Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.
Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.
Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zhang Xi
Wanita tua segera memecah suasana dengan meminta mereka keruang tengah untuk makan cemilan.
Wang Ryu mengangguk,dia membiarkan kedua pasutri itu untuk memimpin jalan.
Melihat ini Zhang peng meminta yg lain' untuk tak membuat masalah lagi ,apa lagi Zhang xixi.
Mereka mengangguk.
namun bocah kecil itu masih cemberut.
Lalu Wang Ryu disambut dengan banyaknya kue-kue tradisional,dan berbagai jenis buah segar.
sudut mulutnya berkedut." Kalian terlalu berlebihan,ini merepotkan..."
"Tuan muda dibandingkan dengan makan yg anda sajikan ini,hanya rumput ..."
"....." Kakek kau terlalu berlebihan!.Zhang xixi mendengus.
Didepan semua orang Jendral tua membiarkan Wang Ryu duduk di kursi yg biasanya dia gunakan selama ini,hal ini menandakan betapa pria tua itu menghormati Tuan muda ini.
"Silahkan makan,kami hanya mengobrol santai tak perlu terlalu kaku..." Ucapnya saat melihat bahwa orang -orang masih fokus padanya.
"Baik..."jawab mereka.
"....."baiklah terserah.Wang Ryu berbicara dengan Jendral tua soal apapun,entah itu catur,soal strategi perang dan lainnya.
Orang-orang dimeja makan mendengarkan,dan lambat laun merasa terpesona, walaupun kebanyakan dari mereka tak mengerti tapi dari rekasi Jendral tua semua yg dikatakan oleh Wang Ryu nampaknya sangat ajaib.
Zhang zen menelan ludah, sejujurnya dia juga gatal ingin bertanya, seperti berapa usia Tuan muda Surgawi.
"Ada apa...?"tanya Wang Ryu melihat pada putra ke 3.pandangan pria ini sulit untuk diabaikan.
Zhang Zen melihatnya dengan gugup."Saya...saya tidak tau apa ini pantas atau menyinggung anda ...tapi berapa usia anda?"
"...Adik ipar bukankah dari suaranya saja sudah jelas usia tuan muda baru seusia xiao Fei?"sahut Ibu fei dengan senyum tak berdaya.
"Benar,atau sedikit lebih muda...?"balas Ibu xixi sambil melihat pria muda dan misterius itu.
Wang Ryu merasa lucu,anak ini gugup hanya untuk tau usianya."..ayahmu lebih tau soal usiaku,kamu bisa bertanya padanya nanti..."
"....." Jenderal Tua.
"Baiklah...aku akan mengganggu ayah nanti..."jawaban dengan nafas lega.bebrapa orang terus mengobrol dan tertawa.
Sampai pelayan datang dan berbisik pada Jendral bahwa ada tamu.wajah pria tua itu berubah bau.".....Bukankah sudah kubilang untuk tak menerima siapapun hari ini?"
"Tapi tuan...ini pangeran ke 3..." Jelas pelayan itu dengan canggung.alis pria tua semakin menukik tajam. Namun meredakan nada suaranya."Kenapa anak itu kesini, biarkan dia masuk...."
Langkah kaki terdengar,lalu muncul Pria tinggi , dengan wajah tampan dan tersenyum sembrono, dengan balutan pakai baju besi emas.
Pria itu tersenyum menggoda pada kakek tua."...Paman tua anda seperti sedang menjamu tamu istimewa?"
Bahkan pangeran dianggap mengganggunya,tanpa sadar pangeran melihat ke arah kursi utama yg berada disamping Jendra tua.
Pria itu mengenakan pakaian hangfu putih bersih,dengan jubah berwarna biru diluar nya,dan topi kerudungnya yg menutup seluruh wajahnya.
Alisnya terangkat, sangat misterius?
Wajah Jendral tua mengelap, tanyanya."Anak nakal apa yg kamu lakukan disini,bukankah Kaisar memintamu menjaga perbatasan ibu kota?"
Pria itu berbalik untuk melihat Jenderal tua tertawa senang." Aku meminta cuti,lagi pula ada wakil Jenderal disana ...oh siapa ini?"
"Dia tamu ku jangan tidak sopan..... duduklah ditempat yg kosong..."ucapnya tak sabar.sama sekali tak menganggap nya sebagai pangeran.
Itu karena sejak kecil anak ini sudah mengikuti Jendral tua,bahkan sampai ke medan perang, Sampai ahirnya dia pensiun dan menyerahkan keamanan negara pada pihak istana.
"Baiklah maaf merepotkan..."
Pria yg berusia sama dengan anak ke 3 mereka juga teman dari kecil. ahirnya duduk disamping Zhang xixi dan teman masa kecilnya.
" Apa anda lapar kami bisa menyiapkan makan lebih dulu?" Tanya Wanita tua dengan hangat.
"Tidak bibi tua,ini saja cukup aku tak begitu lapar...." balasnya dengan akrab.
Melihat ada pangeran,para Wanita segera berpamitan pergi lebih dulu bersama Wanita tua.meningalkan para pria berbicara.
"Bagaimana dengan perbatasan?"tanya pria tua itu dengan bosan. pangeran menjawabnya dengan santai."...Mereka cukup damai saat ini..."
Dia lalu berbalik untuk bicara pada temannya."...Zhang zen kenapa kau tak ikut dengan ku saja?"
"Tidak,lebih baik aku dirumah hidup dengan nyaman..." Jawabannya sambil mengambil buah anggur didepannya.
Sudut mulut pangeran berkedut,pria ini tak berubah dari kecil."..paman anda tak ingin memperkenalkan tamu mu padaku?"
Wang Ryu yg diam-diam mendengarkan, mengangkat matanya melihat ke arah tempat duduk pangeran yg berjarak 2 meter darinya.
Jendral Tua merasa tak sopan jika menolaknya jadi dia hanya bisa memperkenalkan mereka."Tuan muda Wang dia adalah pangeran ke 3 Ning zao,bocah nakal ini ada Tuan muda Wang...."
"Halo...anda memiliki kulit yg bagus!"puji semangat Saat melihat tangan cantik itu mengambil cangkir teh.
Wang Ryu hampir menghancurkan cangkir ditanganya.dia mengangkat sudut bibirnya."terima kasih yang mulia..."
" Suaranya bahkan lebih indah!" Serunya terkejut.
"....."pangeran ini benar-benar sembrono.Zhang zen memutar matanya bosan.
"Paman dia hanya penipu..." Zhang xixi melirik ke arah Wang Ryu dengan wajah kesal.
Ning Zao tertegun,menoleh pada anak kecil itu."Apa maksud mu?"
"Dia Bahkan tak berani' menunjukkan wajahnya..." Cibirnya,hal ini membuat Ning Zao segera menoleh pada Wang Ryu."Hei benarkah...?"
"Xixi sudah cukup! Kau terus membuat masalah sejak tadi,lebih baik cepat kembali kemamarmu!"bentak Jendral tua dengan marah.
"Kakek anda berubah!kau terus memarahiku untuk dewa palsu itu!"balasnya dengan wajah sedih dan marah.
"dewa palsu?" Pangeran dibuat lebih bingung lagi,dewa dari mana ini?.
" Ya,dia mengaku-ngaku menjadi dewa pada kakek dan paman yg lain!"tunjuk nya pada Wang Ryu dengan marah.
yg membuat orang-orang segera melihat ke arah Wang Ryu dengan ketakutan.mereka takut menyinggung nya dan bisa saja membunuh' xixi!
Melihat rekasi aneh dan panik para tetua orang membuat Ning zao merasa ada yg aneh disini."Tuan muda apa itu benar....?"
"Saya tak berkewajiban untuk menjawabnya...."balas Wang Ryu sambil berdiri dari kursinya.
"...pria tua cucu kecil mu membenciku jadi lebih baik jangan bertemu dirumah mu,jika kamu ingin berkunjung datang saja ke toko kue ku nanti...."lanjutnya keluar dari halaman.
" Tidak Tuan muda tunggu dulu..." Pria tua itu segera mencoba menahannya.
"Lihat dia melarikan diri!"ejek pemuda itu dengan wajah arogan."... jelas-jelas dia penipu!"
"Zhang xixi....!"bentak putra ke tiga berdiri dengan marah. tubuh anak itu gemetar dia benar-benar belum pernah melihat paman kecilnya semarah itu padanya.
Matanya segera memerah.Ning Zao merasa tak enak. Dia menarik lengan sahabat untuk bicara baik-baik." Zanzan tenanglah dia hanya asal bicara..."
Zhang ling tak membela putarannya entah Wang Ryu dewa palsu atau tidak seharusnya anak ini tak membuka mulutnya Semarang.
Wang Ryu menghentikan langkahnya.
".....Zhang xixi kali ini kau benar-benar keterlaluan! Cepat seret dia ke Aula lulur dan berlutut lah disana selama 3 hari....!"teriak Jendral tua dengan wajah gelap.
Melihat bahwa ayahnya benar-benar marah,semua orang terdiam.
Wajah anak itu memucat,dua penjaga gelap muncul dan menahan anak itu.
Zhang xixi ketakutan dia memberontak dan berteriak pada ayahnya dengan panik."...Ayah! Selamat aku ayah!"
"Oke pria tua biarkan saja,dia hanya anak-anak...."Wang Ryu menyentuh dahinya,sakit kepala,kenapa kedatangannya harus menjadi awal dari anak itu membenci keluarganya.
".....Tuan muda,aku akan mendidik cucuku dengan baik bukan hanya karena dia mempertanyakan anda tapi ini untuk kebaikannya sendiri dimasa depan...."Jendral Tua itu menggeleng kepalanya dengan tegas menolak.
"...dia harus menjaga mulut agar tidak memancing musuh ..."lanjutnya.
Wang Ryu terdiam.
Semua orang terdiam bahkan Ning Zao tak berani bersuara lagi hanya tangisan Zhang Xixi yg tak berhenti.
"Kenapa kalian masih disini cepat bawa pergi!"
" Baik tuan!"