NovelToon NovelToon
Daddy Tampan

Daddy Tampan

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Herti Bilkis

Menjadi kaki tangan mafia, tidak menyurutkan peran ganda Mark Robert kali ini.

Duda memiliki anak satu, cantik dan cerdas itu. Tiba-tiba mengejar cinta seorang sekretarisnya. Setelah kegagalan perasaan cintanya atau hanya sekedar tanggung jawab dulu. Apakah Mark akan benar-benar jatuh cinta dan di cintai? Mengingat latar belakang hitam dirinya bukan menyurutkan wanita tidak menyukainya, malah mereka berharap dapat di sentuh pria beranak satu itu.



Selamat membaca kisah tuan Mark Robert sahabatnya Rendi Anggara ya Kak.
Salam hangat dari Herti Bilkis😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herti Bilkis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

To Singapura

NTR:Hai Kak, kasih bintang 5 kak, jangan lupa like, komen, favorit dan vote kak.. Selamat membaca kak.

Seorang gadis duduk dengan earphone di telinganya. Ia duduk di tengah-tengah kerumunan orang-orang yang akan melakukan penerbangan, ia duduk di kursi tunggu di bandara. Ia menutup kedua matanya sembari mendengarkan musik yang sedang ia putar.

Di handphonenya berbunyi berulang kali, pasalnya panggilan dari ibunya, ia abaikan. Mengingat dirinya pergi tanpa berpamitan, hanya sepucuk surat yang ia tinggalkan di kamarnya. Surat yang berisikan bahwa dirinya akan pulang dengan membawa uang yang banyak dan juga pria tampan sesuai pilihannya yang pastinya akan mencintai dirinya. Allea Wijaya.

Dengan koper di sampingnya yang berwarna putih. Ia membuka earphone yang menempel di telinganya, lalu berdiri setelah mendengar panggilan bahwa penerbangan menuju Singapura akan akan lepas landas. Alea tersenyum, lalu ia berdiri dan membenarkan pakaiannya.

Setelah itu, ia mengambil kopernya dan berjalan menuju pesawat meninggalkan bandara, sebelum ia naik ke pesawat. Alea berbalik menatap luasnya bandara ia tersenyum.

"Tunggu aku pulang mah, bawa suami yang sesuai keinginanku dan akan membangkan!" seru Alea tersenyum.

Ia memasuki pesawat, ia kini duduk di kursi penumpang dan mengenakan kembali earphone nya di telinganya dan menutup kedua matanya. Ia menunggu pesawat untuk Lepas Landas, tujuannya adalah ke Singapura penerbangan Indonesia ke Singapura tidak memakan waktu cukup lama. Setelah sampai, Alea membuka kedua matanya dan Ia turun dari pesawat what ia tersenyum.

"Welcome Singapura! Aku harap, aku akan mendapatkan uang yang banyak dan kekasih yang akan mencintaiku hingga mati!" seru Alea saat ia turun dari pesawat.

Ada banyak sorotan mata yang menatap heran mendengar ucapan Alea. Seorang gadis yang terlihat konyol, bagi siapapun yang melihatnya. Namun Alea tidak menghiraukan tatapan orang lain dia tetap berjalan menelusuri bandara, hingga kini ia berada di depan bandara dan duduk di samping teras bandara. Ia dengan santainya membuka handphone-nya dan menelusuri sebuah penginapan yang cukup murah sesuai dengan tabungannya yang ia bawa.

Mengingat di Singapura, ia sama sekali tidak ada orang yang ia kenali. Hanya bermodal keberanian, Alea memberanikan diri untuk pergi ke Singapura. Ia pergi untuk mencari dan menghindari perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.

Pasalnya hal yang sangat tidak ia sukai hal-hal yang berbau perjodohan. Apalagi mengenai masa depannya, meski dirinya tidak mengenali banyak orang, tapi Alea adalah seorang gadis yang mandiri bahkan cukup pintar dalam hal berkomunikasi dengan siapapun, apalagi berbaur dengan orang lain.

"Hah, ini cukup menarik dan juga harganya sesuai dengan keuangan. Aku tapi setelah ini aku akan kehabisan uang dan juga aku harus mencari pekerjaan," gumam Alea.

Setelah mendapatkan penginapan yang sesuai dengan keinginannya. Alea menaiki sebuah taksi dan berjalan menuju penginapan.

Ia tampak bahagia meski tinggal di negara yang cukup asing, bahkan sama sekali dia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan berada di Singapura saat ini. Cukup rumit tempat yang ia cari, hingga membuatnya kesulitan untuk membawa kopernya.

Setelah keluar dari taksi, Alea berjalan memasuki sebuah gang kecil. alea berjalan memasuki sebuah gang mengenakan handphonenya dia mencari ke penginapan yang tertera informasi hapenya.

Alea memasuki Gang yang sangat sempit hanya muat untuk 2 orang pejalan kaki saja. Setelah mendapati alamat yang dituju, ia mengerutkan dahinya ketika melihat sebuah papan yang bertuliskan menerima kost putri.

Sebuah rumah yang sederhana bahkan sangat sederhana, saat Alea mencoba membunyikan bel, tiba-tiba seorang wanita paruh baya keluar dari pagar rumah itu. Wanita itu menatap Alea, yang juga menatap wanita paruh baya itu yang mengenakan piyama sembari sebuah bingkisan berwarna hitam ada di tangannya.

"Kamu cari siapa Nak?" tanya wanita paruh baya itu.

"Saya mencari kost yang tertera di internet," jawabane Alea.

"Atas nama siapa?" tanya ibu itu.

"Alea Wijaya," jawab Alea.

Wanita paruh baya itu menatap Alea dengan lekat, ia melihat ke atas ke bawah bagian tubuh Alea. Alea sedikit tertegun ketika mendapati perlakuan wanita paruh baya itu, saat melihat Alea dari atas sampai ke bawah.

"Masuklah, biar saya panggil yang punya rumahnya," ajak wanita itu.

Alea mengangguk, lalu ia mengikuti wanita paruh baya itu memasuki rumah yang cukup sempit. Bahkan Alea mesti berjejer ketika berjalan bersama dengan wanita paruh baya itu. Saat memasuki pintu rumah terbuka tertegun melihat begitu banyak anak kecil bahkan sedang berlari kesana kemari.

"Apa maksudnya ini? Aku mencari penginapan. Bukan mau mendaptar ke panti asuhan seperti ini." Batin Alea.

Alea berjalan mengikuti wanita paruh baya itu, yang menontonnya melewati kerumunan atau keramaian anak-anak kecil itu hingga sampai di sebuah halaman rumah yang cukup luas. Di sana ada seorang wanita yang kisaran usianya sekitar 40 tahun jauh lebih muda dari wanita paruh baya yang mengajak Alea memasuki rumah itu. Saat Alea berhadapan dengan wanita itu ia tersenyum ramah dan menyapa wanita itu.

"Selamat siang nyonya," sapa Alea.

" Ya ... ya! Apa kamu yang akan ngekos di sini?" tanya wanita itu.

"Iya, saya Alea nyonya,"jawab Alea.

"Saya ibu Mira, apa kamu sudah tahu konsekuensi atau aturan dari ngekos di sini?" tanya ibu Mira.

"Ya saya ambil 2 bulan nyonya," jawab Alea.

"Baiklah, yang nomor 18 adalah kamarmu pulang jam 10 malam lewat dari situ kamu dilarang untuk masuk," tegas Ibu Mira.

Alea mengangguk memahami aturan sebuah kosan dan dia berjalan mengikuti wanita paruh baya itu kembali yang menunjukkan kamar baru Alya. Setelah sampai di sebuah pintu yang bertuliskan nomor 18. Alea mengerutkan dahinya ketika melihat pintu itu bahkan usang.

Saat pintu itu terbuka, Alea melihat sebuah kamar yang cukup luas bagi seorang diri. Namun akan sangat sempit jika ada 3 orang yang tinggal di kamar itu. Alea tidak masalah akan sebuah penginapan. Saat ini yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana caranya mencari pekerjaan untuk menyambung hidupnya.

Setelah berterima kasih kepada wanita paruh baya itu. Ia duduk di tepi ranjang yang hanya cukup untuk 1 orang saja, lalu membuka kopernya dan merapikan pakaiannya di lemari. Setelah beres di kamarnya, Alea membaringkan tubuhnya mengingat dirinya yang memang belum tidur dari tadi malam.

Saat ini Ia melakukan perjalanan hingga sampai ke Singapura. Pada akhirnya Alea tertidur dengan pikirannya mencari-cari cara agar dirinya bisa mendapatkan sebuah pekerjaan yang bisa mencukupi kebutuhannya selama di Singapura. Mengingat semua fasilitas yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Kini dibekukan oleh ayahnya, mengingat Alea yang tidak mau dijodohkan oleh kedua orang tuanya.

Bahkan ia malah pergi ke Singapura tanpa berpamitan, uang tabungan yang ia miliki hanya cukup untuk membayar penginapan Selama 2 bulan dan makan seadanya. Alea tertidur dengan lelap mengingat dirinya yang kelelahan. Ia berencana akan mencari pekerjaan di esok hari.

Kata mama sih ada bibi dan paman disini, Tapi aku gak tahu alamatnya dimana. Sudahlah, ikuti tadir aja. Aku ngantuk. Batin Alea.

Seorang gadis yang berusia 23 tahun tinggal di Singapura tanpa mengenal siapa-siapa, bahkan bekal yang ia bawa tidak mencukupi semua kebutuhannya selama di Singapura. Hingga memperkenankan dirinya untuk bekerja Alea Wijaya, anak tunggal Wijaya Pratama yang bahkan tidak pernah keluar rumah sama sekali. Hanya pergi sekolah dan kuliah di antar jemput oleh keluarganya. Untuk kali ini ia mencoba untuk hidup seorang diri, di negara yang yang belum pernah ia kenali.

1
Katherina Ajawaila
keren , selamat Alea dan Mark. 🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
Alea, polos, jadi mark seneng dan ngk matre, hanya doyan makan.
Katherina Ajawaila
Bram, paman y thour, kan adiknya PP nua Mark kan
Katherina Ajawaila
Mark, seru juga bisa blng sayang pada hal mafia berdarah dingin🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
Alea di bawa k Jerman nih🤫🤫🤫
Katherina Ajawaila
Alea ampun lemot amat pentium satu
Katherina Ajawaila
dasar si pentiym satu lemot amat. jadi di peralat deh sm somplak boos bocor 🤪🤪🤪🤪
Katherina Ajawaila
Alea jgn gedong donk nanti beneran di pakaian baru kapok
Katherina Ajawaila
Alea pakai perut karet kali ya
Katherina Ajawaila
Alea ampun, org lagi ramai dia malah sibuk mkn
Katherina Ajawaila
akhir nya keluar juga dr mulut boos somplak
Katherina Ajawaila
kena kqn Mark sihir nya Alea. 🤭🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
lucu Alea. lemot banget jadi org
Katherina Ajawaila
seru aja bacanya thour, liat Alea di kerjakan Mark
Katherina Ajawaila
Naura ngk boleh judes sm Alea, dady aja seneng masa Naura ngk 🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
lucu thour ceritanya tapi mesra. semangat thour
Katherina Ajawaila
boos somplak sekretaris lemot🤫🤫🤫🤫
Bilkis😉: love banyak2 buat kk😍
total 1 replies
Katherina Ajawaila
Alea pin2 bo
Katherina Ajawaila
Alea lemot banget sih thour kasian amat pada hal pendidikan tinggi🤭🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
mark boos somplak, kaya nya bucin ya thour sm Alea. semoga ngk di manfaatin, kasihan Alea poltak banget kata pentium 1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!