NovelToon NovelToon
Psikopat Itu Suamiku

Psikopat Itu Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Psikopat / Balas Dendam / Obsesi
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

"Kenapa tidak dimakan, Sayang? Steak-nya hampir dingin," suara Arka memecah kesunyian. Nadanya lembut, namun ada tekanan yang tak kasat mata di sana.
​Alya menelan ludah. Tangannya gemetar di bawah meja. "Aku... aku tidak terlalu lapar, Mas."
​"Kau tahu aku tidak suka penolakan, bukan? Aku sudah menyingkirkan 'gangguan' kecil di kantormu tadi pagi agar kita bisa makan malam dengan tenang. Jangan buat pengorbananku sia-sia."
​Alya membeku. Gangguan kecil? Maksudnya Pak Rendi, rekan kerjanya yang hanya menyapanya di lobi?
​"Mas... apa yang kau lakukan pada Pak Rendi?" suara Alya nyaris hilang.
"Dia hanya sedang beristirahat panjang, Alya. Sekarang, makan dagingmu, atau aku harus menyuapimu dengan cara yang lebih... paksa?"
​Detik itu, Alya sadar. Pria yang tidur di sampingnya setiap malam bukan sekadar suami yang protektif.
Akankah Alya bisa bertahan dengan pernikahannya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

​Suasana kantor sudah sangat sepi. Sebagian besar lampu sudah dimatikan, menyisakan cahaya remang-remang dari lampu jalanan Jakarta di luar jendela kaca besar. Bima masih duduk di meja kerjanya, tampak bingung karena Pak Arka memintanya mengarsipkan dokumen fisik di gudang arsip lantai 40—lantai yang paling jarang digunakan.

​"Kenapa harus malam ini ya?" gumam Bima sambil membawa tumpukan map.

​Di balik kegelapan lorong, Rangga berdiri memperhatikannya. Kali ini, ia tidak membawa senjata tajam. Ia membawa seutas kawat tipis yang kuat, tersembunyi di balik telapak tangannya. Wajahnya sangat tenang, hampir seperti sedang bersiap untuk meditasi.

​"Bima," suara Rangga terdengar dari belakang.

​Bima tersentak dan berbalik. "Oh, Pak Rangga! Kaget saya, Pak. Ini dokumennya sudah selesai saya rapikan."

​Rangga berjalan mendekat, langkah kakinya tidak mengeluarkan suara sama sekali. "Kau tahu, Bima? Kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Menyentuhku tanpa izin adalah kesalahan... tapi masuk ke duniaku adalah dosa."

​Rangga mengangkat tangannya, kawat itu berkilat terkena pantulan lampu darurat. Bima membeku, tidak mengerti apa yang sedang terjadi sampai Rangga menariknya kasar ke sudut yang tidak terjangkau CCTV.

​Di sisi lain kantor, Alya yang tadinya menunggu di mobil ia merasa ada yang tidak beres. Rangga bilang ia hanya butuh lima menit untuk mengambil ponsel yang tertinggal, tapi ini sudah lima belas menit. Alya tahu benar "kode" itu.

​Alya berlari menuju lift, jantungnya berdegup kencang. Ia menekan tombol lantai 40 dengan tangan gemetar. “Jangan lagi, Mas... kumohon jangan lagi,” batinnya menjerit.

​Pintu lift terbuka. Alya berlari menyusuri lorong yang gelap gulita. Ia mendengar suara debuman pelan dan rintihan tertahan dari arah gudang arsip.

​"MAS RANGGA! HENTIKAN!" teriak Alya sekuat tenaga.

​Ia sampai di sana tepat pada waktunya. Rangga sudah memiting leher Bima dari belakang dengan kawat yang hampir menyentuh kulit leher anak muda itu. Mata Rangga melotot, penuh dengan euforia gelap yang selama ini ia tekan.

​"Alya?! Pergi dari sini! Ini demi kita!" seru Rangga tanpa melepaskan mangsanya.

​Alya tidak lari. Ia justru menerjang masuk ke dalam lingkaran bahaya itu. Tanpa memedulikan kawat tajam yang bisa saja melukai tangannya, Alya memeluk Rangga dari samping dengan sangat erat. Ia menempelkan wajahnya di dada Rangga, menghalangi pergerakan tangan suaminya.

​"TIDAK! Mas, lepaskan dia! Tatap aku!" Alya berteriak tepat di depan wajah Rangga.

​"Dia menyentuhku, Alya! Dia merusak ketenanganku!" raung Rangga, suaranya terdengar seperti monster yang kesakitan.

​"Biarkan dia pergi! Jika kamu melakukannya, kamu akan kembali ke sel itu dan aku akan kehilangan kamu selamanya! Apa itu yang kamu mau?!" Alya mulai menangis, air matanya membasahi kemeja Rangga. "Pilih aku atau amarahmu, Mas? Pilih aku!"

​Rangga terdiam. Napasnya yang memburu perlahan mulai melambat saat ia merasakan kehangatan tubuh Alya dan tetesan air matanya. Cengkeramannya pada kawat itu mengendur.

​Bima, yang sudah lemas karena ketakutan, segera merangkak menjauh dan lari meninggalkan ruangan itu dengan napas tersengal-sengal.

​Kawat itu jatuh ke lantai dengan suara denting kecil. Rangga jatuh terduduk, menyeret Alya ikut bersamanya ke lantai dingin. Ia menyembunyikan wajahnya di pundak Alya, tubuhnya yang besar kini gemetar hebat.

​"Aku tidak bisa, Alya... aku tidak bisa menjadi orang baik," bisik Rangga, suaranya hancur. "Suara-suara di kepalaku... mereka tidak mau diam."

​Alya mengusap rambut Rangga dengan lembut, memeluk kepalanya seolah melindungi seorang anak kecil dari mimpi buruk.

​"Kamu bisa, Mas. Kita bisa. Tapi kamu harus berjanji, jangan pernah mencoba melakukan ini lagi. Jika kamu melakukannya sekali lagi, aku sendiri yang akan menyerahkan diriku ke polisi agar kamu tidak bisa memilikiku lagi. Itu hukumannya."

​Rangga mendongak, menatap Alya dengan pandangan hancur. "Kau akan meninggalkanku juga Alya?"

​"Aku tidak akan meninggalkanmu jika kamu berjuang untuk sembuh. Tapi aku tidak akan tinggal dengan pembunuh. Pilihannya ada di tanganmu, Rangga Dirgantara."

Bersambung...

1
🖤Qurr@🖤
Luar biasa! Aku suka novel ini!

- Parapgrafnya gak belibet.
Sederhana tapi mudah dimengerti alur ceritanya.
Setiap karakternya mempengaruhi emosi pembaca. /Rose/
Naelong: terimakasi sudah mampir😍
total 1 replies
🖤Qurr@🖤
Ih, ayah apa seperti kamu, Baskara? Mending kamu aja deh yang mati.
🖤Qurr@🖤
Mas Rangga red flag deh..
Hazelisnut
seru banget ceritanya semalaman aku baca gak berhenti😭🫶🏻
Hazelisnut: sama² kakaknya😘
total 2 replies
Hazelisnut
chapter 2 di mana mau baca😭aku udah gak sabar mau baca selanjutnya
Naelong: insyaallah hari saya up lagi
total 1 replies
🖤Qurr@🖤
What the heck..?
🖤Qurr@🖤
/Sob/waduh...
🖤Qurr@🖤
🤣seram banget sih
Naelong: nggak seram ko😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!