NovelToon NovelToon
Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fafacho

"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"


~~Ares Reindart Darmaji~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7.

Flo saat ini sedang berada di dalam mobil, di sebelahnya Ars duduk diam focus menyetir mengabaikan Flo yang sedari tadi menatapnya tajam.

“Lo yakin, lo tantara?” tanya flo mengejek.

“Terserah anda menganggap saya apa” jawab Ares cuek tanpa melihat kearah Flo.

“Tentara tapi mau membunuh orang, lo aturan gue laporin polisi” kesal Flo menatap kesal Ares. Tapi pria itu tak bergeming sama sekali.

“Iih ngesil banget…” Flo geram mencengkrang lengan Ares, menekankan kukunya di lengan pria itu.

“Argggghhh, kau gila. Kau ingin mati” marah Ares, menatap Flo. Tadi ia sempat oleng untung saja di depannya tidak ada kendaraan lain.

“Salah sendiri, gue nggak kelihatan apa? Gue kelihatan kayak hantu atau bagaimana?” ucap Flo mengutarakan kekesalannya.

Ares tak menanggapi, dia memilih untuk Kembali focus. Dia malas bicara banyak dengan Perempuan di sebelahnya.

Jelas di perlakukan bak patung Flo tak terima, dia menatap terus kearah Ares yang seolah tak memperdulikannya. Flo mendekatkan dirinya dia berpangku tangan di dasbord menatap Ares yang mengemudi.

“Mau apa?” sinis Ares.

“Lo di lihat-lihat ganteng juga, nggak salah sih gue jadiin lo pacar bohongan depan teman gue” ucap Flo, dia tersenyum dan mengedipkan matanya pada Ares. Mencoba menggoda pria tersebut.

“Bisa tidak, tidak usah mengganggu penglihatan saya”

“Whatt, gue secantik ini ganggu penglihatan lo” kesal Flo, dia menegapkan tubuhnya menatap Ares.

“Ya,” jawab Ares keras sambil melihat kearah Flo.

Flo diam sejenak, dia tampak berpikir lalu ia Kembali melihat antusias kearah Ares yang focus saja kedepan.

“Lo tergodakan, makanya lo bilang gue ganggu penglihatan lo. Ngaku aja, lo tergoda sama gue kan” ucap Flo sambil menoel dagu Ares.

Ares terkejut dengan itu, lalu ia menatap tajam kearah Flo.

“Sinting” sinis Ares mengatai Flo.

“memang gue sinting, sinting-sinting begini nanti bakal buat jatuh cinta. Gue sumpahin lo bakal jatuh cinta sama gue”

“Heh, tidak akan. Anda bukan tipe saya”

“Yakin, awas saja akan ku buat kau jatuh cinta denganku” dengus Flo lalu memalingkan wajahnya membelakangi Ares.

Ares melihat sekilas kearah Flo,

“kau jauh dari type ku, Perempuan liar sepertimu tidak pantas denganku” batin Ares, lalu dia Kembali melihat jalan di depannya.

Mobil yang ia kendarai itu kini melaju semakin kencang membelah jalanan kota.

………………

“Kalian mentang-mentang saya sering nggak masuk, kalian seenaknya sendiri ngerekrut orang tidak berguna seperti ini” maki Flo pada anak buahnya. Dia marah karena seorang karyawan menabraknya dan membuat semua laporan yang di pegang jatuh berhamburan.

“Pecat dia sekarang,” perintah Flo.

“Eh ngapain gue nyuruh kalian mecat dia, ini perusahan orang tua gue. Lo, sekarang gue pecat, jadi jangan injakan kakimu disini lagi” ucap Flo menunjuk seorang Perempuan yang mendekap beberapa map.

“bu, saya mohon jangan pecat saya. Saya..saya minta maaf bu” karyawan Wanita itu mendekat pada Flo memohon untuk tidak di pecat.

“Maaf, lo nggak lihat gue sampai jatuh karena ketololan lo itu. Pergi dari perusahanku” ucap Flo mengusir Perempuan itu.

Perempuan itu lalu berlutut, dia memegangi kaki flo menangis memohon untuk tidak di pecat.

“Lepasin kaki gue, gue nggak ada waktu nanggapein lo. Minggir..” Flo menarik paksa kakinya yang di pegang.

“Lo mau pergi secara baik-baik atau di seret” ucapnya kejam, tak ada rasa kasihan sama sekali.

“Ada ap aini?” hingga sebuah suara mengalihkan mereka semua yang tidak bisa berkutik tadi dengan kemarahan Flo.

Vincent muncul dari belakang Flo, Flo melihat jengah adiknya yang muncul barusan.

“Manusia ikut campur muncul” gumam Flo jengah.

“Ada apa kak? “ tanya Vincent memperhatikan karyawannya dan Flo bergantian.

“Karyawan tolol ini nabrak gue sampai jatuh, dan dia cuman bilang maaf” jawab Flo masih dengan angkuh,

“Berdiri, kakak saya bukan orang yang layak kamu sembah. Sudah pergi lanjutkan pekerjaanmu, kau tidak di pecat” ucap Vincent menyuruh orang itu untuk berdiri.

Flo melebarkan matanya, dia menatap adiknya.

“Apa maksudmu, dia sudah aku pecat kenapa malah kau biarkan dia bekerja lagi. Kakakmu habis di tabrak dan jatuh, kau malah membiarkannya saja. Dia tidak becus bekerja” mara Flo pada adiknya.

“Darimana kak Flo bisa menilai dia becus bekerja atau tidak, sedangkan kakak saja jarang ke kantor. Dan kak Flo tidak berhak memecat karyawan yang berhak aku dan papa” tegas Vincent.

“Cihh, sombong. Ya memang aku tidak ada hak, jadi jangan salahkan aku dong kalau aku jarang ke kantor. DI kantor saja aku tidak punya hak, oke karena kau memilih karyawan tolol itu lebih baik aku pulang. Dan ingat aku tidak akan menginjakkan kakiku disini lagi, kau sendiri yang bilang kan aku tidak ada hak disini” Flo langsung mengambil tasnya dan pergi begitu saja.

“Kak, Kak Flo bukan begitu maksudku. Kakak..” panggil Vincent pada kakaknya yang tetap pergi dari situ.

Dia akan mengejar Flo tapi karyawannya masih disitu dan saling berbisik,

“kalian kenapa masih disini hah, Kembali bekerja” bentak Vincent lalu mengejark kakaknya yang sudah pergi menuju lift.

………………….

Ares yang tidur di mobil di kagetkan dengan kaca mobilnya yang di pukul keras dari luar, dia sedikit terkejut melihat Flo yang ada di luar.

“Kenapa kau di luar? Kenapa tidak bekerja” ucapnya saat menurunkan kaca mobil.

“Tidak usah banyak tanya buka mobilnya”

“Tinggal masuk” jawab Ares

“Gue yang nyetir”

“Saya tidak mengijinkan, saya tidak mau mati” jawab Ares dengan wajah datarnya.

“lama,.” Flo langsung membuka saja pintu mobil bagian Ares duduk. Ares hampir terjungkal, untung saja fokusnya kuat.

“kau gila seenaknya sendiri”

“Gue nggak seenaknya sendiri ya, salah sendiri gue suruh minggir nggak minggir” balas Flo tak terima lalu ia mendorong pelan Ares agar ia bisa masuk kedalam mobil. Flo langsung duduk di kursi kemudi, dia lalu melihat Ares yang masih di luar.

“Lo mau ikut atau mau gue tinggal?” ucap Flo.

Dengan berat hati, Ares mengitari mobil berjalan ke sisi sebelah. Lalu dia masuk kedalam dan duduk di sebelah Flo.

“Kau mau kemana?” tanya Ares sambil melihat wajah Flo yang terlihat berbeda.

“Ketempat yang bikin gue tenang” jawab Flo,

Ares melebarkan matanya,

“Jangan bilang ke Club, saya tidak mau kesitu. Kamu tidak kapok dengan kejadian kemarin”

“siapa juga mau kesitu, diem deh. Gue turunin pinggir jalan mampus” ucap Flo, menjalankan mobilnya pergi dari parkiran Perusahaan.

Flo focus menyetir tapi tiba-tiba dia berteriak.

“Arggghh, brengsek. Gara-gara lo sih tadi nyuruh gue ke kantor. Gue jadi dipermalukan” kesalnya menatap Ares. Ares yang kaget semakin di buat kaget dengan ucapan Perempuan di sebelahnya.

…………………

Setelah perjalanan hampir dua jam mereka sampai di sebuah Pantai, Ares lalu menatap Flo yang masih duduk diam menatap depan tanpan berniat turun.

“Kenapa kita kesini?” tanya Ares menatap Flo yang tak bergeming sama sekali.

“Kau bisa keluar, aku ingin sendiri” ucap Flo meminta Ares keluar.

“Tenang aja gue nggak bakal ninggalin lo” ucap Flo sedikit ngegas.

“Oke, saya keluar” Akhirnya Ares keluar dari mobil tapi ia masih sesekali melihat kearah Flo yang duduk di balik kemudi.

Saat Ares sudah keluar, Flo menutup semua kaca mobilnya.

“Brengsek, brengsek kenapa gue hidup seperti ini. Kenapa gue hidup di keluarga yang bahkan tidak menginginkan gue..” emosi Flo meledak, dia memukul-mukulkan tangannya ke stir mobil. Tak terasa air matanya keluar,

“hiks, hiks,..kenapa…kenapa gue harus lahir kalau tidak diinginkan. Kenapa..”tangis Flo pecah, dia menangis di dalam mobil itu. Ares yang masih berdiri di samping mobil mendengar hal itu, dia lalu melihat sekilas kedalam mobil Dimana dia bisa melihat Flo yang menangis. Ia seperti melihat sisi lain dari Perempuan gila yang beberapa hari ini membuat hidupnya tak tenang

***

1
Piet Mayong
jadi bener Ares suka sama adek tirinya Flo??
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
Fafacho: disini belum author ceritain
total 2 replies
vita
ceritanya menarik dan bagus
Piet Mayong
ini juga pejantan mau mau aja di sosor...
😄😄😄
Piet Mayong
nekat amat jadi cewek kau Flo....terlalu frontal 🤭🤭🤭
Piet Mayong
semoga Ares g jatuh cinta sama Flo, beda level ini wir....
Piet Mayong
bener bener cewek gila si Flo ini ya Thor...
hehehehhe...
lanjut ya
Piet Mayong
jangan mau meluk cewek hantu laut res...
hahhahaha
Piet Mayong
gak ada penjelasannya gitu
Fafacho: penjelasan soal apa ya kak?
total 1 replies
Saefuroh Zt
aq nungguin updetnya
Piet Mayong
flo udh mulai nekat...
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
Piet Mayong
bagus ini ceritanya....
lanjut lagi donk....
Piet Mayong
rajin up ya Thor biar aku rajin juga ngasih gift
Piet Mayong
apakah ada udang di balik batu??
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!