NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Kelahiran Kembali Arga Bimantara

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Di kehidupan sebelumnya, Arga Bimantara adalah pria malang yang terjebak dalam jerat cinta buta kepada Tiara. Namun, pengabdiannya hanya dibalas pengkhianatan. Ia harus melihat kedua orang tuanya meninggal dalam kemiskinan dan kehinaan, sementara dirinya sendiri habis dikuras sebagai "sapi perah" oleh keluarga Tiara yang parasit. Arga mati dalam penyesalan mendalam, menyia-nyiakan hidup tanpa sisa.
​Tak disangka, takdir memberinya kesempatan kedua. Arga terlempar kembali ke tahun 2000—titik awal di mana segalanya masih bisa diperbaiki.
​Kali ini, Arga tidak akan lagi menjadi "si penjilat" yang lemah. Dengan ingatan masa depan dan modal miliaran rupiah dari keberuntungan yang ia rebut, ia memulai langkah pertamanya dengan satu tindakan tegas: Memutuskan hubungan dengan Tiara dan menghancurkan skema licik keluarga wanita itu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

​​“Tapi jika kau kalah,” lanjutnya, suaranya sedikit bergetar, “bukan hanya seluruh uangmu yang akan hilang, aku pun akan kehilangan segalanya. Jadi… kau tidak punya jalan mundur. Kau hanya boleh menang. Tidak boleh kalah.”

​Begitu kata-kata itu terucap, semua orang tak kuasa menahan rasa kagum terhadap keberanian wanita ini. 4 miliar bukanlah jumlah kecil, bahkan bagi Keluarga Gunawan. Jika Arga kalah, keluarga besar Sherly jelas tidak akan tinggal diam. Hubungan mereka pun mustahil dapat dilanjutkan.

​Sherly sedang mempertaruhkan kebahagiaan hidupnya pada Arga! Kepercayaan itu mutlak—bahkan melampaui kepercayaan sepasang suami istri yang telah hidup bersama puluhan tahun.

​Arga menatap Sherly dengan mata yang dipenuhi emosi. Ia mengangguk mantap dan berkata dengan suara tegas, “Aku akan memenangkan pertarungan ini!”

​“Mm.” Sherly mengangguk, lalu memeluk Arga erat-erat. Arga dapat merasakan tubuh gadis itu sedikit gemetar. Jelas, ia sebenarnya takut dan gugup—namun pada akhirnya, ia tetap memilih berdiri di sisi Arga dan mendukungnya sepenuh hati.

​Arga lalu menoleh ke arah Joni Hartono dan berkata dengan nada tenang, “Pak Joni, nilai taruhannya sekarang sudah naik. Totalnya 10 miliar. Masih berani ikut?”

​Semua orang menatap Joni dengan tegang. Wajahnya tampak muram. 10 miliar! Itu hampir seluruh kekayaan bersih Joni Hartono! Menggelontorkan semuanya sekaligus jelas bukan keputusan yang rasional bagi seorang pengusaha.

​“Hahaha…” Joni Hartono tertawa keras, menunjuk Arga dengan cerutu di antara jari-jarinya. “Kau ingin menakut-nakutiku dengan cara ini? Mustahil! Aku ikut!”

​Ia lalu menoleh ke arah Hadi Setiawan dan berkata, “Pak Hadi, arus kas tunai saya tidak cukup. Jika seluruh aset atas nama saya digadaikan senilai 4 miliar, apakah itu bisa?”

​Hadi Setiawan mengangguk. “Tidak masalah. Saya bisa memberi Anda izin khusus dan mencairkan pinjaman seketika.”

​Tak lama kemudian, pinjaman jaminan 4 miliar pun disetujui. Joni menepukkan kartu bank rekening notaris berisi 10 miliar ke atas meja.

​“Anak muda, kalau kau bisa menang, 10 miliar ini milikmu! Semua bergantung pada seberapa besar kemampuanmu!”

​Wah! Kerumunan langsung bergemuruh. Darah semua orang mendidih oleh kegembiraan! Harus diketahui, bahkan di tahun 2026 ini, 10 miliar adalah angka yang sangat fantastis untuk sekali taruhan!

​“Ayo!” Joni Hartono melambaikan tangannya, berjalan dengan penuh wibawa menuju area pameran batu mentah.

......................

​Area Pameran Batu Mentah

​Area pameran dibagi menjadi empat zona:

​Zona A: Berisi batu mentah kelas atas—termahal dan berkualitas tertinggi.

​Zona B: Berisi batu mentah kelas menengah.

​Zona C: Berisi batu mentah kelas bawah.

​Zona D: Berisi batu kualitas terendah, murah hingga dianggap tidak bernilai—dikenal sebagai area batu limbah atau "sampah".

​Tanpa ragu, Joni Hartono langsung melangkah ke Zona A dan memesan belasan batu mentah termahal dengan cepat. Melihat pemandangan itu, jantung Bagus Mahendra berdegup kencang! Batu-batu yang dipilih Joni jelas telah diberi tanda oleh panitia—hampir pasti akan menghasilkan keuntungan!

​“Anak muda tetap saja terlalu gegabah…” Bagus menghela napas panjang, seolah sudah melihat kejatuhan Arga.

​“Aku sudah memilih batu mentah senilai 500 juta. Sekarang giliranmu!” Joni Hartono tersenyum licik.

​Di bawah tatapan semua orang, Arga justru melewati zona A, B, dan C—lalu berhenti di depan Zona D.

​“Jika aku membeli seluruh batu di sini, apakah 500 juta cukup?” Arga bertanya pada staf penyelenggara.

​Staf itu berkata dengan wajah canggung, “Mas Arga, batu-batu di area ini semuanya batu buangan, hampir tidak mungkin menghasilkan apa pun. Kami membawanya ke sini hanya untuk pajangan tambahan.”

​“Aku tahu,” jawab Arga mantap. “Aku hanya ingin tahu, jika aku membeli semuanya, berapa harganya?”

​“Jika Anda bersikeras,” kata staf itu pasrah, “kami hanya memungut biaya simbolis—1 juta saja.”

​“Baik. 1 juta. Aku beli semuanya,” kata Arga tanpa ragu. “Aku akan menggunakan ini untuk dibandingkan dengan batu yang dipilih Joni Hartono.”

​Begitu kata-kata itu terucap, para hadirin langsung tertawa terbahak-bahak.

​“Kau bercanda? Batu rongsokan ini mau dibandingkan dengan batu kelas atas?”

“Habis sudah. Ini jelas jalan menuju kehancuran!”

​Tiara menatap Arga dengan jijik, merasa senang melihat "mantannya" akan segera hancur. Joni Hartono tertawa dan berkata, “Jangan begitu. Dia kan titisan penguasa samudera. Siapa tahu, dengan ramalannya, ia bisa memotong harta karun dari batu sampah.”

​“Tak perlu banyak bicara. Panggil ahli pemotong batu!” Arga tetap tenang.

​Ia tahu, bahkan penyelenggara pameran pun tak pernah menyangka—di area batu limbah inilah tersembunyi harta tak tertandingi.

​Proses pemotongan batu pun dimulai.

​“Naik! Batu pertama Pak Joni naik!”

​Tak lama kemudian, batu pertama Joni Hartono selesai dipotong. Materialnya bersih, transparan dengan kilau dingin.

“Ini jenis kristal tua!”

“Ya Tuhan! Nilainya pasti di atas 100 juta! Padahal harga belinya cuma 70 juta!”

​Joni Hartono tertawa puas. “Kesenangan baru saja dimulai! Lanjutkan!”

​Sorak sorai terus bergema.

“Naik lagi!”

“Ini jenis es dari tambang tua!”

“Ini… batu giok merah!”

​Seluruh batu senilai 500 juta milik Joni Hartono berhasil dipotong. Setelah penilaian ahli, total nilainya mencapai 1,2 miliar! Naik lebih dari dua kali lipat!

​Pada saat itu, seolah hasil akhir telah ditentukan. Joni Hartono tertawa kecil dan berkata kepada Arga, “Kurasa tidak perlu memotong batu yang kau pilih. Itu hanya membuang waktu. Mangkuk emas ini, dan cek Mbak Sherly—semuanya milikku.”

​Telapak tangan Sherly basah oleh keringat. Ia tak berkata apa-apa, hanya menatap Arga. Hadi Setiawan dan Bagus Mahendra menundukkan kepala, seakan telah menerima kekalahan Arga.

​Hanya Arga yang berbicara dengan suara sangat tenang, “Menang atau kalah, kita baru tahu setelah semua batuku dipotong.”

​“Pak Tukang, silakan potong batunya.”

“Ini hanya sisa-sisa rongsokan.”

Joni Hartono menggelengkan kepala sambil terkekeh ringan, merasa kemenangannya sudah di depan mata. Mesin pemotong batu kembali menderu, memecah kesunyian aula.

“Zonk!” “Kosong lagi!” “Cuma batu kali!”

Di area Zona D terdapat ratusan bongkahan batu sisa. Sang ahli pemotong telah menghabiskan puluhan potongan—bahkan tujuh puluh sampai delapan puluh batu—namun tak satu pun menghasilkan batu mulia utuh. Semuanya hanya bongkahan batu hitam tak berguna.

Saat itu, lebih dari tiga jam telah berlalu sejak proses pemotongan dimulai. Banyak tamu undangan mulai menguap dan kehilangan kesabaran.

“Apa kau masih ingin membuang-buang waktu semua orang, Arga?” ujar Joni Hartono dingin.

Ahli pemotong batu menghentikan pekerjaannya sejenak, mengusap keringat di lengannya, lalu menatap Arga dengan wajah tak sabar.

1
Jack Strom
Lanjuuut!!! 😁
Jack Strom: Eh jangan, entar leduk... 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!