Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.
mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
"huaaaaaaa!!
" Sakit hati gua Renn!!
"padahal gue udah bela belain nembak duluan, gue nge relain impian gue buat di tembak cowok di depan menara Eiffel paris!!.
" gue- gue udah se effort ituuuu,,, huhuhu" Floana masih dengan isak tangis nya, menyampaikan betapa sedih nya ia setelah di tolak casava.
Renee berusaha menenangkan dengan mengelus puncak kepala floana, namun tetap saja ia tak bisa menenangkan hati gadis itu.
mengingat efforts floana yang sampai merelakan impian di tembak cowo di depan menara Eiffel, ia bahkan mau menyatakan perasaannya lebih dulu, tempat nya menyatakan perasaan juga aga kurang cocok, tanpa kenalan,tanpa kencan, dan tanpa tempat yang aesthetic.
"menyatakan"
" tertolak"
"lalu menangis"
"hikss hikss hikss"
"bangsatt"
lirihnya dengan isak tangis yang mulai melemah.
setelah melihat floana yang mulai tenang Renee, lalu mulai bertanya tentang apa yang mereka bicarakan sebelum floana tertolak.
"emang abang gue bilang apa? tanya nya sambil memberikan tisu.
" srukkhhh"
"dia bilang maaf" balas floana menyeka ingus nya.
"terus? lanjut Renee.
" apa?
"terus dia bilang apa?
" ga tau, gue langsung lari habis dia bilang maaf"
"ha?
" lo gak dengerin dia ngomong apa lagi?
"ya gak lah, gue aja langsung lari habis dia bilang maaf, mana gue tau dia mau ngomong apa lagi" floana mendengus kesal lalu beranjak pergi ke tempat tidur.
"brukhh"
gadis itu melemparkan dirinya ke atas kasur, lalu memakai selimut dan tidur.
Renee hanya bisa geleng geleng kepala melihat itu,ia lalu memangil pembantu untuk membersihkan bekas tisu floana.
"sakit hati itu gimana sih? gumamnya lalu menghampiri ponsel nya yang berbunyi.
" apa? tanya nya pada orang di seberang sana.
"Ren ayo nikah"
....
"Teman kamu itu sekarang keadaan nya gimana? tanya Casava tiduran sambil memainkan ponsel.
" dia tidur" balas Renee yang juga sambil memainkan ponsel.
ia saat ini berada di kamar casava untuk membahas kejadian nya tadi dengan floana.
"kakak awalnya cuma mau bilang buat fokus sekolah dulu aja.
" tapi dia malah lari habis dengar satu kata,hahaha.
Renee memutar bola mata malas, mendengar kan kakaknya ini benar benar menyebalkan.
"emang kakak mau sama dia pas udah lulus? tanya Renee.
" kalo itu mungkin bisa di pertimbangan kan, balas casava dengan ekspresi penuh senyuman.
"gila"
"hahaha"
"Renee mau balik. Renee kemudian bangun dari duduk nya hendak meninggalkan kamar casava.
" brukkh" kalah cepat, Casava sudah lebih dulu menarik Renee menuju pelukan nya.
"lepas" kesal Renee mencoba untuk melepaskan tangan casava dari lehernya.
"hahaha" Casava hanya tertawa lalu mengecup pelan puncak kepala Renee.
"cup"
"Ren"
"apa?
" hati hati sama Vanesha " setelah mengucapkan itu Casava melepaskan ikatan tangan nya dari leher Renee.
Renee hanya menangapi dengan lirikan singkat, lalu pergi meninggalkan casava.
"Brakhh"
Casava hanya bisa menghembuskan nafas panjang, mencoba untuk tetap bersabar saat berhadapan dengan tempramen adiknya.
di lorong, Renee tak sengaja melihat pintu kamar alucard sedikit terbuka.
sepertinya pria itu saat ini sedang berada di rumah.
ia lalu menghampiri hendak menutup, namun menyempatkan diri untuk mengintip isi di dalam nya.
terlihat alucard sedang berbicara dengan seseorang di telepon, dari cara bicara dan suara nya seperti nya orang itu perempuan.
ia lalu mendengar kan dengan intens pembicaraan mereka.
" iya sayang "
"brakhh"
pintu kamar alucard terbuka lebar akibat tendangan Renee.
gadis itu memasang wajah terkejut, bagaimana bisa alucard memiliki pasangan.
bahkan di kehidupan nya dulu, alucard meninggalkan rumah dan memutuskan hubungan dengan basten karena alasan pertunangan dan aturan.
ia awalnya hidup acak acakan setelah meninggalkan basten, namun berkat bantuan keluarga kenerich ia berhasil kembali naik dan hidup dengan tenang.
bagaimana bisa pria yang seperti itu saat ini memiliki pasangan.
sama seperti Renee, alucard juga memasang wajah terkejut melihat kehadiran adiknya dengan menendang pintu.
"kenapa Ren? tanya nya sambil mematikan ponsel.
" kak"
"iya"
"aku kira kakak impoten".