NovelToon NovelToon
SUARA SENJA

SUARA SENJA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Karir / Cinta Murni / Romansa
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zubi

Bagaimana bila seseorang yang selama ini kamu cinta, pergi begitu saja?
Meninggalkanmu sendiri, tanpa kau mengerti dimana letak kesalahan?
Saat semua telah tersusun indah dalam sebuah harapan, dengan mudahnya dia menghancurkan susunan harapan dan anganmu bersama dirinya?

Setiap manusia pasti pernah berada di posisi tersebut, namun mereka semua memiliki cara yang berbeda untuk melewatinya.

Namun, jika semua itu terjadi pada hidupku... Aku belum tau harus memilih jalan yang seperti apa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zubi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 "Orang Yang Paling Menepati Janji"

"Kamu ngapain disini sendiri? Ini, Buat hapus air matamu. Bukanya hari ini adalah hari bahagia untukmu?" Ucap Nico.

"Kak Nico? Loh kakak bukanya udah pulang? Ngapain kaka disini? Ma...makasih kak." ucap Nala yang terkejut karena tiba-tiba Nico berada di depannya dan mengambil saputangan pemberian Nico.

"Kamu ini, ditanya malah balik nanya. Kamu kenapa sih?" Ucap Nico dan kemudian sedikit berjongkok di hadapan Nala, agar dapat melihat wajah Nala yang menunduk.

Sementara itu, dari jarak yang tidak terlalu jauh, Awan menatap mereka berdua. Entah apa yang ia rasakan kali ini, entah harus bersedih atau harus senang. Dia merasa jika kehadirannya disana hanya akan menganggu mereka berdua. Dengan perasaan yang tak karuan, Awan pun berbalik untuk pergi meninggalkan mereka berdua.

"Bang, ya Allah abang, abang masih sakit kenpa harus keluar rumah bang?" Ucap Mayang yang tidak sengaja melihat Awan berjalan sendiri di terminal.

"Mayang, kamu ngapain disini?" tanya Awan yang terkejut melihat Mayang.

"Aku abis nganterin carger hp bapa yang ketinggalan dirumah. Abang masih belum sehat bang. Ayo pulang dulu bang, sini mayang bantu." ucap Mayang kemudian membantu menopang langkah Awan.

"Aw...Aw... Pelan-pelan May, sakit nih." Awan merintih menahan rasa sakit yang masih belum pulih di sekujur tubuhnya.

"Bang... Bang... Ngapain gaya-gayaan pake ke terminal segala, badan masih lemes juga." ucap Mayang layaknya memarahi seorang anak kecil yang nakal.

"Ia... Iaa... Udah ini kan otw balik." ucap Awan dan sekali lagi menatap kearah Nala dan Nico ber ada.

Di kursi tunggu terminal.

"Coba kamu ceritain, apa yang sebenarnya bikin kamu sedih banget kaya gini?" tanya Nico.

"Engga kok kak, aku lagi sedih aja. Aku lagi nunggu orang yang aku ga tau kabar dia bagaimana sekarang" ucap Nala yang masih meneteskan air mata.

"Emm... Sorry sebelumnya, apa dia ninggalin kamu?" tanya Nico.

"Ga mungkin kalo dia ninggalin aku kak, aku khawatir aja, takutnya terjadi sesuatu yang buruk sama dia kak."

"Ya udah kamu yang tenang dulu." ucap Nico dan mencoba menggenggam tangan Nala, namun tiba-tiba Nala berdiri dan memanggil seseorang.

"Jawa!!!" teriak Nala dengan memanggil orang yang sejak tadi ia khawatirkan.

Nala pun berlari kearah Awan yang tengah di topah oleh seorang perempuan. Nala memperlambat langkahnya ketika melihat hal tersebut, mendadak kepalanya di penuhi beberapa pertanyaan tentang prempuan yang tengah merangkul orang yang ia sayangi.

"Jawa, tunggu!!!" seru Nala lagi.

Awan pun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah suara yang memanggilnya.awanpun melepas rangkulan dari Mayang yang mencoba menopangnya.

"hi Nala..." ucap Awan dengan senyuman di wajah lebamnya.

Melihat hal itu, Nala pun mempercepat langkahnya kemudian memeluk Awan erat.

"Aw... Aduhh... Nal, aduuh..." ucap Awan merintih kesakitan.

"Lo kemana aja? Gue khawatir banget wa." ucap Nala sambil menumpahkan air matanya pada bahu Awan.

"Ma...maaf kak, abang ini masih sakit. Tolong jangan kenceng-kenceng meluknya. Kasihan kak" Ucap mayang mencoba memperingati Nala yang memeluk Awan terlalu kuat.

"Oh... Maaf Wa, maafin gue.Sumpah gue ga tau. Ya ampun Wa, siapa yang bikin lo kaya gini?" Ucap Nala melepas pelukannya dan kemudian memperhatikan kondisi orang yang ia sayangi itu.

"Ga papa ko Nal, gue seneng heheheh" ucap Awan sambil meringis.

"ekhem..." Nico mengalihkan perhatian. Seketika merekapun menoleh kearah suara Nico.

"Oh, ia Wa, ini kak Nicolas Jeremy artis yang terkenal itu, sekarang gue udah pekerjaan Wa. Gue udah menyetujui kontrak kerja sama buat ngisi acara di chanel youtube kak Nico." ucap Nala dengan wajah berbinar-binar.

"Woahh... Selamat ya. Tadi gue juga liat Live Instagramnya pake handphone Mayang. Oh ia, ini Mayang. Bapaknya yang udah nplong gue Nal." ucap Awan dengan expresi yang sedikit dipaksakan.

"kak, bang. Ngobrolnya di rumah aja yu, jangan disini." ucap Mayang memotong.

Awan dan Nala pun menyetujui saran dari mayang. berbeda dengan Nico, dia menolak tawaran dari Mayang secara halus, dia mengatakan bila saat ini dirinya sedang ada urusan. Nico pun berpamitan dengan mereka semua. Namun, pada saat bersalmn dengan Awan, Nico menjabat tangan Awan dengan sangat kuat, sehingga Awan merasa sdikit sakit pada tangganya.

'Kalo sampe lo jadi penghambat karir Nala, gue ga bakal segan-segan buat nyingkirin lo' gumam Nico dalam hati ketika menjabat tangan Awan.

"Senang bi...bisa kenal sama lo kak" ucap Awan yang menahan sakit pada genggaman tangan Nico.

"Ok semuanya aku pamit dulu ya, see yaaa... Dan buat Nala besok aku jemput pulang sekolah ya." ucap Nico kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga.

......................

Nala menopang Awan di sebelah kanan, dan Mayang di sebelah kiri. Nala memper hatikan wajah Awan yang senyum-senyum sendiri.

"Kenapa lo nyengir-nyengir sendiri?" tanya Nala ketus.

"Lo liat gue deh Nal. Senangnya dalam hati, bila beristri dua. Hahahaha..." ucap Awan bergurau.

Dengan kompak Nala dan Mayang pun melepas rangkulan mereka pada Awan. Awan pun kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh.

"Ya Ampun kalian itu pelan-pelan dong." ucap Awan yang kali ini merasa dicampakkan.

"Lo sih bang, ngomong ga jelas, geli dengernya." ucap Mayang yang kini membuka pintu rumahnya.

"Ayo silahkan masuk kak." ucap Mayang.

Merekapun saling berbincang dan bekenlan satu sama lain. Awan menceritakan apa yang ia alami kemarin malam, sampai saat ia di selamatkan oleh Ayah Mayang. Nala pun mencurahkan perasaan bahagia yang saat ini ia rasakan, karena saat ini lebih dekat dengan cita-citanya saat ini, ya itu menjadi penyanyi profesional.

Saat Nala menceritakan tentang kontrak kerja sama antara dirinya dengan Nico, entah mengapa Nala merasakan tawa dan senyuman milik Awan semua terlihat palsu dan terkesan dilaksanakan. Berbeda ketika melihat Mayang yang sangat kagum dan benar-benar ikut bahagia dengan apa yang ia ceritakan.

Setelah lama berbincang-bincang hari pun sudah mulai gelap, Nala meminta izin pada Mayang dan Awan untuk pamit pulang. Awan pun mengantar Nala sampai jalan raya belakang terminal.

"Wa, lo itu kenapa?" Tanya Nala ketika berjalan berdua dengan Awan.

"Kenapa gimana Nal? Gue baik-baik aja"

"Gue tau banget Wa. Lo ga seneng kan, sama cerita gue tentang kontrak itu?"

Awan pun menghentikan langkahnya.

"Soal kontrak gue dukung 1000% Nal. Gue seneng kalo impian lo segera terwujud. Gue cuma cemburu Nal. Walaupun gue tau, gue ga punya hak buat cemburu. Gue liat Live lo Nal, dia dateng ke sekolah kita, bawa bunga, cium tangan kamu. Gue ga tau harus bagai mana Nal, seneng atau sedih. Tapi gue udah yakini diri gue Nal, gue seneng banget ko atas keberhasilan lo saat ini." ucap Awan.

"Maafin gue Wa. Gue juga gak tau bakal jadi kaya gitu. Tiba-tiba aja dia dateng ke sekolah Wa. Gue bingung banget harus ngapain." ucap Nala.

"Ia gue tau Nal. Lagi juga kita kan ga ada hubungan apa-apa Nal. Jadi ga ada hak gue untuk cemburu sama lo sebenarnya." ucap Awan

"Ko lo ngomong gitu Wa? Lo tau kan gue juga punya perasaan yang sama kaya lo. Kenap lo bilang kita ga ada hubungan apa-apa Wa?" tanya Nala dangan rasa kecewa.

"Nal, gue tau tentang kita Nal, tapi untuk menjalin sebuah ikatan, jujur gue ga berani Nal, gue biarin ini ngalir gitu aja tanpa sebuah ikatan. Nal gue harus sadar diri dan mulai untuk realistis. Mau di bawa kemana hubungan kita Dengan.keadaan gue kaya gini? Gue cuma gelandangan Nal. Sedangkan Lo? Lo itu bakalan bersinar Nala, dan gue ga mau jadi penghalang buat lo bersinar. Kalau emang kita di takdirin untuk bersama, gue pastiin Nal, di saat itu gue udah pantas buat lo, bukan gue yang sekarang."

"lo ngomong apa sih Wa. Ko gue sakit dengernya, lo ga akan menjauh dari gue kan wa? Lo ngomong kaya gitu, seolah lo mau ninggalin gue Jawa."

Air mata Nala pun mengalir membasahi pipinya lagi. Awan pun menghapus air mata Nala yang membasih pipinya.

"Nala, hari ini harusnya jadi hari bahagia buat lo, kenapa lo nangis terus. Tenang aja Nal, gue ga bakalan jauh-jauh dari lo, saat ini dan sampai nanti, gue tetap sahabat lo Nal. Semoga nanti kita bisa lebih dari sekedar sahabat Nal, sama seperti yang pernah lo bayangin tempo hari lalu. Tinggal dirumah yang besar membangun sebuah keluarga. Tapi itu masih jauuuuuuh banget Nal. Nikmatin dulu hidup lo dan cita-cita lo. Jangan khawarin gue, lo tau kan dimana lo harus cari gue? Gue ga akan kemana-mana."

"Janji Wa, lo selalu ada di hidup gue? Jangan pernah Pergi Wa" ucap Nala dan memeluk erat Awan.

"Gue janji, dan gue bakalan jadi orang yang paling menepati janji buat lo Nal. I love you Nala." ucap Awan membalas pelukan Nala.

"I love you to Jawa"

Perlahan tangisan Nala pun berubah menjadi senyuman.

Bersambung...

1
Nina
Cian awan
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
wkwkwk kesurupan katanya
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
tinggalin nala aja wan mending sama mayang. atau sama akuh aja wan gak papa😅
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
baca jd nyesek kasihan awan

tebakanku kalau pak yadi meninggal awan suruh jagain mayang deh
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
boni matih?
Nina
Lagi up nya
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
tor kira2 awan jadi penyanyi terkenal gak ya nantinya.
Zubi: Tergantung si Awan mau jadi terkenal atau engga.🤣
total 1 replies
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
jadi pengen bilang I love you juga😊 seperti mereka
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
yahhhh kirain yg kasih saputangan awan ternyata niko🤦‍♀️

perasaan nico ngintil mulu deh
Nina
Kesurupan
Nina
Awan mw ngapain cari bobbie
Minakim
Justru itu yang buat adrenalin terpacu, semakin berliku jalannya semakin gigih kita melaju semakin dewasa kita setiap harinya
Nina
next
ㅤㅤ
bener Nala melupakan awan 😌
ㅤㅤ
pantes yg di ambil nala nya aj,,,, ternyata mau d ajak jadi pasangan duet nya nico😪
ㅤㅤ
wkwkw 🤣🤣🤣 kayak udah kenal lama ya 🤭 cepet banget akrab nya ya kalian
ㅤㅤ
wkwkw dasar mayang,,, 🤣🤣🤣 awan di samain sama ayam potong 😂😂😂
ㅤㅤ
hmmm awan cemburu🤭
ㅤㅤ
hmmm sad ya,,, d saat penting Nala, awan gk ada😌
ㅤㅤ
waaah 😱 semoga nala gak melupakan awan 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!