karya ini aku buat atas pemikiran aku sendiri,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MATAHARI DI BALIK JENDELA
Pagi itu, langit Jakarta tampak begitu bersih, seolah-olah malam sebelumnya telah mencuci bersih segala debu dan keruh yang menempel. Cahaya keemasan menembus celah gorden jendela kamar kecil Key, menari-nari di atas permadani dan akhirnya jatuh tepat pada wajahnya yang masih terlihat lelah namun damai. Udara pagi yang segar masuk melalui celah ventilasi, membawa aroma daun dan tanah yang menenangkan jiwa.
Key perlahan membuka matanya, menyipitkan mata sedikit karena silau, lalu tersenyum tipis. Hari baru telah dimulai, dan seperti biasa, semangat itu sudah menggelora di dadanya. Ia bangkit dari tempat tidur, merentangkan tangan, dan menghirup napas dalam-dalam. Hari ini bukan sekadar hari kerja biasa, entah kenapa ada perasaan aneh yang berdenyut, sebuah firasat bahwa sesuatu yang berbeda akan terjadi.
Ia berjalan menuju meja rias, menatap bayangannya di cermin. Rambut hitam legamnya yang alami bergelombang sedikit berantakan, namun justru memberikan kesan alami yang cantik. Dengan telaten, ia menyisir dan menatanya rapi, membiarkan beberapa helai jatuh lembut di pipinya. Kemudian, ia mengenakan blazer warna abu-abu yang pas di badan—pakaian kebanggaannya. Blazer itu bukan hanya simbol profesionalisme, tapi juga perjalanan karirnya yang luar biasa.
Sudah hampir tiga tahun berlalu sejak ia pertama kali melangkah kaki masuk ke Sweety Bakery sebagai seorang kasir biasa. Hari-hari yang melelahkan, lembur hingga larut malam, dan belajar dari nol, kini berbuah manis. Kini, ia menjabat sebagai Manajer Toko Pusat. Tanggung jawabnya mungkin bertambah berkali-kali lipat, namun rasa cinta dan bangganya terhadap tempat itu juga tumbuh sama besarnya. Toko kue itu bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan rumah kedua tempat ia menumpahkan segala ide, kreativitas, dan kenangan indah bersama rekan-rekannya.
Namun, pagi ini ada sedikit kendala. Mobil kesayangannya sedang tidak bisa dipakai karena sedang diservis di bengkel langganan. "Ah, tidak apa-apa," gumamnya pelan. "Taksi juga nyaman kok."
Key mengambil ponselnya, membuka aplikasi pemesanan kendaraan, dan mengetik alamat tujuan. Jarinya yang lentik bergerak lincah di atas layar sentuh. Beberapa detik kemudian, sambutan suara yang ramah terdengar dari seberang, menenangkan kekhawatiran kecilnya.
"Iya, Kak. Kami sampai dalam 5 menit."
"Oke, Pak. Terima kasih," jawab Key cepat, suaranya lembut namun tegas.
Waktu terus berjalan, dan lima menit itu terasa berlalu begitu cepat. Suara klakson yang pelan namun jelas terdengar dari depan pagar rumah. Key segera merapikan tas kerjanya, mengecek sekali lagi penampilannya di cermin, dan berlari kecil keluar rumah dengan langkah yang penuh semangat. Pagi yang cerah ini seolah menyambutnya untuk sebuah petualangan baru yang belum ia ketahui ujungnya.
Perjalanan menuju toko pagi itu terasa sangat berbeda. Lalu lintas kota yang biasanya sudah mulai mengular sejak pukul enam pagi, hari ini terasa lebih longgar. Key duduk tenang di kursi belakang taksi, matanya memandang keluar jendela menyaksikan kesibukan kota mulai bangun. Pedagang sarapan mulai membuka lapak, para pelajar berjalan seragam, dan kantor-kantor mulai menyalakan lampu.
"Sweety Bakery ya, Bu?" tanya sopir taksi itu memastikan.
"Betul, Pak. Di Jalan Mawar," jawab Key sopan.
Sepanjang perjalanan, pikiran Key melayang pada daftar tugas yang menantinya hari ini. Sebagai seorang manajer, ia tidak bisa bekerja sembarangan. Ada laporan stok bahan baku yang harus diperiksa ketelitiannya agar produksi tidak terhenti. Ada juga pengecekan pesanan besar dari beberapa pelanggan tetap yang harus dipastikan detailnya, mulai dari rasa, bentuk, hingga waktu pengiriman.
😉🤍