AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.
"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.
Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.
Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.
Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.
Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.
Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.
Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.
Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Bagaimana caranya menghentikan pertarungan dengan orang ini? Dirinya bahkan sama sekali tidak bisa bangkit. Luka bakar terlihat di tubuhnya, jika dirinya memaksakan untuk bertarung, hanya akan berakhir dengan kematian.
Mengingat poinnya saat ini nol, akibat meningkatkan power dan kemampuan khususnya.
"Bagaimana aku harus mengatakannya ya? Jika aku menjadi seorang komentator, serangan mu tadi lebih kuat daripada seranganku. Tapi, aku lebih akurat dan menghemat energi. Menggunakan serangan kecil untuk menghancurkan Shield (pelindung). Ya... mungkin sebaiknya kamu mati saat ini, bersama umat manusia yang tersisa, aku akan memusnahkan semuanya tenang saja. Kamu tidak akan berada sendiri di neraka." Gumam sang pemuda, hendak memberikan serangan terakhir.
Tapi.
Dor!
Dor!
Dor!
Sarah nekat keluar, menembakkan beberapa peluru pada sang pemuda. Sial! Dirinya memang sial! Kenapa harus nekat keluar sekarang ini! Tapi jika dipikirkan baik-baik, yang dapat bertarung secara maksimal melawan pemuda ini adalah Kelvin. Kalau Kelvin mati, dirinya juga bisa mati. Walaupun tidak ada cinta sehidup semati. Karena dirinya sudah tidak cinta lagi.
"Mati kau! Umat manusia tidak akan mati semudah yang kamu katakan!" Teriak Sarah membombardir pria ini dengan tembakan, menggunakan senjata laras panjang.
Tapi anehnya, semua peluru tidak mencapai tubuhnya. Seperti ada pelindung transparan yang tidak terlihat. Semua peluru yang ditembakkannya terjatuh ke atas tanah.
"Ada manusia yang mengantarkan nyawanya lagi." Sang pemuda bertepuk tangan, seolah-olah tidak mengenal Sarah.
"Sarah...lari..." perintah lirih dari Kelvin. Merasa terharu, Sarah adalah satu-satunya wanita yang keluar untuk melindunginya. Memang ternyata benar, hanya istri utama yang paling setia. Yang lainnya malah masih bersembunyi sembari gemetar.
Sarah masih memegang senjata laras panjangnya. Kemudian beralih mengeluarkan katana yang berada di punggungnya. Sialnya dirinya tidak membawa granat atau bahan peledak apapun.
Mengayunkan senjata, untuk membunuh pemuda ini, tapi pemuda ini hanya tertawa. Sembari melangkah mundur menghindar, tidak memberikan serangan fatal, hanya menghindar.
Tapi.
Tiba-tiba saja, sang pemuda menjentikkan jemari tangannya. Tubuh Sarah sama sekali tidak dapat bergerak. Pria yang mendekat, aroma menyegarkan aneh terasa dari tubuhnya.
"Mau aku berikan hadiah perkenalan?" tanyanya, mencium bibir Sarah.
Semua orang yang menyaksikan benar-benar tidak dapat berkata-kata. Bukankah tadinya pertarungan tidak seimbang? Kenapa malah seperti ini?
Namun, Sarah merasakan sesuatu memasuki tenggorokannya. Seperti benda bulat? Mengalir dari bibir pemuda ini menuju tenggorokannya. Entah kenapa dirinya memejamkan mata sejenak. Benda itu begitu dingin, rasa menyegarkan?
Hanya sepersekian detik, dirinya kembali membuka mata, mengusahakan untuk bergerak. Dan pemuda itu, melompat mundur, setelah menciumnya.
"Bajingan!" teriak Sarah ingin menyerang lagi.
Tapi, anehnya beberapa kunang-kunang berterbangan, mengitari pemuda ini, lalu sang pemuda, menghilang diantara ribuan cahaya kunang-kunang."Sampai jumpa lagi... Sarah..."
Hanya itulah kalimat dari sang pemuda, sebelum benar-benar lenyap.
Sedangkan Sarah menutup mulutnya sendiri. Apa yang dimaksudkan orang ini ke dalam tubuhnya? Apakah bom peledak? Itu artinya dirinya dapat mati kapanpun? Benar-benar sial!
Tapi big boss, villain yang sebenarnya, jauh lebih kuat daripada dugaannya. Seseorang yang memiliki kemampuan tidak masuk akal, dan benar-benar membenci umat manusia.
Misi lainnya, selain balas dendam pada Kelvin, adalah membunuh orang tadi. Karena, orang tadi lah yang paling mengancam. Seingatnya, di ending cerita novel, tidak ada yang hidup selain Kelvin dan kesembilan istrinya. Itu pun mereka harus bersembunyi di bunker, selama 2 tahun penuh. Tidak ingin bertemu dengan big boss.
Mata Sarah melirik ke arah Kelvin, yang ditolong oleh ketiga istrinya. Sebuah rencana berputar di otaknya, saat pertarungan Kelvin melawan big boss nanti, dirinya dapat memanfaatkan kesempatan, membunuh mereka berdua. Agar, dirinya dan manusia lainnya dapat hidup dengan damai.
"Kelvin kamu tidak apa-apa?" tanya Sofia yang dulunya seorang dokter, mengeluarkan kotak P3K. Juga peralatan operasinya, meminta Ayu untuk memegang senter. Mungkin akan melakukan operasi darurat di tempat ini.
Sedangkan dirinya masih ketakutan saat ini, tentang benda yang dimasukkan big boss ke dalam tubuhnya.
"Sarah kamu tidak apa-apa." Tanya Ren tiba-tiba muncul entah dari mana. Mungkin pria itu baru terbangun saat pertandingan terakhir.
Pemuda dengan rambut hitam, dan pupil mata hitam, terlihat begitu rupawan.
"Aku tidak apa-apa. Hanya saja, orang tadi entah memasukkan apa ke dalam tubuhku." Gumam Sarah gemetar, mengetahui betapa kejamnya villain terakhir.
"Apa kamu merasakan gangguan dalam tubuhmu?" Pertanyaan yang diucapkan oleh Ren. Sarah hanya menjawab dengan menggeleng pelan.
"Berarti bukan apa-apa, selama masih hidup dan bernapas, artinya Sarah baik-baik saja. Dan aku memiliki tempat untuk berlindung." Kalimat aneh dari Ren yang masih saja menempel bergelayut manja.
Sarah hanya menghela napasnya, di dunia kiamat ini. Di mana hanya ada makan atau dimakan, perlindungan dari orang yang lebih kuat memang penting. Dan Ren ditinggalkan oleh kelompoknya sendiri, karena menjadi yang terlemah.
Mungkin karena itu, Ren begitu menempel padanya.
Mungkin tidak ada yang menyadari, kucing putih yang baru saja keluar dari bunker. Duduk seorang diri, menjilati bulu-bulunya, sembari bergumam.
"Entah apa yang dipikirkan oleh Tuan, katanya hanya ingin mengamati kehidupan manusia. Masih ada manusia yang baik dan tulus kah? Tapi malah, memberikan mutiara kehidupan pada orang ini. Benar-benar aneh... atau jangan-jangan... tidak mungkin!" gumam sang kucing, bagaimana mungkin dirinya berpikir majikannya bisa menyukai seseorang.
Pria dingin itu? Seseorang yang paling pendendam dan kaku itu? Menyukai seseorang? Terlebih itu manusia?
Satu kalimat."Tidak mungkin..." gumamnya, meyakinkan dirinya sendiri. Seekor kucing putih, yang melompat melangkah mendekati majikannya.
"Miau..." bunyinya seolah-olah tidak dapat bicara. Mendekati Sarah seolah-olah mencemaskannya.
"Miau-miau! Kamu juga takut Nona Sarah terluka ya?" tanya Ren pada kucingnya.
"Miau...miau..." Sang kucing hanya berguling di tanah, antara membenarkan dan meminta dielus.
"Miau-miau, dan Ren memang begitu peduli padaku." Gumam Sarah penuh senyuman, membelai kepala anak kucing itu.
Sementara itu, Kelvin yang tengah diobati, melirik ke arah Sarah. Benar! Sarah harus tetap bersamanya, entah dirinya memiliki berapa wanita pun disisinya. Tapi mereka tidak ada yang setia, hingga rela mempertaruhkan nyawanya. Berbeda dengan Sarah, yang tadi melindunginya.
Lagi pula, setelah dirinya mengembangkan lebih banyak kemampuannya lagi. Mengumpulkan lebih banyak poin lagi, sudah pasti akan dapat menduduki tahta Raja dunia.
Di dunia kiamat ini, dirinya akan menjadi penguasa. Memerintah seluruh umat manusia yang tersisa nantinya. Agar tunduk di bawah telapak kakinya yang dapat memberikan mereka makan.
Termasuk Sarah, wanita yang tengah tersenyum saat ini bersama dengan Ren dan seekor kucing.
Ren? Pria itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dirinya.
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
up nya udah ada aja nih,thor.
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...