NovelToon NovelToon
MATA SAKTI

MATA SAKTI

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Action / Raja Tentara/Dewa Perang / Tamat
Popularitas:178.6k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

"Dulu aku hanyalah sampah yang diinjak-injak, kurir miskin yang tak punya masa depan. Namun, satu tetes darah dewa mengubah segalanya. Dengan Mata Sakti ini, tidak ada rahasia yang tersembunyi, tidak ada musuh yang tak punya celah, dan tidak ada harta yang tak bisa kuraih. Dunia modern ini akan bertekuk lutut di bawah tatapanku!"

#urban_fantasi #romance#cultivasion

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SISA ABU DAN MAHKOTA BERDUR

Suara reruntuhan yang jatuh satu per satu menjadi satu-satunya musik di hanggar itu. Udara yang tadinya pengap oleh debu semen, kini berbau besi—bau darah yang hangus terpanggang energi murni.

Arka berdiri tegak, tapi tubuhnya tidak lagi terasa seperti daging dan tulang. Di dalam rongga dadanya, di mana pedang kristal Clarissa tadi bersarang, kini ada denyut cahaya yang terasa asing. Dingin, namun absolut. Mata kirinya yang hitam pekat seolah menghisap semua cahaya di ruangan itu, sementara mata kanannya yang putih supernova membuat bayangan di dinding tampak seperti goresan tinta yang tajam.

Ia melangkah. Setiap pijakannya membuat lantai beton retak, bukan karena berat badannya, tapi karena realitas di sekitar Arka menolak keberadaannya.

"Ar... ka..."

Suara itu lirih, datang dari tumpukan besi tua. Clarissa. Gadis itu tergeletak dengan gaun sutranya yang kini robek-robek dan kotor. Tidak ada lagi keanggunan seorang putri Klan Wijaya. Wajahnya pucat pasi, matanya kosong. Arka baru saja melakukan Soul-Crushing; dia tidak membunuh nyawa Clarissa, dia hanya menghapus "identitas" yang membentuk jiwa gadis itu.

Tuan Yan merangkak mendekat, pistol peraknya masih tergenggam, tapi tangannya gemetar hebat hingga moncong senjatanya beradu dengan lantai. "Tuan... Tuan Arka? Anda... masih Anda?"

Arka menoleh pelan. Tatapan dari dua mata beda dimensi itu membuat Tuan Yan tersedak napasnya sendiri. Pria tua itu merasa seolah sedang menatap ujung alam semesta.

"Siapkan mobil, Yan," suara Arka terdengar seperti gema dari dasar sumur tua. "Kita ke Mansion Wijaya. Sekarang."

"Tapi luka Anda—"

Arka menunduk. Luka tembus di dadanya tidak tertutup rapi. Justru, luka itu menganga dengan serat-serat energi hitam dan putih yang saling menjalin, seperti jahitan kasar dari dewa yang sedang terburu-buru. Tidak ada darah lagi yang mengalir. Darahnya telah menguap, digantikan oleh cairan bening yang berpendar.

"Aku tidak merasa sakit lagi, Yan. Aku tidak merasa... apa-apa."

Perjalanan menuju Mansion Wijaya terasa seperti perjalanan menuju akhir dunia. Di dalam mobil Rolls-Royce yang melaju membelah malam Jakarta, Arka hanya diam menatap jendela. Lampu-lampu kota yang lewat di matanya tampak seperti garis-garis cahaya yang lambat. Dunia terasa sangat rapuh di matanya, seolah jika dia menjentikkan jari, gedung-gedung pencakar langit itu akan runtuh menjadi pasir.

Mata Saktinya di Tahap 3 ini memberikan kutukan baru: Absolute Perception.

Dia bisa melihat aliran listrik di kabel jalanan, dia bisa mendengar detak jantung orang-orang di dalam bus yang mereka lewati, dan dia bisa merasakan kebohongan yang mengambang di udara.

"Clarissa bilang mereka punya obat untuk kutukannya," gumam Arka tiba-tiba.

Tuan Yan, yang menyetir dengan keringat dingin, menyahut pelan. "Klan Wijaya memang menderita penyakit genetik yang membakar umur mereka, Tuan. Itu sebabnya mereka begitu terobsesi dengan Giok Langit. Tapi saya tidak menyangka... Nona Clarissa akan menjual Anda demi hal itu."

Arka tersenyum tipis. Sebuah senyum yang tidak sampai ke mata. "Manusia akan melakukan apa saja agar tidak mati, Yan. Tapi mereka lupa, ada hal-hal yang jauh lebih mengerikan daripada kematian."

Saat mobil memasuki gerbang Mansion Wijaya, pemandangan yang menyambut mereka bukanlah kemewahan, melainkan kuburan.

Mayat-mayat penjaga dari Klan Wijaya bergelimpangan di halaman. Anehnya, tidak ada bekas peluru atau luka senjata tajam. Tubuh mereka kering, seolah-olah seluruh cairan dan energi hidup mereka dihisap dalam satu tarikan napas.

Jantung Arka—atau apa pun yang kini berdenyut di dadanya—berdegup kencang. Ibu.

Ia menendang pintu mobil hingga terlepas dari engselnya dan melesat masuk. Kecepatannya kini menciptakan distorsi udara yang menghancurkan kaca-kaca jendela mansion saat dia lewat. Dia tidak lagi menggunakan tangga; dia melompat menembus langit-langit lantai dua, mendarat tepat di depan kamar rahasia tempat ibunya dirawat.

Pintu baja setebal sepuluh sentimeter itu sudah hancur, terpelintir seperti kertas yang diremas.

Di dalam ruangan, bau dupa cendana yang biasanya menenangkan kini bercampur dengan bau ozon yang tajam. Arka terpaku di ambang pintu.

Tempat tidur itu kosong.

Alat medis yang memantau detak jantung Maria masih menyala, tapi layarnya hanya menunjukkan garis horizontal panjang yang mengeluarkan suara beeeeeeep yang monoton. Namun, di tengah ruangan itu, berdiri seorang pria.

Pria itu mengenakan setelan jas abu-abu yang sangat rapi. Rambutnya disisir ke belakang, wajahnya tampak seperti pria usia 40-an yang sering muncul di sampul majalah bisnis. Tapi auranya... auranya jauh lebih berat dari semua Shadow Guard digabungkan. Di tangan pria itu, ada sebuah bola cahaya kecil yang berdenyut biru—sisa dari energi kalung safir Maria.

"Arka," pria itu menyapa dengan nada akrab, seolah mereka sedang bertemu di pesta koktail. "Evolusimu lebih cepat dari jadwal. Mata Saktimu... cantik sekali."

"Di mana ibuku?" Arka melangkah maju. Lantai kayu di bawah kakinya mulai terbakar spontan.

Pria itu terkekeh. "Ibumu? Ah, maksudmu 'Aset No. 01'? Dia sudah dibawa pulang, Nak. Tempat ini terlalu kotor untuk seseorang dengan darah murni sepertinya."

"Aku tanya sekali lagi," suara Arka bergetar, memicu badai energi di dalam ruangan. Rak buku meledak, lampu gantung pecah berantakan. "DI MANA IBUKU?!"

Arka melesat, tangan kanannya yang dibungkus cahaya putih supernova menghantam ke arah wajah pria itu. Tapi, pria itu hanya mengangkat satu jari.

KLIK.

Satu petikan jari, dan seluruh momentum Arka terhenti seketika. Gravitasi di sekitar Arka seolah berbalik. Ia terhempas ke dinding dengan kekuatan yang cukup untuk meruntuhkan sisi bangunan itu.

"Jangan sombong hanya karena kau baru saja mendapat 'hadiah' dari ibumu," kata pria itu sambil berjalan mendekat. "Dunia ini hanyalah kotak pasir bagi kami. Dan kau? Kau hanyalah semut yang kebetulan menemukan butiran emas."

Pria itu berjongkok di depan Arka yang berusaha bangkit. Ia membisikkan sesuatu yang membuat darah Arka terasa membeku.

"Kau tahu kenapa Clarissa mengkhianatimu? Bukan karena obat. Tapi karena aku menunjukkan padanya siapa sebenarnya ayahmu. Dan percayalah, Arka... jika kau tahu siapa dia, kau juga akan ingin membunuh dirimu sendiri."

Pria itu berdiri, merapikan jasnya. "Namaku adalah Malakai. Aku utusan dari Konsorsium Pusat di Dunia Atas. Anggap saja ini sebagai salam perkenalan. Jika kau ingin melihat ibumu lagi, merangkaklah ke 'Puncak Menara Langit' di pertemuan dua benua. Itu pun kalau kau bisa bertahan hidup dari apa yang aku tinggalkan di sini."

Malakai menghilang begitu saja dalam kepulan asap perak.

Tepat saat Malakai hilang, Arka menyadari sesuatu yang membuat jiwanya terguncang. Di lantai, di bekas tempat Malakai berdiri, ada sebuah pesan yang tertulis dari darah. Bukan darah Maria, tapi darah yang terasa sangat identik dengan darah Arka sendiri.

Pesan itu berbunyi:

"DIA BUKAN IBU KANDUNGMU. DIA ADALAH PENJARAMU."

Arka meraung. Raungan itu bukan lagi suara manusia, melainkan raungan naga yang terluka parah. Cahaya hitam dan putih dari matanya meledak keluar, menghancurkan seluruh lantai atas Mansion Wijaya menjadi debu dalam satu kedipan mata.

Di tengah puing-puing, Arka berlutut. Di tangannya, dia menggenggam secarik kain dari gaun ibunya yang tertinggal.

Duniaku hancur hari ini, pikir Arka dengan sisa kesadarannya. Kalau begitu, aku akan memastikan dunia mereka terbakar habis bersamaku.

Di kejauhan, Tuan Yan melihat Arka keluar dari reruntuhan mansion. Arka tidak lagi terlihat seperti manusia. Sayap-sayap energi transparan mulai muncul di punggungnya, dan setiap kali dia bernapas, udara di sekitarnya membeku. Namun, yang paling mengerikan adalah sebuah tato naga hitam yang tiba-tiba merayap muncul di leher Arka, melilit hingga ke pelipis matanya.

Tato itu bergerak. Tato itu hidup.

Dan di langit Jakarta yang seharusnya gelap, sebuah bintang jatuh berwarna merah darah meluncur tepat ke arah tempat Arka berdiri.

"Selamat datang di permainan yang sesungguhnya, Tuan Arka," bisik sebuah suara misterius dari dalam Mata Saktinya.

1
bakpao
bahasanya terlalu kaku menurut ku/Good//Good//Good/
the misterius author 🐐: itu novel pertama saya bg coba baca novel saya yanv lain
total 1 replies
Widianto Dalang
ceritanya amoh puoll
Widianto Dalang
ceritanya membingungkan. yan si penghianat kok muncul lagi.
Kustri
wwduuuh bahaya, bisa lihat baju dalam org" dong🤭🫣😁
Agang Junior
lha ...kan bisa menyembuhin...kok nggak d lakukan untuk ibunya
Kurniawan: Lama2 bacanya jadi kayak garing dan lebay. Stop baca ganti judul lain
total 1 replies
Agang Junior
nah..ini lebih lucu lagi...tadi minta tolong cariin alamat...di satu sisi bisa mengetahui lewat garis² energi yg masuk k telepon...tapi serah lah...yg penting aman dan baca terus dan jgn terpotong ceritany...srmangat thor
Agang Junior
lha kok tiba² si raja macan jd penurut..ceritany gimana sih awalnya
AXYs
Charissa si pengkhianat udah di buang kaaan ama Mc. Tapi di bab berikutnya ketika mc ke Singapore, Charissa ini ikut, trus di bab berikutnya lagi ada kalimat ttg rusaknya malam pernikahan mereka..
Bingung kaaan, aku sampe ngulang baca mpe di bab ini…
Mohon pencerahannya thor..🙏🏼
the misterius author 🐐: Clarissa itu bukan penghianat sebenarnya kak tapi dia ibarat nya heroin nya mc kak
total 1 replies
AXYs
Kapan mereka nikahnya?
AXYs
Kapan mereka tunangan.
Kapan juga balikan? Charissa itu kan sang pengkhianat
the misterius author 🐐: nanti di s2 ke jawab semua ya kak nanti kan pokok nya
total 1 replies
AXYs
Emang Charissa udah kembali dari kekosongan jiwa ? (Bab sebelumnya saat dia adalah si pengkhianat itu?
the misterius author 🐐: nanti di s2 nya kebuka semua ya kak
total 1 replies
✯the_legacy_zean
/Angry//Angry/
dhani satria
lalalallalalla yeyeyeyey
Zali
bingung gua
Fa Kurniawan Fario
MC nya jadi OKB songong banget
padahal duit nya gk seberapa
Mulyadi Soewardi
Cerita yg cukup bagus dan seru serts alur cerita lancar
the misterius author 🐐: makasih kak
total 1 replies
Frila Ajh
ni novel ngingetin gwa sama Drakor moving, isi nya ya org' spesial gtu
the misterius author 🐐: makasih kak udah mampir
total 1 replies
Amiera Syaqilla
semangat author🔥🔥
SANG
Semangat ya thor💪👍
SANG
Lanjut dek💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!