NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Jasmine melangkah masuk ke kamar utama milik Aksa dengan perasaan muak yang tertahan.

Jasmine menyentakkan seprai di ranjang king-size itu dengan kasar. Setiap kali ia merapikan bantal, ia membayangkan sedang meninju wajah angkuh Aksa.

"Dasar gila, bajingan sombong! Dia pikir dia siapa bisa masuk ke kamarku sembarangan?" gerutunya sambil menyeka nakas dengan gerakan penuh emosi.

"Sialan, kenapa juga aku harus terjebak di sini"

Tiba-tiba, suara pintu penthouse terbuka di kejauhan, diikuti langkah sepatu hak tinggi yang berbunyi nyaring di atas lantai marmer. Jasmine membeku.

Siapa yang masuk? batinnya panik. Aksa tidak mungkin pulang jam segini, dan dia tidak pernah bilang akan ada tamu.

"Aksaaaa! Kamu di dalam, kan?" panggil suara seorang perempuan.

Suara langkah kaki itu terdengar semakin dekat menuju kamar utama. Jasmine menoleh ke arah pintu kamar Aksa yang sedikit terbuka. Jika ia keluar sekarang, ia pasti akan berpapasan langsung dengan wanita asing ini dalam kondisi berantakan.

Gagang pintu kamar mulai bergerak turun. Dalam hitungan detik, wanita itu akan masuk.

"Aksaa, sayang? Kamu bolos kantor ya?"

Tanpa pikir panjang, dengan gerakan secepat kilat, Jasmine menyambar kain pembersihnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamar Aksa. Ia menutup pintu itu dengan sangat pelan.

Jantungnya berdegup kencang, ia merutuki nasibnya yang harus bersembunyi seperti pencuri di tempat kerjanya sendiri.

Di balik pintu, Jasmine bisa mendengar suara langkah kaki perempuan itu yang kini sudah berada di dalam kamar, tepat di sisi ranjang yang baru saja ia rapikan.

"Lho, tidak ada orang? Tapi pintunya tidak dikunci," gumam wanita itu.

Di luar sana, ia mendengar suara derit ranjang wanita itu baru saja merebahkan diri di atas seprai yang baru saja Jasmine rapikan dengan susah payah.

Tak lama kemudian, terdengar suara nada sambung dari ponsel yang sengaja di-speaker.

"Halo, Aksa Sayang?"

"Ada apa, Clarissa? Aku sedang rapat," suara berat Aksa terdengar dari seberang telepon.

Clarissa? Jadi itu nama wanita ini.

"Ih, kamu kok dingin banget sih? Aku sudah di penthouse-mu sekarang. Aku bawakan makan siang kesukaanmu, tapi kamunya tidak ada. Aku tunggu di kamarmu ya, aku capek mau tidur sebentar di kasurmu yang empuk ini," ucap Clarissa manja sambil tertawa kecil.

Ada jeda sejenak dari seberang telepon. Jasmine bisa membayangkan wajah datar Aksa saat ini.

"Pulanglah, Clarissa. Aku tidak suka ada orang di kamarku tanpa izinku. Dan jangan menyentuh apa pun di sana," jawab Aksa tegas.

"Pelit sekali! Padahal kan sebentar lagi aku akan jadi nyonya di rumah ini. Oh iya, Aksa, apa kamu sudah punya asisten baru? Tadi aku lihat ada celemek tergantung di dapur. Tapi orangnya tidak ada, apa dia sedang keluar belanja?"

"Bukan urusanmu. Sekarang keluar dari sana," sahut Aksa pendek sebelum mematikan sambungan telepon secara sepihak.

"Aksa! Halo? Ish, menyebalkan!" Clarissa mendengus keras. Jasmine mendengar suara banting bantal.

"Dasar pria kaku. Tapi tidak apa-apa, aku akan tetap di sini sampai kamu pulang"

Di seberang sana, di dalam ruang rapat yang mewah, rahang Aksa mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol. Ucapan Clarissa di telepon tadi bukannya membuatnya senang, malah memicu alarm bahaya di kepalanya.

Ia teringat Jasmine dan kemungkinan besar sedang berada di kamarnya saat Clarissa masuk. Aksa tahu betul tabiat Clarissa yang suka merendahkan orang lain, dan ia tidak sudi privasi yang baru saja ia rebut kembali dari Jasmine diganggu oleh siapa pun.

Tanpa memedulikan tatapan bingung para pemegang saham, Aksa menutup laptopnya dengan kasar.

"Rapat kita tunda sampai besok," ucapnya dingin tanpa penjelasan lebih lanjut.

Ia melangkah lebar keluar ruangan, menyambar kunci mobilnya dari asisten yang kebingungan. Di dalam lift, Aksa terus menatap angka lantai yang bergerak turun dengan tidak sabar.

Aksa melajukan mobilnya membelah kemacetan kota dengan kecepatan di atas rata-rata. Pikirannya kalut.

Jasmine masih mendekam di balik pintu kamar mandi yang dingin. Ia bisa mendengar suara Clarissa yang sedang bersenandung sambil mencoba-coba parfum milik Aksa di meja rias.

"Harum sekali... Aksa memang punya selera yang tinggi," gumam Clarissa.

Tiba-tiba, suara denting lift yang terbuka dengan kasar mengejutkan keduanya. Langkah kaki yang sangat cepat dan bertenaga terdengar menghantam lantai marmer menuju kamar utama.

Brak!

Pintu kamar terbuka lebar hingga menghantam dinding. Aksa berdiri di ambang pintu dengan napas memburu dan tatapan mata yang berkilat marah.

"Aksa! Sayang, kamu sudah pul...."

"Keluar," potong Aksa.

Clarissa tertegun, wajahnya yang tadi ceria langsung berubah pucat. "Tapi aku baru saja datang, aku membawakanmu....."

"Aku bilang KELUAR, Clarissa! Sekarang!" bentak Aksa.

"K-keluar?" Clarissa tergagap.

"Sekarang, Clarissa. Jangan buat aku mengulanginya lagi," desis Aksa.

Clarissa menelan ludah. Ia tahu betul watak Aksa. Jika pria ini sudah sepadat es seperti ini, tidak ada gunanya membantah. Rasa takut mulai merayapi hatinya, rasa takut jika ia benar-benar membuat Aksa murka dan kehilangan kesempatannya untuk menjadi nyonya di rumah mewah ini.

"Oke, oke, aku pulang sekarang. Maaf kalau aku mengganggu," ucap Clarissa dengan suara bergetar.

Ia menyambar tas mewahnya dari atas meja rias dengan gerakan panik, tidak berani lagi menatap mata Aksa.

Clarissa bergegas keluar dari kamar utama, langkah kaki sepatu hak tingginya terdengar buru-buru melintasi lantai marmer ruang tengah menuju lift pribadi.

Brak!

Aksa menutup pintu kamar dengan kasar begitu Clarissa menghilang dari pandangan. Ia mengunci pintu itu dari dalam, seolah ingin memastikan tidak ada lagi gangguan yang masuk.

"Jasmine," panggil Aksa.

Jasmine memejamkan mata rapat-rapat.

"Saya tahu kamu di dalam sana." ucap Aksa lagi. Ia menyandarkan tubuhnya di daun pintu kamar mandi.

"Kamu sudah terlalu lama bersembunyi. Kamu belum juga mau keluar, hm?"

Aksa mengetuk pintu itu dua kali dengan pelan menggunakan punggung jarinya.

"Keluar sekarang, Jasmine. Sebelum aku sendiri yang membuka pintu ini dengan kunci cadangan dan menyeretmu keluar. Jangan buat kesabaranku semakin hilang karenamu."

Jasmine perlahan memutar gerendel pintu. Saat pintu terbuka, ia mendapati Aksa berdiri sangat dekat, menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Jasmine menunduk.

"Maaf, Tuan... saya tadi takut jika Nona tadi salah paham tentang keberadaan saya di sini," ucap Jasmine dengan suara lirih.

Aksa menatap wajah pucat Jasmine sejenak. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum miring yang penuh arti.

"Salah paham? Atau... kamu cemburu, hmm?"

"Cemburu? Untuk apa saya cemburu pada ......"

Belum sempat Jasmine menyelesaikan kalimatnya, Aksa sudah memutus pembicaraan. Ekspresi wajahnya berubah, ia memijat pelipisnya dengan kasar seolah rasa sakit tiba-tiba menghantam kepalanya.

"Sudahlah. Buatkan aku kopi hitam tanpa gula, sekarang. Kepalaku sangat pusing," ucapnya.

Tanpa menunggu jawaban Jasmine, Aksa berbalik arah. Ia melangkah keluar dari kamar utama dengan langkah yang sedikit berat, menuju ruang tengah, dan langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa besar yang menghadap ke arah jendela kaca raksasa.

Jasmine menghela napas panjang, merasa sedikit lega. Ia menatap punggung Aksa dari kejauhan sebelum akhirnya melangkah menuju dapur untuk menyiapkan permintaan pria itu.

1
Redmi Nam
Jasmine jangan membangunkan singa tidur..
tuh singanya muaraaah😄😄😄
vita
knp cerita ini jarang update sih kak
Redmi Nam
jangan lama" punya thor🙏
Kaknia
suka jl ceritanya 👍👍😘
sunaryati jarum
Nah gitu jika cinta perjuangkan
sunaryati jarum
Kamu benar Yasmine ,Nak Aksa dengarkan Bara kau jangan mempersulit Yasmine, kasihan
sunaryati jarum
Kau jatuh cinta sama mantanmu
Aidil Kenzie Zie
ngapa nggak ambil kamar yang ada pintu penghubungnya
mini
hah,,, ikut plong aku😍
Kaknia
suka alur ceritanya
Kaknia
bucin Aksa 😂🤭
Kaknia
seruuuuuuu
partini
dihhh felakor
Kaknia
semakin seruuuu ceritax tapi nanggung banget masih penasaran😭
partini
tamat sudah kamu Jasmine
Kaknia
astagaaa semoga Jasmine TDK knp knp 😭
Kaknia
mantap ceritax
Kaknia
semoga Jasmine TDK knp knp dan semoga Aksa pembela terdepanx
Kaknia
Semoga Bisa Bersatu Kembali.......
Suka Ceritax Seruuuuu....
Risa Virgo Always Beau
Jasmine mending kamu bertahan saja kerja sama Aksa di banding kamu di denda seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!