NovelToon NovelToon
Manuskrip Vyonich

Manuskrip Vyonich

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Cinta Terlarang / Epik Petualangan / Persahabatan / Romansa
Popularitas:657
Nilai: 5
Nama Author: Ahmad Rifa'i

Arka Fadhlan, seorang pakar kriptografi, menemukan potongan manuskrip kuno yang disebut Vyonich, teks misterius yang diyakini berasal dari peradaban yang telah lama menghilang. Berbagai pihak mulai memburunya—dari akademisi yang ingin mengungkap sejarah hingga organisasi rahasia yang percaya bahwa manuskrip itu menyimpan rahasia luar biasa.

Saat Arka mulai memecahkan kode dalam manuskrip, ia menemukan pola yang mengarah ke lokasi tersembunyi di berbagai penjuru dunia. Dibantu oleh Kiara, seorang arkeolog eksentrik, mereka memulai perjalanan berbahaya melintasi reruntuhan kuno dan menghadapi bahaya tak terduga.

Namun, semakin dalam mereka menggali, semakin banyak rahasia yang terungkap—termasuk kebenaran mengejutkan tentang asal-usul manusia dan kemungkinan adanya kekuatan yang telah lama terlupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Rifa'i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAYANGAN DI BALIK KEHANCURAN

Jurang itu masih sunyi.

Arka, Kiara, dan Ezra berdiri di tepiannya, menatap ke dalam kegelapan yang menelan Dr. Helena. Tak ada suara, tak ada tanda-tanda kehidupan dari bawah sana.

Kiara mengepalkan tangannya, matanya merah karena menahan air mata.

"Kita tidak bisa pergi begitu saja," bisiknya.

Ezra menatapnya dengan ekspresi campur aduk. "Kiara… kita bahkan tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak."

Arka tetap diam, pikirannya berputar dengan cepat.

Dr. Helena jatuh, tapi mereka belum mendengar suara tubuhnya menghantam dasar jurang. Jika jurang itu dalam, mungkin…

Mungkin masih ada harapan.

Ia menatap tebing batu di sisi jurang. Ada jalur kecil yang melingkar ke bawah terjal dan berbahaya, tapi cukup lebar untuk dilalui.

"Aku akan turun," kata Arka tegas.

Ezra mendesah. "Kau gila? Kita tidak punya alat panjat, tidak tahu seberapa dalam jurang ini, dan masih ada Aldrich di belakang kita!"

Kiara menoleh, ekspresinya keras. "Kalau kau mau pergi, silakan. Tapi aku tidak akan meninggalkan Helena."

Ezra mengusap wajahnya dengan frustrasi. Ia melihat dari Kiara ke Arka, lalu ke jurang di depan mereka.

Akhirnya, ia menghela napas panjang. "Sialan. Baiklah, kita turun."

Tanpa membuang waktu, mereka mulai menuruni jalur setapak yang sempit itu.

DI BALIK KEGELAPAN

Mereka bergerak perlahan, menekan tubuh mereka ke dinding batu agar tidak terpeleset. Setiap langkah terasa berat, setiap napas penuh debu dan pasir.

Setelah beberapa menit, mereka tiba di sebuah tebing sempit di sisi jurang.

Arka menyorotkan senter ke bawah.

Lalu mereka melihatnya.

Dr. Helena.

Ia terbaring di atas batu besar yang menjorok dari dinding jurang, hanya beberapa meter di bawah mereka.

Kiara menahan napas. "Dia masih hidup!"

Tapi tubuh Dr. Helena tidak bergerak.

Arka segera turun lebih jauh, menyeimbangkan dirinya dengan hati-hati. Begitu sampai di dekatnya, ia berlutut dan memeriksa nadinya.

Lemah, tapi masih ada.

"Dia masih bernapas!" katanya dengan lega.

Ezra mengusap wajahnya, setengah tak percaya. "Aku sudah mengira dia mati tadi."

Kiara segera turun dan memeriksa Dr. Helena. Lengan wanita itu tampak terluka, mungkin patah, dan ada luka di dahinya.

"Kita harus mengangkatnya keluar dari sini," kata Kiara.

Tapi sebelum mereka bisa bergerak lebih jauh.

BUM!

Suara ledakan menggema dari atas jurang.

Mereka bertiga langsung menengadah.

Cahaya oranye berkobar dari atas gua.

Ezra menyumpah pelan. "Sial. Aldrich pasti menghancurkan jalan keluar."

Asap dan debu mulai turun ke dalam jurang, membuat udara semakin sulit dihirup.

Kiara menggigit bibirnya. "Mereka ingin mengubur kita di sini."

Arka menarik napas dalam. Tidak. Mereka tidak akan mati di sini.

Ia menyorotkan senter ke sekeliling, mencari jalan lain.

Lalu ia melihat sesuatu.

Di sisi lain jurang, ada celah kecil di dinding batu, setengah tersembunyi di balik bayangan.

"Ke sana," katanya. "Mungkin itu jalan keluar."

Kiara dan Ezra mengikuti arah sinarnya.

Ezra mendesah. "Baiklah. Tapi bagaimana caranya kita membawa Helena?"

Arka menggenggam Kunci Orbis di tangannya. "Aku punya ide."

JALAN MENUJU KOTA TERSEMBUNYI

Arka, Kiara, dan Ezra bekerja sama mengangkat Dr. Helena. Butuh usaha besar untuk membawanya ke celah batu itu, tetapi mereka berhasil.

Di dalamnya, mereka menemukan sebuah lorong sempit yang tampaknya sudah lama tak digunakan. Dindingnya dipenuhi ukiran aneh, mirip dengan yang mereka lihat sebelumnya.

Ezra menghela napas. "Aku tidak suka tempat ini."

Kiara tetap fokus. "Asalkan ini membawa kita keluar, aku tidak peduli."

Mereka terus berjalan, napas mereka memburu di udara yang semakin dingin.

Kemudian, mereka tiba di sebuah pintu batu besar—mirip dengan yang mereka temukan sebelumnya.

Tapi kali ini, ada sesuatu yang berbeda.

Di tengah pintu itu, ada ukiran berbentuk Kunci Orbis dan tepat di bawahnya, terdapat tulisan dalam bahasa kuno.

Dr. Helena, yang mulai sadar kembali, berusaha membuka matanya. "Bantu aku… aku bisa membaca ini…"

Arka membantu menopangnya.

Helena menatap tulisan itu, mengerutkan kening.

"Hanya mereka yang membawa cahaya masa lalu yang bisa memasuki tempat ini…" ia membaca dengan suara serak.

Arka menatap Kunci Orbis di tangannya.

"Mungkin ini maksudnya."

Ia mengambil napas dalam-dalam, lalu perlahan menekan Kunci Orbis ke dalam ukiran itu.

Sesaat tak terjadi apa-apa.

Lalu.

GEMURUH!

Pintu batu itu terbuka perlahan, memperlihatkan cahaya biru redup di baliknya.

Udara di dalam terasa lebih sejuk, seperti tempat yang telah lama tersegel dari dunia luar.

Mereka saling bertatapan.

Ezra mengangkat alis. "Mungkin kita baru saja menemukan sesuatu yang lebih besar dari yang kita bayangkan."

Kiara mengangguk, matanya penuh ketegangan.

Dr. Helena tersenyum lemah. "Selamat datang di Kota Orbis."

Mereka melangkah masuk dan tanpa mereka sadari, seseorang sedang mengawasi mereka dari kegelapan.

1
Diana Dwiari
berasa nonton film lara croft
Ahmad Rifa'i: terima kasih kak sudah mampir ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!