Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CEO ?
Hari minggu yang begitu indah, saatnya bagi para manusia untuk rehat dari semua aktivitas yang membuat penat dan bahkan tekanan pada sel-sel otaknya.
Dunia terasa tenang, saatnya semua berjalan boleh selambat-lambatnya, tidur yang gak di ganggu dengan jam bangun, jalan santai kemanapun langkah kaki, tubuh lengket dengan bantal dan guling seharian, kenikmatan dunia yang hakiki.
Namun itu semua untuk manusia normal, separuh normal dan mungkin juga para normal, tidak dengan wanita cantik bermata biru muda bercampur dengan coklat yang sangat menakjubkan dan merasa tidak normal tentunya.
Sera Eagle Nugraha, wanita berusia 25 tahun dengan segala kepelikan hidupnya, bahkan saat semua sedang menikmati hidup saat ini, dia harus dipaksa untuk keluar dari kamar dengan baju kimono kembang-kembang, alias baju kebesarannya saat dibawa untuk menjemput mimpi.
Wajah bantal, rambut bak singa sedang galak-galak nya, dan sedikit sisa air liur?, mungkin saja.
Hidup dalam kendali seorang wanita yang selalu di panggil Oma, tentu saja dia harus nurut atau akan terjadi gempa bumi yang bisa membuat hatinya porak poranda.
Trend perjodohan, sepertinya Oma lagi terserang demam pengen punya cucu instan, padahal usia 25 masih terlalu muda bukan?, entahlah, konsep apa yang di buat oleh orang yang saat ini punya kekuasaan dan kendali penuh akan dirinya.
Seperti sekarang ini, Sera harus melek di depan wanita yang sudah sangat rapi, setelan jas yang tak ada kusutnya sama sekali, bahkan duduk dengan tegap seolah angin topan tak akan menggoyahkan.
"Kamu_, Siapa?" Sera dengan wajah yang di paksa untuk serius akhirnya bertanya, tidak mungkin juga harus menggunakan bahasa kalbu saat ini bukan?, karena yang dia tau wanita di hadapannya ini sedang menanti sebuah pembicaraan.
Wanita dengan wajah yang cukup serius itupun hendak bicara, namun terhenti saat tiba-tiba saja Sera menginterupsi.
"Tunggu!, apa telah terjadi pembunuhan oleh keluarga Nugraha?, mungkin tanpa sengaja ada yang sudah membunuh salah satu kandidat laki-laki yang ikut dalam lomba ajang perjodohan, karena aku lihat, kamu pengacara bukan?"
Wanita itu hanya menghela nafas panjang, Nama belakang keluarga ini yang sangat di kagumi di seluruh pelosok negeri memang laen dari yang laen kelihatannya. "Bukan" jawabnya sambil menggelengkan kepala.
"Bukan?, jadi anda Polisi?, agen Rahasia?, atau Interpol?" Sera melemparkan dugaannya lagi.
Sekali lagi, wanita itupun kembali menggelengkan kepala, fix yang dia hadapi sekarang ini adalah salah satu anggota keluarga Nugraha yang teraneh sedunia. "Begini, saya_"
"Oh, aku tau!" teriak Sera, seolah dia yakin kali ini dugaannya tidak akan meleset lagi.
"Kamu pasti pembunuh bayaran yang di tugaskan untuk melaksanakan tugas dan tertangkap oleh Oma, kamu pikir semudah itu mau menghabisi ku, jangan senang dulu, kami keluarga yang tidak bisa di sentuh begitu saja, asal kau tau"
"APA?!"
Tentu saja kata-kata Sera membuat wanita yang ada di depannya itu terkejut setengah mati, bermain-main dengan keluarga Nugraha?, dia bukan orang bodoh yang mau cari mati saat ini.
"Oma!, apa aku harus menghabisi wanita ini?!" Teriak Sera.
"Begini Nona Sera, saya Sekretaris Pribadi Anda"
"APA?!"
Ganti Sera yang terkejut seketika, gak lucu juga bangun tidur tiba-tiba saja punya Asisten pribadi, padahal dia masih belajar menjadi wakil direktur di perusahaan keluarganya beberapa bulan yang lalu, bukan CEO tentu nya.
"Benar sekali" suara seseorang yang lembut dan penuh wibawa tiba-tiba saja terdengar disana.
"Maksud Oma?" Sera terkejut.
"Mulai jam kosong-kosong dini hari tadi, kamu sudah resmi Oma angkat menjadi CEO di Megatan Company"
"WHAT?!"
Bukan sulap bukan sihir, memang kalau sudah sejak orok di takdirkan lahir di keluarga yang kelasnya ada di atas, tapi tunggu!, menjadi CEO?, oh Tuhan!, Sera masih belum bisa percaya.
Sang Oma yang tak lain adalah Alena Bilqis Nugraha melanjutkan langkahnya, tentu dengan tenang dan elegan di samping cucu perempuannya.
"Megatan Company butuh pewaris Asli, semoga kamu mengerti sayang"
Sebentar, Sera mengerutkan keningnya, berusaha untuk memasukkan ke otak semua hal yang tak masuk akal, dan bahkan di jam 5 pagi buta begini, ya Tuhan!
"Maaf, bisa di ulang Oma?" Sera masih tak yakin akan dirinya, lebih tepatnya pendengarannya sendiri , mungkin saja kupingnya bermasalah karena semalam lupa melepas headset saat tertidur di kamarnya.
Alena hanya tersenyum, dengan wajah yang tetap sabar kini menatap Sera kembali.
"Daddy dan Mommy mu sudah kewalahan mengurus Perusahaan di luar negeri, dan Oma sudah tidak ingin hidup dengan penuh masalah perusahaan lagi, jadi_"
"Mereka menyerahkan tanggung jawab itu padaku?, sekarang ini?, di saat usiaku masih sangat muda dan harusnya bersenang-senang saja?"
Sang Oma tersenyum, bukannya ikut prihatin akan nasib cucu paling tuanya. "Yah begitulah" jawabnya.
"Oh my God!, Tidak!" teriak Sera.
"Benar sekali sayang, saatnya kamu bangun dari mimpi dan kembali ke dunia nyata, kamu juga tetap bisa bersenang-senang, hanya saja harus menunggu waktu yang tepat"
"Tidak Oma, ini terlalu kejam, aku masih belum siap dan Megatan Company itu sangat besar, aku saja yang masih belajar menjadi wakil CEO kewalahan, semuanya masih baru dan aku belum_"
"Kami tidak butuh alasan penolakan, semua sudah Oma persiapkan, untuk itu ada seseorang dengan kemampuan yang luar biasa dan akan menjadi Asisten pribadimu, bukan begitu Nona Mega?"
Wanita yang dari tadi ingin bicara tapi gak pernah di beri kesempatan, akhirnya menganggukkan kepala dan memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan saya MEGA SAHARA, dan akan menjadi Asisten yang kompeten anda Nona Sera" ucapnya.
Melihat wajah Mega saja Sera semakin tertekan kini, tidak mungkin modelan Mega ini akan kerja santai dan mengikuti kemauannya bukan?, Sera sudah seperti mau pingsan karena kehausan di gurun Sahara, persis seperti nama asisten pribadinya.
Oma Alena hanya tersenyum saja, bahkan terlalu manis menurut Sera, dan itu sungguh mengerikan baginya.
"Okey, baiklah, aku coba terima semua kenyataan ini, tapi ini masih hari minggu kan Oma, kenapa aku harus bangun sepagi ini, di paksa duduk disini, di depan kalian yang_, lebih mirip hakim dalam persidangan, bukan kah masih ada hari efektif untuk bekerja?" Sera memprotes dengan kenyataan yang masuk akal tentunya, setidaknya berharap berhasil.
"Ehem, pelajaran pertama adalah, CEO tidak kenal yang namanya hari untuk bersantai, semua hari itu penting, Megatan Company tidak pernah istirahat saat saham di perusahaan terus menjulang tinggi seperti bangunan di ibu kota yang semakin lama semakin menjulang ke angkasa"
"What?!, serius?, Oma Serius?" Sera tak percaya saat ada anggukan dari sang Oma.
Menghela nafas, sungguh Sera tak menduga semua datang secepat ini, memikul tanggung jawab besar dan, Ya Tuhan!, dia semakin pusing sendiri.
Bersambung, yuhu..mana nih komennya, jangan lupa like vote dan tonton iklannya.
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭