NovelToon NovelToon
Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Horror Thriller-Horror
Popularitas:47.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.

Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.

Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.

Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.

Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.

Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Debat Kusir

“Anjir! Ada kunti lagi ngintip gue boker,” rutuk Nino dalam hati.

Ingin rasanya pemuda itu langsung lari keluar dari kamar mandi. Namun apa daya, perutnya masih terasa mulas, karena dia belum tuntas mengeluarkan limbah alaminya.

Sebisa mungkin Nino mengabaikan makhluk yang masih bergelantungan di atasnya. Cara teraman adalah berpura-pura tidak melihatnya.

Mulas yang melanda perut Nino kembali terasa. Pemuda itu mengeluarkan segenap tenaganya agar limbah dalam perutnya keluar dengan lancar.

PREETTT

PREETTT

PROOTTT

Kelegaan nampak di wajah Nino ketika sudah berhasil mengeluarkan semua limbahnya. Namun tidak demikian dengan makhluk astral yang sedari tadi tengah memperhatikannya. Makhluk itu langsung menghilang setelah mendengar suara dari bokong Nino disertai limbah yang keluar sambil menggerutu.

“Iiieeww.. dasar jorok. Ganteng-ganteng tapi jorok.”

Nino yang bisa mendengar ucapan si makhluk astral tentu saja dibuat kesal. Sambil membersihkan bokongnya, terdengar kelutusan pemuda itu.

“Siapa suruh lo mantengin orang lagi boker.”

“Suka-suka gue dong. Lagian ini kan daerah kekuasaan gue. Masalah buat lo?” balas si makhluk astral tanpa memperlihatkan wujudnya.

“Ini namanya toilet, ya wajar aja kalau ada yang boker. Elo yang salah cari tempat nongkrong. Situ yang salah, situ juga yang sewot, aneh. Dasar setan!”

“Eh berani lo ya ngatain gue setan?”

“Lah terus gue harus manggil lo apa? Miss universe? Kaga ngaca lo? Muka lo tuh jelek. Pantesnya gue panggil setan, demit dan sebagainya.”

“Nino! Kamu lagi ngobrol sama siapa?”

Tiba-tiba saja terdengar suara Nenden dari arah luar. Saat sedang mencuci lalapan, wanita itu mendengar Nino seperti sedang berbicara dengan seseorang di kamar mandi.

Pertanyaan Nenden sontak membuat Nino terkejut. Pemuda itu baru sadar kalau tadi dirinya sedang debat kusir dengan hantu penunggu kamar mandi.

“Eh.. Nino lagi ngobrol sama teman pake hape, Bu.”

“Jangan lama-lama di kamar mandi. Kalau sudah selesai cepat keluar. Pamali lama-lama di kamar mandi. Banyak jurig di kamar mandi mah.”

“Iya, Bu.”

Buru-buru Nino mengancingkan celananya setelah itu keluar dari kamar mandi. Nino tidak langsung kembali ke ruang depan, melainkan duduk nongkrong di depan balong atau kolam ikan yang letaknya di depan kamar mandi.

Pikirannya tertuju pada apa yang terjadi barusan. Kenapa dirinya masih bisa melihat makhluk astral? Bahkan yang lebih cetarnya, dia sekarang bisa berkomunikasi dengan mereka.

“Kayanya ada yang ngga beres nih sama amalan yang dikasih Encang.”

Baru saja Nino mengeluarkan ponsel dari saku celananya, bermaksud menghubungi Rohman, tapi pria itu sudah menghubunginya lebih dulu. Dengan cepat Nino menjawab panggilan tersebut.

“Assalamu’alaikum, Cang. Baru aja Nino mau telepon.”

“Waalaikumussalam. Ade ape lo mau telepon gue?”

“Soal amalan yang Encang kasih.”

“No, ntu die. Gue emang nelepon elo mau ngomongin soal itu. Sorry ye, No. Gue salah kasih doa.”

“Maksudnya gimana, Cang?”

“Doa yang gue kasih ke elo ternyata bukan buat nutup mata batin, tapi buat buka mata batin.”

“Hah? Ya ampun Encang, pantes aja Nino masih bisa lihat setan. Barusan Nino ngelihat setan di kamar mandi. Terus Nino bisa denger dia ngomong apa, dan bisa komunikasi sama setan.”

“Ya itu pasti dari efek doa yang lo baca. Berhubung sebelumnya elo udah bisa ngelihat, setelah baca doa itu, lo jadi bisa komunikasi sama die.”

Nino hanya bisa menepuk keningnya saja mendengar penjelasan Rohman. Maksud hati ingin menutup mata batinnya, agar dia tidak melihat lagi makhluk astral yang bergentayangan, justru sekarang dia malah bisa berkomunikasi dengan mereka.

“Tapi setelah lo bisa komunikasi sama tuh makhluk, rasa takut lo jadi bisa sedikit berkurang. Bener ngga?”

Tidak ada jawaban dari Nino. Pemuda itu masih kesal karena Rohman salah memberikan doa padanya.

“Nino minta doa yang bener aja deh, Cang.”

“Kaga bisa, No. kalau sudah baca doa itu, Ngga bisa baca doa buat nutup mata batin elo. Itu doa sekali jalan doang, kaga terima retur.

“Buset udah kaya beli barang aja, Cang.”

“Mending lo terima nasib aje, No. Gue yakin ade hikmah dibalik kemampuan elo ini. Siape tahu aja lo bisa bantu arwah penasaran gitu.”

“Iiihh ogah banget, Cang.”

“No.. hayu urang makan,” celetuk Asep.

Tiba-tiba saja pemuda itu sudah berada di dekat Nino. Merasa tak ada yang perlu dibicarakan lagi dengan Rohman, Nino pun segera mengakhiri panggilan.

Berbicara lama dengan Encangnya itu juga tidak ada gunanya. Dirinya masih tetap bisa melihat makhluk astral, bahkan sekarang bisa berkomunikasi dengan mereka.

“Tadi saha? Encang maneh?”

“Hooh.”

“Kumaha doana? Mujarab?”

Awalnya Nino hendak menceritakan semua kebenarannya, namun kemudian terbersit sebuah ide di kepalanya. Jika memang dirinya tetap tidak bisa menutup mata batinnya, setidaknya dia bisa membuat Asep agar bisa merasakan apa yang dirasakan olehnya.

“Berhasil. Sekarang gue udah ngga bisa lihat setan lagi.”

“Serius?”

“Bener. Eh iya, Encang titip pesan sama elo.”

“Pesan naon?”

“Katanya lo harus hati-hati. Sejak gue bisa lihat makhluk astral, lo jadi incaran sama mereka. Menurut penerawangan Encang, aura lo gelap.”

“Jirr.. maneh tong nyingsieunan urang, No. (Jirr, lo jangan nakutin gue, No).”

“Beneran. Waktu lo ketemu Encang di kost-an, lo sadar ngga kalau Encang ngelihatin elo mulu?”

“Huuh oge sih (Iya juga sih).”

“Nah itu karena Encang lagi menelisik aura elo yang mendung cenderung gelap.”

Saat bertemu dengan Asep, memang benar Rohman sempat menelisik wajah Asep. Tapi bukan karena sedang melihat aura pemuda itu, melainkan wajah Asep mirip dengan mantan kekasihnya.

“Terus urang kudu kumaha? (Terus gue harus gimana?)”

“Mending lo baca amalan yang dikasih ke gue kemarin. Selain bisa mengusir aura gelap, bisa juga bikin Lo jadi lebih berani, kaga penakut seperti sekarang.”

“Lain urang hungkul, maneh ge borangan (Bukan gue aja, lo juga penakut).”

“Jadi gimana? Lo mau baca ngga?”

“Ehm.. boleh lah.”

YES! Teriak Nino dalam hati. Jika benar Asep mau melakukan amalan itu, maka mata batin pemuda itu akan terbuka. Jadi bukan hanya dirinya yang bisa melihat para makhluk astral. Jika Asep juga bisa melihatnya, setidaknya dia tidak sendirian.

“Nanti pas pulang ke kost-an gue kasih ke elo.”

“Sip.. hayu urang dahar heula. Beres dahar, shalat terus balik ka Bandung. Si Dimas ngajak balik lewat Wado (Sip.. ayo kita makan dulu. Beres makan, shalat terus pulang ke Bandung. Si Dimas ngajak pulang lewat Wado).”

Sambil merangkul bahu Nino, Asep mengajak sahabatnya itu masuk ke dalam. ketika melangkah tanpa sengaja mata Nino melihat ke arah kamar mandi. Tepat di depan pintu, berdiri makhluk astral yang menyerupai kunti. Makhluk yang tadi berdebat dengannya. Nino hanya menjulurkan lidahnya pada kuntilanak tersebut dengan ekspresi meledek.

“Sue bener tuh anak. Beraninya dia ngeledek gue,” rutuk sang kuntilanak.

***

Usai menikmati makanan buatan Nenden, Asep bersama semua temannya segera menuju masjid yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Rumah Asep memang berada di pinggir jalan raya Malangbong. Hanya perlu menyebrang jalan saja untuk sampai ke masjid terbesar di kecamatan tersebut.

Bersama jamaah lainnya, Nino, Asep dan keempat teman lainnya mulai melakukan shalat dzuhur berjamaah. Di masjid juga Asep bertemu dengan Abahnya. Satu per satu teman Asep mencium punggung tangan Abah Ade.

“Kalian mau langsung pulang ke Bandung?” tanya Ade.

“Iya, Bah.”

“Tadi Abah habis dapat rejeki. Habis jual kelapa. Ini buat kalian jajan di jalan.”

Ade mengeluarkan uang dari dompet miliknya. Dia memberikan keenam anak itu uang masing-masing seratus lima puluh ribu.

“Alhamdulillah, makasih Abah.”

“Sami-sami.”

“Bah, tambihan deui keur Asep (Bah, tambahan lagi buat Asep).”

“Menta ka Amih we. Abah rek balik ka kebon deui, can beres pagawean (Minta ke Amih aja. Abah mau kembali ke kebun, pekerjaan belum beres).”

Setelah mengatakan itu, Abah Ade segera meninggalkan masjid. Sepeninggal Ade, Asep yang lain juga hendak kembali ke rumah Asep, bersiap untuk pulang ke Bandung.

Nino yang berjalan paling belakang dihampiri oleh seorang pria yang hampir semua rambutnya sudah memutih. Nino mengenali pria itu. Dia adalah imam yang memimpin shalat berjamaan tadi. Pria itu segera mendekati Nino.

“Yang sabar dan kuat ya, Jang,” tiba-tiba pria itu berkata pada Nino.

“Hah? Apa maksudnya, Pak?”

“Bapak tahu ini berat untuk mu. Tapi kamu harus berani, harus kuat. In Syaa Allah ada hikmah dibalik kemampuan yang kamu miliki. Jangan tinggalkan shalat, mengaji dan terus berdzikir, memohon perlindungan kepada Allah. Mereka tidak akan pernah bisa menyakiti mu.”

Pria itu menepuk pelan pundak Nino sebelum berlalu pergi. Nino hanya terbengong saja sambil memperhatikan Bapak tersebut.

***

Pen ngakak pas nulis part Nino debat sama Neng Kunti😂

1
dewi rofiqoh
Pandai juga mereka berkelit!
choowie
ayoolah cari buktinya di apartemen
choowie
tidak ada cctv kah
choowie
nah ketauan kan
Ria alia
Tenang tunggu waktu’y kamu dijerat anton
Upin ipin lgi sibuk liburan 🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Belum ada acara teriak-teriak berarti ya🤣🤣🤣
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
yang sabar Bun 🤗...
eeehh🤔

belum waktunya kamu ke tangkep Anton...tunggu aja gk bakal lama juga kamu akan mendekam jd penghuni hotel prodeo...karena apartemen mu udah di pindah sewakan ke orang lain...untuk meniggalkan jejak ke jahatanmu....ementara kamu tinggal gretongan di bui 😂
pintar sekali kamu ya Anton /Curse/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
tahun baruan dulu ya upin ipin nya🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
ngapain lagi mesti nyari orang nya udah ada
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
kau ini bikin malu pengacara aja ,gk jujur
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
klo gk mau ketahuan ya jgn selingkuh dong
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi lebih pintar daripada kamu anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi gk ada tiba tiba manggil klo gk ada bukti
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jgn harap kamu bisa lolos dari hukuman anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
Alhamdulillah dpt satu bukti lagi
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
makanya jgn asal nerima kerjaan aja ,hrs hati hati nyari kerjaan itu jgn mudah tergiur dengan upah yg gede
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jujur aja buk sama polisi,jgn ada yg ditutup tutupi
Cindy
lanjut kak
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kereeeen 👍🏻👍🏻👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Buktinya udah ada 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!