NovelToon NovelToon
Fobia Pria Tampan

Fobia Pria Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Imelda Agustine

Kisah seorang wanita bernama Kiko, karena trauma masa lalu nya membuat Ia jijik jika di sentuh oleh seorang pria.

Lebih parahnya akan membuat Ia panik, gemetar bahkan Pingsan.

apalagi Pria itu Tampan.

kemudian Ia bertemu dengan seorang Pria Tampan dan anehnya Ia bisa bersentuhan langsung dengannya, Karena hal itu lah yang membuat Kesalah Pahaman ini Terjadi.

Kiko tidak tahu bahwa Pria tersebut adalah Pria mapan, tampan dan berhati dingin. banyak di Gilai oleh banyak kaum hawa.

Pria tersebut tak lain bernama Dion, pengusaha muda sukses yang memiliki kuasa serta segalanya.


ikutilah Kisah mereka, jangan di lewatkan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Aneh

Dion selesai membersihkan diri dikamar mandi di pagi hari. Kemudian mengeringkan rambutnya yang agak basah menggunakan handuk kecil.

Saat keluar kamar, Dion mendapati Kiko tidur di kursi dengan kaki membentang keatas serta mulut setengah terbuka.

"Kenapa dia tidur disini?" gumam Dion.

Lalu ia membungkukkan tubuhnya, menatap Kiko yang terlihat sangat polos saat tidur begitu lelap.

"Dia ternyata cantik juga." gumamnya lagi sambil tersenyum.

Entah angin apa yang menerpa, pikiran Dion malah tertuju ke bibir merah milik Kiko.

Pelan pelan Dion bergerak, berniat untuk memagutnya. Tapi, saat hal itu kurang lebih hanya berjarak beberapa centi untuk saling tersentuh.

Ngokk!

Kiko mengorok hebat setengah menguap, sontak Dion mencium aroma busuk yang dikeluarkan oleh mulut Kiko.

Huekk huekk.

Dion mual-mual, sembari memegangi perutnya yang di rasa isinya akan juga ikut keluar.

"Sialan!" gumamnya kesal.

Lalu, Dion melemparkan handuk basah yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya, tepat ke wajah Kiko, hingga membuat Kiko kaget dan bangun seketika dari tidurnya.

"Apa, apa, ada apa?" tanyanya linglung.

Dion tertawa, melihat keterkejutan Kiko. Lalu ia melemparakan tubuhnya di sofa samping Kiko.

"Hei, kau ya yang melemparkan ini?" Kiko menunjuk handuk basah yang digenggamnya.

"Bukan." jawab Dion mengelak. "Handuknya terbang sendiri tuh, untuk menutup wajah yang merusak pemandangan."

Kiko menahan kesal, menekan rahangnya dan melotot.

Ih, pria ini sungguh sangat menyebalkan sekali.

"Kenapa kau memelototiku? Kau memakiku ya?"

"Tidak Tuan, he he."

"Baguslah, sana buatkan aku sarapan!"

"Maaf Tuan, tapi saya hanya menyediakan tempat."

"Oh, jadi kamu tidak mau?" bentak Dion.

"Mau Tuan, mau."

Iiih, menyebalkan sekali. Inginku cakar wajahnya, lalu kupukul pukul biar jadi pepes tempe sekalian.

"Kenapa belum jalan?" tanya Dion kesal.

"Anu Tuan, saya tidak mempunyai bahan untuk dimasak."

"Hah?" Dion keheranan. "Lalu selama ini apa yang kau makan?"

Kiko pun langsung berlari ke arah dapur, lalu mengambil sebuah cup yang ia letakkan di kotak lemari dapur.

"Dengan ini Tuan." Kiko menyodorkan sebuah mie cup.

"Ya Tuhan, hidupmu tidak sehat sama sekali." Dion menghembuskan nafas kasar. "Hayo ikut aku!"

"Kemana Tuan?"

"Ya, mencari bahan makanan lah!" sahutnya ketus.

Iih, ingin sekali kupukul pukul kepalanya ini. Kenapa dia begitu menyebalkan sekali sih.

Kiko memperagakan memukul-mukul sesuai imajinasinya dibelakang Dion yang berjalan.

Tanpa diduga, Dion berbalik dan Kiko tak sengaja membenturkan wajahnya tepat di dada kokoh milik Dion.

"Ah, maaf." wajah Kiko memerah menahan malu.

"Kau lagi mesum ya?"

"Ti..tidak, saya tidak sengaja." sahut Kiko gugup.

"Jaga jarak dariku!" menempelkan telunjuknya didahi Kiko, agar bergerak mundur. "Aku tidak suka disentuh sembarangan."

"Ih, siapa juga yang mau menyentuhmu." gumam Kiko.

"Apa?"

"Ah, tidak Tuan, he he. Mari kita berangkat!"

Kiko mencoba tersenyum, tapi dalam hatinya penuh sumpah serapah.

Dion berjalan keluar dan lupa akan sesuatu, ia tidak membawa mobil.

"Astaga" Dion menepuk jidad.

"Ada apa Tuan?"

"Tidak apa apa, hayo kita berangkat naik Bus di halte depan!"

Kiko mau tak mau mengikuti perintahnya.

Kemarin bekerja sebagai pelayan toko, eh, sekarang malah bekerja sebagai kacung. Bukankah aku ini pemilik tempat kos. Tetapi, kenapa aku merasa jadi babu ya?

Begitulah, pikiran Kiko yang sangat lambat tak terserap baik oleh otaknya.

****

di dalam bus sangat sesak sekali, ini juga baru pertama kalinya Dion menaiki kendaraan umum.

"Huh, untunglah aku memakai jaket tebal." gumam Kiko.

Memakai pakaian tertutup nan tebal adalah hal yang sangat pas bagi Kiko, pasalnya Kiko sangat fobia jika tersentuh dengan laki-laki.

Kiko berdiri, sedangkan Dion duduk bersindakap dengan santai, membuat Kiko merengut kesal.

kebetulan, di dalam bus ada seorang pria tua paruh baya mencoba mendekati Kiko, meliriknya sambil senyum senyum.

Kiko perlahan-lahan mundur setengah gemetar, karena takut teramat pada laki-laki.

Dion yang menyadari itu dengan sigap menarik lengan Kiko hingga jatuh ke pangkuannya.

Dion melirik pria tua tersebut dengan tatapan garang dan mengancam, hingga membuat pria tua tersebut langsung ciut dan mundur kebelakang.

Setelah pria tua itu pergi, Dion langsung mendorong Kiko yang mematung dipangkuannya hingga jatuh terjerambat.

"Aww, sakit."

"Siapa suruh kau menyentuh ku." hardik Dion. "Sudah kukatakan, jaga jarak!"

"Ihh, siapa juga yang mau menyentuhmu, kan kau sendiri yang menarik ku."

"Tidak!" Dion mengelak. "Kau pura-pura jatuh agar bisa menyentuhku, kan?"

"Apa? Ti...tidak." Kiko langsung merah merona diwajahnya yang pucat, terlihat sangat jelas hingga membuat Dion tersenyum geli.

orang-orang di dalam bus, hanya bisa menahan tawa melihat tingkah laku dua sejoli yang melakukan pertengkaran kecil, seperti sedang dimabuk asmara.

"Nona, pacarmu sangat tampan." ucap wanita berambut pendek di dekat Kiko.

"Siapa?"

Wanita itu menunjuk Dion yang tengah asik menatap jalan, tapi Dion mampu mendengarnya. Pasalnya, mereka berhadapan jika Dion mau berbalik memandang.

"Dia bukan pacarku."

Cih, siapa juga yang mau dengan gadis kampung sepertimu.

"Wahh, boleh dong, kalau saya mendekatinya."

Kiko tertawa. "Ha ha, lebih baik, Jangan!"

"Kenapa? Kan, kalian tidak sedang pacaran."

"Dengerin ya! Dia itu hanya mau dengan seorang pria dan tidak tertarik dengan seorang wanita."

"Wah, Nona serius?"

Kiko mengangguk. "Serius."

"Wahh, sayang sekali ya. tampan tampan tapi tidak suka perempuan."

Astaga, lagi lagi dia membuatku malu. Awas saja, nanti kubungkam mulutnya itu. Menyebalkan sekali.

****

Sesampainya di pasar, Kiko seperti orang aneh yang menjauhkan diri setiap berjalan agar tidak terbentur dengan siapapun.

Wanita ini aneh sekali.

Dion melirik sambil merengut kesal.

"Cepat beli bahan! Aku sudah sangat lapar ingin segera pulang."

"Hayo kita pulang!" Kiko berbalik ingin pergi.

Dengan sigap, Dion menarik jaket yang terdapat kuping kelinci, dikenakan oleh Kiko.

"Kan, kita baru saja sampai dan belum mendapatkan bahan sama sekali."

"Kenapa tidak kau sendiri saja?"

"Kau menyuruhku?" Dion melirik dengan tatapan mengancam. "Kubatalkan, tidak jadi tinggal di tempatmu."

"Maaf, maaf Tuan. Bukan seperti itu."

"Lalu?"

"Tapi.. tapi saya, argghhh, baiklah."

Dengan penuh tekad, Kiko menembus keramaian pasar hingga dengan secepat kilat dia selesai membeli beberapa sayur dan daging untuk dimasak.

Hah hah hah. Kiko terengah engah, nafasnya tak beraturan dan keringat membanjiri tubunya dipagi hari.

"Kau tidak apa apa?" tanya Dion panik.

Kiko menggelengkan kepala dan tanpa di duga, ia membentangkan tangannya ke atas lalu berteriak senang.

"Akhirnya, aku berhasil." teriak Kiko, sambil tertawa senang lalu berlari-lari sambil meloncat-loncat.

Eh, wanita itu kenapa sih? wanita yang aneh.

****

JANGAN LUPA VOTE DAN DUKUNG TERUS NOVEL INI.

1
Gracely Sumendap New
udah 2023 ga lanjut thor, abis idea? 💪
Sulistiyo Wati
ceritanya persis film lee minho
Erstinowsky
aduh ngakakkk banget😂😂😂😂😂😂
Deli Momoidea Pelangiran
😁😁😁
Dafina Delisha
Awal ug seru... langsung favorit nih...
Endang Susilawati Polly
good
ceritanya sangat menarik
Bonaria Simbolon
heran ya, knp cerita ini belum up juga smpi skrg.
Bonaria Simbolon
lanjut up lg dong thor cerita nya ?
Bang Chan
Novelnya sangat menarik
Wahyu Mu'in
siap lembur ....
Wahyu Mu'in
menarik .....lanjut
Nur Adam
lnjht
玫瑰
lucu sangat
玫瑰
Wah.. ibu bapa mereka dulu teman baik..
agasaka
aneh
agasaka
jorok dan pastinya bau naga
agasaka
nenk sihir
agasaka
a mampir tor suka pisualnya ngena bnget.
Satya David
kelamaan ceritanya kebanyakan mengulur ngulur kesel2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!