NovelToon NovelToon
TALAK SATU

TALAK SATU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:8.9M
Nilai: 5
Nama Author: meliani

"Mas, kamu harus tau. Mantan suamiku dulu, dia sempat menyesal karena mengambil keputusan terlalu cepat dan dalam keadaan emosi."

Menghirup nafas lebih dalam, Rey menyadari kesalahannya. "Dan itu sama dengan yang Mas lakukan ke kamu?"

"Iya,"

Rey menyesali ucapan talaknya yang diucapkan satu kali. Lantas apa yang membuat Fitri hampir dicerai lagi oleh suami keduanya?

Kesalahan apa yang dilakukannya dimasa lalu yang menyebabkan hidupnya di penuhi sejuta luka?


(adult romance)

Jangan lupa siapin tisu sebelum membaca dari bab awal 😢

@ana_miauw

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berharap kamu tidak menyesal

"Walaupun kamu janda, mestinya kamu katakan diawal. Jangan kamu kagetkan aku dengan prank seperti ini Fit! Aku kecewa sama kamu."

"Kita pisah aja Fit."

"Mas! ini gak lucu, kenapa meremehkan akad, pernikahan kita baru berjalan beberapa jam, aku bisa jelaskan."

"Hey sadar!! Sadar! Kamu yang meremehkan pernikahan, hal sebesar ini kenapa kamu sembunyikan! Siapa sebenarnya kamu Fit?"

"Aku yakin kamu belum pernah menikah. Keluargamu mengatakan bahwa kamu masih lajang. Apa kamu pernah menikah siri secara diam-diam?"

Ya Tuhan, aku harus jawab apa?? Sampai kapan dosa satu malam itu berhenti menghukumku? Kenapa aib yang kututup rapat-rapat ini bisa terbongkar lagi?

"Kita CERAI saja Fit!!"

Bukan dunia ini yang kiamat, tapi duniaku. Pernikahan macam apa ini? Pernikahan hanya hitungan jam.

Aku tergagap saat mengatakan sesuatu. Aku benar-benar takut. Raut wajah kalem Mas Ibnu menjadi sangat menakutkan.

"Ke-kenapa kamu bermain-main dengan kata cerai mas? Tidakkah Mas mendengar alasanku melakukan itu? Ada faktor kuat yang mendorongku melakukan itu Mas hiks..... Aku sudah menyesalinya. Aku sudah beru--"

"Dari caramu bicara membuktikan bahwa kamu mantan seorang PELAC*R Fitri!!"

"Cukup, jangan seperti ini kumohon Mas, be-beri aku kesempatan untuk aku membuktikan aku bisa jadi istri yang baik Mas, hiks..."

"Aku tidak ingin anakku terlahir dari mantan seorang pelac*r sepertimu. Aku ingin anakku terlahir dari ibu yang baik. Dan itu harapan dari semua pria manapun didunia ini tak terkecuali aku."

"Kamu belum tentu mendapatkan yang sempurna dimuka bumi ini, setiap orang pasti  mempunyai kesalahan. Termasuk aku..."

"Keputusanku tidak bisa dirubah lagi."

"Sekarang aku baru tau, Mas Ibnu yang selama ini baik, adil dalam memberi keputusan, ternyata dia adalah orang tersombong yang kukenal."

"Simpan kata-kata sampahmu itu, keputusanku sudah bulat."

"Mas terlalu cepat mengambil keputusan Mas, sebaiknya kita bicara lagi nanti setelah emosi mas meredam, dengarkan kata-kataku Mas. Aku rela melakukan apapun itu asalkan Mas mau maafin aku."

"Kalau sekarang masih benci aku, nggak masalah. Mas berhak mendiamkan aku. Tapi beri aku kesempatan..."

"Enggak !! Besok pagi kemasi barang-barangmu dan keluar dari rumah ini. Aku jijik sama kamu Fit."

Aku menangis tergugu, jijik dia bilang? Aku terus terngiang dengan kata-kata jijiknya barusan. Aku bahkan hanya melakukannya sekali. Tidakkah dia mengetahui alasanku berbuat seperti itu? Apa mungkin dia pikir aku tidur dengan banyak pria?

Sehina itukah aku, betapa terhinanya seseorang yang telah berbuat zina, aku janji Ya Allah, aku tak akan mengulanginya lagi. Kala itu pertama dan terakhir dalam hidup.

"Berapa banyak pria yang sudah menidurimu? Setelah ini aku akan membersihkan diri dengan air panas kalau perlu. Jijik! Aku benar-benar jijik !"

"Aaakh, Hikss.... Huu... Maafin aku Mas, cukup jangan katakan itu lagi."

Tangisku semakin pecah tak tertahan lagi. Ingin rasanya aku maki orang sombong yang berada didepanku ini, tapi disini akulah yang paling bersalah. Aku tak bisa berbuat apa-apa.

Mas Ibnu mengusap rambut kasar, tampak raut kekecewaan, marah, kesal menjadi satu.

Segera dia memakai pakaian lengkapnya lalu berjalan keluar dari kamar ini. Tidak menghiraukan aku yang terus memanggil-manggil namanya.

"Mas Ibnu, Mass??? Mas Ibnu."

"BLAM !!" Pintu tertutup keras.

Aku tak dapat mengejarnya karena tubuhku yang masih polos ini menyulitkanku untuk bergerak cepat menahan kepergiannya.

Kejam kamu Mas! Kamu bukan Tuhan yang seenaknya saja bisa menghakimi kesalahan yang pernah kuperbuat.

Sombong. Seolah olah kamulah makhluk paling suci didunia ini yang bisa menutup pintu maaf.

Sekarang apa yang harus kulakukan? Bagaimana kalau seandainya ibu atau keluargaku tau kalau anaknya sudah menjanda dalam waktu sehari?

***

Sepanjang malam yang kulakukan hanya menangis, menangis, dan menangis hingga kurasakan kepalaku teramat sakit.

Badanku menggigil kedinginan karena terlalu lama berada di kucuran air semalam. Tapi rasa sakit yang kurasakan tidak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit hati ini.

Sampai saat ini Mas Ibnu juga belum kembali ke kamar. Jujur aku menunggunya untuk membereskan masalah kami. Tapi aku tidak punya keberanian untuk keluar dari kamar.

Aku benar-benar buntu.

Kuarahkan pandanganku pada jam dinding, pukul enam pagi. Aku menunggu waktu itu dari semalam. Aku bersiap-siap turun kebawah memberanikan diri menemui Mas Ibnu dan ummi.

Tidak ada barang yang kubawa dari dalam kamar ini kecuali sedikit pakaian yang masih berada didalam koper kecil. Kebetulan memang belum sempat aku buka dan bereskan dari kemarin.

Aku menangis dan tertawa bersamaan. Malam pertamaku sangatlah indah untuk dikenang. Pernikahan sialan!

Kulangkahkan kaki menjinjing koperku ke bawah. Dan kini, tampak lah wajah-wajah yang tidak bersahabat Ummi Arni dan Mas Ibnu. Sepertinya Mas Ibnu telah menceritakan kepada Umminya. Tidak salah lagi, aku memang mencium aroma permusuhan.

"Dasar tukang tipu!"

Baru aku turun Ummi sudah mengataiku seperti itu tanpa duduk permasalahannya. Ummi dan anak sama saja. Hanya bisa menghakimi dan mendengarkan sepihak.

"Pergi dan jangan injakkan kaki di rumah ini lagi ! Pantang anakku makan sisa !"

"Iya, Ummi tenang saja. Fitri ngga akan menginjakkan kaki di rumah ini lagi." Aku menahan tangisku yang sudah tercekat di tenggorokan.

Kulihat Ummi Arni mendekatiku, matanya melotot tajam. "Aku tidak sudi kamu panggil saya Ummi!"

Dasar wanita gila, harusnya aku panggil apa? Nyonya kah?

Dan dia Mas Ibnu, apa dia tidak bisa bicara? Dia benar-benar tak membelaku sama sekali. Laki-laki macam apa dia? Dia pikir dia adalah pihak yang paling dirugikan disini? Kenapa dia bisa merasa seperti itu.

"Baik Nyonya, tapi sebelum saya pergi dari rumah ini saya ucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya pada nyonya, barangkali ada kesalahan yang kubuat sengaja, atau tidak saya sengaja." Banyak susunan kata yang ingin ku ungkapkan, tapi hanya itu yang mampu aku keluarkan.

"Orang tuamu pasti akan sangat malu, dengan kelakuanmu yang sebenarnya! Hijabmu hanyalah bungkus dari kerusakan!"

Kulihat Mas Ibnu bangkit dari duduknya, dan menahan Ummi yang terus menunjuk dan memojokkanku, "udah Ummi, masuk dulu ya sekarang. Tinggalkan kami berdua, kami mau bicara sebentar.

"Jangan pengaruhi anakku lagi!!"

Aku sadar, orang ini lebih tua. Tidak mungkin aku lawan beliau, bagaimanapun beliau adalah ibu mertuaku. Lebih tepatnya yang sekarang sudah menjadi mantan, karena talak sudah jatuh.

"Sudah, sudah. Ummi masuk dulu..."

Sebelum airmataku benar-benar luruh aku segera berbalik badan. Aku usap dengan kasar lalu cepat-cepat pergi.

"Tunggu Fitri !"

Langkahku terhenti, namun aku enggan berbalik menatapnya. Tidak akan aku kembali setelah aku terhina habis-habisan.

"Aku minta maaf, kalau kata-kataku semalam terlalu kasar."

"Sudah tidak apa-apa Mas, terimakasih sudah mengisi kekosonganku selama ini. Aku yang salah, aku tidak jujur sebelumnya. Aku akan segera membuang jauh-jauh perasaanku. Maafkan aku yang terlalu bermimpi bisa menjadi istrimu. Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Aku juga minta maaf."

Aku merasakan tangannya lembut menyentuh bajuku. "Berbalik lah, hadapi aku."

Dengan gerakan memaksa, Mas Ibnu membalikkan badanku kearahnya. Tanpa aba-aba airmataku ini semakin luruh membasahi pipi. "Maafin aku ya, oke?"

"Ngga segampang itu Mas! Kamu pikir aku tidak punya perasaan. Aku akan buktikan suatu saat nanti aku bi--"

"Grebb!" Aku sudah berada didekapannya saat ini secara paksa.

"Huuu... Hiks... Lepasin kamu orang jahat!! Kamu jahat !!! Huu... Kamu jahat lepasin!!"

Aku terus memberontak, tapi pelukan ini semakin mengerat. Laki-laki ini benar-benar sudah gila. Apa dia lupa dengan semua perkataannya semalam? Aku dicerai dan diusir dari rumah ini. Bisa dibayangkan gimana rasa sakitnyaaa!!

"Aku pergi Mas, aku harap kamu tidak akan pernah merasakan penyesalan!!"

Segera kulepaskan pelukan busuk itu dan segera aku hentikan taksi yang melintas. "Taksi! Taksi !!"

"Fit? Kamu mau kemana? Fit!!"

Sayup-sayup kudengar suaranya memanggil namun aku sudah berada didalam taksi dan melaju jauh. Aku tidak akan kembali!! Aku tidak akan pernah kembali!!

.....

To be continued.

1
Yeni Fitriani
perjalanan hidup....klo tau ujungnya itu rumah bakalan dijual trus semua uangnya di sedekahkan....knp dulu dgn bodohnya jual diri demi mempertahankan rumah yg katanya penuh kenangan dgn ayahnya...dosa sdh dpt rumahpun hilang tinggalah sisa2 kehancurannya lg..... pelajaran berharga utk semua org yg hidup di dunia nyata jgn ngoyoh klo gak mampu ya pasrah sj itu lebih baik asal jgn sok2an dgn berani melakukan dosa besar demi sesuatu yg belum tentu baik ujungnya.
Erina Munir
nahh tuh kaan akhirnya...mendusin deh abang james...kasian amel dong bang..💔
Erina Munir
kagett yaaa....hati2 jantungan kamu james
Erina Munir
mikiirr dehh luh james ...bagus klo bisa inget jji kamu k misha
Erina Munir
ya ampuun james telmi banget...
Erina Munir
kuaat misha yg kuaatt...karunyaeuun misha.😭 sedihh akuhh tuuhh
Erina Munir
gaaa kuaaatt...thoorr...
Erina Munir
ya ampuun kirain sama misha....kok james bisa ga inget omongan nya dulu yaa...dasar laki2 ya begitu egois...
Erina Munir
iyaa bertungan sm masha ya jan thoor
Khairul Azam
salah si fitri gak jujur
Khairul Azam
ealah istri gak hamil kq mau cari istri lagi , emang bener islam boleh poligami tp aku paling bemci poligami menurut aku poligami itu selingkuh dgn cara sopan
Khairul Azam
malang nasip mu, tp km jg ada salah nya fitri gak jujur,
Cahayani Ar Rasyid
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Anonymous
wkwkwkwk...sekok y...
Shifa Burhan
yang bikin selalu kecewa pada novel adalah novel sangat2 tidak adil novel hanya memandang kesalahan pada pemeran utama pria

pemeran utama pria selalu salah, dia dibohongi ujung2 dia juga yang salah, dia pergi kerja lama dia juga salah, dua ujuga yang dibuat menyesal, mengemis2 maaf, pemeran utama pria di novel selalu dibuat karakter bodoh yang Terima saja diperlakukan apapun dan pada lahir dia dibuat mengemis2 pada istrinya

pemeran utama wanita selalu akan dibenarkan, dia membohongi suami dengan kebohongan yang sangat menyakitkan tapi ujung2 pemeran utama pria juga yang salah dan mengemus maaf, pemeran utama wanita pergi dari rumah dan buat suami kayak pengemis dan menderita novel anggap biasa saja bukan kesalahan yang perlu dibesar2kan dan tidak perlu minta maaf tapi pemeran utama pria pergi karena kerja yang sangat penting udah dibuat jadi kesalahan fatal dan dapat hukuman dan diremehkan pria lain

vano lelaki lain yang suka pada pemeran utama pria terlalu diistimewakan dan tidak pernah dianggap salah dan bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita dan bebas memprovokasi pemeran utama pria, kesalahan sangat banyak, meleceh wanita, memaki jalang pada peran utama wanita, menghancurkan rumah tangga adiknya tapi karena tidak dianggap salah dana tidak perlu dapat balasan
guntur 1609
sasmita ni. bukan yg mau bunuh fitri dulu kan thor?
guntur 1609
kwkkwkwkwk. dikasih harapan ygbmrlambung. trs dijatuhkan serendah2nya
guntur 1609
akhitnya vano dannkeluatganya telah mebyelsaikan salah pahamnya
guntur 1609
jangan bilang farida jodohnya vano
Nany Mariny
ceritanya menarik,ga bikin bosen bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!