NovelToon NovelToon
Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Identitas Tersembunyi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Jenar Karana harus mengejar para pembunuh yang telah mencelakai guru nya, Resi Mpu Tagwas dan membawa lari Mustika Naga Api milik Padepokan Pesisir Selatan. Menurut Resi Mpu Tidu, di kotak kayu yang menjadi tempat Mustika Naga Api ini tersimpan mengenai rahasia tentang dirinya.



Berbekal sepasang pedang pemberian eyang gurunya Maharesi Siwanata yang disebut sebagai Pedang Taring Naga dan Pedang Awan Merah serta ilmu kanuragan yang tinggi, Jenar Karana memburu gerombolan pembunuh itu yang konon katanya berasal dari Kerajaan Pajajaran.



Berhasilkah Jenar Karana melakukan tugasnya untuk merebut kembali Mustika Naga Api yang juga menyimpan rahasia jati diri nya? Temukan jawabannya dalam kisah RAJAWALI SAKTI DARI PESISIR SELATAN, tetap di Noveltoon kesayangan kita semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Petaka Sebuah Nawala

Phhuuiiiiiihhhh...!!!

Lelaki tua yang dipanggil dengan sebutan Danghyang Wratsangka itu langsung meludah kasar ke tanah. Jika siang hari maka akan terlihat bahwa sesungguhnya itu bukan ludah biasa, melainkan ludah bercampur darah yang menjadi tanda bahwa Danghyang Wratsangka sedang cedera dalam cukup parah.

"Bajingan kau Kandaga..!!

Sekalipun aku mesti mati hari ini, aku tidak akan pernah menyerahkan surat itu pada mu..!! "

Mendengar jawaban Danghyang Wratsangka, lelaki paruh baya yang disebut sebagai Kandaga itu mengeretukkan gigi nya penuh amarah. Dia sungguh membenci sifat keras kepala yang dimiliki Danghyang Wratsangka ini.

Ya, hampir dua purnama Ki Kandaga atau yang tersohor dengan julukan sebagai Pedang Bulandari Gunung Kapur memburu Danghyang Wratsangka yang kabur membawa surat dari Rama ( kepala desa) Paparahuan Mpu Lakas yang berisi tentang laporan upaya pemberontakan penguasa Wengker terhadap pemerintah Kerajaan Medang baru di Tamwlang. Setelah berhasil menggiring Danghyang Wratsangka untuk tidak bisa ke Tamwlang yang merupakan ibukota Kerajaan Medang saat ini, Ki Kandaga terus mengejar pendeta tua itu yang lari ke arah barat. Dan hari ini akhirnya pengejaran Ki Kandaga hampir membuahkan hasil dengan pengepungan di tepi hutan kecil ini.

"Tua bangka tak tahu diri!!

Ringkus tua bangka itu untuk ku! Jika melawan, habisi saja..!! ", perintah Ki Kandaga yang membuat kesepuluh anak buahnya bergerak maju ke arah Danghyang Wratsangka dan kedua muridnya.

Saat itulah tiba-tiba..

Whhuuuuuussssssss!!!

Sesosok bayangan hitam berkelebat cepat dari pucuk pepohonan. Ia melenting tinggi ke angkasa sebelum meluncur turun dengan kecepatan tinggi ke arah anak buah Ki Kandaga seraya mengayunkan kakinya. Gerakan ini mirip dengan gerakan seekor burung rajawali menerkam mangsa.

Dhhiiieeeeeeessssss...

Oooouuuuuuuugggghhhhh!!!

Tubuh anak buah Ki Kandaga itu langsung terpental ke belakang sedangkan si penyerang dengan anggun bersalto di udara sekali sebelum mendarat di samping kanan Danghyang Wratsangka.

Kemunculan orang ini sontak mengagetkan semua pengikut Ki Kandaga. Para pengikut Ki Kandaga langsung tahu bahwa orang ini berbahaya. Mereka dengan cepat mengepungnya bersama Danghyang Wratsangka yang sedang cedera dalam.

Shhrreeeeeeeeettttttt shhrreeeeeeeeettttttt shhrreeeeeeeeettttttt shhrreeeeeeeeettttttt!!

Sembilan pedang menusuk ke arah sosok misterius ini. Ia dengan keras menjejakkan kakinya ke tanah sambil menyambar pergelangan tangan Danghyang Wratsangka. Tubuhnya yang seolah seringan kapas melenting tinggi ke udara, berhasil menghindari tusukan anak buah Ki Kandaga.

"Sebaiknya kau pulihkan dulu tenaga mu, Pak Tua. Mereka biar aku yang urus.. ", ucap sosok yang tak lain adalah Jenar Karana usai mendarat di dekat dua gadis muda pengikut Danghyang Wratsangka. Pendeta tua ini mengangguk paham.

Setelah itu, Jenar Karana membentuk kedua tangan nya menjadi cakar sebelum melesat cepat ke arah anak buah Ki Kandaga.

Shhrraaaaaakkkk shhrraaaaaakkkk!!

Aaaauuuuuuuuggghhh..!!

Dua anak buah Ki Kandaga terjungkal dengan luka robek di dada dan lehernya setelah cakar tangan Jenar Karana bergerak cepat menyerang. Dengan gerakan yang sangat cepat dan lincah bak seekor burung rajawali, ia membuat kesembilan orang pengikut Ki Kandaga ini menjadi bulan-bulanan.

Ki Kandaga sendiri mengernyitkan keningnya melihat gerakan lawan nya ini.

"Cakar Rajawali Pesisir Selatan...

Ya, orang ini menggunakan Ilmu Silat Cakar Rajawali Pesisir Selatan! Bangsat, dia pasti salah satu murid Resi Mpu Tidu! Aku harus menghentikan nya, jika tidak pengikut ku akan terbunuh oleh nya.. "

Usai menggumam demikian, Ki Kandaga langsung memutar pedang nya sebelum melesat ke arah pertarungan antara Jenar Karana dan para pengikutnya.

Shhrreeeeeeeeettttttt!!

Sabetan pedang Ki Kandaga membelah angin, terdengar jelas di cuping telinga Jenar Karana. Dia dengan cepat mencengkram bahu salah pengikut Ki Kandaga dan melemparkan nya ke arah datangnya serangan.

Chhrrraaaaaaassss...

Aaaaaaaarrrrggghhhhhhhh!!!

Mata pengikut Ki Kandaga terbelalak, tak menyangkal jika hidup nya akan berakhir di ujung pedang majikannya sendiri. Enam anak buah Ki Kandaga sudah terkapar tak bernyawa di tepi hutan kecil itu.

"Kalian semua, minggir!!

Kalian bukan tandingan orang ini. Biar aku yang menghadapinya", perintah Ki Kandaga yang membuat 4 orang sisa anak buah nya menjauh.

" Ku akui kau memang hebat, kisanak..

Tapi kehebatan mu tak akan membuat ku gentar menghadapi mu!! ", koar Ki Kandaga sembari menyalurkan tenaga dalam pada pedang nya.

Seketika bilah pedang itu memancarkan cahaya kuning redup yang membuatnya nampak menyala di kegelapan malam. Hawa dingin seketika menyebar luas di sekeliling Ki Kandaga. Sebagai pendekar yang sudah kenyang melanglang buana, jurus ini adalah ilmu kanuragan andalannya, Ilmu Pedang Bulan Purnama.

"Aku tidak tahu apa yang membuat mu bernafsu ingin membunuh orang tua ini, Kisanak..

Tetapi sekalipun kesalahannya setinggi gunung dan sedalam lautan, orang tua tetap wajib untuk dihormati. Meskipun aku besar tanpa kasih sayang orang tua ku, tetapi aku tidak akan pernah membiarkan ada orang yang menyakiti orang tua lemah apalagi dengan cara keroyokan seperti kalian!! Majulah!! Hari ini aku akan mengajari mu bagaimana cara menghargai orang yang lebih tua!!", teriak Jenar Karana sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Mulut Jenar Karana komat-kamit merapal mantra dan di kejap waktu berikutnya kuku jari jemari tangannya memanjang dan meruncing seperti kuku seekor burung rajawali. Konon katanya ketajaman kuku ini setajam bilah pedang yang sanggup memotong daging dan tulang dengan mudah. Menurut Maharesi Siwanata, ini adalah tahap puncak Ilmu Silat Cakar Rajawali Pesisir Selatan yang disebut sebagai Cakar Rajawali Sakti.

Mendengar tantangan Jenar Karana, Ki Kandaga mendengus keras sebelum menjejakkan kakinya ke tempat ia berdiri dan melesat ke arah Jenar Karana. Dengan sekuat tenaga ia mengayunkan pedang nya pada leher Jenar Karana yang masih belum beranjak dari tempat nya berada.

"Mampus kau, keparat...!

Chhiiiiiyyyyyyaaaaaatttttttt.....!! "

Shhrreeeeeeeeettttttt....

Dengan sigap Jenar Karana menggunakan kuku tangannya yang tajam dan panjang untuk menahan sabetan pedang Ki Kandaga.

Chhrraaaaaaannngggg!!!!

Mata Ki Kandaga melebar tatkala serangan andalannya ditahan hanya menggunakan kuku tangan saja. Belum hilang rasa keterkejutan nya, Jenar Karana memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan keras ke arah pinggang.

Whhuuuuuuugggggggg!

Ki Kandaga dengan cepat melompat mundur untuk menghindari serangan cepat musuh. Tetapi Jenar Karana tidak berhenti sampai disitu.

Sambil menjejakkan kakinya dengan keras ke tanah, tubuh Jenar Karana meluncur ke arah Ki Kandaga dengan gerakan memutar yang luar biasa cepat. Dia merentangkan kedua tangan nya hingga menciptakan sebuah putaran mirip gasing dengan kuku tangan sebagai senjata.

Chhrraaaaaaannngggg chhrraaaaaaannngggg chhrraaaaaaannngggg..!!!

Dengan sekuat tenaga, Ki Kandaga berusaha mati-matian bertahan dari serangan gila ini. Namun, satu serangan Jenar Karana yang lolos dari tangkisan pedang nya langsung merobek punggung nya.

Shhrraaaaaakkkk...

Aaaarrrrrrrrrrggghhh!!!

Ki Kandaga menjerit kesakitan. Darah segar langsung mengucur keluar dari luka bekas cakaran Jenar Karana. Rasa perih langsung menyerang di punggung Ki Kandaga, membuat pria paruh baya itu bergerak menjauh.

"Aku bisa melepaskan mu, heh kisanak..

Sekarang pergilah dari tempat ini, kau masih punya kesempatan untuk melihat matahari esok pagi", ucap Jenar Karana sambil berbalik arah ke arah Pendeta Wratsangka.

Rasa malu bercampur sakit di punggung nya membuat Ki Kandaga mendengus keras. Dia mengerahkan seluruh tenaga dalam yang tersisa, melesat cepat ke arah Jenar Karana sambil mengenggam erat pedang nya.

Saat itulah Limbu Jati yang baru saja sampai, melihat saudara seperguruan nya dalam bahaya besar, segera melesat memotong pergerakan Ki Kandaga sambil membabat leher lelaki paruh baya ini.

Chhrraaaaaaaassss!!

Oooouuuuuuuugggghhhhh...!!!

.

Tebasan pedang Limbu Jati memotong leher Ki Kandaga hingga nyaris putus. Tubuh lelaki paruh baya itu menyusruk ke tanah. Sesaat setelah itu ia tewas dengan luka menganga di leher nya.

Kejadian ini berlangsung cepat hingga mengejutkan semua orang. Melihat ini, anak buah Ki Kandaga yang masih hidup langsung kabur menyelamatkan diri sedangkan Jenar Karana langsung mendekati Limbu Jati.

"Terimakasih atas pertolongannya, Kakang Limbu", ucap Jenar Karana dengan tulus.

" Lain kali jangan ceroboh seperti itu, Jenar..

Tidak semua pendekar menghargai nyawa mereka sendiri. Kadang mereka lebih suka mati daripada merasakan malu seumur hidupnya ", tutur Limbu Jati kemudian.

" Aku mengerti Kakang.. "

Danghyang Wratsangka dan kedua gadis muda pengikutnya, Mahyan dan Kadya, bergegas mendekati Limbu Jati dan Jenar Karana. Mereka dengan cepat membungkuk hormat sambil berkata,

"Terimakasih atas bantuannya, pendekar.. "

1
Mujib
/Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅
Mujib
👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪
Mujib
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!