NovelToon NovelToon
My Cute Nanny

My Cute Nanny

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: lizbethsusanti

Adalah seorang pengusaha muda yang sukses bernama Moses Elruno. Moses Elruno masih berusia 30 tahun merupakan orang terkaya se-Asia, mempunyai banyak sekali perusahaan yang bergerak di bidang elektronika, makanan instant, dan tekstil.

Moses Elruno juga mempunyai banyak sekali rumah, tanah, mobil mewah, pesawat pribadi, dan pulau pribadi.

Moses Elruno mempunyai karakter yang sangat dingin, jarang sekali tersenyum, dan gampang sekali marah. Karena dia hidup sendiri, sudah tidak memiliki Papa dan Mama, juga saudara kandung, membuat dia memiliki karakter yang seperti itu dan cenderung egois.

Moses Elruno suka kehidupan malam, suka berganti ganti cewek, dan minum anggur.


Seorang cewek cantik, seorang mahasiswi, hidup mandiri, dia bekerja serabutan untuk membiayai kuliah. Nama cewek tersebut adalah Melati Arumi Putri. Melati masih berusia 23 tahun. Dia hidup mandiri di kota J, kota metropolitan, yang sangat keras dan besar.

Ibunya hanya seorang sekretaris di sebuah perusahaan swasta di kota S, dan ayahnya sudah meninggal. Melati anak tunggal, itulah kenapa dia bertekad untuk menjadi anak yang sukses dan bisa membahagiakan ibunya.

Melati bisa kuliah di sebuah Universitas Negeri terkenal di kota J karena, Melati mempunyai otak yang brilian, dia mendapatkan beasiswa.

Itulah dengan sangat terpaksa, Melati berangkat ke kota J meninggalkan ibunya sendirian di kota S, demi meraih cita citanya.

Ibunya Melati hanya mampu membiayai kost dam sedikit uang untuk pegangan Melati, selebihnya Melati harus mencari sendiri, itulah kenapa Melati bekerja secara serabutan.

Bekerja sebagai guru privat dan menjadi karyawan di sebuah butik yang cukup besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayiku cantik

Raymond (asistennya Moses Elruno)

Cindy (pacar tetapnya Moses Elruno)

"Selamat pagi semuanya" Cindy pacar tetapnya Moses selama ini, seorang model lokal dan sangat materialistis, tiba tiba masuk ke dalam ruang tamunya Moses. Langsung duduk di sampingnya Moses, tanpa permisi.

Dokter Erlangga yang sedari awal Moses berhubungan dengan Cindy, sudah tidak menyukai gadis itu, tiba tiba bangkit berdiri dan berkata tanpa menghiraukan keberadaannya Cindy "Aku balik ke Rumah Sakit dulu, ingat pesan om, Mo, hormati Melati dan sayangi Chery!"

Moses pun langsung ikutan berdiri dan melangkah di sampingnya Dokter Erlangga, untuk mengantarkan Dokter Erlangga sampai ke depan pintu rumahnya

"Hati hati, om" kata Moses saat melihat Dokter Erlangga memasuki mobilnya, Dokter Erlangga pun tersenyum ke arah Moses dan langsung meluncurkan mobilnya menuju ke Rumah Sakit.

Moses melangkah kembali ke ruang tamu dan langsung duduk di depannya Cindy.

Cindy heran, kenapa Moses tidak duduk di sampingnya, kenapa Moses tidak memberikan morning kiss kepadanya.

"Apa mau kamu datang ke sini, sepagi ini?" tanya Moses.

"Aku mau meminta maaf, kemarin aku terlalu emosi dan tidak berpikir panjang, meninggalkan kamu begitu saja" kata Cindy sambil bangkit berdiri dan hendak mendekati Moses.

"Stop, duduk saja di situ!" kata Moses tegas.

Cindy mengernyitkan dahinya dan kembali terduduk.

"Sayang, aku minta maaf ya, hasil tes DNA-nya sudah keluar kan, apa hasilnya?" tanya Cindy dengan santainya.

"Dia positif anakku" jawab Moses masih menatap Cindy dengan tatapan datar.

"Hah!?" Cindy mulai kaget dan terlihat mulai kesal.

"Kalau kamu mau marah silakan, kalau kamu mau minta putus dari aku pun, juga nggak masalah" kata Moses masih dengan tatapan tanpa makna.

"Kamu mau menikahi ibu dari bayi itu?" tanya Cindy dengan suara bergetar.

"Aku bahkan tidak tahu siapa ibu dari bayi itu, bagaimana bisa aku menikahinya?" jawab Moses dengan santainya.

"Aku tahu kamu tidak bisa menerima hal ini, kalau kamu mau putus denganku, aku nggak akan protes" tambah Moses dengan santainya

"Aaahh, nggak kok, aku nggak marah, aku malah ingin menawarkan diri untuk mengasuh bayi kamu, asal jangan putuskan hubungan kita, oke?" kata Cindy sambil tersenyum dan berpura pura menjadi seorang ibu peri yang baik hati.

"Nggak perlu, bayiku sudah punya seorang pengasuh" jawab Moses.

"Tapi, maafkan aku ya, aku kemarin terlalu egois, aku kemarin............"

"Kita putus saja, jangan temui aku lagi! aku akan transfer sejumlah uang yang cukup demi mengganti waktu kamu yang terbuang percuma, untuk menjadi pacarku selama ini. Ray, tolong urus semuanya!" Moses bangkit berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Cindy.

"Baik, tuan" sahut Ray.

"Moses Elruno berhentiiiiiii! kamu tidak bisa bertindak semau kamu seperti ini, aku masih sangat mencintaimuuuuu!" Cindy langsung bangkit berdiri dan berteriak dengan sangat lantangnya.

Moses terus melangkah pergi meninggalkan Cindy, tanpa menghiraukan teriakannya Cindy.

"Dasar brengsek!" Cindy mengumpat kesal lalu melangkah pergi meninggalkan rumahnya Moses Elruno.

Aku akan membalasmu Moses Elruno. Kata Cindy di dalam hatinya, sambil mengemudikan mobilnya.

"Chery, tante Melati sayang banget sama kamu, anak pintar, anak manis, nggak pernah rewel, mmuuuah, mmuuaahh, double kiss untuk kamu ya" Melati mengajak ngobrol Chery sambil memakaikan dress mungil bermotif polkadot, berwarna pink.

"Aaah, kamu cantik banget cayangku, mmuuaahh, mmuaahh, double kiss lagi" Melati menggendong Chery ke dalam dekapannya.

Chery tersenyum lebar, mengayunkan kedua kakinya, dan bergumam lucu khasnya seorang bayi mungil.

"Saatnya ngedot cayang" kata Melati sambil duduk dan mulai memberikan botol susu ke Chery, Chery langsung mengedotnya dengan penuh semangat.

Tanpa Melati sadari, Moses membuka sedikit pintu kamarnya Melati dan mengamati gerak geriknya Melati dan Chery.

Moses sebenarnya ingin sekali melihat bayinya, tetapi malu sama bayinya. Moses merasa malu karena, selama dua Minggu ini, dia tidak pernah peduli sama Chery. Tidak pernah sekali pun menengok Chery.

Moses akhirnya menutup kembali pintu kamarnya Melati dengan sangat pelan.

Saat dia berbalik badan, hampir saja dia menabrak Ray.

"Ngapain kamu berdiri di belakangku?" tanya Moses kesal.

"Masuk saja tuan!" kata Ray sambil tersenyum.

"Aku malu sama Chery, namanya Chery, kan?" kata Moses.

"Iya tuan, namanya Chery, tapi kenapa tuan mesti malu, apa yang membuat tuan merasa malu?" tanya Ray heran.

"Yaaah, emm, kamu tahu sendiri kan, aku tidak pernah menengoknya, tidak pernah pedulikan Chery." kata Moses dengan sorot mata sendu.

"Mulailah menengoknya tuan, sekarang!" kata Ray sambil memandang Moses dengan tatapan lembut.

"Kalau Chery tidak mau bertemu denganku gimana Ray, kalau Chery memalingkan mukanya saat melihatku gimana, secara aku ini kan bukan papa yang baik" kata Moses sedih, sorot matanya mulai meredup.

"Hahahaha, seorang bayi tidak akan seperti itu tuan, seorang bayi tuh belum mengerti soal kebencian dan dendam, hati dan jiwa dari seorang bayi itu masih murni dan tulus, seorang bayi hanya mengikuti nalurinya, kalau kita tulus sama dia maka, dia akan memberikan kepada kita senyum manisnya, cobalah tuan, sekarang masuklah!" kata Ray.

"Benarkah seperti itu, Ray?" tanya Moses sambil menatap Ray dengan tatapan serius.

Ray tersenyum dan menganggukkan kepalanya, menatap tuannya.

"Baiklah, aku akan masuk sekarang tapi, temani aku ya, Ray!" kata Moses.

Selama puluhan tahun mendampingi tuannya, baru kali ini, Ray melihat gurat ketakutan di wajah tuannya. Seorang Moses Elruno memohon kepadanya untuk ditemani, dan ditemani hanya untuk sekadar menengok putrinya sendiri. Ray, merasa geli di dalam hatinya.

"Baiklah tuan, ayok saya temani!" kata Ray sambil melangkah mendahului tuannya, dan mengetuk pintu kamarnya Melati.

Tok tok tok

"Ini aku Mel, boleh aku masuk?" kata Ray dari balik pintu.

"Masuk saja kak, maaf saya baru memberi Chery susu, tidak bisa membukakan pintunya" Kata Melati.

Ceklek

Ray, membuka pintunya dan langsung membuka lebar kedua daun pintu kamarnya Melati.

"Silakan masuk tuan!" kata Ray.

Moses melangkah masuk sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana panjangnya.

Melati hendak beranjak bangun dari tempat dia duduk.

"Duduk saja!" kata Moses.

Melati menatap Moses. Sebenarnya dia sangat tampan, gagah, dan berwibawa, sayang kelakuannya buruk sekali. Kata Melati di dalam hatinya.

Langkah Moses terhenti di samping kanannya Melati dan Ray langsung menghentikan langkahnya pula, berdiri persis di samping tuannya.

"Dia sedang apa?" tanya Moses asal, karena dia bingung dan nampak kikuk saat berada di dekat bayinya sekarang.

Melati mendongakan kepalanya dan menatap Moses dengan heran, sudah tahu sedang ngedot, pakai nanya lagi. Batin Melati geli.

"Sedang ngedot tuan, Chery sangat kuat kalau minum susu tuan, makanya Chery cepat gendut nih, ya, cantikku, Cheryku" kata Melati sambil mengalihkan pandangannya kembali ke Chery.

"Ooooo" ucap Moses.

"Cuma susu ya, belum makan?" tanya Moses.

"Bayi baru lahir belum boleh makan tuan, emm, nanti kalau sudah enam bulan baru boleh dikenalkan sama makanan, tetapi yang lembut lembut dulu, seperti pisang atau bubur khusus bayi berusia enam bulan" jawab Melati.

"Ooooo" ucap Moses.

Melati melepas dengan pelan botol susu dari mulut mungilnya Chery, saat botolnya sudah kosong.

Melati bangkit berdiri, meletakan botolnya di atas kursi, dan membaringkan Chery kembali ke dalam boxnya, lalu mengambil tissue basah, dengan pelan dan penuh kasih sayang mengelap pipinya Chery yang terkena susu.

Melati meraih botol susu dan menutupnya, lalu berkata "silakan kalau mau ngobrol sama Chery, tuan!" kata Melati sambil memberi tempat untuk Moses.

Moses sedari tadi mengamati gerak geriknya Melati. Sabar dan penuh kasih sayang, aku bersyukur Chery mendapatkan seorang pengasuh yang baik. Kata Moses di dalam hatinya.

Moses sudah mendekati boxnya Chery, mulai melongok untuk melihat bayinya.

Moses diam saja, Chery yang semula mengayun ngayunkan kedua kaki dan tangan mungilnya tiba tiba membeku saat menatap wajahnya Moses.

"Saya permisi tuan, saya mau mencuci botolnya Chery dulu" kata Melati.

"Tunggu dulu, kenapa dia diam saja saat melihat aku, kenapa dia tidak tersenyum?" tanya Moses.

"Ajak Chery ngobrol tuan, Chery suka diajak ngobrol" kata Melati sambil tersenyum lalu melangkahkan kaki, untuk keluar dari kamarnya, menuju ke wastafel yang ada di dapur bersih, untuk mulai mencuci botol susunya Chery.

"Ray, ajak dia ngobrol!" kata Moses nampak kebingungan.

"Lho kok saya, tuan?" Ray langsung mengernyitkan dahinya saat Moses menarik tangannya dengan paksa, untuk ikutan melongok ke dalam box, melihat Chery.

"Ayok, ajak ngobrol!" kata Moses dengan polosnya.

"Aahhh, kenapa tidak tuan saja sih, tuan kan papanya" kata Ray.

"Aku malu Ray, dia cewek yang sangat cantik, dia bayiku, sangat cantik, dan entah kenapa aku merasa kikuk dan malu saat dia menatapku seperti itu" kata Moses sambil menunjuk Chery.

Chery langsung menangkap jari telunjuknya Moses, menggenggamnya dengan erat dan mulai bergumam ala bayi.

"Ray, gimana ini, dia menggenggam jariku?" tanya Moses dengan wajah kaget dan bingungnya.

"Hahahaha, ya biarkan saja tuan, mulailah sapa dia" kata Ray yang masih ikutan melongok ke dalam box dan menatap Chery.

"Aahh, halo bayiku, Chery, haaiii, ini papa" kata Moses nampak canggung.

Tuan Moses memang aneh, selama ini dia jago ngerayu cewek, giliran berhadapan sama seorang bayi, dia jadi speechless kaya gini, hahaha, dasar. Batin Ray merasa geli.

Chery langsung tertawa renyah, masih menggenggam erat jari telunjuknya Moses,dan mulai mengayun ngayunkan kedua kaki mungilnya lagi.

"Bayiku cantik ya, Ray" Kata Moses sambil terus menatap Chery.

"Iya tuan" jawab Ray sambil tersenyum senang.

"Terus aku harus ngapain lagi nih, Ray?" tanya Moses.

"Ya, ajak bicara apa aja tuan, terserah tuan, kenapa nanya saya?" Ray tersenyum geli menatap tingkah tuannya.

"Iya tuan, ajak ngobrol terus, Chery cewek yang ramah kok, dia suka banget tersenyum dan tertawa, kalau diajak ngobrol, dan bercanda" sahut Melati yang sudah nampak melangkah kembali, masuk ke dalam kamarnya.

Ray dan Moses otomatis menoleh menatap Melati. Melati langsung melangkah ke meja yang berada tidak jauh dari boxnya Chery, dan menaruh botol yang habis dia cuci ke dalam sebuah alat elektrik, untuk mulai mensterilkan botol susunya Chery

"Oooo" ucap Moses.

Melati, melangkah mendekati boxnya Chery dan berdiri di depannya Moses dan Ray. Boxnya Chery kini berada di tengah tengah mereka.

"Seperti ini tuan, halo cantik, Cheryku cayang, sudah wangi, sudah cantik, mau main apa nih?" kata Melati sambil menusuk nusuk pelan kedua pipinya Chery dengan, kedua jari telunjuknya.

Chery langsung menoleh ke kiri menatap Melati dan langsung tersenyum khas bayi, saat Melati mengajaknya bercanda. Chery mulai melepas jari telunjuknya Moses dari genggamannya, dan meraih jari telunjuknya Melati sambil bergumam dan tertawa lepas ala bayi.

Moses menatap jari telunjuknya yang tadi digenggam sama Chery.

Kenapa rasanya hangat ya, kenapa hatiku rasanya bahagia, walaupun hanya digenggam satu jari telunjukku saja, aku merasa luar biasa seperti ini. Kata Moses di dalam hatinya.

Moses lalu mengalihkan pandangannya dari jari telunjuknya ke arah Melati, Melati tampak asyik bercengkerama dengan Chery, dan Chery nampak sangat bahagia.

Aaah, perasaan aneh apa nih, yang tiba tiba menelusup masuk ke dalam hatiku. Batin Moses.

1
Dea
mantap jiwa saya sangat suka 🥰
Ratna Susanti
wah seorang raja melawan seorang raja......keren banget....seruuuuu
Ratna Susanti
waahhhhh Elmo keren banget kayak papanya.....aku suka ....aku sangat suka🥰
Dea
keren banget langsung subcribe dong 😍 plus like dan iklan bertaburan
Nuraini Nuraini
Luar biasa
Elisabeth Ratna Susanti: terima kasih banyak 🙏🤗
total 1 replies
susi 2020
😍😍😍
susi 2020
🥰🥰😘
susi 2020
😂😂😂
susi 2020
🤣🤣🤣
susi 2020
🥰🥰🥰🥰😘
susi 2020
🙄🙄😍
susi 2020
😘😘😘
susi 2020
😍🥰🥰😘
susi 2020
🥰🥰🥰
susi 2020
😍😍😍
susi 2020
🥰🥰🥰
susi 2020
😍🥰🥰😘
susi 2020
🥰🥰😘
susi 2020
🙄😍
susi 2020
😍😍😘🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!