NovelToon NovelToon
Menanggung Beban Orang Tua Toxic

Menanggung Beban Orang Tua Toxic

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik etika / Mengubah Takdir / Kehidupan di Kantor / Keluarga / Fantasi Wanita
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: natural

Ema harus membayar setimpal dengan apa yang di lakukan oleh bosnya untuk menyelamatkan dua adiknya dari orang tua yang Toxic
Gadis itu berpikir jika dia hanya perlu bekerja lebih keras di perusahaan Grey namun salah pria itu mengincar hal lain dari gadis itu
.
.
Grey tertarik pada Ema gadis sederhana dengan mental kuat, namun latar belakang pria itu membuat dia tidak bisa meresmikan hubungannya menjadikan Ema sebagai kekasih gelapnya
Pria itu harus menikah dengan perempuan sempurna juga
.
.
Bagaimana keputusan Grey? sedangkan Ema yang sudah tersudut oleh keluarga tunangan Grey hingga gadis tu memutuskan akan pergi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon natural, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Office Girl

Ema terbangun di pagi hari menatap seonggok sarng yang sudah di lipat dengan rapi di atas kardus yang semalam menjadi tempat kedua adiknya tidur "Lohh di mana mereka?". batin Ema belum bangun dari posisinya

"Linda... Leo". Panggil gadis itu pada kedua adiknya

"kakak sudah bangun cepatlah ini sudah mulai siang!" Ucap Leo menarik Ema dari tidurnya "Cepat kak kami akan terlambat jika kakak tidur"

"Ah kalian emang jam berapa sekarang?". gadis itu menguap karena mengira waktu masih pagi

"Jam Tujuh".

Gadis itu membulatkan matanya lantas menatap jam di ponselnya benar sekarang sudah pukul tujuh gadis itu melompat karena kaget bersiap mencuci wajah dan mengganti pakaiannya

"Maafkan kakak.... ini salah kakak!". dengan persiapan seadanya gadis itu beberes menyiapkan sepeda untuk mereka berangkat "aduh kalian juga belum makan...".

"Tidak apa kak... kami bisa beli roti di kantin nanti". ucap Linda tidak ingin membebani sang kakak pagi-pagi begini

Gadis itu menatap kedua adiknya dengan bangga tidak salah dia mendidik kedua bocah itu sekarang mereka tumbuh dengan baik dan pengertian

"Ema mendorong sepedanya menuju gerbang keluar bersamaan dengan pintu rumah Mbah Gin yang terbuka wanita tua itu tampak lebih baik sejak semalam

"Itu Mbah kalian sapa dan panggil nenek saja"

Kedua adiknya mengerti sama hal nya seperti dirinya bagi mereka Mbah Gin tidak lah menyeramkan, Mbah Gin seperti nenek mereka yang sudah meninggal empat tahun silam

"Selamat pagi nenek...". Kedua bocah itu menyalami mbah Gin dengan sopan "Kami mau pergi ke sekolah dulu nek"

Hati Mbah Gin terasa berdenyut teringat akan kedua cucunya yang dulu juga sama kecilnya dengan kedua anak di depannya

"Selamat pagi...."

"Mbah kami pergi dulu, saya aka mengantar adik-adik saya bersekolah...".

"Sudah sarapan?" Tanya Mbah Gin mengingat Ema pasti tidak memiliki peralatan memasak apapun "Ambilah ini setidaknya bisa mengganjal perut kalian di sekolah".

Linda dan Leo menatap Ema sesaat apa mereka bisa menerima makanan itu? Ema mengangguk lalu mereka berani mengambil makanan itu dari mbah Gin

"Terimakasih nek..."

"Terimakasih Mbah...". Ucap Ema dengan sopan "Kami pergi dulu". Mbah Gin hanya mengangguk dengan senyum tipisnya

Di jalan mereka keluar tetangga depan mereka kembali menegur Ema, Ema hanya berdehem mendapat tatapan tidak mengenakan dari wanita itu

"Ck tidak takut juga, bahkan kalian menerima makanan dia tega sekali kau mengorbankan adik mu". Wanita itu tampak marah membuat Ema hanya bisa berdehem entah mengapa Ema tidak suka dengan wanita di depannya bisa-bisanya dia menjauhi seorang tetangga sebatang kara seperti Mbah Gin

"Kalian anak-anak hati-hati pada nenek itu, dia suka makan orang!".

Leo menatap kesal pada Ibu-Ibu tua di depannya "Setidaknya nenek itu memberikan kami tempat tinggal.... dia tidak memakan kami waktu kami tidur". Kesal Leo

"dan memberikan kami roti untuk sarapan...". Ucap Linda sambil menunjukan roti di tangannya

"heh sudah-sudah ayo pergi sebelum terlambat ". Ema melirik wanita di samping nya "Kami permisi buk"

*****

Dean dan Michel merasa iba pada sahabat mereka semalam Ema sendiri sudah bercerita mengenai apa yang terjadi kemarin bagaimana mereka memutuskan untuk pergi dari rumah dan hidup sendiri

"Jadi apa yang bisa kami bantu Ema?". Tanya Michel dia ngin memberi Ema kesempatan karena dia tahu jika mereka tidak bisa memberikan bantuan lebih bukan karena tidak mampu tapi Ema sendiri tidak pernah ingin menyusahkan mereka

"Aku butuh pekerjaan, ku pikir aku tidak akan bisa berdagang lagi.... Ayah ku mungkin akan mencari ku jika aku berlalu lalang di pinggir jalan".

"Pekerjaan sampingan?". Michel dan Dean saling menatap terutama Dean Ayahnya memiliki perusahaan tapi untuk memasukan gadis itu kesana adalah hal yang kurang mungkin mengingat ketegasan Ayahnya dan Kakak yang kini menguasai perusahaan keluarganya

Begitu juga dengan Michel orang tuanya adalaj petinggi di rumah sakit dan tidak ada sembarangan orang jika bukan tenaga medis yang masuk kesana

Kedua orang didepan Ema nampak memutar otak tampaknya mereka bekerja keras agar bisa menolong gadis di depan mereka karena itu adalah pertama Ema meminta bantuan mereka

Hingga Dean teringat sesuatu dia menatap Ema dengan seksama pekerjaan itu akan sangat cocok untuk gadis itu

"Office Girl... perusahaan di pusat kota membutuhkan Office Girl, aku mendengarnya dari sepupu ku yang bekerja sebagai HRD di sana". Ucap Dean dengan sungguh memberikan secerca harapan bagi Ema "gajinya lumaya, dan karena itu hanya office Girl tidak akan pengaruh buruk jika kau masuk kesana jalur orang dalam di tambah kau adalah pekerja keras Ema"

'Benarkah..? aku bisa bekerja di sana?". Ema menaruh harap yang besar pada pekerjaan itu "Terimakasih teman-teman kalian sungguh baik.."

Dean dan Michel benar-benar mengantar Ema ke perusahaan di tengah kota yang Dean sebutkan "Bird Group". Ema sendiri sudah sering mendengar mengenai perusahaan itu tidak disangka dia akan bekerja di sana ya walau hanya sebagai office girl itu akan sangat menguntungkan bukan

"Di sana sepupu ku Sebastian sudah menunggu mu dia adalah HRD cukup perkenalkan diri mu sebagai teman ku dan serahkan izajah dan surat penting yang sudah kamu sediakan"

"Baiklah Dean terimakasih"

"Ema...". Panggil Michel saat Ema sudah berada di ambang pintu masuk "Semangat!"

Kantor HRD. Bird Group

Sebastian Louge adalah HRD yang bekerja di perusahaan itu pria berusia 27 tahun itu sendiri merupakan kariawan terbaik hingga di beri kepercayaan sebagai HRD

Dia menatap gadis didepannya mulanya dia sangat kesal dengan sepupunya Dean yang memaksanya dengan keras untuk memasukan temannya keperusahaan melalui dirinya tanpa tes

"Jadi kau adalah teman Dean?"

"Iya benar". Jawab Ema dengan sopan

"Kau yakin bekerja di sini, kau mungkin akan kesulitan mengatur jadwal kuliah mu nanti"

"Saya bisa menyesuaikannya pak, saya yakin dengan pilihan saya dan jika bapak berkenan mempekerjakan saya di sini saya akan bekerja dengan sungguh"

Tekatnya kuat juga, padahal anak sebaya dia harusnya menikmati waktu bersantai kuliah dan bermain tapi dia malah memilih bekerja sulit seperti ini. Padangan Sebastian tertuju pada lengan kurus Ema . apa dia masuk ke universitas yang sama dengan Dean karena beasiswa dia terlihat kurang gizi

Pria itu bergumam dia menatap gadis di depannya dengan seksama wajah Ema sangatlah manis di tambah mata bulat gadis itu, ya hanya saja gadis itu tidak berdandan layaknya gadis pada umumnya

"Baiklah kau bisa bekerja mulai besok".

Mata Ema bebinar tanpa sadar gadis itu menarik lengan Sebastian dengan erat "Benar pak? ini benarkan... terimakasih Pak Bas!". Ya Tuhan aku bisa bekerja secepat ini... aku bisa membantu adik-adik ku untuk bersekolah... dan untuk kebutuhan kuliah ku Terimakasih... Terimakasih Tuhan... .

Sampai Ema tidak sadar menitikan air mata di depan Sebastian

"Kau tidak apa?".

"Tidak apa pak.... terimakasih karena bantuan anda"

Walau tidak banyak berbicara sekarang Sebastian tahu jika gadis di depannya memiliki tekanan besar dalam hidupnya dia hanya dia tidak ingin terlalu ikut campur

"Bagus bekerjalah dengan baik selama di sini"

1
lafratabassum
kakk mau tanya, apa karya ini masuk retensi 20 Bab awal ya??..
lafratabassum: sudh 20k kata ?
natural: iyah masih diproses
total 2 replies
Dela Yola
loveee
Dela Yola
up lagi dong💥
seftiningseh@gmail.com
hmm menurut aku dari segi sipnosis
novel ini itu sangat menarik. aku suka bgt sama novel ini
semangat kak buat episode selanjutnya

baca juga novel aku judul nya istri kecil tuan mafia /Smile//Smile/
Protocetus: min mampir juga ya ke novelku Mercenary of Dorado
seftiningseh@gmail.com: iya makasih kak
semoga suka cerita nya
total 3 replies
Dela Yola
penasaran....🍊
natural: thx ^-^
total 1 replies
Bycle
cute banget
Bycle
penasaran
natural: With love;))
total 1 replies
Bycle
semangat❤️🍊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!