Clarissa Anggreni, pemimpin mafia kejam yang dijuluki Queen of Damnation, tewas ditembak oleh sahabatnya sendiri, Kalina, dan kekasihnya, Rafael, karena perselingkuhan. Saat ajal menjemput, ia justru terbangun di tubuh Alisha Kirana Maharani – istri cupu korban KDRT dari konglomerat Giovan Salvatore Vizcaya, yang wajahnya persis seperti Rafael. Alisha baru saja jatuh dari lantai atas setelah ditembak orang tak dikenal. Keluarga Vizcaya mengira ia sudah mati. Tapi kini, di balik tubuh lemah Alisha, bersemayam jiwa seorang ratu maut. Di keluarga Vizcaya yang kejam, Alisha direndahkan sebagai pelayan. Giovan berselingkuh di depannya. Tapi Clarissa tidak pernah menjadi korban. Dengan kecerdikan, koneksi bawah tanah, dan haus balas dendam, Alisha (Clarissa) mulai menyusun rencana: ·Membalaskan kematian jasad aslinya kepada Rafael (Giovan) dan Kalina. · Menguasai keluarga Vizcaya dari dalam. · Menemukan siapa penembak yang hampir membunuh Alisha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selingkuh??
Berita tentang Alisha yang hamil belum sampai ke telinga Giovan, karena pria itu sedang sibuk di ruang kerjanya.
Ceklek.
"Wah, bro, selamat, selamat," ucap Rayhan yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Giovan.
Giovan mendongakkan kepalanya, sambil menaikkan satu alisnya. "Kenapa?" tanyanya dengan heran.
Rayhan menghampiri Giovan dan menepuk-nepuk pundak sepupunya. "Selamat, bro. Akhirnya kamu sebentar lagi jadi Daddy!"
"Hah, daddy?" bingung Giovan.
Senyum Rayhan terukir jelas, ia duduk di bangku yang berhadapan dengan Giovan.
"Alisha hamil dan itu artinya, sebentar lagi you akan menjadi papah!"
"Apa?!! Alisha hamil?" pekik Giovan yang terkejut.
Rayhan mengangguk dengan cepat. "Ya, dia hamil. Sekali lagi selamat ya, bro!"
"Enggak, enggak mungkin!" ujar Giovan sambil menggelengkan kepalanya.
"Alisha hamil? Hamil anak siapa?" gumam Giovan.
"Ya anak ente lah!" seru Rayhan.
"Enggak mungkin, Han!" kesal Giovan.
"Enggak mungkin gimana nya? Dia itu istri kamu, Gov!"
"Kami berdua belum pernah berhubungan badan! Bagaimana dia bisa hamil?!" tanya Giovan dengan sewot.
Mata Rayhan melebar. "A-apa? Jadi, kalian belum pernah HS?"
"Belum!!"
"Lalu Alisha? D-dia hamil anak siapa?"
Giovan terdiam, ia mengetuk-ngetuk jarinya di meja sambil terus berpikir. Namun, pikirannya justru ke mana-mana.
"Apa jangan-jangan Alisha selingkuh? Kalau iya, dia selingkuh. Tapi, selingkuh sama siapa?!"
"Enggak mungkin Alisha selingkuh, Gov," ucap Rayhan.
"Mungkin aja, Han! Kamu lihat penampilannya yang sekarang, dia kelihatan lebih cantik!"
"Ya tapi, enggak mungkin banget kalau Alisha selingkuh."
"Kamu membelanya, Han?!"
"Hah, tidak a-aku hanya.."
"Atau jangan-jangan kamu selingkuhannya?!" tebak Giovan sambil menatap tajam Rayhan.
Mata Rayhan melebar. "Enak saja! Walaupun Alisha cantik dan seksi tapi, aku tetap tidak mau ya menjadi pembinor!"
Di ruangan Edward.
Pria paruh baya itu tengah sibuk menyiapkan acara untuk menyambut kehadiran sang cicit.
"Akhirnya Alisha hamil," gumam Edward penuh kesenangan.
"Padahal aku baru beberapa hari meminta cicit namun, dia lebih dulu memberikannya."
"Kalian semua, hias mansion-ku dengan mewah tapi jangan lupa kasih nuansa bertemakan baby boy!"
"Baik, Tuan."
"Ahh, satu lagi. Jaga ketat Alisha, jangan biarkan gadis itu kenapa-apa ataupun lecet."
" mengerti, Tuan."
"Hm, sekarang kalian boleh pergi."
"Baik, Tuan. Kami permisi."
Bramantya masuk ke dalam ruangan daddy-nya. "Dad, apa benar kalau Alisha.."
"Ya, selamat, Bramantya. Sebentar lagi kamu akan menjadi kakek. Hahaha," kekeh Edward.
Bramantya menggeleng tak percaya. "Astaga, jadi betulan Alisha hamil?"
"Iya!"
"Oke, baiklah kalau begitu. Aku akan membeli susu ibu hamil untuknya."
"Ya, kau belikanlah yang banyak. Agar anak yang berada di dalam kandungannya sehat."
"Hm, aku izin pergi dulu, Dad."
Di sisi lain.
Alisha sedang tertidur nyenyak di ranjangnya Giovan. Gadis itu tidak tahu apa-apa yang sedang terjadi.
Di samping Alisha, terdapat sepuluh pelayan dengan kemampuan ilmu bela diri masing-masing. Mereka sedang mengawal Alisha yang tengah tertidur nyenyak.
"Ughh," lenguh Alisha.
Mata Alisha sedikit terbuka, dan betapa terkejutnya dia saat melihat sepuluh orang pelayan berada di sisi ranjangnya.
"Hah! Kalian ngapain?" tanya Alisha sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Kami sedang menjaga Anda, Nona."
"Menjaga aku?"
"Iya, ini semua perintah dari Tuan Edward dan Nyonya Emeline."
"A-apa?"
"Kenapa Kakek dan Mommy meminta kalian menjaga aku?"
"Itu karena..."
"Nona, silakan tidur lagi. Anda baru tidur 1 jam 20 detik, seharusnya Anda tidur 2 jam," sela seorang pelayan.
"Tidak mau, aku sudah tidak mengantuk."
"Nona, tapi ini demi kesehatan Anda."
"Tapi, aku.."
"Apa perlu kami pijat, Nona?"
"Hah? Ya, aku membutuhkan pijitan di kakiku."
"Baik, Nona. Kami akan memijatnya."
Tiga orang memijat Alisha, salah satunya lagi menyalakan lilin terapi yang membuat seseorang akan rileks jika mencium aroma tersebut.
"Hoamm,, aku kok jadi ngantuk lagi ya?" gumam Alisha dengan suara yang lirih.
"Tidurlah, Nona."
"Tidak, aku tidak ingin terti..."
Horkk. Horkk.
Para pelayan di sana hanya menggelengkan kepalanya saja, melihat Alisha yang sudah tertidur sampai terngorok-ngorok.
Malam harinya.
Mansion Vizcaya benar-benar sudah didekor dengan mewah, mereka semua berkumpul menunggu Alisha datang.
Sedangkan Giovan sendiri justru kejebak macet. "Sialan! Aku enggak akan biarin Alisha ngaku-ngaku kalau anak selingkuhannya itu, anakku!!" ujar Giovan.
Tin. Tin. Tin.
"Sial, sial, kenapa macet sih. Ahhh!!"
Sementara itu, Alisha saat ini sedang didandani oleh seorang penata rias yang sangat terkenal.
"Eke tuh sebenarnya takut!"
"Takut? Takut kenapa?"
"Terakhir kali eke dandani you, you kan mati tertembak!" ucapnya yang asal ceplos.
Alisha mendongakkan kepalanya. "Iya kah? Kamu tahu, kejadian aslinya enggak?"
"Ayy enggak tahu pasti, tapi saat Ayy keluar dan ninggalin you sendirian. Ayy lihat itu siapa sih menantunya Tuan Ed."
"Siapa? Mommy Emeline, Tante Fiona, atau Bram."
"Ha, iya Bram. Ayy lihat Bram dan Fiona lagi bisik-bisik gitu, tapi Ayy enggak curiga apa pun."
"Om Bram sama Tante Fiona?"
"Iyaa!"
"Kira-kira dia bisik-bisik apa?"
"Ayy mana tahu! Tapi, Ayy lihat si Fiona itu pegang-pegang topeng!"
Alisha terdiam, ingatan kembali muncul saat pertama kali Alisha asli mati.
"AAHKK, sakit!" ringis Alisha.
"Ehh, ehh, you kenapa? Aduh, eke kayaknya trauma deh dandani you!"
"Enggak papa, aku enggak papa kok!" ujar Alisha.
"Serius, you enggak papa, kan?"
"Enggak, aku enggak papa."
"Huft, tadinya Ayy hampir aja trauma!"
Alisha terkekeh kecil mendengar ucapan laki-laki jadi-jadian itu.
"Sudah, wahh, you terlihat sangat cantik."
"Terima kasih. Eh, btw ini emangnya ada acara apa sih?"
"Hah, emangnya you enggak tahu?"
Kepala Alisha menggeleng. "Enggak, makanya aku tanya!"
"Itu, katanya sih acara nyambut ba.."
Ceklek.
"Sudah, Nona?" tanya seorang pelayan yang tiba-tiba saja datang.
Alisha dan penata rias itu berbalik badan. "Sudah, nih sudah siap!"
"Mari, Nona."
"Ya."
Dengan rasa yang bingung, akhirnya Alisha nurut saja saat dibawa pergi oleh pelayan tersebut.
Di ruang tamu, Edward, Bramantya, Emeline tengah bersemangat menunggu Alisha turun.
Kecuali Fiona. Wanita itu tampak murung dengan hati yang panas.
"Sialan! Harusnya Alisha enggak hamil, dan seharusnya Elena yang hamil," batin Fiona.
"Kalau sudah begini, aku harus apa?!!" kesalnya.
Ia meremas gaun yang dipakainya. Farrel selaku suami dari Fiona tentu saja menatap Fiona dengan heran.
"Kamu kenapa?" tanya Farrel.
"Hah, enggak. Aku enggak papa," jawab Fiona.
"Aneh, tingkah kamu kok kayak orang lagi kesal," ujar Farrel.
"Hah enggak kok, biasa aja," ucap Fiona sambil tersenyum.
Farrel menggeleng kecil.
Tak lama Alisha turun, gadis itu menggunakan dress mini dengan warna biru muda dan rambut yang diurai panjang.
"Halo, selamat malam."
"Malam, cucuku."
Emeline berlari menghampiri Alisha. "Sini, Lis, pegang tangan Mommy. Takutnya kamu jatuh!"
"Hm?"
Alisha mengerut bingung namun, dia tetap memegang tangan Emeline untuk menuruni tangga.
"Pelan-pelan, sayang," ujar Bramantya.
"Ayo, silakan duduk," ucap Christian.
Kening Alisha semakin mengerut. "Ada apa ini? Kenapa semua orang tiba-tiba saja bertingkah aneh?"
Tangan Emeline terulur untuk mengelus perut Alisha. "Besok kita periksa ke dokter, ya."
"Hah, periksa ke dokter?"
"Iya, kita pastikan sudah berapa bulan kandungan kamu ini."
"Kandungan?" Alisha semakin dibuat bingung.
Alisha menatap sekitar rumahnya yang dihias dengan tema baby. "I-ini maksudnya ada acara apa ya?"
"Loh, ini kan acara untuk menyambut baby kamu."
"Hah, baby aku?!!"
BRAAKK.
Giovan membanting pintu sehingga membuat semua orang menatap ke arahnya.
"ALISHA!!" teriak Giovan menggelegar.
Alisha tersentak kaget, gadis itu menatap ke arah Giovan yang berjalan menghampirinya.
"Giovan, ada apa ini?" tanya Edward yang melihat cucunya itu terlihat marah.
"Alisha, kau hamil anak siapa?!!"
"Hah?" Alisha semakin dibuat melongo.
"Anak siapa? Ya tentu saja anakmu, Gov!" seru Emeline.
"Tidak! Itu bukan anakku," bantah Giovan.
"A-apa, bukan anakmu?" kaget yang lain.
"Bagaimana mungkin itu bukan anakmu?"
"Ya karena kami tidak pernah berhubungan badan!"
Semua mata seketika menatap tajam Alisha, sedangkan Alisha jadi kikuk sendiri.
"Alisha, kau tega membohongi kami!"
"Kamu pembohong, Alisha!"
"Anak siapa yang kamu kandung, Alisha!"
"Apa kau selingkuh?!!"
"Siapa selingkuhanmu, Alisha?"
"Kamu sungguh.."
"STOPP!" teriak Alisha menghentikan pembicaraan mereka semua.
"Yang pertama, aku tidak selingkuh!"
"Dan kedua, aku juga tidak hamil! Kalian semua itu salah paham, aku tidak hamil!" bantah Alisha.
Napas Alisha terengah-engah, ia tak terima dituduh selingkuh dan hamil anak dari selingkuhannya.
"Huft, aku tidak selingkuh dan aku juga tidak hamil. Kalian kalau tidak percaya bisa bawa aku ke dokter untuk dicek langsung."
"Masa sih? Iya kamu enggak hamil tapi, pasti kamu udah enggak perawan kan?" tanya Fiona.
"Aku masih perawan! Bahkan aku berani untuk dicek ke dokter kalau aku masih perawan atau tidak!" jawab Alisha.
Fiona bungkam, dan yang lain menghela napasnya dengan lega.
"Jadi kamu tidak hamil?"
"Ya enggak lah! Orang Giovan-nya aja enggak mau diajak bercinta!"
"Ya sudah kalau begitu, kalian bercinta aja sekarang!"
"Apa?!!"
Bersambung
ini Novel baru aku👈✍️