NovelToon NovelToon
Because Of You

Because Of You

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Kembar / Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Tamat
Popularitas:97.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Garis kehidupan setiap orang kadang berliku. Awalnya mungkin sedikit menyimpang, tapi tujuan akhir yang ditentukan Tuhan tidak pernah meleset. Demikianlah yang terjadi dengan kehidupan Darel dan Dara di kisah sebelumnya.

Novel lanjutan ini akan mengisahkan:
》Perjalanan hidup Darel dan Dara selanjutnya bersama kedua anak mereka.
》Begitu juga dengan garis kehidupan Mikha dan Manche yang terhisap dalam lika liku kehidupan cinta Darel dan Dara sebelumnya.

Selamat membaca.
Semoga terhibur. 🙏🤗💖

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07. Keluarga Darel.

...~•Happy Reading•~...

Manche mendengar apa yang disarankan Mikha, dengan hati terharu. Kondisi Daddy nya dan juga sikap Mommy nya membuat dia melupakan banyak hal, termasuk Tuhan.

Padahal dia tahu, Tuhan baru saja menolongnya lewat bantuan pengacara Darel. Jika tidak demikian, mungkin semuanya terlambat dan dia akan kehilangan semua yang dimiliki Daddynya.

Pertemuannya dengan keluarga Darel bukanlah kebetulan. Tapi Tuhan telah mengatur pada waktu yang tidak terduga sebelum Daddy nya jatuh sakit. Sehingga seperti kata Mikha, dia tidak sendiri saat masa paling mengkhawatirkan dalam hidupnya. Ada keluarga Daddy nya, walaupun jauh di Korea Selatan. Begitu juga dengan Kandara dan Bu Selvine yang selalu mendukung dan menyayanginya.

Mengingat itu, dia mengendalikan perasaannya lalu berdiri dengan tubuh yang tegak. 'Benar kata Mikha, Daddy tidak membutuhkan tangisku saat ini, tapi pujian dan doa. Supaya bisa menguatkan dan lebih mendekat kepada Tuhan.' Manche berserah atas apa yang akan terjadi dengan Daddy nya.

"Terima kasih Mikha. Kadang aku lupa dengan hal utama, karena selalu disibukan dengan pikiranku yang mengatakan ini utama, atau itu yang utama. Sekarang ini banyak hal utama dalam pikiranku." Manche berkata pelan setelah menarik nafas panjang dan lama.

"Iya, Manche. Itu sering terjadi pada kita semua. Apalagi sedang berhadapan dengan berbagai persoalan yang perlu penyelesaian." Mikha berkata cepat, agar Manche tidak merasa bersalah dengan sikapnya dan makin memberatkan hatinya.

"Aku dan Darel juga pernah mengalami hal seperti itu, tetapi pesan Mommy selalu mengingatkan kami. Banyak hal utama dalam hidup ini, tapi ada yang terutama yaitu Pemberi Hidup itu sendiri."

"Utamakan Ia dalam hidupmu, nantinya kau bisa melihat segala sesuatu dari sudut yang berbeda. Semua persoalan tidak menumpuk jadi satu, tapi akan terurai satu demi satu." Mikha membagi apa yang dialami dan diterimanya dari orang tua Darel.

"Sekarang, kau temui Daddymu dan kasih tau kami perkembangan kesehatanya. Aku tidak berjanji, tapi jika ada kesempatan, aku akan diskusi kondisimu dengan Darel, sebelum berbicara dengan orang tua kami." Mikha berkata lagi untuk meyakinkan dan menguatkan Manche.

"Baik, Mikha. Terima kasih untuk semuanya." Manche berkata pelan dengan hati tenang dan bersyukur, bisa bicara dengan Mikha. Lalu mengakhiri pembicaraan mereka setelah saling memberi salam.

Setelah berbicara dengan Manche, Mikha menarik nafas lega, bisa bicara dengan tenang. Padahal hatinya sedang terharu memikirkan kedua orang tuanya yang telah tiada.

Perlahan dia meletakan ponsel dan semua perlengkapan kerjanya, lalu masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.

~°°°~ ~°°°~ ~°°°~

Di sisi lain ; Kandara telah bangun dan mandi. Ketika keluar dari kamar mandi, dia melihat Darel masih tidur. Kandara mendekatinya, lalu mencium pipinya sekilas. "Darel, bangun. Tolong antar aku ke kamar Mama. Aku mau lihat anak-anak." Kandara berkata pelan, saat melihat Darel perlahan telah membuka mata.

"Apakah sudah pagi?" Tanya Darel sambil menggerakan tubuh, lalu duduk di tempat tidur.

"Ini masih sore. Aku mau lihat anak-anak, jangan sampai mereka mencariku." Kandara berkata lagi sambil tersenyum, mendengar pertanyaan Darel yang menyangka sudah pagi.

"Oooh... Ternyata masih sore. Kau telah membuatku, lupa waktu." Darel berkata sambil tersenyum, lalu memainkan alisnya turun naik untuk menggoda Kandara. Melihat itu, Kandara berbalik meninggalkan Darel dengan wajah memerah.

"Dara, ganti bajumu dengan pakaianku saja. Aku lupa minta asisten membawa pakaian ganti kalian." Darel berdiri, lalu berjalan ke lemari yang ada dalam kamarnya.

Dia mengambil T-shirt dan celana pendeknya lalu berikan kepada Kandara. "Pakai ini dulu, sambil menunggu. Semoga bisa nyaman dipakai." Kandara mengambil pakaian dari tangan Darel, lalu masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakiannya.

"Mengapa tidak ganti di sini saja? Aku sudah melihat semuanya." Darel berkata pelan saat melihat Kandara berjalan cepat ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.

"Nanti kita tidak jadi pergi ke kamar Mama..." Kandara berkata tanpa berbalik, karena wajahnya sedang memerah. Dia mengerti maksud ucapan Darel kepadanya.

Darel jadi tertawa dengar balasan Kandara yang tidak diduganya. Dia melihat punggung Kandara, lalu menggelengkan kepala, karena yang dikatakan Kandara bisa terjadi.

Mereka bisa tidak pergi ke kamar anak-anak, malah terjun bebas ke tempat tidur. Sambil tersenyum, Darel kembali membuka lemari untuk mengambil pakaiannya dan juga beberapa T-shirt.

"Ini masukan ke kantong laundry untuk anak-anak dan Mama, jika bisa. Nanti setelah mandi, aku akan hubungi asisten untuk bawa yang kalian perlukan." Darel berkata cepat saat melihat Kandara keluar dari kamar mandi. Setelah mandi, Darel mengambil ponsel lalu menghubungi asisten dan lainnya.

Beberapa saat kemudian, Darel dan Kandara tiba di kamar Mama Kandara. Darel terkejut melihat Efraim yang membuka pintu kamar. "Efra tidak ikut ke kamar uncle Mikha?" Tanya Darel setelah berada dalam kamar. Efri yang tadinya hanya diam setelah bangun tidur, langsung tersenyum riang.

"Efra temanin Oma dan Efri, Dad. Ada yang suka manyun, jika bangun dan tidak lihat Mommy." Efraim berkata sambil meniru wajah manyun Efrima.

Semua yang ada dalam kamar tertawa, kecuali Efrima yang kembali menunjukan wajah manyunnya. "Tadi kami telpon Daddy dan Mommy, tapi tidak bisa. Uncle Mikha juga tidak bisa, jadi kami belum mandi. Kata Oma, tunggu Mommy dulu." Efrima mengatakan dengan wajah yang tidak happy.

"Oooh iya. Banyak yang cari Daddy dan Mommy setelah konferensi pers Daddy, jadi kami sengaja matiin ponsel." Kandara menjelaskan pelan sambil memeluk putrinya, agar tidak bersedih lagi.

"Iya. Benar yang dikatakan Mommy. Kalau uncle Mikha, mungkin sedang sibuk. Uncle kan, masih kerja. Jadi tunggu saja, uncle pasti datang lihat kalian. Sekarang mandi dulu, sebelum uncle melihat muka bantalmu." Darel berkata sambil tersenyum mengingat ucapan Efrima padanya saat bangun tidur.

Semua dalam kamar tertawa, termasuk Bu Selvine yang jadi teringat saat Darel sekeluarga datang melamar Kandara dan menginap di rumah mereka.

"Pakai T-shirt Daddy ini, sebelum pakaian kalian diantar ke sini." Kandara berkata kepada kedua anaknya, sambil mengeluarkan T-shirt Darel dari kantong laundry.

Tiba-tiba, pintu kamar diketuk. "Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Mikha yang baru datang dan melihat Darel tersenyum sambil membuka pintu untuknya.

"Ada muka bantal yang sedang bersedih." Darel berkata sambil memberikan kode kepada Mikha, lalu menunjuk dengan wajahnya ke arah Efrima yang sedang berlari masuk ke kamar mandi sambil memeluk T-sirt Darel, saat mengetahui Mikha yang datang.

Mikha jadi tersenyum, karena mengerti maksud Darel. "Minuman diantar ke sini saja, atau kalian mau minum di kamarmu?" Mikha bertanya pelan kepada Darel yang sedang berdiri di sampingnya.

"Di sini saja. Kita semua minum di sini saja. Apakah kau sedang sibuk? Tadi anak-anak menghubungimu, tapi tidak bisa." Darel berkata pelan, agar tidak didengar oleh yang lain.

"Oooh..." Mikha mengeluarkan ponselnya lalu mengetik dan memperlihatkan ketikannya kepada Darel. 'Aku dihubungi Manche'. Mikha lakukan itu, agar tidak perlu berbisik-bisik dengan Darel. Nanti interaksi mereka bisa membuat Kandara curiga dan bertanya-tanya.

"Oooh..." Darel mengangguk mengerti lalu mengangkat tangannya dan membentuk 'OK' dengan jarinya. Dia tidak bertanya lagi, karena mengerti kode Mikha dengan mengetik di ponselnya.

...~°°°~...

...~●○♡○●~...

1
Sheety Saqdiyah
Luar biasa..
Terimakasih buat authornya..
🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Waaaah 🤭, makasih dukungannya Kak. 🙏😍 sehat & bahagia sllu 🙏🤗
total 1 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Sikap yang sangat ramah sekali pada yang lainnya, kalau ngomong sama orang kayak gini adem
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya karena setiap tindakan yang di bawa dengan emosi yang tinggi terkadang malah miris ke diri sendiri
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau suatu penting memang harus serius, ya kali mau ngaur ujungnya malah gak enak
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Benar tuh, kalau terlalu di pikirin tidur gak nyenyak. Gak baik juga buat kesehatan nantinya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Astaga ngakak Star baca namanya trio apa itu kwak Kwak bukan ya ampun... Ada - ada ae dah
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Putus cinta memang sakit sih, apa lagi kalau di tinggalkan tanpa kesalahan nyessss banget nano - nano
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Heem, Meraka tentunya juga sudah banyak membantunya selama ini. Gak mungkin di sia - siakan aja
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Harus usaha keras banget kalau bukan lanjutin aja, tapi emang buat dulu dari nol ya ampun
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Benar sekali, kadang gak nyangka dan sesak banget kalau jadi orang yang ada tapi di anggap gak ada
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Pemilik perusahaan udah gak kaget lagi kalau punya masalah sama banyak wanita, kecuali istrinya galak banget bisa handle
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Akan jadi lebih mudah kalau udah tau karakter, beda halnya jika belum kan masih harus jauh lebih hati - hati
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kadang ada aja ekpresi orang pas kayak gitu malah lucu, jadi lawannya sampe mau ketawa
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Di mana - mana kalau orang baru bangun meski udah mandi sekalipun bagian mata masih terlihat
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Setidaknya masih menghargai, sikap cuek seseorang belum tentu dia tidak peduli akan sesuatu
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kan kalau udah salah jadinya gak enak sendiri alias salting, makanya harusnya tanya dulu pelan2 jangan asal ngomong hehe
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Mau bagaimana pun sebagai seorang ibu sesibuk - sibuknya dalam suatu hal pasti masih sempat kepikiran sama anak
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya pasti, kalau udah bubar gak mungkin tetap maksa daftar ya kan. Orang tempatnya dah gak ada
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Emang susah kalau udah liat sosok yang akshsjdb susah buat di jelasin dengan kata - kata, cukup jantung yang tau
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Satu sisi pasti gak enak ya, cuma semuanya kembali pada keputusan setelah keluar sebuah usulan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!