NovelToon NovelToon
Di Balik Tawa Ibu Mertua

Di Balik Tawa Ibu Mertua

Status: tamat
Genre:Cinta Lansia / Identitas Tersembunyi / Keluarga / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Konflik etika / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:443.6k
Nilai: 5
Nama Author: Uul Dheaven

Arumi tidak menyangka. Jika tawa Ibu mertua nya selama ini, hanya lah untuk menutupi lu-ka yang ada di dalam diri nya. Ibu mertua yang begitu baik, ternyata selama ini hidup tersik-sa di rumah nya. Beliau bukan hanya di sik-sa oleh kakak ipar nya Arumi. Tapi juga Abang ipar nya. Mereka berdua, benar-benar manusia yang tak punya hati.

Sanggup kah Ibu mertua nya Arumi bertahan dengan kelakuan anak dan menantunya? Atau, apakah Arumi bisa membawa Ibu mertuanya pergi dari neraka itu?

Ayo temukan jawaban nya langsung! Baca nya jangan lompat-lompat, ya. Biar author semangat nulis nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Romi membawa Ibu nya ke rumah sakit terdekat. Setelah itu, mereka makan-makan dan membeli perlengkapan Ibu Aminah.

"Nak, tidak perlu begini. Kalian sudah banyak habis uang untuk biaya pernikahan. Simpan saja uang nya untuk hal lain."

"Bu, jangan di tolak, ya. Ini permintaan Arumi."

"Hmmm,, baiklah. Kalau begitu terima kasih, nak."

Hari itu, mereka berjalan-jalan dan bersenang-senang. Bu Aminah benar-benar banyak tertawa ketika bersama mereka.

Sudah sejak lama, beliau tidak pernah merasakan hal seperti ini. Rasa nya, beliau begitu bahagia sekali.

Setelah puas berjalan-jalan, akhirnya mereka pun pulang ketika hari sudah malam. Sebelum pulang pun, mereka makan terlebih dahulu.

Bu Aminah merasa heran karena rumah nya dalam keadaan gelap gulita. Tidak ada satu pun lampu yang di nyalakan.

"Dika...Ayu... Apa kalian ada di dalam?" Ucap Bu Aminah.

Berkali-kali mereka mengetuk pintu, tetap saja pintu tidak bisa di buka. Bu Aminah merasa heran.

"Bu Minah, Dika dan Ayu pergi tadi. Mereka tak ada di rumah." Ucap salah satu tetangga mereka.

"Apa mereka ada meninggalkan kunci?"

"Tidak tahu. Pokoknya yang aku tahu mereka sudah pergi tanpa mengatakan apapun."

"Baiklah, terima kasih."

Romi dan Arumi mencoba mencari kunci rumah untuk masuk ke dalam. Namun, berapa kali pun mereka mencari tetap tidak bisa di temukan.

Karena kesal, Romi langsung mendobrak pintu rumah itu. Biar lah. Nanti akan ia perbaiki lagi.

"Apa ini? Mengapa kamar ini berantakan?" Ucap Arumi.

Romi dan Bu Aminah pun melihat kamar tersebut. Benar saja. Kamar yang saat itu di tempati oleh Arumi dan Bu Aminah, benar-benar berantakan.

Bahkan barang-barang nya Arumi pun sudah tidak jelas lagi bentuk nya. Ada juga yang beberapa hilang.

"Apa ada maling di rumah ini?"

"Tidak tahu, Bu. Habis semua barang-barang kita berserakan begini."

Arumi pun melihat-lihat mana barang-barang nya yang hilang. Syukur lah hanya beberapa tas, sepatu dan juga pakaian saja.

Sedangkan perhiasan, memang selalu ia bawa kemanapun ia pergi. Hany untuk jaga-jaga saja.

"Apa mungkin Bang Dika dan Kak Ayu yang melakukan nya?" Celetuk Romi.

"Astaghfirullah nak. Tidak boleh sembarangan menuduh saudara mu melakukan hal seperti itu. Berdosa jika tak ada bukti nya."

"Pasti lah mereka, Bu. Bukan kah memang selama ini mereka juga memanfaatkan Romi? Mereka juga sudah membohongi Romi, Bu."

"Ya tapi, tidak mungkin juga saudara mu jadi pencuri."

"Sudah lah tak apa. Ini pun sudah malam. Biar Rumi yang bereskan." Ucap Arumi sambil tersenyum.

Setelah membereskan kamar itu, Arumi dan Bu Aminah pun tertidur. Sedangkan Romi, tidur di ruang tamu, karena kamar masih dalam tahap renovasi.

Bu Aminah, benar-benar sudah hati nya dengan yang terjadi hari itu. Namun, Arumi. Benar-benar berbesar hati mengalah untuk sesaat.

*****

Keesokan hari nya, Dika dan Ayu pulang ketika siang. Mereka benar-benar tidak memiliki rasa bersalah sedikit pun.

Arumi dan Romi pun hanya diam saja dan melihat gelagat mereka terlebih dahulu.

"Oh, pulang juga kalian akhirnya. Kirain, sudah tidak ingat rumah." Ucap Dika sambil menenteng belanjaan sang Istri.

"Tentu saja kami pulang. Ini kan rumah kami juga. Malah, kami yang mengira. Jika Abang yang tidak tinggal lagi di rumah ini. Mana tahu, mau nyewa rumah." Romi pun membalas dengan santai.

"Eheeem,, itu bukan urusan kamu. Oh ya, mana Ibu? Kami ada sesuatu untuk beliau. Memang nya kamu. Nggak pernah ngasih apa-apa untuk Ibu."

Romi sangat kesal dan ingin menjawab. Namun, Arumi menahan nya.

Dika mencari Ibu nya dan Ayu masuk ke dalam kamar dengan tas belanjaan lain nya.

"Bu, ini Dika belikan Ini baju baru. Cantik-cantik loh, Bu. Lihat ini." Ucap Dika sambil memperlihatkan baju-baju itu.

"Terima kasih, Nak."

"Cuma gitu aja? Ibu nggak mau ngomong apa gitu?"

"Maksud Abang apa, bicara begitu?"

"Kamu diam deh Romi. Orang tua lagi bicara, kamu malah ikut-ikutan. Nggak sopan!"

"Dika, Ibu sama sekali tidak mengerti dengan maksud mu."

"Bu, Dika kan udah belikan Ibu baju baru ni. Jadi, mulai saat ini. Romi dan Istri baru nya, Ini suruh pindah aja. Kan nggak mungkin satu rumah ada dua keluarga."

"Dika, Anak Ibu ada dua. Kamu dan Romi. Dan kalian berdua pun, sama-sama berhak di rumah ini. Karena, hanya rumah ini satu-satunya peninggalan Ibu."

"Ibu sih miskin. Coba Ibu punya banyak uang seperti Mertua ku. Kan aku juga bisa kebagian."

"Kalau memang mertua Abang banyak uang, kenapa kalian masih tinggal di rumah Ibu yang miskin? Minimal rumah lah kasih ke anak nya."

Lagi-lagi Romi tidak bisa menahan untuk tidak menjawab. Ia kesal sekali dengan perangai Abang nya.

Entah sejak kapan Abang nya itu berubah menjadi manusia penggila Uang. Entah lah uang sendiri. Tapi, uang orang pun mau di ambil juga.

"Romi! Kau ini selalu saja memotong pembicaraan ku dengan Ibu!"

"Suka-suka aku! Ini mulut aku. Dan Abang, sudah berani menghina Ibu."

"Kau ini, ya!"

"Sudah jangan bertengkar lagi. Dika, ambil saja baju ini kembali. Jika kamu tidak ikhlas. Dan Romi, tidak baik melawan dengan Abang mu, nak. Ibu ingin kalian akur sesama saudara."

"Dika tak mau akur. Kecuali Romi mau membayar Dika."

"Membayar apa? Romi tidak pernah berhutang apapun."

"Selama ini, kami yang merawat Ibu. Dan itu semua gratis. Kau kan anak Ibu juga. Jadi, Abang harap. Kamu membayar Abang sama seperti kamu membayar perawat."

"Baik. Romi akan bayar Abang jika itu yang Abang mau."

"Gitu dong. Jangan pelit-pelit."

"Tapi, Abang bayar dulu semua uang yang sudah Romi kirim ke Abang selama ini. Kalau di total mungkin hampir lima puluh juta selama beberapa tahun ini."

"Tapi, itu untuk Ibu." Ucap Dika yang masih membela diri.

"Itu Abang tahu untuk Ibu. Anggap saja uang itu sudah menutupi hutang ku selama ini. Ayo, Bu. Kita makan. Seperti nya menantu kesayangan Ibu sudah selesai masak enak."

Bu Aminah langsung di bawa ke dapur dan tidak di biarkan mendengar apapun yang dikatakan oleh Dika lagi.

Tidak lama setelah Bu Aminah, Romi dan Arumi duduk dan akan makan, keluarga Dika pun mau ikutan.

"Loh, mana makanan untuk kami? Kok semua nya udah kosong?"

"Maaf ya, Bang Dika. Arumi capek. Jadi masak nya cuma sedikit."

"Lah terus, kami makan nya gimana?"

"Bang, guna nya Istri Abang apa? Lagian ini Istri ku yang masak. Kalau Abang mau makan. Suruh tu Istri nya masak juga. Tolong jangan merepotkan Istri Romi dan juga Ibu."

"Kau!"

"Sudah lah Bang. Kami mau makan. Kalau masih mau debat, bentar lagi aja."

"Bu, Ibu berani, ya. Makan sebelum kami makan."

Tangan Bu Aminah yang akan makan langsung berhenti. Kata-kata Dika membuat nya teringat dengan perlakuan nya saat itu.

"Bu, Rumi suapin ya. Ibu makan yang banyak. Kalau kurang, nanti kita beli lagi. Ibu harus makan banyak."

Bu Aminah langsung membuka mulut nya dan melahap makanan yang di suap kan oleh menantu nya.

Mata beliau beradu pandang pada Anak pertama nya itu. Dan Dika, ia tak bisa berkutik. Bu Aminah saat ini, sudah ada yang membela.

1
umi istilatun
👍
Sazmah Maa
padan muka kamu ayu
Zieya🖤
🖤🖤🖤
dnr
ada ya org kya dika sma ayu
Violet
Mauuuu... pny ibu mertua sprti Ibu Aminah tuh rasanya disayang2 tiap saat 🥰 Benar2 Ibu keluarga cemara. Keluarga no 1 tp itupun balik lg ke pribadi masing2 mau jd pribadi yg lbh baik lg atau makin terjerumus penyakit hati.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🤗
kalea rizuky
bner mertua oon
kalea rizuky
mertua oon ikut anak mu yg baik bodoh amat soal kenangan wong suami mu uda mati apaan ya yg mau di kenang dripada nyesekk
Anonymous
biar ibu mertuanya sadar kl anaknya tdk bisa sipercaya
Budy Firmansyah
hahaa😄😄😄😄😄...baru kali ini baca nivel bisa ketawa lepas......anjay...makanann basi buat ayam
..tololl😄😄
Fitri Zamzam
dari cerita ini kita bisa melihat hukum tabur tuai itu nyata adanya. dan ketika uang dan kekuasaan digunakan dengan bijak dan benar maka semua kebaikan akan tumbuh sekalipun itu dilingkungan orang2 jahat😊
Nur Lela
luar biasa
fitriani
wkwkkwkwwkk berasa udah menang eh tawnya malah zonk🤣🤣🤣
fitriani
gitu lah manusia giliran susah minta bantuan malah marah2
fitriani
untung romi datang tepat waktu
fitriani
hadeh akhirnya si kampret yg terobsesi sama arumi nongol😏😏😏
fitriani
oalah ternyata bapaknya darma beli kucing dalam karung toh🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fitriani
dahlah pasti setelah ini emaknya darma tantrum dan terjadinya perang dunia🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fitriani
astaga bnr2 kacau balau keluarga si darma ini.... emaknya kebangetan sombong.... si darma gila.... bapaknya cari bini baru saking muaknya sama emaknya darna.... dahlah hancur lebur aja sekalian semuanya kl perlu sebentar lagi emaknya darma juga ikutan gila aja biar makin seru🤭🤭🤭🤭
fitriani
nah kan akhirnya emaknya si darma jadi jandes gara2 kesombongannya itu
fitriani
y Allah ngerinya gara2 pada mau semuanya dgn cara instant jadinya mati dan jadi pembunuh..... ayu yg ingin hidup enak malah mati d tangan darma dan darma yg terobsesi sama laras dan pakai jalan pintas malah jadi pembunuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!