya itu.

“Pekerjaan Tuan Alessandro memang sangat berbahaya. Tuan adalah orang besar, Lucia. Itu sudah risikonya. Beliau punya banyak musuh di luar sana, jadi kau harus tenang dan mendoakannya saja.”

Lucia tetaplah Lucia. Gadis desa polos dengan segala isi pikirannya yang sederhana dan di luar nalar.

Bukannya tenang, ia malah membayangkan Alessandro sedang dikeroyok preman pasar karena ketahuan mencuri.

Di tengah gemuruh suara hujan, samar-samar terdengar suara teriakan dari arah luar gerbang utama yang jaraknya puluhan meter dari pintu depan.

“Lucia! Lucia! Tolong Bibi, Nak! Apa kau di dalam sana?!”

Mata bulat Lucia seketika membelalak. Telinganya yang sangat peka mengenali suara itu.

“Bibi? Itu suara Bibi Sofia?! Kenapa Bibi ada di sini? Bukannya Bibi ada di kampung?”

Ya, saat paman Jhony membawanya pergi, Lucia tak sempat pamit pada Sofia.

Tanpa menunggu jawaban Mila yang kebingungan, Lucia langsung melompat dari sofa, membuka pintu ganda mansion dan berlari keluar menuju pelataran yang diguyur hujan deras.

Benar saja, dari kejauhan, di balik gerbang utama setinggi empat meter, sosok Sofia berdiri gemetar menembus badai.

Pakaian wanita paruh baya itu basah kuyup, menempel pada terali sambil terus memanggil nama keponakannya dengan suara serak.

“Bibi Sofia!” jerit Lucia panik, berlari menerobos hujan hingga piyamanya basah kuyup.

Namun, sebelum tangan Lucia menyentuh panel pembuka gerbang otomatis, dua orang pengawal bertubuh kekar berjas hitam langsung menghadangnya.

“Maaf, Nona. Anda tidak boleh pergi ke mana-mana, apalagi membuka gerbang. Ini perintah mutlak dari Tuan Alessandro,” ucap salah satu pengawal dengan nada tegas tak terbantahkan.

Lucia meronta seraya menunjuk ke luar gerbang. “Minggir, Paman Botak! Aku mau menemui Bibi Sofia! Sebentar saja, aku cuma mau membukakan pintu agar dia bisa berteduh!”

“Tidak bisa, Nona. Kami tidak mau mengambil risiko seperti tempo hari. Di luar sangat berbahaya. Kita tidak tahu apakah ini jebakan musuh atau bukan.”

“Tapi kasihan Bibi Sofia! Dia kehujanan! Nanti dia sakit flu,” protes Lucia keras kepala.

Tiba-tiba, kilat menyambar terang di langit, menerangi wajah Sofia sejenak.

Jantung Lucia seolah berhenti berdetak. Di bawah guyuran hujan, ia melihat wajah bibinya penuh luka lebam kebiruan, ujung bibirnya sobek, dan ada darah mengalir dari pelipisnya.

“Bibi berdarah!” jerit Lucia histeris. Otaknya yang polos langsung berasumsi bibinya habis ditabrak traktor sawah. “Paman Botak, buka pintunya sekarang! Bibiku terluka!”

“Tetap tidak bisa, Nona. Maafkan saya.”

Karena panik dan didorong kasih sayang pada bibi yang membesarkannya, kenekatan Lucia mengambil alih.

Dengan gerakan gesit ala anak desa yang sering menangkap belut di sawah, Lucia meliuk ke bawah lengan pengawal itu, berlari menekan tombol darurat berwarna merah di pos penjagaan yang tidak terkunci rapat.

Pintu gerbang terbuka sedikit.

“Nona, jangan!” teriak pengawal panik, berusaha mengejar.

Namun Lucia lebih cepat. Ia menyelinap keluar gerbang menembus hujan demi memeluk bibinya.

“Bibi Sofia! Siapa yang berani memukul Bibi?! Biar aku laporkan pada Paman Tampan!”

Saat Lucia memeluk tubuh bibinya, Sofia justru menunduk dan menangis sesenggukan.

“Maafkan Bibi, Lucia... mereka mengancam akan membunuh Bibi...”

“Hah? Mereka siapa?” Lucia mendongak bingung.

Tiba-tiba, sebuah tangan besar sekasar parut kelapa membekap mulut Lucia dari belakang.

Aroma tembakau murah dan alkohol menyengat hidungnya. Dari balik bayangan gelap tembok gerbang, sosok Jhony muncul dengan seringaian iblis.

Ini semua adalah jebakan mematikan yang dirancang Marco! Memanfaatkan Alessandro yang terlanjur keluar kota membereskan kekacauan palsu, Marco menyuruh Jhony menggunakan Sofia sebagai pancingan untuk menyeret kelemahan terbesar sang mafia keluar dari sarangnya.

“Kena kau, Gadis Kecil,” desis Jhony.

Ia langsung menyeret tubuh mungil Lucia menjauh dari gerbang, tepat saat para pengawal Alessandro berhamburan keluar sambil mencabut senjata api mereka.

Suara tembakan mulai bersahutan.

“Mmphh!! Lepas!!” Lucia memberontak.

Meski ketakutan setengah mati, insting bertahan hidup gadis desa ini tidak bisa diremehkan. Karena mulutnya dibekap, Lucia tidak bisa berteriak.

Alhasil, ia membuka mulutnya lebar-lebar dan menggigit telapak tangan kotor Jhony sekuat tenaga layaknya anjing buldog kelaparan!

“Argh! Brengsek! Giginya tajam sekali!” raung Jhony kesakitan, refleks melonggarkan bekapannya.

Begitu mulutnya bebas, Lucia langsung berteriak sambil menendang tulang kering Jhony berulang kali dengan brutal.

”Lepaskan aku, Paman Jelek Bau Mulut! Kau belum sikat gigi, ya?! Beraninya kau menculikku! Nanti ular peliharaan Paman Tampan akan mengamuk dan memakanmu hidup-hidup, tahu rasa kau!” jerit Lucia dengan ancaman absurdnya, membuat Jhony yang sedang menahan sakit dan merencanakan penculikan mafia kelas kakap itu sempat tertegun heran sejenak.

“Lepaskan gadisku!”

1
Azalea
Jangan salah paham paman ganteng sukanya Lucia karna paman baik hati
Azalea
it Isabella knapa gak sekalian d'bunuh aja
Azalea
penawarnya harus bersentuhan bbir ya
Azalea
Good job lucia👍
Azalea
Lucia knapa gak bisa nyimpen rahasia sie knapa harus bercerita pada otang
Azalea
karna ular naga paman tampan gede sekalee gtukan lucia
Azalea
🤣🤣🤣
Saking gedenya sampe pingsan y
Azalea
Kamu salah paham Alesandro Lucia bkan wanita bekas siapapun,,harusnya dengarkan dlu penjelasan Vincent
Azalea
ularnya kalau belum nyembur gak bakalan bisa tdur lucia🤣🤣
Azalea
belum selesei Vincent bermain cacingnya karna ada yg lebih rumit lg dri bermain cacing bener" kocak🤣🤣🤣
Azalea
Aduh gak bakalan abis nie bahas cacing m'lu🤣
Azalea
Ada dua cacing lucia😄
Azalea
wah cacingnya bener bener masuk tuh🤣🤣
Yulia
Ceritanya bagus alurnya juga keren 👍
Suka banget sama novel yg sat set GX bertele tele part nya GX terlalu banyak.
mksh othooor semangat terus berkarya 💪🙏
Azalea
Duh lucia kebangetan polos dan lugunya
Azalea
🤣🤣🤣
Azalea
Duh kenapa d'samain sama domba it manusia bkan binatang😄
Azalea
🤣🤣
Azalea
Mampir y Thor
Yulia
Ara apakah anaknya Dominic yaa🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!