NovelToon NovelToon
Montir Hati Tuan Muda Arogan

Montir Hati Tuan Muda Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Cintamanis / Fantasi Wanita / Konflik etika / CEO
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Arjuna Adhitama terbiasa mendapatkan segalanya dengan mudah. Uang, kekuasaan, wanita, semuanya tunduk pada kemauannya. Sampai satu malam yang hujan deras, mobil sport mahalnya mogok di jalan sepi yang jauh dari kota. Di tengah kegelapan dan badai itu, harapannya untuk diselamatkan hampir hilang... sampai ada sepeda motor tua melintas dan berhenti.

Pengendaranya adalah seorang gadis muda dengan baju kotor penuh oli, wajah cantik yang setengah tertutup rambut basah, dan senyum jahil yang bikin Arjuna kesal setengah mati. Dia Kirana.

Sejak malam itu, hidup Arjuna tidak pernah sama lagi. Di mana pun dia berada, takdir seolah mempertemukannya terus dengan Kirana. Gadis itu terusik ketenangannya, membuat emosinya naik turun, bikin dia marah tapi sekaligus ingin tahu lebih dalam.

Apa yang terjadi ketika Tuan Muda paling dingin jatuh hati pada satu-satunya wanita yang tidak peduli sama sekali padanya?



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Malam telah menyelimuti bengkel tua itu. Di ruang tengah yang kini berubah menjadi ruang makan dan ruang rapat sederhana, suasana hening namun hangat. Di atas meja panjang kayu jati tua, tersaji makanan sederhana: nasi hangat, ikan asin, sambal, dan sayur bening, masakan tangan para istri anggota tim yang kini ikut tinggal di sana.

Arjuna duduk di ujung meja, punggungnya tegak, sikapnya sopan dan tenang. Meski makan dengan menu yang jauh berbeda dari hidangan mewah yang biasa ia santap di rumah mewahnya, wajahnya sama sekali tidak terlihat keberatan. Ia bahkan makan dengan cara yang elegan, seolah sedang duduk di jamuan kenegaraan.

Di sebelahnya, Kirana duduk bersila di atas kursi, kaki kanannya diangkat bertumpu di atas dudukan kursi, siku menumpu lutut. Cara duduk yang sangat santai, bebas, dan sama sekali tidak pantas menurut standar etika mana pun. Di tangannya, ia memegang sendok dan garpu, tapi entah kenapa ia lebih suka makan langsung pakai tangan dengan lahapnya, mulutnya penuh tapi matanya tetap berbinar antusias mendengarkan cerita Ibu Rani

Dan di ujung meja yang lain, Ibu Rani duduk dengan wajah pucat namun lega, sedang menggenggam tangan anak kecil berusia 7 tahun yang duduk di sebelahnya, anak itu bernama Dika.

"Begitulah, Tuan Muda, Nona ..." suara Ibu Rani terdengar bergetar namun jelas, memecah keheningan malam itu. "Ibu Ratna itu ... dia sangat pintar bicara, dan pandai mengambil hati semua orang. Tapi sejak awal kedatangannya ke kehidupan Tuan Haryo Adhitama ayahanda Tuan Arjuna, saya sudah curiga. Tatapan matanya tajam, dingin, dan selalu ada ambisi besar yang tersembunyi di balik senyum manisnya."

Ibu Rani menatap Kirana dengan pandangan penuh haru.

"Dulu, saat mendiang Tuan Arya dan Tuan Haryo masih sangat akrab, hampir tidak terpisahkan seperti saudara kandung ... Ibu Ratna selalu berusaha mengadu domba keduanya dengan jebakan liciknya yang seorang Tuan Arya lah yang berkhianat. Padahal ... justru dialah yang diam-diam mencuri desain, mencuri data, dan menjualnya ke pesaing."

Arjuna mendengarkan dengan wajah dingin, rahangnya mengeras menahan amarah yang perlahan memuncak. Ia sudah menduga jika ibu tirinya itu memang licik, tapi ternyata lebih licik dan kejam dari yang ia bayangkan.

"Terus kenapa Ayahku percaya padanya? Ayahku bukan orang bodoh yang mudah dibohongi," potong Arjuna, suaranya rendah dan berat.

Ibu Rani menghela napas panjang, menatap Arjuna dengan iba.

"Karena cinta, Tuan Muda. Tuan Haryo sangat mencintai Ibu Ratna. Bagi beliau, wanita itu adalah segalanya. Dan Ratna pandai sekali berpura-pura. Dia juga memanfaatkan kesetiaan orang-orang di sekitar. Siapa saja yang membela Tuan Arya, dia singkirkan pelan-pelan. Dia buat seolah orang itu yang bersalah, dia buat seolah orang itu yang berkhianat. Termasuk saya ... saya hampir dipenjara lima tahun lalu hanya karena ketahuan menyimpan satu dokumen penting milik Tuan Arya yang seharusnya dimusnahkan."

Kirana yang sejak tadi diam mendengarkan sambil mengunyah, tiba-tiba menelan makanannya dengan keras, lalu bertepuk tangan satu kali dengan keras, membuat semua orang kaget dan menoleh padanya. Wajah gadis itu cerah bersinar, seolah baru saja mendapatkan pencerahan besar, padahal isi ceritanya penuh kesedihan dan dendam.

"Ah! Jadi intinya begini ya!" seru Kirana lantang, suaranya cempreng tapi renyah. Ia meletakkan kembali kakinya ke lantai, lalu menatap Arjuna dengan mata berbinar-binar.

"Arjuna, dengerin nih! Aku jadi paham sekarang cara kerja otak ibu tirimu itu. Dia itu persis sama kayak 'karburator busuk'!"

Arjuna yang sedang serius mendengarkan cerita masa lalu itu langsung memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut. Ia tahu pasti, kalau Kirana mulai bicara pakai istilah mesin, isinya pasti aneh tapi nyata.

"Karburator ... busuk?" ulang Arjuna pelan, menahan napas sambil menatap Kirana tak percaya. "Apa hubungannya pengkhianatan sama karburator, Kirana?"

"Hubungannya banyak tahu! Dengerin dulu jangan potong!" Kirana menepuk bahu Arjuna keras sekali, seolah sedang menegur anak kecil yang nakal. Arjuna hanya diam pasrah, menerima tepukan itu dengan wajah datar namun dalam hatinya sedikit geli.

Kirana berdiri, berjalan mondar-mandir di belakang kursi, menirukan gaya orang pintar sedang berpidato gaya yang lucu tapi diucapkan dengan sangat serius dan meyakinkan.

"Begini logikanya. Karburator itu kan bagian mesin yang tugasnya mencampur bensin sama udara biar pas, biar mesin nyala lancar, bertenaga, dan awet. Nah, kalau karburatornya rusak atau kotor atau 'busuk' ... dia tetap nyalurin campuran itu, tapi takarannya salah! Kadang kebanyakan bensin, kadang kebanyakan angin. Jadinya mesin jadi tersendat, jadi boros, jadi panas, lama-lama rusak parah sampai mati!"

Kirana berhenti berjalan, menunjuk ke arah Ibu Siti lalu ke arah Arjuna bergantian.

"Ibu Ratna itu karburator busuknya keluarga kalian! Dulu kan hubungan ayahmu sama ayahku itu mesin besar yang kuat banget, bertenaga besar, rajin, sukses. Nah, masuk deh si Ratna ini. Dia nggak matiin mesinnya langsung, dia nggak hancurin bodi mobilnya. Dia cuma ubah sedikit takaran di dalam. Dia kasih kabar bohong, kasih hasutan, kasih fitnah... itu kan sama aja nyampur bensin sama udara dengan takaran salah!"

Mata Kirana makin menyala tajam, logika sederhananya mulai masuk ke akal sehat Arjuna.

"Akibatnya apa? Hubungan ayah kita jadi rusak. Dulu akur banget, jadi saling curiga. Dulu kerja sama, jadi berantem. Perusahaan yang tadinya maju pesat, jadi tersendat, rugi, akhirnya pecah dan hancur. Semua gara-gara satu bagian kecil yang posisinya di tengah-tengah, yang seharusnya nyatuin, malah ngacauin campurannya! Itulah kenapa aku bilang dia karburator busuk. Bahaya banget, lho! Kalau nggak dibersihin atau diganti, satu mesin besar bisa rontok gara-gara dia!"

Hening sejenak. Arjuna, Ibu Rani, Pak Hendra, dan semua orang di ruangan itu terdiam terpukau. Awalnya mereka pikir Kirana cuma ngomong ngawur pakai istilah bengkel, tapi setelah dipikir-pikir ... perumpamaan itu sangat tepat, sangat masuk akal, dan menggambarkan situasi mereka dengan sempurna.

Arjuna menatap Kirana dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Campuran antara takjub, kagum, gemas, dan rasa sayang yang meluap-luap. Gadis iini ... benar-benar makhluk yang tidak ada duanya. Membahas pengkhianatan dan intrik politik yang rumit, dia bisa menyederhanakannya jadi masalah bensin dan udara. Dan anehnya, dia benar seratus persen.

"Kamu ..." Arjuna membuka mulutnya pelan, suaranya terdengar lembut sekali. "Kamu benar-benar ... ajaib, Kirana. Orang lain pakai kata 'pengkhianat', 'perusak hubungan', 'mata-mata' ... kau malah kasih nama teknis. Tapi ya, kau benar. Dia memang karburator busuk itu. Dan sekarang tugas kita ..."

Bersambung ....

1
Ita Xiaomi
Gmn cara duduk bersila dgn kaki menjuntai ke bawah?
Noor hidayati
ratnanya kemana,kok sekarang rio sama laras dalam kerjasamanya
Teh Fufah
,kereeeennnn
Ita Xiaomi
Jd ingat di kampung masa lampau. Klo makan ramai-ramai di lantai cara duduknya spt Kirana😁
Ita Xiaomi
Menunya bikin lapar. Enak itu.
azela
Semangat kakaku /Rose//Rose//Rose//Rose/
azela
wah aku makin seru nih gak sabar baca bab selanjutnya
ana
bagus.lanjut thor
sunshine wings
Mantap.. gak rugi bacanya.. alur ceritanya hebat..
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
👍👍👍👍👍
❤️❤️❤️❤️❤️
riniandara: Terima kasih kakak🤗🥰
total 2 replies
Teh Fufah
seruuuu nihhhh ceritanya...
riniandara: terima kasih kak atas review nya ya
total 1 replies
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga sehat selalu ya. oh ya kalau kalian suka jangan lupa tinggalkan Jejak serta like ya teman-teman. happy reading/Kiss//Heart/
azela
wah makin penasaran apakah mereka akan berhasil. lanjut up Thor kalau bisa doubel ya he he/Applaud//Applaud//Applaud/
riniandara: siap kakak
total 1 replies
riniandara
pasti lanjut baca ya kak happy reading
azela
lanjut author semangat semakin seru aj/Applaud//Applaud//Applaud/
azela
jangan menyerah Kirana ada tuan dingin yang akan mendukungmu
Muft Smoker
ad rahasia apa niih di antara mereka ,, 🤭🤭🤭🤭
azela
akhirnya terbongkar juga, ternyata Kirana itu bukan gadis biasa keluarga mereka juga sangat dekat dulu.
azela
lanjut Thor semakin penasaran aja
Ita Xiaomi
Semangat Kirana.
Ita Xiaomi
Tenang Kirana, Arjuna akan menyayangi dan mencintaimu dgn setulus hati.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!