NovelToon NovelToon
MANTAN ISTRI SATU MILIAR

MANTAN ISTRI SATU MILIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Aliya mencintai Ibas dengan tulus, namun Ibas membalasnya dengan luka. Demi kekasihnya, Nadia, Ibas menceraikan Aliya secara rahasia. Ia kemudian membayar Aliya satu miliar rupiah agar tetap tinggal serumah demi menipu keluarga besar mereka.
​Namun, sandiwara itu justru membuat Ibas terjebak dalam rasa yang tak semestinya. Saat kebenaran terungkap dan Aliya memilih pergi selamanya, Ibas baru menyadari bahwa ia telah membuang permata demi kerikil.
​Kini, Ibas harus berjuang mengejar maaf Aliya. Sialnya, ia bukan lagi satu-satunya pria yang menunggu. Ada Aufar, sepupunya sendiri, yang sudah lama menyiapkan hati untuk melindungi Aliya.
​Siapakah yang akan Aliya pilih? Pria yang menghancurkannya, atau pria yang menyembuhkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi?

Beberapa jam sebelumnya....

Ibas tersenyum lebar saat sepasang matanya tak sengaja menangkap sosok perempuan berambut kemerahan yang sedang berjalan ke arahnya sambil memasang tampang cemberut.

Dia sudah menunggu Ibas selama setengah jam di bandara. Dan, hal tersebut membuat moodnya benar-benar hancur.

"Sayang..." sapa Ibas dengan ceria. Dia hendak memeluk Nadia namun perempuan itu malah menahan dadanya.

"Loh, kenapa? Kok, nggak mau dipeluk?" tanya Ibas heran.

"Kamu kenapa telat jemput?" Nadia balik bertanya. Bibirnya tampak mengerucut. Membuat Ibas merasa gemas.

"Maaf," ucap Ibas. "Aku kan udah bilang kalau aku tadi lagi di rumah sakit jagain Aliya."

"Sejak kapan perempuan itu jadi lebih penting dibanding aku?" tanya Nadia dengan nada sinis.

Ia terlihat marah. Tak suka, karena sudah ada perempuan lain yang kini diperhatikan oleh Ibas. Apalagi, perempuan itu memiliki status yang jauh lebih kuat dibanding dirinya. Dia... Istri sah Ibas. Sementara, dirinya hanya sebatas kekasih dari pria itu saja. Itu pun, tidak mendapatkan restu dari kedua orang tua Ibas.

"Kamu jauh lebih penting, Nad. Kalau nggak, mana mungkin aku tega ninggalin Aliya dan bela-belain ke sini buat jemput kamu."

"Beneran?" Nadia menatap Ibas dengan tatapan memelas.

"Iya dong," angguk Ibas. Dan, Nadia pun langsung tersenyum lebar.

"Sekarang... udah boleh peluk, belum?" tanya Ibas kemudian.

Sedikit malu-malu, Nadia pun mengangguk. "Boleh."

Dan, keduanya langsung berpelukan. Cukup lama.

"Aku kangen banget sama kamu," lirih Ibas dengan hati yang entah kenapa terasa tidak tenang.

Seolah-olah, ada sesuatu yang salah. Seolah-olah, dia telah melakukan kesalahan tapi tidak tahu kesalahan apa.

"Aku juga kangen kamu," balas Nadia dengan isi kepala yang terasa penuh.

Sepanjang perjalanan pulang, Nadia terus bercerita soal pengalamannya tinggal di luar negeri. Dan, Ibas dengan senang hati selalu menjadi pendengar yang baik.

Dia menimpali cerita Nadia dengan antusias. Tersenyum atau memberi tanggapan yang sesuai dengan harapan yang diinginkan oleh Nadia.

"Oke. Sekarang kita udah sampai," ucap Ibas seraya mendorong koper Nadia masuk ke dalam rumah.

Tanpa Ibas sadari jika sejak turun dari mobil, ekspresi Nadia sudah berubah muram. Suasana ceria tadi sudah berganti menjadi mendung.

"Kamu istirahat yang baik malam ini! Besok, aku bakal ke sini lagi buat jenguk kamu," lanjut Ibas.

Pria itu kemudian berbalik. Hendak pergi karena pikirannya tak bisa lepas dari sosok Aliya yang saat ini masih berada di rumah sakit.

Walau bagaimanapun, Aliya adalah tanggungjawabnya. Dia sudah berjanji kepada orangtuanya untuk menjaga Aliya dengan sangat baik selama mereka tidak ada.

"Bas, tunggu!" cegah Nadia. Dia memegang pergelangan tangan Ibas erat.

"Kenapa?" tanya Ibas. "Apa kamu butuh sesuatu?" imbuhnya.

"Bas, jangan pergi!" lirih Nadia dengan mata berkaca-kaca.

Kening Ibas sontak mengerut. Dia menatap Nadia dengan perasaan bersalah.

"Kamu... kenapa?" tanya Ibas.

Kemudian, Nadia mulai meneteskan air mata. Dia memeluk Ibas dengan erat.

"Bas... Aku nggak bisa lihat kamu sama perempuan lain. Kamu itu cuma punya aku. Aku nggak mau berbagi sama perempuan lain."

Ibas tampak serba salah. Bagaimana ini?

"Kan, aku udah bilang kalau aku sama dia bakalan cerai. Pernikahan kami cuma sementara aja, Nad."

"Kalau gitu, akhiri secepatnya!" balas Nadia. Dia mendongak, menatap Ibas dengan penuh harap.

"Maksud kamu?"

"Ceraikan dia besok pagi!" titah Nadia dengan nada penuh ketegasan.

"Nad..."

Ibas kehabisan kata-kata. Permintaan ini terlalu tiba-tiba. Sementara, menceraikan Aliya juga butuh waktu dan proses yang tidak instan.

Ibas harus membuat kedua orangtuanya setuju dengan perceraian antara dirinya dan Aliya tanpa adanya amarah. Jika tidak... maka kartu banknya akan kembali diblokir oleh sang Ayah.

Itu sama saja dengan bunuh diri. Tanpa kartu bank dari Ayahnya, Ibas hanyalah pemuda biasa yang tidak punya apa-apa.

"... cerai sama Aliya nggak sesederhana itu. Aku harus siapin banyak hal, Nadia. Terutama, soal alasan perceraian kami. Aku harus bisa meyakinkan kedua orang tuaku kalau..."

"Kamu pilih cerai sama dia atau nggak akan pernah ketemu aku lagi selamanya, Bas?" potong Nadia cepat.

Dia memberikan pilihan yang terasa begitu sulit untuk Ibas.

Pelukannya pada tubuh Ibas perlahan terlepas. Dia melangkah mundur. Memberi jarak yang nyata antara dirinya dan pria itu.

"Nad... kamu kenapa? Bukannya, kemarin-kemarin kamu bilang kalau kamu ngerti sama posisi aku? Lagipula, perempuan yang aku cintai cuma kamu. Aku nggak mungkin jatuh cinta sama dia, Nad" terang Ibas yang tampak bingung dengan perubahan sikap Nadia.

Awalnya, saat Ibas mengatakan bahwa dirinya akan menikah dengan Aliya, respon Nadia terdengar biasa-biasa saja. Tapi, kenapa sekarang malah jadi berbeda?

"Itu dulu, Bas," jawab Nadia. "Setelah aku pikir-pikir lagi, aku kayaknya nggak bisa kalau aku harus berbagi diri kamu dengan perempuan lain. Apalagi, perempuan itu memiliki posisi yang jelas-jelas jauh lebih tinggi dibanding aku. Aku nggak mau dicap pelakor, Bas! Aku juga nggak mau ambil resiko dengan membiarkan kamu terlalu lama sama dia. Aku nggak mau perempuan itu malah godain kamu, Bas."

"Tapi, Nad... Cerai sama Aliya nggak sesederhana itu."

"Apa kamu udah mulai jatuh cinta sama dia, Bas?" tanya Nadia. Ekspresinya terlihat menggelap. Wajahnya memerah.

"Aku nggak mungkin jatuh cinta sama dia, Nad!" ujar Ibas dengan ekspresi kaku. Dia menegaskan sekali lagi jika Aliya bukanlah penghalang diantara mereka.

"Kalau gitu, ceraikan dia!! Demi aku," pinta Nadia yang membuat Ibas jadi tak bisa berkutik.

.....

Ibas berdiri kaku di sudut ruangan dengan ekspresi penuh rasa bersalah. Dia belum tidur sejak tadi malam. Dan, hingga detik ini kantuk itu belum juga menghampirinya karena besarnya beban pikiran yang sedang dia tanggung.

"Mas... aku terima talak kamu," lirih Aliya setelah hampir sepuluh menit dia hanya diam saja.

Otaknya masih berusaha memproses semua hal yang dia dengar. Setelah itu, dia berusaha untuk mengumpulkan tenaga agar dirinya bisa lebih tangguh.

"Maaf, Al. Aku..."

"Aku ngerti," potong Aliya. "Mas Ibas nggak perlu jelasin apapun."

Untuk pertama kalinya, Ibas merasa sangat bersalah kepada Aliya. Perempuan itu belum pulih dari sakitnya. Namun, Ibas dengan teganya malah melakukan hal sejahat itu kepadanya.

"Gimana sama Ayah dan Bunda? Mas Ibas yang mau jelasin sendiri ke mereka atau butuh bantuan dari aku?" tanya Aliya.

Ibas mengepalkan tangannya erat. Setelah menyakiti Aliya, masih pantaskah dirinya menerima bantuan dari perempuan itu?

"Aku bisa atasi orangtua ku sendiri. Kamu tenang aja!"

Aliya mengangguk mengerti. "Oke," sahutnya. Kemudian, dia kembali berbaring di atas tempat tidurnya.

"Aku ngantuk banget. Apa Mas Ibas bisa keluar sebentar?"

Ibas tertegun. Dia tahu, jika itu hanya alasan yang dibuat-buat oleh Aliya. Sebenarnya, perempuan itu hanya ingin sendirian. Dia tak mau melihat Ibas.

"Oke. Aku keluar," angguk Ibas kemudian.

Hampir dua jam kemudian, Ibas memutuskan untuk kembali ke ruang perawatan Aliya. Di tangannya ada makanan yang baru saja ia pesan dari restoran langganannya.

Makanan itu akan dia berikan kepada Aliya sebagai bentuk permintaan maaf.

Namun, begitu sampai di tujuan, Ibas tampak kebingungan. Ternyata, ruangan itu sudah kosong.

"Sus, pasien yang ada di ruangan itu, mana ya?" tanya Ibas kepada seorang perawat yang kebetulan lewat.

"Oh, maksudnya Mbak Aliya?" balas perawat itu.

"Iya. Betul," angguk Ibas.

"Mbak Aliya udah keluar dari rumah sakit, Mas."

"Keluar!?" pekik Ibas tak percaya.

1
RaDja
terima kasih
Kar Genjreng
mantan mertua sangat bijak mana orang tua yang tega anak perempuan di sakiti oleh laki laki yang menamakan suami,,,maka walupun hanya anak menantu ada ko mertua yang baik.jadi mau menang sendiri untuk melepas wanita yang pernah menjadi menantu,,,karena memang baik si
Ilfa Yarni
kemana Alta pergi ya semoga kedepannya km bahagia ya alya
Ilfa Yarni
bagus
mariammarife
pergilah Aliya carilah kebahagiaan mu sendiri
Aidil Kenzie Zie
Jalang tetiak jalang
pelacur teriak pelacur
Kar Genjreng
jadi mau kejar Aliya sampai ke ujung Dunia Bas. nah coba sadar dari bulan bulan yang lalu sebelum memberi talak malah selalu memanas manasin dengan nadia coba lihat beruntung orang tua Lo masih ada Semua,,,dan coba orang tua mu ga mau punya menantu tukang tipu alias ngibul. yang hanya menginginkan uangnya Ibas saja,,,jangan jangan sengaja ayah pindahin Ibas kerja di luar kota ,,,sedangkan Aliya masih di rumah orang tua Ibas

👍
Ilfa Yarni
dbagualah km cepat sadar berarti kmrn2 km salah orang mengira pacar osetama km nadia tp ternyata naqiya atau alya ya udah km hrs semangat kejar alya lg
Ilfa Yarni
mah lo iBas ternyata aliya perempuan yg km cinta knp ingatan lama banget kembalinya
Kar Genjreng
kejang Lo basss!!! ternyata Ibas pernah kecelakaan dan ketika SMA justru naksir nya Aliya tetapi ga tau nya salah ejaan huruf
mariammarife
lebih baik kalian cerei aku lebih setuju Aliya sama Aufar
Kar Genjreng
nadia juga takut kehilangan ATM berjalan' nya ,,,,kan itu cita cita Nadia bersedia jadi kekasihmu bas ,,,bahkan rela kencan buta perempuan ,L**<***** nat itu baru calon istri idaman Ibas berkelas orang kota ga taunya kotak kotak otaknya ,,,,mana ada calon menantu memaki calonertua h
Ilfa Yarni
perempuan seperti itu yg ibad cinta lihat apa yg dia lakukan pd orang tuamu kolabs kam
Kar Genjreng
jadi Aufar tau siapa Aliya yang telah menolong Ibas,,,Ibas pernah. Oneng kah ahemm ya 😁 kasian Aliya sekarang pergi jauh biar Ibas sadar sesadar nya,,,, sekarang baru rasa tu kekasihl Lo yang mulutnya jahat juga yang berpura pura naik manis tetapi manis ya gula biang jadi semu pait,,,dan bila sampai Mama mu tau Aliya kabur dan membawa luka tak berdarah alamat. menjadi anak yang di buang oleh orang tua Lo bas
Ilfa Yarni
semakin penasaran dgn ceritanya lanjut thor
Kar Genjreng
Aufar kenal Aliya berarti teman nya juga kah ketika SMA kayanya di masa lalu sudah menaruh hati terhadap gadis cantik Aliya cuma belum ada kesempatan mungkin ya,,,,semoga Aufar berbeda dari yang lain,, suka menghina dan membully
dan bukan grup penggemar kelompok bnyinyir 🥺
Ilfa Yarni
kokaufar kaget iBas sebut nama aliya siapa aufar
Kar Genjreng
Afar ahhh pria yang baik ya beda sama yang lain suka ngebully dan suka menghina orang kampung,,,,justru orang kota malah kampungan Ibas nyawamu di ujung jari Aliya ya Lo juga harus maklum dengan teman Lo bas,,,, karena mereka kan didikan lo semua kan bermuka dari lo
coba dari awal Lo sikapnya biasa saja bila ga suka ha usah menghina atau berbuat
jahat ya sekarang Lo bermasud baik tetapi
sahabat lonsudah menghinanya,,,orang kota katanya sopan santun lah ini brandal cewek. sundel bolong lebih kampungan
matre dan . menjijikan Nadia tukang velap celup mirip teh sarinande,,,preeeettt,,🥺
Kar Genjreng
Benar Al siapa lagi yang akan melindungi mu kalau bukan kamu sendiri. ada juga bencis berani pada di mulut saja tanpa cari tau kebenaran nya ,,,justru orang kampung lebih berharga di banding yang menganggap baik dan suci orang yang luar negri,,,,justru lebih mata duitan tapi
ya sudah Al biarin saja mulut bencis akan berkata apa ,,,😭
mariammarife
tunjukkan taring mu Aliya bahwa kau bukan wanita lemah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!