NovelToon NovelToon
Legenda Arka Yudistira

Legenda Arka Yudistira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Turnamen Peringkat Langit baru saja dimulai. Di hadapan para penguasa Alam Tiran, Arka Yudhistira melangkah ke arena bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai naga yang tengah terjaga.
​Di antara bayang-bayang Ratna, Citra, dan kesetiaan Larasati, Arka siap mengguncang tatanan dunia. Panggung telah siap, pedang telah terhunus, dan sejarah baru akan segera ditulis.
​Inilah awal dari...
​LEGENDA ARKA YUDHISTIRA
​Biarkan dunia bersujud pada sang naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

​Gelombang tawa kembali bergema, namun Arka tak memedulikannya. Pandangannya tertuju pada lawan di depannya. Ishan memiliki bahu lebar, tubuh kokoh, dan di tangannya tergenggam golok raksasa yang tampak sangat berat. Namun yang menarik perhatian Arka adalah seringai kejam di sudut bibir lawannya.

​"Heh..." Arka merendahkan alisnya, sebuah senyum tipis nan dingin terukir di wajahnya.

​"Pertandingan dimulai!"

​Begitu suara wasit jatuh, Ishan mengayunkan golok besarnya dengan ganas, membelah angin hingga menderu. Sambil mencibir, ia berbisik rendah, "Arka, anggap saja kau sial bertemu denganku. Berbaringlah dengan patuh di tanah!"

​Tanpa memberi Arka kesempatan mengeluarkan senjata, ia melesat maju. Ishan berniat langsung memotong lengan kiri Arka dengan tebasan yang penuh tenaga. Di kursi Perguruan Langit Membara, Fikri tertawa puas. "Kakak, lihat saja. Ishan tak akan memberi Arka kesempatan menyerah—dia akan langsung membuat cacat wajahnya sekalian."

​"Bagus," Juan tersenyum dingin.

​Tebasan itu datang tanpa ampun. Arka memiringkan tubuhnya, menghindari serangan pertama. Namun golok itu segera menyapu ke atas, mengarah tepat ke wajahnya. Tatapan Arka menajam. Amarah meledak di dadanya.

​Mematahkan lenganku mungkin masih bisa kuterima dalam pertarungan. Tapi bajingan ini berniat merusak wajahku? Ini tidak bisa ditoleransi!

​Kilatan buas melintas di mata Arka. Alih-alih mundur, ia justru maju seperti kilat. Sikunya menghantam keras perut Ishan sebelum golok itu sempat turun.

​Clang—!

​Golok raksasa itu terlepas dan jatuh ke lantai arena.

​"Ugh... ugh..." Suara serak keluar dari tenggorokan Ishan. Matanya membelalak seolah hendak meloncat keluar. Ia perlahan berlutut, meringkuk seperti udang rebus dengan keringat dingin mengucur deras. Hantaman siku Arka tidak membuatnya terpental, namun energinya menghancurkan kemampuan bertarung Ishan dalam sekejap.

​Arka menatap dingin ke arah lawan yang tergeletak di kakinya. "Kita tak punya dendam, tapi kau berniat melukaiku secara keji. Kau jelas hanya pion seseorang. Kembali dan sampaikan pada tuanmu—aku menerima provokasinya. Hanya saja, aku khawatir ia takkan mampu menanggung konsekuensinya."

​"Ishan tumbang! Arka Yudistira dari Kerajaan Surya Kencana—menang!"

​Arka turun dengan langkah santai, meninggalkan arena yang mendadak sunyi karena tercengang.

​"Apa yang terjadi? Ishan kalah?"

​"Mungkin pukulannya tepat mengenai titik saraf... benar-benar memalukan kalah dari anak Alam Sejati."

​Sambil berjalan, Arka merasakan secercah niat membunuh yang sangat tipis. Ia menoleh seketika, menangkap tatapan gelap Juan Surya. Senyum dingin tersungging di bibir Arka. Jadi memang dia.

​Babak grup terus berlanjut. Kebanyakan murid dari Empat Perguruan Besar menang dengan mudah; lawan mereka bahkan sering menyerah sebelum bertanding. Hingga tiba giliran laga Arka yang berikutnya.

​"Grup Lima Belas, laga ke-35! Arka Yudistira —— melawan —— Irfan dari Perguruan Awan Selatan!"

​Arka naik ke panggung. Lawannya kali ini adalah saudara kembar Ishan. "Aku Irfan! Kau berani melukai adikku! Hari ini akan kuhancurkan kau!" raungnya penuh kebencian.

​Arka menyapu sekeliling dengan pandangan dingin. Seringai jahat Juan, wajah-wajah penuh ejekan penonton, dan tatapan menghina dari Irfan. Sudut bibirnya terangkat.

​Kalian benar-benar mengira aku bisa kalian remas sesuka hati? Kalian pikir kalian layak meremehkanku?

​"Pertandingan dimulai!"

​"Mati kau!" Irfan menerjang dengan goloknya.

​"Hanya denganmu?" Arka tertawa meremehkan.

​Di tengah teriakan kaget penonton, Arka menyambut golok raksasa itu dengan tangan kosong—lengannya menghantam punggung bilah golok.

​Bang—!!

​Suara pecah memekakkan telinga terdengar. Golok yang dipenuhi energi itu hancur berkeping-keping. Sebelum Irfan sempat berteriak, kaki Arka sudah menghantam dadanya. Enam tulang rusuk Irfan patah seketika, tubuh besarnya melayang puluhan meter dan menghantam penghalang energi hingga bergetar hebat.

​Mematahkan senjata dengan tangan kosong. Mengalahkan lawan dalam satu serangan.

​Arena terdiam seribu bahasa. Arka mendengus dingin dan turun tanpa menoleh lagi.

​"Arka Yudistira dari Kerajaan Surya Kencana—menang!"

Mereka yang sebelumnya mencemooh, merendahkan, mengejek, bahkan berkomentar dengan nada meremehkan… pada detik itu juga terdiam membatu. Ekspresi Fikri dan Juan pun sempat membeku sesaat di tribun kehormatan.

​Semula, banyak orang mengira Ishan tumbang dalam satu serangan hanya karena meremehkan lawan atau sedang sial. Namun barusan, semua orang jelas melihat bahwa Irfan menyerang dengan kekuatan penuh tanpa menahan diri sedikit pun. Dari jarak puluhan meter, suara bilah tajam goloknya yang membelah udara terdengar jelas.

​Serangan sepenuh tenaga seperti itu—bagi praktisi dengan tingkat yang setara—satu-satunya pilihan hanyalah menghindar. Namun Arka tidak menghindar. Ia menyambut tebasan itu dengan tangan kosong dan dalam sekejap menghancurkan golok yang dilapisi energi tersebut, lalu menjatuhkan Irfan hingga pingsan hanya dengan satu tendangan.

​Orang bodoh sekalipun tak mungkin lagi menganggapnya sebagai kebetulan.

​Para murid perguruan yang tadi bersikap pongah kini terdiam seribu bahasa. Sorot mata yang semula dipenuhi penghinaan berubah menjadi kosong, bahkan terselip bayangan gentar. Wajah mereka memerah menahan malu.

​“Apakah… apakah dia benar-benar berada di Alam Sejati?”

“Mungkin Batu Penilai itu sedang rusak…”

“Bagaimana mungkin anak Alam Sejati menumbangkan dua orang Alam Bumi sekaligus dalam satu serangan?”

​Arka menuntaskan dua laga awalnya dengan bersih. Ia sadar, sejak turnamen dimulai, sudah ada pihak yang merancang jebakan untuknya—dan dalangnya adalah Perguruan Langit Membara. Kalau begitu, ia tak perlu lagi menahan diri. Dengan satu serangan, ia menjatuhkan lawan sekaligus menampar wajah-wajah yang mencibirnya. Ini adalah pesan terbuka kepada Juan: Jika kau ingin menjatuhkanku, carilah orang yang benar-benar punya kualifikasi!

​“Ayah, apakah Ayah melihatnya?” Yoga mengalihkan pandangan dan berkata lirih kepada ayahnya.

​“Mmm.” Luhur mengangguk pelan. “Dia memang luar biasa. Bahkan melampaui perkiraanku. Bukan tidak mungkin ia mampu menembus seratus besar. Seorang praktisi Alam Sejati masuk seratus besar Turnamen Peringkat Langit—itu akan menjadi sejarah yang sulit dipercaya.”

Sejak awal turnamen, Arka sudah menjadi pusat perhatian. Namun kini perhatian itu dipenuhi keterkejutan. Bukan hanya para murid muda, bahkan para sesepuh yang mendampingi mereka pun tak mampu menahan debar heran di dada mereka.

​Saat laga ketiga Arka dimulai, tak ada lagi ejekan terdengar. Lawannya kali ini berada di tingkat tiga Alam Bumi, namun ia bertarung dengan sangat hati-hati. Terhadap serangan itu, Arka bahkan tak repot-repot menoleh. Ia meluruskan lengan kanannya—seperti mencabut rumput liar—dan tinjunya menembus bayangan pedang lawan, tepat menghantam dada.

​Tubuh lawan terlempar, berputar puluhan kali di udara. Saat mendarat, ia sudah linglung. “Terima kasih… karena telah menahan diri. Aku menyerah,” ujar lawannya sambil memberi hormat tulus. Ia tahu Arka sengaja membuat tubuhnya berputar untuk meredam daya hantam agar ia tidak terluka parah.

​“Arka Yudistira dari Kerajaan Surya Kencana—menang!”

1
Jojo Shua
👍🫰☕️
Jojo Shua
🫰☕️
Jojo Shua
👍👍
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
☕️☕️☕️☕️
Jojo Shua
☕️☕️☕️
Jojo Shua
☕️☕️
Jojo Shua
☕️
Uswatun Hasanah
ratna ratna ratna
Uswatun Hasanah
arka arka arka
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍✅️🫰
Jojo Shua
👍🔥
Uswatun Hasanah
dua duanya dilahap
Jojo Shua
Gak boleh dibunuh si Yeti, merusak ekosistem
Jojo Shua
Moyangnya Yeti
Jojo Shua
kalau 4 chapter sekaligus biasax pembaca lupa kasi ole" ke author
Jojo Shua
up 1 persatu saja supaya ada yang like
Uswatun Hasanah
wow monster mengerikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!