NovelToon NovelToon
Pesona Si Gadis Badas

Pesona Si Gadis Badas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:76.1k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Mikayla Rasyida Rayn atau Mika adalah sosok gadis yang ceria dan pecicilan seperti Onty-nya dulu. Dia adalah pengamat yang handal dan analisanya selalu tetap. Kelihatannya saja dia sangat pecicilan dan ucapannya ceplas-ceplos, tapi dia sangat genius.

Namun di balik wajahnya yang ceria dan menyebalkan, dia mengikuti jejak dari Opa buyutnya. Bahkan dia jauh lebih mengerikan dibandingkan Opa buyut dan Uncle-nya. Semua itu dikarenakan sesuatu yang membuatnya trauma.


Season Baru untuk cerita Mika dari (Anak Genius Milik Sang Milliarder)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalang Pertama

"Apa? Dia menyuruh orang untuk mengintai kalian kemudian mau ajak kerjasama? Dan aku yang jadi targetnya?" tanya Mika dengan tatapan tak percaya. Berbeda dengan Callie yang hanya membulatkan matanya sambil makan es krim.

"Bahkan mereka mengarang cerita tentang kamu, Mika. Agar kita percaya bahwa kamu adalah pihak yang salah. Mereka ingin memanfaatkan geng motor AMOR yang sering membantu orang dalam kebaikan,"

"Walaupun aku baru mengenalmu beberapa hari, tapi aku percaya kalau kamu nggak begitu. Kamu adalah orang yang baik. Makanya kami datang ke sini untuk mengingatkanmu agar hati-hati," ucap Reska dengan yakin.

Tampaknya Reska berusaha meyakinkan Mika bahwa mereka berada dalam pihaknya. Reska tak mau macam-macam dengan keluarga Mika. Dia sudah diperingatkan oleh orangtuanya untuk menjaga Mika dan keluarga Roberto. Jangan sampai menyinggung dan menyakiti keluarga mereka jika tak ingin jadi gembel. Tanpa perlu diperingatkan pun, Reska tak akan macam-macam pada Mika. Pasalnya dia sudah menganggap Mika itu sebagai sahabatnya.

Axel menatap Reska dengan tatapan aneh. Apalagi saat Axel melihat Reska begitu berusaha meyakinkan Mika untuk percaya pada mereka. Ada sedikit rasa kesal juga yang dirasakan oleh Axel. Seakan Reska ini mengetahui semua tentang Mika dan akan menjaganya. Seharusnya dia yang berkata seperti itu sebagai ketua geng motor AMOR, bukan malah Reska.

"Ndak usah cembulu sama wowok itu. Dia ndak ada lasa cinta sama plastik Mika. Kalau ndak dapat plastik Mika, ada Callie yang jauh lebih cantik dan imut lho." ceplos Callie meredamkan ketegangan di antara mereka. Apalagi melihat wajah Axel yang sedikit muram. Reska, El, dan Mika pun sampai mengalihkan pandangannya ke arah wajah Axel.

Astaga...

"Pikiran dan omongannya ini lho. Comel banget sih," Mika menarik rambut Callie yang dikuncir dua itu. Apalagi Axel terlihat memerah menahan malu karena ketahuan cemburu pada kedekatan Mika dan Reska.

"Itu urusan orang dewasa. Nggak boleh komentar terus kaya netijen aja," lanjutnya memberi peringatan sekaligus sindiran.

"Callie juga sudah dewasa. Ndak pelcaya?" tanya Callie dengan mata menyipit.

Nggakkk...

"Ya sudah, ndak ada yang suluh pelcaya sama Callie juga kok. Pelcaya saja sama Tuhan," ucap Callie dengan acuh.

Sedari tadi El terdiam mengamati dan mendengarkan interaksi antara keempat orang di depannya ini. Bahkan El sangat terkejut dengan adanya Callie yang berani pada Axel. Padahal tatapan tajam dari Axel itu seringkali membuat anak kecil takut. Bahkan Callie langsung menempel pada Axel. Sedangkan Reska, temannya ini begitu cepat dekat dengan perempuan. Walaupun pecicilan, tapi Reska bukan tipe laki-laki yang mau cepat akrab dengan perempuan. Berbeda dengan Mika, perdebatan keduanya

Apalagi saat Reska, Mika, dan Axel menjawab pertanyaan Callie secara bersamaan itu sangat lucu. El merasa sedikit tenang di dekat mereka walaupun sedang ada ketegangan. Wajah Callie yang mampu mencairkan suasana itu membuat senyumnya semakin lebar. Rasanya baru kali ini dia mendapatkan teman-teman yang luar biasa menghibur.

"Terimakasih untuk informasinya. Aku minta kalian untuk tidak terpengaruh dengan ucapan pihak luar. Aku mendekati kalian tidak punya maksud jahat apalagi sampai mau memecah persahabatan. Aku mau dekat sama kalian itu karena ingin minta tolong sekaligus menuntaskan rasa penasaranku," ucap Mika menjelaskan dengan pelan.

"Maaf jika kemarin aku memaksamu menjadi kekasihku. Itu agar aku bisa mudah menjalankan misiku," lanjutnya membuat El dan Reska terkejut dengan fakta ini.

"Kamu nembak Axel?" tanya Reska dengan raut wajah terkejutnya. Mika hanya cengengesan saja mendengar ucapan Reska.

Plastik Mika ini ndak patut ditilu. Dimana-mana wowok yang tembak wewek, ini kok kebalik.

Hahaha...

Lucu banget sih adik kamu ini, Mika.

Dia bukan adikku. Dia itu musuhku,

Sudah... Sudah... Ayo kita segera pergi dari sini. Pera...

Dor... Dor... Dor...

Mika awas,

Dor... Dor...

Ralia...

Kali mambu...

***

Gila... Ini gila...

Bugh...

Brugh...

Srettt...

Aaaaaa...

Tak disangka oleh semuanya, tiba-tiba saja ada empat orang laki-laki langsung menembakkan pistol ke atas tanpa tujuan jelas. Hal itu membuat semua orang terkejut, tak terkecuali warga yang lewat. Apalagi salah satu dari mereka mengarahkan pistolnya ke arah Mika. Beruntung Ralia langsung menembak tangan orang yang menargetkan Mika hingga pistol itu terjatuh. Ralia yang sedari tadi mengawasi Mika dan Callie pun datang tepat waktu.

Axel, El, dan Reska pun tak kalah terkejutnya dengan kedatangan Ralia juga orang-orang itu. Axel pun langsung menghajar orang yang tangannya tertembak. Begitu juga dengan El dan Reksa. Walaupun El dan Reksa sedikit kuwalahan menghadapi orang-orang berbadan besar itu. Callie yang melihat pertarungan itu pun melepaskan alat milik Ronand hingga menggigit tiga orang yang menyerang El dan Reska.

Eh...

"Mereka kenapa?" tanya Reska pada El yang ada di sampingnya. Tak terlihat ada apa-apa, tapi ketiga orang itu langsung berteriak kesakitan sambil memegang pipinya. Bahkan pipi mereka langsung memerah dan bengkak.

"Bodo amat mereka kenapa. Lebih baik kita hajar mereka sampai pingsan," El tak peduli dengan keadaan ketiga orang tidak dikenal itu. Justru dengan ketiganya yang sedang kesakitan itu maka mereka mudah untuk melawan.

Benar...

Bugh...

Bugh...

Awas, Axel.

Bugh...

"Kamu jaga Callie aja," seru Axel saat melihat Mika malah menendang seseorang yang baru saja datang dan ingin melukainya. Ternyata tak hanya empat orang ini saja. Mereka adalah komplotan, hingga beberapa orang datang.

"Ada Ralia," seru Mika sambil melirik sekilas ke arah Callie.

Tampak sekali Callie tidak ketakutan sama sekali. Malah Callie asyik mengeluarkan beberapa alat kecil dari dalam tasnya. Dia juga melempar asal beberapa alat milik Ronand yang entah didapatnya darimana. Ralia masih setia dengan pistolnya dan berdiri di dekat Callie. Setiap kali ada orang yang mendekat, dia akan menembaknya. Ralia belum bisa terlalu banyak bergerak karena kakinya sedang sakit akibat cidera saat olahraga.

Mika bekerjasama dengan Axel untuk menumbangkan orang-orang yang terus berdatangan. Callie sudah menghubungi pengawal di rumahnya. Warga sekitar dan pegawai minimarket pun ketakutan. Mereka memilih menjauh daripada harus berurusan dengan hal seperti ini. Keadaan di depan minimarket itu sudah chaos karena banyaknya orang berpakaian hitam.

"Paman Kala, tangkap olang yang sembunyi di balik pohon itu." teriak Callie memberi perintah pada Kara yang baru saja datang. Beruntung jarak antara rumah dengan minimarket itu sangat dekat sehingga bantuan cepat datang. Apalagi melihat Reska dan El sudah kuwalahan dengan wajah babak belur.

Aaaaaa...

Lepaskan...

Sial... Sial...

Dor... Dor...

"Lasakan. Tangannya nakal sih mau goles-goles pakai pisau," seru Callie langsung menembak ke arah orang yang hendak menggoreskan pisau pada Reska.

Itu anak kecil ngeri sekali,

Om Zion sialan...

1
faaa
lanjut thorr 😍
ririen handayani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣🤣 hidup kali mambu
irena
harus ditangkap itu si zion
irena
lanjut thor. seru banget
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
mantabbbb🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
E F
tq lanjutt thor gemessss🙏😍
Ayani
lanjutttt thorrr lgi seru nieee
tia
bikin penasaran 😁😁
tia
lanjut thor tambah lagi updatenya 😁
Keinara Leticia
aww, 🥰
Dewi kunti
ya ealaaaaahhh berasa digantung hatiku 😤😤😤😤😤😤
E F
tq thor🙏😍
lanjuttttt bykkkkk thor💪😄
Budi Rahayu
dol.... dol.... dol.... callie 😂😂😂😂😂
tia
digantung tinggal sedikit saja
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lgsg kena mental
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pedes amat cil
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!