NovelToon NovelToon
Perjalanan Pendekar Naga

Perjalanan Pendekar Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Musang Bulan

10 tahun yang lalu keluarga cabang Xiao dibantai, dalam peristiwa berdarah tersebut hanya Xiao Tian yang berhasil selamat. Dalam keputusasaan, ia berlari ke sembarang arah hingga terperosok ke salah satu jurang di kaki pegunungan Wuyi. Beruntung salah seorang Tetua Sekte menyelamatkannya, memberikannya sebuah harta tak terhingga yang bernama mutiara dewa iblis demi menyambung nyawanya. Sejak saat itu, takdir kehidupannya pun berubah. Meski ia dianggap tidak berguna, namun hanya gurunya lah yang mengetahui rahasia terbesarnya dalam menempuh dunia kultivasi yang kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takdir Yang Mengikat

Menyadari jika Putri mahkota Lin Shuting tertusuk anak panah, kedua pengawal rahasia permaisuri pun tampak merasa bersalah. Dalam kejadian yang sangat cepat itu, mereka berdua benar-benar kecolongan dari serangan anak panah yang melintas melalui jendela kereta kuda.

Menurut aturan Istana Kekaisaran, kejadian ini akan menyeret nyawa mereka sebagai hukuman. Gagal melindungi nyawa Putri mahkota sama saja kehilangan nyawa, mereka tampak putus asa.

Secara perlahan, hujan pun mulai membasahi Kota Xianyang. Namun, dalam keadaan seperti ini membuat permaisuri agung tampak menangis haru meratapi kondisi putrinya yang sudah berubah pucat.

Tepat pada saat itu...

Sosok pria paruh baya menerjang hujan, ia memakai baju lengan panjang serta memakai topi caping yang membuat wajahnya sulit terlihat. Hanya saja jika Xiao Tian berada di tempat ini, postur tubuh pria paruh baya itu tidak akan sulit ia kenali, bahkan jika sosok itu berubah menjadi abu.

Dua orang pengawal rahasia permaisuri agung tampak memasang ekspresi waspada, kedatangan pria paruh baya yang tidak tersentuh oleh hujan itu menandakan jika ia bukanlah orang biasa.

"Biarkan aku memeriksa kondisi Putri mahkota" Ucap pria paruh baya itu tanpa sungkan.

"Siapa kamu?" Tanya pengawal rahasia tersebut dengan waspada.

"Tidak penting siapa aku, seharusnya jika kamu menghambatku maka nyawa Putri mahkota akan berakhir" Ucap pria paruh baya itu dengan datar.

Permaisuri agung yang mendengar percakapan pengawal pribadinya dengan orang asing tampak tertegun, namun sebagai seseorang yang sudah banyak melalui berbagai hal, ia tahu jika pria paruh baya itu tidak memiliki niat yang jahat.

"Biarkan ia memeriksa Putri mahkota" Ucap permaisuri agung kepada pengawalnya.

"Baik Yang Mulia" Sahut pengawal rahasia itu dengan hormat.

Pria paruh baya itu bergegas maju, membuka tirai kereta kerajaan yang selama ini bersifat tabu. Namun di bawah kondisi darurat, tidak akan ada yang berbicara tentang etika atau kelancangan.

"Yang Mulia, Putri mahkota terkena panah es dari suku barbar, panah ini juga mengandung racun dingin yang mengerikan. Tidak hanya bisa membunuh korban tetapi juga penolongnya jika tidak hati-hati" Ucap pria paruh baya tersebut dengan sekali pandang.

"Apa?"

Permaisuri agung tercengang, ia pernah mendengar panah beracun yang berasal dari negeri seberang, bahkan tabib Istana sekalipun tidak akan bisa mengatasi situasi seperti ini.

"Tuan penyelamat, bisakah anda menolong Putri mahkota? Istana akan memberikan hadiah dan juga penghargaan yang besar" Ucap Permaisuri agung penuh harap.

"Sayangnya saya tidak bisa menyelamatkan nyawanya, hanya bisa menunda saja" Ucap pria paruh baya yang merupakan guru Xiao Tian itu.

"Tidak masalah, asal diberikan cukup waktu maka itu saja sudah cukup" Ujar permaisuri agung dengan airmata yang sudah menetes.

"Yang Mulia tenanglah, beri saya sedikit waktu" Ucap pria paruh baya itu sambil mengerahkan tenaga dalamnya.

Tanpa membuang-buang waktu, ia pun segera mencabut anak panah berwarna emas. Dengan sangat hati-hati ia mengedarkan energi vitalitasnya untuk mencegah meluasnya racun serta memberikan energi kehidupan untuk membungkus energi dingin yang bergerak menuju jantung.

Setelah mencabut anak panah emas, pria paruh baya tersebut memasukkan sebuah pil henti darah ke dalam mulut Putri mahkota. Kejadian ini disaksikan dengan hati-hati oleh Permaisuri agung, sementara kedua pengawal rahasianya berjaga di luar kereta tanpa bisa bernapas dengan tenang.

"Setelah ini racunnya akan berhenti menyebar, namun perawatan hati-hati dari tabib Istana akan menentukan batas hidupnya" Ucap pria paruh baya tersebut tanpa menutupi kebenarannya.

Benar saja, beberapa saat kemudian wajah putri mahkota berubah lebih sehat. Warna pucat yang sebelumnya terlihat, kini sudah mulai kembali normal diikuti dengan pernapasan yang mulai stabil.

"Saya tidak bisa melakukan apa-apa lagi, putri mahkota sepertinya sudah terikat dengan takdir" Ucap pria paruh baya tersebut dengan senyum masam.

Tentu ia menyadari bagaimana sulitnya mengatasi racun dingin, dengan usianya yang sudah setengah abad jelas akan merasa sungkan dengan metode pengobatannya.

"Apa yang dimaksud dengan takdir Putri Mahkota?" Tanya permaisuri agung dengan penasaran.

"Di dunia ini tidak ada penawar racun dingin suku barbar, yang ada hanyalah penunda efek serangan dingin saja. Itu pun hanya bisa dilakukan oleh kultivator yang berada di ranah pendekar dewa atau di atasnya, resikonya juga cukup besar karena akan mengurangi hidup kultivator itu sendiri. Hal lain yang tidak kalah menakutkan adalah efek jangka panjang dari racun dingin, yaitu tidak bisa memiliki keturunan" Ucap pria paruh baya itu menjelaskan.

Mendengar penjelasan dari penolongnya, wajah permaisuri agung tampak menggelap. Ia juga memiliki kemampuan alkemis, namun memikirkan tentang keberadaan pendekar di atas tingkat dewa jelas itu sangat sulit. Ditambah lagi dengan resikonya, jika bukan karena hubungan keluarga maka mustahil seseorang akan mau berbuat dermawan meski itu demi menyelamatkan nyawa Putri mahkota.

Menyadari ekspresi kesedihan permaisuri agung, pria paruh baya itu pun kembali berkata.

"Di Kota Changyun terdapat seorang pemuda dengan bakat menentang surga, jika Putri Mahkota berjodoh maka tidak sulit baginya untuk mempertahankan hidup. Bahkan bisa saja racun dingin yang menggerogoti tubuh akan membawa manfaat bagi kebangkitan kultivasinya" Ucap pria paruh baya tersebut sambil mundur perlahan.

Dalam hatinya ia hanya memikirkan satu nama, Xiao Tian. Dengan keberadaan Api Yin dan Api Yang maka kesembuhan Putri mahkota adalah perkara yang ringan, hanya saja apakah mereka bisa berjodoh untuk ke tahapan tersebut.

Permaisuri agung yang masih mencerna kata-kata penyelamat putrinya, tiba-tiba terkejut dengan suara derap langkah kuda yang tergesa-gesa. Bersama itu pula kehadiran pasukan bayangan langsung mengepung lokasi penyergapan, namun bersamaan dengan itu pula sosok pria paruh baya telah menghilang tanpa bisa diketahui kepergiannya. Bahkan dua orang penjaga rahasia pun terkecoh kehilangan sosok pria misterius di balik hujan.

"Kemana perginya orang itu?" Batin permaisuri dengan perasaan bersalah.

Kejadiannya begitu cepat, ia tidak sempat berterimakasih meski itu hanya sebatas ucapan. Pikirannya berkecamuk hebat, terutama ketika mendengar Putri Mahkota tidak bisa mengandung. Bukankah itu berarti Dinasti Lin akan berakhir?

"Uhuk.. Uhuk.."

Lin Shuting membuka kedua matanya, merasakan jejak kehangatan dari energi vitalitas yang tertinggal di dalam tubuhnya.

"Ibu, apa yang terjadi?" Tanya Lin Shuting saat kembali tersadar.

"Putriku, akhirnya kamu bangun juga" Permaisuri agung langsung memeluk tubuh putrinya dengan lembut.

Lin Shuting menyaksikan sebuah anak panah berwarna keemasan yang tergeletak di dekatnya, sementara luka di bahu kirinya telah sembuh dengan kulit yang sudah menyatu kembali.

"Bagaimana semuanya ini bisa terjadi?" Lin Shuting kembali beritanya dengan heran.

"Saat dirimu tidak sadarkan diri, seorang penolong datang dan mengobati lukamu. Hanya saja ini bukan luka biasa, kamu terkena racun dingin yang sangat sulit disembuhkan" Ucap permaisuri menjawab kebingungan putrinya.

"Racun dingin?" Kening Lin Shuting berkerut dalam.

Racun dingin adalah racun yang sangat keji yang membuat korbannya sangat menderita, meski memiliki kesempatan untuk bisa hidup, Lin Shuting seperti terjatuh pada jurang es yang sangat dalam.

"Ibu, aku takut" Ucap Lin Shuting dengan bibir gemetar.

"Masih ada jalan keluar, menurut tuan penolong ada seorang pemuda di Kota Changyun yang bisa menyelamatkan dirimu dari kondisi serangan racun dingin" Kata permaisuri memberi harapan.

Lin Shuting hanya menguasai bakat sastra, ia tidak mengerti dunia kultivasi karena sejak kecil ia tidak memiliki akar roh spiritual sebagai cikal bakal seorang kultivator. Kesadarannya yang lemah ini menjadi titik balik ketidakberdayaan Kaisar Lin dalam menjalankan kekuasaan, sehingga tidak heran ia beranggapan jika Putri mahkota harus mendapatkan sosok pendamping yang kuat.

Tidak lama kemudian, pasukan bayangan menguasai keadaan. Melindungi Permaisuri agung dan Putri Mahkota, namun mengetahui Putri Mahkota terluka akibat sebuah insiden serius, maka dipastikan Istana Kekaisaran tidak akan tenang.

1
Someone
Up
Qisya Zahra12
Baru baca novel kultivasi, langsung cocok pas baca yang ini.
Werkudara
Menanti serunya perjalanan panjang sang legendaris... 👍
Werkudara
Ini sebuah karya tulis yang sangat menarik, tentang perjalanan hidup seorang kultivator mencari hakekat kehidupan... lanjut... 👍
Freddy Suwindi
y
Oe Din
Poko'e semangat berkarya...!!!
Oe Din
Luar biasa
Ernest T
upupupupupuppppppp thor
Someone
Seru diawalnya
Someone
Jadi penasaran dengan identitas gurunya xiao tian
Someone
Mulai suka
Ismaeni
coba jaga kepercayaan para reader ya thor,jangan ketika sudah banyak yang suka karyamu tiba-tiba terhenti tanpa ada pemberitahuan. ..
Ismaeni
tidak asing dengan alur ceritamu...
Ismaeni
sepertinya aku tau siapa kamu thor.../Facepalm/
Zainal Tyre
lanjut thor
Musang Bulan
Yang minta update, ditunggu ya. Jangan lupa like dan komentarnya ya supaya karya ini tetap eksis. Banyak karya di NT tidak berlanjut karena kurangnya dukungan berkarya dari pembaca.

Yang lagi dalam perjalanan mudik, hati2 di jalan ya...
PAIZ 0507: gas tor
total 1 replies
Ismaeni
sepertinya pernah baca cerita yang agak mirip-mirip yaa,cuma sayang tidak berlanjut padahal sangat bagus menurutku ...semoga cerita ini bisa sampai tamat sebagai penggantinya. ..
Iwa Siaga purna
Diawalnya bagus, nyimak terus
Iwa Siaga purna
Nama Li Mochou jadi inget ma tokoh dlm kisah Yoko.
Iwa Siaga purna
Nyimak dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!