NovelToon NovelToon
Maira : Suamiku Menikahi Pembantuku

Maira : Suamiku Menikahi Pembantuku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sujie

Ketika kepercayaan sudah ternodai, akankah hati masih bisa bertahan?

Sebuah perjalanan cinta dan pernikahan antara Maira dan Agam yang diwarnai kehadiran orang ketiga yang sama sekali tak diharapkan oleh keduanya.

Diantara Maira dan Agam maupun Sita yang merupakan orang ketiga disini, tidak ada yang menghendaki hubungan ini sama sekali.

Lalu bagaimanakah akhirnya hubungan ini bisa terjadi?

Bagaimana Agam berjuang meyakinkan Maira dan merebut kembali hatinya yang terluka? Namun selain itu, mampukah Agam menjaga hatinya setelah menikahi Sita?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sujie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kapan Punya Anak?

Dan hari itu juga Sita benar-benar melakukan tugasnya dengan sangat baik. Sesaat setelah Maira dan Agam pamit pergi untuk mengunjungi orang tua mereka, ia langsung berinisiatif untuk mulai membereskan cucian piring di dapur.

Ia juga menyapu seluruh lantai rumah dan juga mengepelnya sekalian. Tak berhenti disitu saja, setelah membuang air bekas mengepel Sita pun pergi ke tempat mencuci baju. Kebetulan juga di ruang laundry ada baju-baju kotor yang masih menunggu belaian tangan seseorang yang akan membersihkannya.

Sita sangat bersemangat bukan hanya karena Maira menjanjikan gaji yang menurutnya cukup lumayan, tapi juga karena majikannya menurutnya cukup baik. Selain itu, rumah ini juga tidaklah begitu besar sehingga ia bisa membersihkannya dengan mudah dan cepat. Tidak terlalu banyak menghabiskan tenaganya.

Alhamdulillah, mbak Maira baik banget. Sita kayaknya bakalan betah disini, gumamnya seraya berkutat ditempatnya berada sekarang.

Sita memilah dan memisahkan pakaian putih dan berwarna sebelum mulai mencucinya, sesuai arahan dari majikannya. Ia lalu memasukkannya kedalam mesin cuci dan memisahkan pakaian lain yang butuh disikat.

Maira telah mengajarinya menggunakan mesin itu saat ia memberikan penjelasan pada Sita tadi pagi. Ia juga mempraktekannya sekalian agar Sita tidak bingung.

Sementara dihalaman depan, pak Kasim sedang membongkar taman. Ia mencabut semua bunga yang sudah hampir mati dan sebagian lain yang sudah mengering. Hal itu ia lakukan atas permintaan dari Agam.

Rencananya, akan dibuat taman baru yang lebih indah dan terawat nantinya. Bagaimanapun ini adalah rumah impian versi Maira dan Agam. Jadi mereka ingin membuatnya benar-benar terlihat seperti rumah impian meskipun jauh dari kata mewah.

Sepanjang hari, dua orang baru itu sangat sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sita pun juga tak lupa memasak untuk dirinya dan juga pak Kasim, hanya sedikit sih karena Maira dan Agam baru akan pulang nanti malam.

******

Sementara itu ditempat yang lain, Agam dan Maira tengah berada ditengah-tengah keluarga Agam. Sudah tiga minggu mereka tidak berkunjung kesini karena kesibukan keduanya.

"Bapak sama Ibu kalian sudah bertambah tua, Nak. Kapan nih kalian akan memberikan cucu untuk kami?" tanya pak Shaleh, bapak dari Agam.

Setelah lama berbincang-bincang dan mengobrolkan banyak hal, selalu saja pertanyaan ini yang muncul ditengah-tengah mereka.

Jujur saja, jika mendengarnya membuat Maira merasakan sakit sekali di relung hatinya. Padahal yang ia tahu, bapak dan ibu mertuanya ini dulunya juga susah sekali punya momongan. Tapi kenapa tidak bisa memaklumi anak dan menantunya?

Bahkan Agam adalah anak satu-satunya mereka yang mereka nantikan lebih dari sepuluh tahun lamanya. Setelah itu ibu Siti sudah tidak pernah lagi mengandung.

Mendengar pertanyaan itu, bukan hanya Maira yang merasakan perasaan sesak di dalam hatinya. Agam pun juga demikian, karena ia tahu betul jika Maira nya sudah berusaha juga selama ini. Hanya saja takdir memang belum memihak pada mereka.

"Pak, saat ini kami masih fokus untuk menyiapkan segala sesuatunya. Rumah kami juga bahkan belum lunas. Maira masih harus bekerja untuk meringankan beban Agam sebagai suami. Kami berjuang juga untuk memuliakan kalian dan juga orang tua Maira. Disini sebenarnya Agam lah yang salah, karena Agam tidak menjamin kesejahteraan istri Agam dengan baik, tidak bisa memberikan jaminan hari tua yang layak untuk kalian dan orang tua Maira. Untuk saat ini Maira masih sangat sibuk sekali, jadi Agam minta tolong jangan ungkit tentang hal ini dulu. Karena sebenarnya anak adalah titipan, Agam dan Maira hanya bisa menantikannya dengan sabar sambil terus berusaha. Agam yakin suatu saat jika sudah waktunya, Allah juga akan menitipkannya pada kami tanpa kami minta. Doakan saja yang terbaik, Pak, Bu."

Kali ini Agam yang angkat bicara karena ini sudah kesekian kalinya orang tuanya menanyakan hal ini pada istrinya.

Agam merasa iba melihat istrinya yang selalu menahan luka hatinya di dalam senyuman setiap kali mendapat pertanyaan seperti ini. Walaupun sebenarnya ia juga sangat merindukan kehadiran sang buah hati di tengah-tengah pernikahannya dengan Maira.

Tapi Agam tidak sampai hati mengatakan keinginannya. Asal Maira bahagia, itu saja sudah cukup.

Ya, Allah ... aku juga ingin sekali bisa segera mengandung anak dari mas Agam. Tapi apa yang harus ku lakukan? Kami sudah pernah berkonsultasi, dokter bilang semuanya baik. Tapi kenapa Engkau tak kunjung menitipkannya pada kami? Apa aku adalah wanita yang buruk sehingga Engkau tidak mempercayakan titipan-Mu di dalam rumah tangga kami?

Maira menundukkan kepalanya setelah suaminya memberi penjelasan pada mertuanya.

"Maafkan kami, Gam. Kami tahu hal itu, tapi sekali lagi ... kami hanyalah orang tua yang merindukan sosok malaikat kecil ditengah-tengah keberadaan mu dan juga Maira. Tidak ada maksud lain selain itu." Pak Shaleh merasa sangat bersalah atas ucapannya beberapa saat yang lalu.

"Tidak masalah, Pak. Agam juga minta maaf jika perkataan Agam tadi terdengar sedikit kasar." Agam pun juga merasa sangat bersalah saat ini.

Setelah saling menyesali, semua orang pun mengalihkan topik pembicaraan kearah yang lain. Hingga tak terasa, senja telah datang dan menebarkan nuansa jingga pada seluruh isi bumi.

Agam dan Maira pun memutuskan untuk pulang karena banyak yang harus Maira siapkan untuk pekerjaannya besok pagi.

Lain dari biasanya, Maira hanya diam sejauh perjalanan pulang kerumah. Ia hanya menatap lurus kedepan tanpa ada sepatah kata yang keluar dari bibirnya.

"Sayang, tentang pertanyaan bapak tadi jangan diambil hati, ya." Agam mulai berbicara.

"Tidak, Mas. Maira tidak memikirkan hal itu. Maira hanya heran saja, kenapa Maira belum juga hamil? Padahal selama ini meski kita masih banyak tanggungan tapi Maira tidak pernah sekalipun berpikir untuk menunda punya anak. Dari penjabaran dokter tentang frekuensi hubungan, Maira rasa kita adalah pasangan yang rutin melakukannya." Maira menoleh kearah suaminya.

"Semuanya kembali lagi pada Sang Pemilik kehidupan, Sayang. Karena tidak ada sesuatu pun yang akan terjadi tanpa kehendak dan campur tangannya. Meski sekeras apapun kita berusaha, jika Allah belum mengijinkannya maka kita tidak bisa memaksanya." Agam meraih tangan istrinya yang ada dipangkuan dan menggenggamnya.

Terkadang memberi semangat pada orang lain itu memang lebih gampang. Tapi bagi Agam sendiri, rasa khawatir dan juga risau pun kadang sering menghantuinya. Dua tahun berumah tangga dan belum ada tanda-tanda istrinya hamil adalah sesuatu yang sangat menjadi beban di dalam pikirannya. Tapi jika ia pun membahasnya maka Maira nya akan lebih sedih lagi dari pada saat ini. Dan akhirnya yang bisa ia lakukan adalah memendamnya sendiri. Entah sampai kapan ia akan terus diam dan berusaha tampil baik-baik saja.

1
Vindy swecut
keren👍🏻
Enung Samsiah
pokonya yg kasihn disini yg pling mnderita cuma sita,, agam pengecut
Enung Samsiah
endingnya nggk seru, sita ksihn ggk pernah bhgia, apalagi agam pengecut nggk punya hatii bngett
Enung Samsiah
tpi yg lbh kasihn itu sita, sakit hatinya tidk bisa marah pd siapapun, nyesekkk,,,
Enung Samsiah
kasim nggk punya hati,,,
Enung Samsiah
pk kasim ngebiarin dosa nggk punya hati bngett brengsekkkk,,
Enung Samsiah
susah hamil karena kecapean mungkin pada sibuk pagi pergi pulang mlm,,
Anonymous
Ppp p0..00.0
Armi Armi
cari tu yg agak tuaan, ini mah si meira yg cari penyakit....
Hasian Marbun Ian ayurafanisa
bnyak yg coment masalah pembantu yg masih muda, menurut aq bkn masalah pembantu tua ato mudanya tapi agamnya yg salah karena gk teguh pendirian
Tut Eny
lanjut
i am wiyya
kasihan sita.. walaupun rela tp nyatanya maira agam dan orangtunya agam jahat dan egois... bukan kesalahan sita sepenuhnya...
~R@tryChayankNov4n~
blm rilis ya thor novel barunga....
gw intip koq gk ad🙃
~R@tryChayankNov4n~
otw ngintip...👍👍💛💛
Helsey Khalila
bikin sita ama reza thorr kasian sita
Keiza Alfaro
sebenarnya yg salah disini adalah Maira kalau dia sudah merelakan Agam untuk menikah dengan Sita seharusnya dia juga memberikan hak yg sama dengan Sita.tp nyatanya apa hanya ketidak adilan yg diterima oleh Sita hingga menyakiti hati Sita dan Agam lah yg menanggung dosa karena tidak bisa berbuat adil kepada kedua istrinya.kalau kita tidak rela berbagi ranjang dengan wanita lain jgn pernah meminta suami kita menikah lagi.kalau maira wanita yg terpilih pasti dia akan ridho untuk dimadu,pasti dia akan ridho membagi suaminya dengan istri keduanya.
Helsey Khalila
seorang istri yg berhati mulia
sari emilia
mk nya kl ga pernah minum ga usah so so an ikut kaim dajal jd double kn dosanya mabok n berzinah untunh ga sekalian spt kisah zurais
Melianvi
lanjut thor, lagi nyimak
Juan Sastra
suka endingnya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!