NovelToon NovelToon
Pesona Si Gadis Badas

Pesona Si Gadis Badas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:244.5k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Mikayla Rasyida Rayn atau Mika adalah sosok gadis yang ceria dan pecicilan seperti Onty-nya dulu. Dia adalah pengamat yang handal dan analisanya selalu tetap. Kelihatannya saja dia sangat pecicilan dan ucapannya ceplas-ceplos, tapi dia sangat genius.

Namun di balik wajahnya yang ceria dan menyebalkan, dia mengikuti jejak dari Opa buyutnya. Bahkan dia jauh lebih mengerikan dibandingkan Opa buyut dan Uncle-nya. Semua itu dikarenakan sesuatu yang membuatnya trauma.


Season Baru untuk cerita Mika dari (Anak Genius Milik Sang Milliarder)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bola Bekel

"Callie ikut," seru Callie saat melihat Mika akan pergi bersama Ronand dan Lucky setelah makan malam selesai. Reska, El, dan Axel sudah pulang terlebih dahulu setelah tadi sempat berbincang dengan Lucky.

"Callie sama Kak Ralia dulu aja. Nggak usah ikut. Ngikut mulu kaya anak ayam ke induknya," ucap Mika yang tak ingin Callie ikut.

Pasalnya Callie ini pasti hanya akan menambah beban untuknya. Terutama beban emosi karena Callie pasti akan memancing dengan kata-kata ajaibnya. Lucky juga tak ingin anak bungsunya ini trauma karena melihat kekerasan atau kalimat-kalimat berbau dewasa. Mereka hendak pergi ke tempat penyekapan Zion dan orang-orangnya. Callie lah yang melihat jika Zion mengawasi dari balik pohon. Beruntung Kara langsung sigap mengejar Zion yang hendak melarikan diri.

Semua orang tak menyangka bahwa Mika, Callie, dan Ralia mempunyai insthink begitu kuat. Terutama Callie yang matanya begitu mawas terhadap bahaya. Bahkan orang-orang Zion sama sekali tak mendekati Callie karena merasa bahwa bocah cilik itu tidak berbahaya. Namun pemikiran orang-orang itu salah besar. Callie dan Ralia adalah sosok yang diremehkan di balik pertarungan tadi sore. Padahal faktanya, keduanya sangat berbahaya dengan alat-alat ajaib mereka.

"Iya, sama Kak Ralia aja. Nanti kita tembak dor dor dor orang-orang jahat lainnya. Orang jahat kan nggak cuma yang ditangkap tadi sore," ucap Ralia membuat Lucky memelototkan matanya.

Astaga...

"Main bola bekel aja udah sana kalian berdua. Jangan mainan pistol," seru Lucky sambil mengacak rambutnya frustasi.

"Perasaan dulu waktu umur segitu, aku sukanya main kelereng. Ini kenapa anak dan keponakanku mainannya ngeri sekali? Apa jaman udah berubah ya?" gumamnya sambil menghela nafasnya kasar. Ia tak menyangka jika anaknya malah menuruni gen dari Papa Fabio dan Ronand. Hanya cerewetnya saja yang menurun dari Rachel. Jika sudah besar, Lucky tak masalah anaknya bermain pistol atau lainnya. Namun ini Callie sekolah saja belum.

"Ayo, Callie. Kita main bola bekel. Kasihan itu Om untung ngacak-ngacak rambut pasti kutunya banyak," ajak Ralia membuat Mika tertawa. Ralia menarik tangan Callie untuk mengikutinya membuat Lucky sedikit khawatir.

Lucky memelototkan matanya mendengar ucapan Ralia itu. Anak dari Ronand itu memang jarang berbicara. Namun sekalinya berbicara langsung menohok hati. Sedangkan Ronand malah senang jika Ralia mengikuti jejaknya. Anak satu-satunya itu akan mewarisi gennya dan perusahaan yang dia bangun. Tentu saja itu butuh keberanian dan skill yang tinggi. Bahkan tanpa Ronand minta, Ralia sudah belajar beladiri dari pengawal rumah.

"Ronand, anakmu itu pasti yang mengajarkan Callie buat belajar aneh-aneh." Lucky menyalahkan Ronand yang tampak tidak peduli dengan ocehannya. Ronand tahu kalau Ralia pasti sudah tahu mana yang baik dan buruk.

"Tenang aja. Anakku itu genius, nggak mungkin dia mengajari Callie hal yang membahayakan saudaranya sendiri. Jika memang ada hal berbahaya, pasti Ralia akan mengajari juga bagaimana menghadapinya." ucap Ronand dengan santai.

"Ayo, Mika. Kita harus segera menyelesaikan Ommu yang jahat itu," ajaknya yang langsung merangkul bahu Mika.

"Sok tahu. Anakmu itu ngajarin Callie ambil alat-alat barumu. Itu bahaya," seru Lucky dengan asal. Pasalnya tadi Lucky sempat melihat isi tas kecil milik anaknya yang berisi beberapa alat terbaru milik Ronand. Lucky sampai heran sendiri anaknya itu dapat alat-alat itu darimana.

Nggak papa, ambil aja kalau emang Callie butuh.

Uncle gemblung emang,

Hahaha...

Ronand justru tertawa mendengar umpatan dari Lucky. Bisa-bisanya mengatakan dia gemblung karena mengijinkan Callie mengambil alat-alat miliknya. Beberapa alat baru miliknya hilang entah kemana. Namun Ronand memeriksa CCTV dan menemukan Callie yang mengambilnya. Bahkan Ronand menjuluki Callie itu pencuri cilik. Walaupun begitu, Ronand tahu kalau Callie ini berbeda. Callie cerdik dan licik, menggunakan alat itu untuk membantu orang.

Anakmu itu sangat licik, Lucky. Hati-hati saja kalau dia besar nanti. Bisa ditembak dor dor dor kamu sama dia,

Aku tembak dulu itu pipinya biar kempes,

Jangan serius-serius, Mika. Dulu kamu juga sama dengan Callie saat kecil,

Huh...

***

Om Zion...

Panggilan bernada sinis itu berasal dari bibir mungil seorang Mika. Gadis remaja itu tadi sudah melakukan panggilan telfon dengan Rifky atau Papanya. Rifky sangat geram mendengar cerita dari anaknya itu. Bahkan Rifky besok akan pulang ke rumah demi memberi pelajaran pada Zion. Untuk hari ini, mungkin Mika hanya akan sedikit memberikan kejutan sampai menunggu Papanya pulang.

Saat ini Mika ditemani oleh Lucky dan Ronand ke sebuah gudang kosong. Sedari tadi kedua tangannya mengepal erat, ingin sekali meluapkan emosinya pada seseorang yang seharusnya menjadi keluarga. Entah apa motif dari Zion ini sampai ingin melukai keponakannya sendiri. Tentunya selain harta. Ronand duduk di sebuah kursi yang sudah lapuk. Membiarkan Mika meluapkan emosinya kepada Zion yang sudah diikat berdiri dengan kedua tangan menggantung.

"Mau duit?" tanya Mika dengan tatapan datarnya. Bahkan Mika langsung mengeluarkan dua gepok uang dari tasnya dan mengibaskannya tepat pada wajah Zion.

Hahaha...

"Tidak. Aku tidak butuh uangmu," Bukannya marah atau ketakutan, Zion malah tertawa seakan tengah meremehkan uang pemberian Mika.

"Dia emang nggak mau uangmu, Mika. Dia itu maunya seluruh perusahaan keluarga Roberto jatuh ke tangannya. Padahal siapa dia?" ucap Lucky sambil berdecih sinis.

"Aku saja yang sudah jadi cucu menantunya, milih kerja daripada mengharap warisan. Itu bukan hak kita sebagai orang luar," lanjutnya sambil menggelengkan kepala.

Lucky terus menceramahi Zion walaupun laki-laki itu hanya diam saja. Bahkan raut wajahnya terlihat seperti meremehkan Lucky. Seharusnya posisi Lucky saat ini sebagai cucu menantu di keluarga Roberto bisa membuatnya mendapatkan banyak keuntungan. Namun Lucky seperti tak peduli dengan harta milik keluarga Roberto. Dia lebih memilih bekerja sesuai kemampuannya sambil membantu Ronand.

"Kamunya saja yang bodoh. Tidak bisa memanfaatkan peluang dan kesempatan. Coba kalau aku jadi cucu menantunya keluarga Roberto maka..."

"Maka keluarga Roberto akan langsung bangkrut dalam satu malam," sela Ronand sebelum Zion menyelesaikan ucapannya.

"Aku bisa mengurus perusahaan. Seharusnya aku sebagai kerabat, bisa mendapatkan posisi strategis di perusahaan setelah keluar dari penjara. Tapi kalian malah mempersulitku untuk bekerja di sana," seru Zion tak terima. Zion dendam kepada orang-orang yang mempersulitnya mendapat pekerjaan di perusahaan keluarga Roberto.

"Kami tak pernah mempersulit. Dasarnya kamu saja yang memang tidak berkompeten dan tak mempunyai skill. Jika perusahaan mempekerjakanmu, sudah pasti akan bangkrut." ucap Ronand sambil tertawa meremehkan.

Om seharusnya sadar diri. Lihat restorant yang Om bangun itu,

Nggak maju karena pemimpinnya jahat kaya Om,

Ndak tahu dili dia itu. Padahal sudah dibantu bikin lestolant, malah jahat sama olang.

Callie...

Ngapain kamu di sini, ha?

Jalan-jalan,

Astaga...

1
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Gawat Callie dah bangun🤣
Ita Xiaomi
Jgn tamat dulu Kk.
Ita Xiaomi
Apalg yg dilakukan Callie? 😁
Ita Xiaomi
Ndak sempat komen Papa Untung 🤣🤣🤣
Nunul Menul
ngakak kak AQ baca novel mu yang ini 🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣iya kali Callie ada di sana
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣bengek bacanya
Ita Xiaomi
Malah diomeli pengendara motornya 🤣🤣🤣.
Ita Xiaomi
Berasa lg main ski air🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣udah ngakak duluan aku.
Sani Srimulyani
jangan2 ntar ada ibu2 wali murid lagi.....🤣😜
Atik Kiswati
jadi penasaran.....
Atik Kiswati
lagu nya pas bgt ya call.....😄😄😄😄
E F
lanjuttt thor💪😍😄
Sani Srimulyani
aku seneng kalo mika sama Axel, soalna kelihatan banget kalo Axel gentle dan juga tulus.
Sani Srimulyani
cieeee ada yang salting nih.....
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
bacanya sambil nyanyi
Rani R.I
ohhh astagaaa baca satu bab,, perasaan blm berkedip mata ku ini 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 perusuh datang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!