NovelToon NovelToon
Dendam Anisa

Dendam Anisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Kutukan
Popularitas:197.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.

siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.

Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. berkata jujur

"Arumi, Kenapa kau mendatangi aku malam-malam seperti ini dan sedang hujan!" Vera kaget sekali ketika Arumi mendatangi dia malam ini.

"Aku sangat ketakutan ketika ada di rumah, Vera!" Arumi menangis dengan suara yang begitu pilu.

"Ayo masuk dulu ke dalam rumah, akan semakin hari malah semakin aneh saja seperti ini." Vera segera menggandeng Arumi untuk memasuki rumah dia.

"Huhuuuu... aku tidak tahu mau ke mana lagi sehingga langsung datang ke rumah kau saja." Arumi duduk dan dia menangis.

"Mbok, tolong ambilkan handuk untuk Arumi ya." pinta Vera kepada pembantu yang ada di rumah ini karena keadaan Arumi memang sudah basah kuyup.

Di luar sana memang hujan begitu deras turun membasahi bumi sehingga orang yang nekat keluar pasti akan basah seperti Arumi saat ini, entah apa yang membuat Dia sangat nekat untuk meninggalkan rumah dan mendatangi rumah Vera dengan jarak yang lumayan jauh itu, sudah pasti seluruh tubuh Arumi basah oleh air hujan.

Mana sekarang sudah pukul satu malam sehingga sebenarnya Vera sudah tertidur lelap namun dia mendengar ada yang datang dan itu adalah suara Arumi, jadi wanita yang tengah hamil muda ini segera membuka pintu dan ternyata memang benar bahwa sahabat dia sudah datang dalam keadaan wajah ketakutan serta basah.

Rasa penasaran di dalam hati Vera semakin menjadi bahwa ini pasti ada sesuatu yang sangat serius telah terjadi pada diri Arumi, beberapa hari yang lalu dia sudah menimbulkan reaksi yang tidak biasa sehingga Vera merasa bahwa pasti ada masalah serius sedang terjadi dan Arumi masih belum bisa bercerita kepada dia.

Namun kali ini Vera bertekad bahwa dia akan mendesak Arumi agar bercerita apa yang telah terjadi dan tidak menyimpan semua beban itu seorang diri lagi, semakin dia simpan perasaan sedih itu sendirian maka yang ada Arumi akan semakin merasa tertekan dengan masalah yang ada di depan mata dia saat ini.

"Mau ganti baju tidak? Ini sudah basah semua." Vera duduk di sebelah Arumi.

"Anisa sudah meninggal, Vera!" Arumi berkata dengan pandangan mata begitu lurus.

"Apa?!" Vera kaget dan juga tidak percaya karena mendadak Arumi berkata tentang Anisa.

"Anisa meninggal karena bunuh diri dan aku juga tidak tahu kenapa dia bisa nekat untuk melakukan hal itu, sudah beberapa hari yang lalu dia meninggal dunia namun Ibu tidak ingin menguburkan dia karena tidak mau bila ada warga yang tahu." Arumi langsung bercerita tanpa permintaan dari Vera.

"Ya allah!" Vera menutup mulut karena kaget dan juga tidak percaya dengan kabar yang Arumi bahwa.

Arumi masih tetap duduk dengan tubuh gemetar karena dia memiliki masalah lain dan saat ini hanya Vera yang bisa mendengar apa saja tentang cerita itu, mereka bersahabat sudah sejak lama dan saat ini Vera yang bisa mengerti bagaimana Arumi dan dia juga bisa mengeluarkan pendapat yang bagus agar Arumi tidak salah jalan.

Namun Vera juga merasa kaget bukan main ketika mendengar kabar bahwa Anisa sudah meninggal dunia bahkan dengan cara bunuh diri, tidak sampai di situ saja tapi Anisa justru tidak mendapat penguburan yang layak karena bu Ningsih malah ingin menyimpan Anisa di dalam freezer karena dia tidak mau ada warga yang mengetahui tentang kematian bunuh diri itu.

"Lalu bagaimana ini sekarang kita harus mengambil langkah?" Vera juga tidak tahu harus bagaimana.

"Aku dan Ayah tadi nekat untuk membuka freezer itu karena Ibu sedang pergi ke kota, namun mayat Anisa sudah tidak ada di dalam freezer itu lagi." sambung Arumi.

"Hah, Kenapa ini semakin aneh saja dan bagaimana mungkin mayat bisa hilang dari dalam freezer!" Vera tunggu tidak percaya mendengar ini semua.

"Tidak mungkin mayat bisa berjalan seorang diri karena dia sudah tidak punya nyawa lagi, Ibu pasti membawa Anisa pergi ke sebuah tempat." Arumi sangat yakin dengan hal itu sekarang.

"Tapi membawa mayat itu bukan hal yang mudah, Arumi." sanggah Vera karena memang sulit untuk membawa mayat.

"Lalu bila tidak dia bawa lalu ke mana saat ini perginya mayat Anisa?" Arumi menoleh menata Vera dengan tatapan yang penuh keraguan.

"Tubuh Anisa sebesar itu sehingga bu Ningsih pasti sangat sulit membawa dia pergi." gumam Vera.

Dengan tubuh sebesar itu pasti memang sulit sekali untuk membawa Anisa pergi dari rumah dan menuju kota, terlebih lagi bu Ningsih pergi bukan membawa kendaraan sendiri tapi dia menggunakan jasa travel sehingga pasti akan sulit untuk membawa mayat itu duduk bersandingan dengan orang lain.

Terlebih mayat Anisa juga sudah membeku di dalam freezer sehingga dia jelas tidak mungkin bila dibawa menggunakan jasa travel untuk menuju kota, terlebih lagi Arumi juga tidak paham bila sampai bu Ningsih membawa Anisa pergi ke kota dengan tujuan apa, sebab itu hanya akan mempersulit diri dan di kota sana nanti ada urusan apa juga.

Ada rasa curiga di dalam hati bahwa yang membawa mayat Anisa memang bu Ningsih itu sendiri, namun hati Arumi terus berusaha menyangkal karena itu terasa tidak mungkin dan aneh saja, kesulitan yang akan bu Ningsih rasakan begitu besar ketika dia nekat membawa mayat anak yang paling besar.

"Kita bicarakan saja masalah mu ini kepada mbak Purnama." Vera memiliki usul karena dia pernah mengalami masa sulit dan Purnama yang membantu dia.

"Oh, apa dia bisa membantu menuntaskan masalah ini?" Arumi masih agak ragu karena ini tidak berhubungan dengan setan menurut dia.

"Ya kita coba dulu berbicara dengan dia, sebab ini sudah berhubungan dengan mayat." Vera saja sampai merinding.

"Aku emang sempat kepikiran ingin minta tolong kepada dia, tapi ini kan tidak berhubungan dengan setan sehingga rasanya Mbak Purnama tidak akan paham." ujar Arumi.

"Ah yang penting kita minta tolong dulu sama dia dan bila nanti ada solusi maka itu adalah pilihan yang bagus." Vera sudah sangat yakin dan dia agak memaksa.

"Oke, tapi kau menemani aku ketemu sama dia ya karena aku agak takut kalau ketemu sama Mbak Purnama." jujur Arumi.

"Dia itu baik kok cuman wajahnya saja yang sangat angkuh, sama seperti Kiara juga." jawab Vera.

Arumi mengangguk karena anak dari Purnama itu berwajah tadi dan juga angkuh sekali, kalau orang yang tidak tahu maka beranggapan bahwa mereka adalah keluarga yang begitu angkuh dan tidak akan pernah mau menegur orang lain, padahal di balik wajah yang begitu sadis tersimpan sifat yang begitu baik dan tidak pernah jahat kepada orang yang tidak bersalah.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
Ass Yfa
kalo seh..setuju aja...Aryanya mau nggk...dia nggk msu Fatma hilang selamanya😭
Ass Yfa
duh...ters gimana nasib mereka
Ass Yfa
yg terluja parah Xiela..ternyata tak kira dewa iblis
Ass Yfa
member yg lain mana nggk ada yg nongol..mereka pada nggk tahu apa
neni nuraeni
bgus vier semoga aja ia beneran klah,,, lnjuttt
Ass Yfa
dewa iblis udah turun langsung
Laila Amalia
good job DeWa iblis
Yeyet Rohaeti
jangan ada yg musnah lagi member ny mba pur thor, dah takut saya,kirain xiela mau di biarkan musnah 😄
Anonim
Mbak othor.. kenapa ya dewa iblis jarang ada di cerita?? Tolong dong sering libatkan dewa iblis di cerita
Kristiana Subekti
😱😱😱dewa iblis hebaaat👏👏👏👏
Anonim
Gila ya Anisa
Raffaza Direzky87
purnama pusing mikirin naksu/xueka gimana cara hadapi, ini malah dewa iblis seorang diri bisa mengalahkan naksu tersebut
Nana zweety
semoga xafier berhasil mengalahkan naksu itu... jangan di buat musnah ya thor xafiernya...
Nurr Tika
semangat dewa iblis semoga berhasil
Nureliya Yajid
Terbaik lanjut
Nurr Tika
lanjut
Erik Erik
di tunggu kelanjutannya kak
Erik Erik
setuju arya dengan nefertari biar gak kesepian lagi. Ngomong juga sama ceplas ceplos
Betri Betmawati
bawa aja fir kelembah biar Ditanya dulu SMA purnama
vania larasati
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!