NovelToon NovelToon
Pedang Darah Dan Janji Abadi

Pedang Darah Dan Janji Abadi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

"Dulu aku hanyalah pemuda biasa tanpa bakat, tanpa kekuatan, dan tanpa tujuan. Dunia terasa abu-abu sampai akhirnya aku bertemu dengannya—cahaya yang menerangi hidupku dan mengajarkanku arti cinta."

Namaku Li Yao. Aku tidak memiliki bakat kultivasi, namun cintaku padanya membuatku rela membelah langit dan bumi demi menjadi kuat. Bersamanya, aku merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan, hingga sebuah malam kelam mengubah segalanya.

Mata keparat merenggut nyawanya di hadapanku. Aku tak berdaya. Aku hanya bisa menangis melihat darahnya menetes. Saat napas terakhirnya berhembus, sebuah sumpah setan terucap:

"Aku akan membasmi mereka semua. Walau harus menjadi iblis, walau harus menyeberangi lautan darah, dendam ini akan kubayar lunas!"

Kini, dunia tidak lagi memiliki Li Yao yang lembut. Yang tersisa hanyalah Pendekar Berhati Es, seorang pembunuh dingin yang pedangnya selalu basah oleh darah musuh. Setiap tebasan adalah doa dendam, setiap nyawa yang melayang adalah persembahan unt

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 Misteri Latar Belakang Kekasih yang Mulai Terungkap

Malam itu, suasana di sekitar api unggun terasa sangat hangat dan nyaman. Li Yao baru saja selesai memakan makan malam lezat buatan Ling Qingyu. Perutnya kenyang, tubuhnya rileks, dan hatinya tenang. Namun, ada satu hal yang sejak lama mengganjal di benaknya, sebuah pertanyaan yang selama ini ia takutkan untuk tanyakan.

Ia menatap Ling Qingyu yang sedang sibuk membersihkan sisa makanan. Wajah wanita itu teduh, namun terkadang ada bayangan kesedihan atau kewaspadaan yang tak sengaja terpancar.

"Qingyu..." panggil Li Yao pelan.

"Ya, ada apa?" jawab wanita itu tanpa menoleh, tangannya tetap sigap membereskan barang-barang.

"Aku ingin bertanya sesuatu... bolehkah?"

Ling Qingyu berhenti sejenak, lalu menoleh dan tersenyum. "Tentu saja. Kau boleh bertanya apa saja padaku."

Li Yao menarik napas panjang, memberanikan diri.

"Kau sudah bersamaku cukup lama. Kau mengajariku banyak hal, kau memberiku cinta, dan kau membuka dunianku. Tapi jujur saja... aku sama sekali tidak tahu apa-apa tentang masa lalumu. Dari mana asalmu yang sebenarnya? Siapa keluargamu? Dan... mengapa saat pertama kita bertemu, kau terluka parah dan dikejar orang jahat?"

Suasana seketika menjadi hening. Hanya suara kayu yang terbakar di dalam api unggun yang terdengar. Cret... cret...

Senyum di wajah Ling Qingyu perlahan memudar. Matanya menunduk menatap nyala api, seakan sedang memandang jauh ke masa lalu yang kelam.

"Kau penasaran ya..." gumamnya pelan, bukan bertanya, melainkan menegaskan.

"Aku tidak bermaksud mencampuri urusan privatmu!" Li Yao cepat-cepat menyangkal, melambaikan tangan. "Aku hanya... aku hanya ingin tahu. Aku ingin tahu siapa orang yang aku cintai ini. Dan yang paling penting... aku ingin tahu siapa yang berani menyakiti mu. Agar suatu hari nanti, aku bisa bersiap menghadapi mereka."

Mendengar ketulusan itu, Ling Qingyu menghela napas panjang. Ia tahu, ia tidak bisa selamanya menyembunyikan kebenaran ini. Pemuda di hadapannya ini pantas tahu.

"Duduklah, Yao. Biarkan aku bercerita," ajaknya lembut.

Li Yao segera duduk rapat, menatap wanita itu dengan penuh perhatian.

"Aku berasal dari tempat yang sangat jauh dari sini. Dari sebuah kekaisaran besar di wilayah tengah, bernama Kekaisaran Azure Dragon," mulai Ling Qingyu pelan. "Keluargaku, Klan Ling, adalah salah satu keluarga bangsawan yang sangat dihormati dan memiliki kekuatan kultivasi yang sangat kuat."

Mata Li Yao membelalak. "Kekaisaran? Klan bangsawan? Jadi kau benar-benar putri bangsawan?"

"Ya," Ling Qingyu mengangguk kecil. "Aku bahkan dijuluki sebagai 'Permata Klan Ling' karena bakatku yang dianggap luar biasa sejak kecil. Aku hidup di kemewahan, diajari segala hal, dan memiliki segalanya."

"Tapi... kenapa kau bisa ada di sini, terluka dan sendirian?" tanya Li Yao bingung.

Ekspresi Ling Qingyu berubah menjadi dingin dan pahit. "Karena kekuatan dan status itulah masalahnya. Di dunia atas, persaingan tidak hanya soal siapa yang terkuat, tapi juga soal intrik, pengkhianatan, dan dendam turun-temurun."

Ia menggenggam tangannya sendiri erat-erat.

"Beberapa tahun lalu, terjadi peristiwa mengerikan. Klan kami dikhianati. Difitnah telah melakukan kejahatan terhadap kekaisaran. Pasukan gabungan dari beberapa sekte besar dan klan saingan menyerang markas kami secara mendadak di tengah malam."

Suaranya mulai bergetar mengingat kenangan itu.

"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri... rumahku terbakar habis, para tetua dan pengikut setia kami dibantai tanpa ampun. Ayah dan Ibu menyelamatkanku dengan cara memaksaku lari, sementara mereka menahan gerombolan musuh sendirian. Sejak saat itu, aku menjadi buronan. Mereka menginginkan kepalaku, dan lebih dari itu... mereka menginginkan 'Harta Suci' yang dititipkan padaku."

"Harta Suci?"

"Sebuah warisan yang memiliki kekuatan mampu mengguncang seluruh dunia kultivasi. Karena itulah mereka memburu mati-matian," jelas Ling Qingyu. Matanya kini menatap tajam ke mata Li Yao. "Jadi kau lihat? Aku bukan bidadari tak berdosa yang kau kira. Aku adalah wanita yang membawa bencana. Siapa pun yang dekat denganku, akan ikut terseret ke dalam pusaran darah dan kematian."

Li Yao terdiam kaku. Informasi itu terlalu besar untuk diterima akal desa yang sederhana. Kekaisaran, pengkhianatan, pembantaian, buronan... Itu semua seperti cerita dongeng yang gelap.

Namun, bukannya takut atau mundur, Li Yao justru merangkak maju dan memegang kedua tangan dingin wanita itu erat-erat.

"Qingyu... aku tidak peduli soal klan, soal kekaisaran, atau soal harta suci itu," ucap Li Yao tegas, matanya bersinar teguh.

"Tapi kau tidak mengerti! Musuh-musuhku itu adalah monster-monster kuat yang bisa membunuhmu hanya dengan jentikan jari!" seru Ling Qingyu, air mata mulai menetes. "Itulah alasannya aku takut memberitahumu. Aku takut kau akan lari menjauh karena takut."

"Lari?" Li Yao menggeleng kuat. "Qingyu, bagiku, kau bukanlah Putri Klan Ling atau pembawa harta karun. Bagiku, kau hanyalah Ling Qingyu. Wanita yang menyelamatkanku, wanita yang mencintaiku, dan wanita yang kucintai lebih dari hidupku sendiri."

Ia menempelkan tangan wanita itu ke dadanya sendiri.

"Jika mereka ingin menyakiti mu, mereka harus menginjak mayatku dulu. Mulai hari ini, dendammu adalah dendamku. Luka di hatimu adalah luka di hatiku. Kita hadapi bersama, oke?"

Ling Qingyu menatap wajah serius kekasihnya. Hati yang beku dan penuh waspada itu kembali luluh. Ia menangis, tapi kali ini bukan air mata kesedihan, melainkan air mata lega.

"Terima kasih, Yao... Terima kasih telah menerimaku apa adanya, dengan segala beban dan dosa yang aku bawa," isaknya.

"Selalu," jawab Li Yao singkat namun penuh makna.

Misteri telah terungkap. Jalan di depan mereka tidak lagi berwarna-warni indah, melainkan mulai terlihat gelap dan penuh duri. Namun kini, mereka berjalan beriringan, siap menghadapi badai terbesar yang akan datang.

1
T28J
hadiir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!