NovelToon NovelToon
Pedang Darah Dan Janji Abadi

Pedang Darah Dan Janji Abadi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

"Dulu aku hanyalah pemuda biasa tanpa bakat, tanpa kekuatan, dan tanpa tujuan. Dunia terasa abu-abu sampai akhirnya aku bertemu dengannya—cahaya yang menerangi hidupku dan mengajarkanku arti cinta."

Namaku Li Yao. Aku tidak memiliki bakat kultivasi, namun cintaku padanya membuatku rela membelah langit dan bumi demi menjadi kuat. Bersamanya, aku merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan, hingga sebuah malam kelam mengubah segalanya.

Mata keparat merenggut nyawanya di hadapanku. Aku tak berdaya. Aku hanya bisa menangis melihat darahnya menetes. Saat napas terakhirnya berhembus, sebuah sumpah setan terucap:

"Aku akan membasmi mereka semua. Walau harus menjadi iblis, walau harus menyeberangi lautan darah, dendam ini akan kubayar lunas!"

Kini, dunia tidak lagi memiliki Li Yao yang lembut. Yang tersisa hanyalah Pendekar Berhati Es, seorang pembunuh dingin yang pedangnya selalu basah oleh darah musuh. Setiap tebasan adalah doa dendam, setiap nyawa yang melayang adalah persembahan unt

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 Dia yang Mengajariku Arti Menjadi Kuat

Mentari pagi bersinar terang, namun tidak secercah semangat yang kini membara di dalam dada Li Yao. Di sebuah lembah tersembunyi yang dikelilingi tebing tinggi, suasana pagi yang biasanya sunyi kini diisi oleh suara angin yang berdesir dan hentakan kaki yang kuat.

Li Yao berdiri di tengah lapangan rumput hijau. Di tangannya, bukan lagi cangkul kayu, melainkan sebilah pedang latihan yang terbuat dari kayu keras yang diasah sedemikian rupa. Walaupun hanya kayu, berat dan bentuknya persis seperti pedang sungguhan.

Di depannya, berdiri Ling Qingyu dengan postur tegak dan anggun. Matanya tajam namun penuh kelembutan, mengamati setiap gerakan murid pertamanya ini.

"Fokus, Yao! Jangan biarkan pikiranmu melayang kemana-mana!" seru Ling Qingyu dengan suara tegas namun terdengar merdu. "Kekuatan bukan hanya soal otot yang besar atau energi yang melimpah. Kekuatan sejati bermula dari tekad yang tak tergoyahkan!"

Li Yao menghela napas panjang, mencoba menenangkan gejolak di dadanya. Ia mengangkat pedang kayunya, mengikuti gerakan yang diajarkan wanita itu.

"Huaaa!"

Ia mengayunkan pedang dengan sekuat tenaga. Angin berdesir, namun gerakannya masih kaku, masih terlihat kikuk, dan keseimbangannya sedikit goyah. Ia terengah-engah setelah hanya melakukan beberapa jurus sederhana.

"Hah... hah... Maaf, Qingyu. Aku masih terlalu lemah. Tanganku gemetar, dan energiku cepat habis," keluh Li Yao dengan napas memburu, wajahnya penuh keringat dan rasa frustrasi.

Ia melempar pedang kayunya ke tanah dengan kesal. "Aku ini benar-benar sampah. Bahkan untuk memegang pedang saja aku tidak becus. Bagaimana mungkin orang tanpa akar roh sepertiku bisa menjadi kuat?"

Ling Qingyu tidak marah. Ia berjalan mendekat, memungut pedang kayu itu, lalu berdiri tepat di hadapan Li Yao.

"Lihat aku, Yao," katanya lembut namun memerintah.

Li Yao mengangkat wajahnya, matanya berkaca-kaca. "Aku malu... aku tidak ingin menjadi beban bagimu. Aku ingin melindungimu, tapi nyatanya justru kau yang selalu melindungiku."

Ling Qingyu tersenyum tipis, lalu tiba-tiba plak!

Sebuah tamparan pelan mendarat di pipi Li Yao. Tidak sakit, namun cukup untuk membuat pemuda itu tertegun.

"Jangan pernah meremehkan dirimu sendiri di hadapanku," ucap Ling Qingyu tegas. "Akar roh itu hanyalah alat. Banyak orang memiliki bakat luar biasa tapi jiwanya lemah seperti tahu. Mereka mudah menyerah, mudah tergoda, dan mudah hancur."

Wanita itu meletakkan gagang pedang ke tangan Li Yao, dan memaksanya untuk menggenggamnya erat-erat.

"Lihat tangannya ini. Kasar, berotot, dan kuat. Ini adalah tangan yang lahir dari kerja keras, bukan tangan manja yang tumbuh di istana. Tubuhmu mungkin sulit menyerap energi, tapi tubuhmu ini jauh lebih kuat dan tahan banting daripada tubuh murid sekte manapun!"

"Tapi... bagaimana caranya?" tanya Li Yao terbata-bata.

"Caranya adalah dengan Latihan! Latihan! dan Latihan!" jawab Ling Qingyu lantang. "Jika energimu tidak bisa disimpan di dalam dantian, maka kita akan membuat energimu mengalir terus menerus melalui otot dan pembuluh darah! Kita akan menempuh jalan kultivasi yang berbeda! Jalan seorang pejuang sejati!"

Ia menatap tajam ke mata Li Yao.

"Kau ingin tahu arti menjadi kuat? Menjadi kuat bukan berarti bisa menekan orang lain. Menjadi kuat berarti kau memiliki kekuatan untuk melindungi apa yang berharga bagimu. Menjadi kuat berarti kau bisa berdiri tegak walau langit sekalipun runtuh di atas kepalamu!"

Kata-kata itu bagaikan petir yang menyambar kesadaran Li Yao. Seolah ada cahaya yang menerangi kegelapan di pikirannya.

'Melindungi apa yang berharga...'

Bayangan wajah Ling Qingyu terlintas di benaknya. Bayangan dirinya yang tak berdaya di masa lalu.

"Qingyu..." bisik Li Yao.

"Aku tahu tubuhmu sakit, aku tahu ototmu pegal, aku tahu napasmu terbakar," kata Ling Qingyu pelan, matanya memancarkan keyakinan mutlak. "Tapi ingat rasa sakit ini. Ubahlah rasa sakit ini menjadi kekuatan. Setiap tetes keringatmu hari ini, adalah batu bata untuk membangun menara kekuatanmu di masa depan."

Li Yao mengangkat kepalanya tinggi-tinggi. Api di matanya kembali menyala, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Ia menggenggam gagang pedang itu dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Kau benar, Qingyu! Aku tidak punya bakat? Maka aku akan menciptakan bakatku sendiri! Aku tidak punya akar roh? Maka aku akan menjadi gunung itu sendiri!" serunya penuh semangat.

"Bagus! Itu baru Li Yao yang ku kenal!" Ling Qingyu tersenyum bangga. "Sekarang, ayo mulai lagi! Gerakkan pinggulmu, bukan hanya lenganmu! Satu... dua... tiga!"

Wush! Wush! Wush!

Suara ayunan pedang kembali terdengar di lembah itu. Kali ini lebih cepat, lebih stabil, dan lebih berani. Di bawah bimbingan sang kekasih, pemuda desa yang dulu diremehkan itu mulai melangkah perlahan menuju jalan menjadi yang terkuat.

Ia tidak belajar hanya untuk menjadi kuat, ia belajar karena ia tidak mau lagi merasakan rasa tidak berdaya. Dan semua itu, ia lakukan demi satu orang: Ling Qingyu.

1
T28J
hadiir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!