NovelToon NovelToon
I'M the mafia

I'M the mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Action / Misteri
Popularitas:145.5k
Nilai: 5
Nama Author: novita puspitasari

"Bercerita tentang kisah Adel seorang mafia yang mengalami sebuah kecelakaan dan menyebabkan dia lupa akan segalanya."



Adelia yang kehilangan ingatannya membuatnya melupakan kehidupan dunia gelap yang ia miliki.





Kehidupan Adelia dimulai saat ia menikah dengan CEO bernama Adrian, pernikahan yang bermula dengan sebuah perjodohan sangat sulit menimbulkan rasa cinta.



Akankah Adelia akan meninggalkan Adrian?


Semua kisah masalalu akan muncul menghantui Adelia bagaikan mimpi buruk. Akankah Adelia bisa mengingat kembali masalalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita puspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 07

Kini tinggal tersisa Tuan Wijaya yang berada di dalam kamar tersebut hanya ada keheningan, semua masih larut akan fikiran masing-masing. Tuan Wijaya yang masih memikirkan putri nya yang akan segera menikah dengan orang yang tepat. Sementara Adelia masih bingung dengan hatinya, ada perasaan yang mengganjal di hatinya. Entah apa itu Adelia sendiri juga bingung.

****

"Ma, apa kau yakin dengan keputusan menikahkan mereka secara cepat?" tanya Tuan Agung cepat.

"Aku sangat yakin pa, sudahlah tenang saja serahkan semuanya padaku pasti Adrian tidak akan menolaknya." ucap Nyonya wina dengan berbalik badan segera menghubungi Adrian Secepatnya.

"Adrian... tolong temui mama di rumah sakit," tanpa banyak berbicara dan tanpa menunggu jawaban dari putranya, Nyonya Wina segera memutuskan panggilan. Ia tersenyum saat membayangkan wajah kebingungan seorang Adria.

Di tempat lain, di sebuah perusahaan. seorang pria masih mematung menerima telepon singkat itu. Bukankah tadi pagi mama baik-baik saja? dan tadi mama telepon mengatakan ada di rumah sakit. bingung Adrian.

"Mama...." raut wajahnya berubah panik. Hatinya terus bertanya, apa yang terjadi dengan mama nya yang sangat ia sayangi itu. Tanpa pikir panjang, Adrian langsung beranjak dari tempat duduknya. "Jimmy, Alex. kita berangkat ke rumah sakit sekarang. ucap Adrian dengan terburu-buru.

Hanya menganggukkan kepala, Jimmy dan Alex langsung mengikuti langkah Adrian dari belakang. menuju ke arah mobil dan segera ke rumah sakit.

Mobil melaju dengan kecepatan diatas rata-rata, Banyak pengemudi mengumpat karena mobil Adrian. Tapi Ia tidak perduli baginya yang terpenting segera sampai menemui ibunya.

****

Sementara itu di dalam kamar. Adelia masih terus memikirkan apa yang terjadi dalam hidupnya. Kasih sayangnya kepada Tuan Wijaya, membuatnya rela melakukan apapun yang diinginkan sang Ayah. Apapun yang ada di dalam ingatannya, hanya ada perjuangan sang Ayah untuk selalu membuat dirinya bahagia dan tersenyum.

"Maafkan Ayah Adelia," ucap Tuan Wijaya, membuat lamunan Adelia pecah.

"Tidak masalah ayah, Adelia senang bisa mengabulkan permintaan yang Ayah inginkan. Ini adalah pertama kalinya Ayah meminta sesuatu kepada Adelia," ucap Adelia dengan tersenyum.

"Ayah hanya tidak ingin, semua orang mengetahui identitasmu, berjanjilah kepada Ayah untuk tidak memberi tahu siapapun kalau kamu adalah anak Ayah." Tuan Wijaya menatap wajah putrinya dengan penuh kekhawatiran.

"Baiklah Ayah, Adelia berjanji. Apa karena Tuan Agung adalah bos di tempat Ayah bekerja. Ayah tidak ingin, semua orang tahu. Bahwa Tuan Agung menikahkan putranya, dengan putri bawahannya?" tanya Adelia mencoba memperjelas keadaan yang kini ia ketahui.

Tuan Wijaya hanya menganggukkan kepalanya dengan diiringi senyuman.

"Maafkan Ayah Nak, Ayah tidak ingin dunia tahu kalau kau masih hidup!" ucapnya dengan lirih.

Waktu begitu cepat kini siang sudah berganti sore. Matahari sudah mulai redup dan hampir menghilang.

Tanpa terasa Adelia tertidur di samping kasur sang Ayah. Suasana di dalam ruang rawat begitu sangat tenang, Hal itu sangat berbeda dengan keadaan di depan kamar Tuan Wijaya.

"Apa yang mama pikirkan? Adrian tidak mau, Ma!''

Adrian sangat marah, saat pertama kali dia mendengar permintaan sang mama untuk bertunangan. bahkan menikah dalam jangka waktu satu bulan. Apalagi menikah dengan wanita yang sama sekali tidak ia kenal. Mama nya sedang bercanda pikirnya.

"Adrian dengarkan Mama. Kapan lagi kamu akan menikah? Sejauh ini kamu tidak pernah, membawa satu wanitapun kerumah. Apa Mama salah ingin melihat putranya menikah?Mama hanya ingin segera memiliki seorang cucu," bujuk Nyonya Wina dengan wajah sedih.

"Ma, itu sama sekali bukan sebuah alasan. Biarkan Adrian mengenalnya terlebih dahulu, Baru bisa melangsungkan hubungan selanjutnya." bantah Adrian.

"Kalian bisa saling mengenal setelah kalian menikah nanti Adrian!" ucap Nyonya Wina dengan tegas.

Perdebatan Mama dan sang Putra tidak membuahkan hasil, Adrian masih bersikeras menolak pernikahan ini, dan sang Mama masih kekeh untuk tetap menikahkan Adrian dan Adelia. Hingga mereka dikagetkan dengan suara pintu terbuka. Adelia berteriak histeris memanggil Dokter.

"Dokter! tolong Ayah saya dokter!" Wajahnya terlihat sangat cemas, dan penuh rasa khawatir takut terjadi sesuatu kepada sang Ayah.

"Sayang.... apa yang terjadi?" tanya Nyonya Wina bingung. Ia memeluk Adelia untuk menenangkannya.

"Ayah tiba-tiba tidak sadarkan diri Nyonya. aku tidak mau kehilangan Ayah, hanya beliau yang aku miliki," ucap Adelia lirih, dengan pipi yang sudah basah air mata.

Seorang Dokter dan perawat masuk ke dalam kamar Tuan Wijaya. Tuan Agung beranjak dari duduknya melihat kepanikan Adelia.

Adrian hanya diam, menyaksikan semua yang terjadi di depannya. Hatinya mulai tersentuh melihat seorang gadis meneteskan air mata ketulusan di pelukan sang mama.

"Gadis itu, kenapa dia menangis seperti itu, dan apa yang terjadi dengan Ayahnya. Apa Ayah gadis itu sedang dirawat disini? Siapa Ayah gadis itu sebenarnya? kenapa mama ingin sekali aku menikah dengannya." gumam Adrian dengan pelan.

Beberapa saat kemudian, seorang Dokter keluar dari ruangan Tuan Wijaya. tertunduk dalam dengan wajah yang sangat sedih. Adelia melepaskan pelukan dari Nyonya Wina dengan kasar, berdiri di hadapan Dokter . Menunggu sebuah kabar baik yang bisa menenangkan pikirannya.

"Bagaimana Dokter, Ayah saya baik-baik saja kan?" tanya adelia meminta penjelasan.

"Maaf nona, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi tuhan berkehendak lain. Tuan Wijaya sudah menghembuskan nafas terakhirnya," ucap Dokter itu lirih.

Bagai di sambar petir di sore hari, Adelia masih belum bisa menerima bahwa Ayahnya telah tiada. Berharap ini Hanya sebuah mimpi untuknya. Dan tidaklah menjadi nyata. Tapi berita semua itu memang benar adanya. Sosok yang selama ini menjaganya kini telah tiada, Sosok yang sangat menyayanginya kini telah pergi untuk selama-lamanya.

meninggalkan sebuah kenangan yang sangat indah. Jantungnya kini terasa sakit. Nafasnya terhenti seketika. kakinya tidak lagi memiliki tenaga untuk menopang berat tubuhnya. Semua berubah gelap, hingga Adelia jatuh ke lantai.

"Adelia bangun sayang".ucap Nyonya Wina dengan khawatir. "Adrian, bawa Adelia ke dalam."

Tanpa ingin membantah, Adrian segera mengangkat tubuh Adelia kedalam gendongannya. Wajah keduanya kini terlihat sangat dekat. Adrian terus saja menatap wajah Adelia. Adrian mengakui bahwa memang gadis ini sungguh cantik.

Mama memanggilnya Adelia, berarti gadis ini bernama Adelia.

Adrian berjalan mengikuti langkah Nyonya Wina. Jimmy dan Alex masih menemani ayahnya untuk mengurus pemakaman Tuan Wijaya.

"Jangan biarkan wartawan atau siapapun mengetahui berita duka ini, ini cukup berbahaya untuk Adelia, Tuan Wijaya meminta saya untuk merahasiakan keberadaan Adelia. Putri yang sangat ia sayangi," ucap Tuan Agung memberi perintah kepada orang kepercayaan putranya.

"Baik Tuan," jawab Jimmy dan Alex secara bersamaan. lalu segera pergi untuk mengurus semuanya.

Di dalam kamar, Nyonya Wina menemani Adelia yang masih belum sadarkan diri. Sementara Adrian sudah pergi setelah meletakkan Adelia di atas tempat tidur. Nyonya Wina mengelus kepala Adelia dengan penuh kasih sayang.

Apapun yang terjadi, kau akan tetap menjadi menantuku Adelia.

1
Filindra Indra
ayo dong kan nulis lagi...msih setia nunggu cerita selanjutnya low
Zuny Achmad
kak knpa gk dlanjut lagi kak
Dedi Priyanto
sampe skrang gk update2 juga, lama x, berhari2, bahkan udah berminggu kayaknya
☾⃟ℳoon - Moon 🌙
Hadir, semangat
Filindra Indra
kak.masoh setia nunggu kelanjutanyA
meikehans 💕💕
ternyata adel kekasihnya mr.A to...

lanjut up nya thor
Kevin
kalau adel ketemu mr a apa ingatannya akan kembali?
Kevin
semangat up nya thor aku menunggu
Kevin
wah semakin mebarik nih ternyata adel dan kekasih devan berhubungan dekat
Kevin
walah itu dari bunga mawar pengaruhnya dan adel belum mampu menerima tekanan dari masalalu nya
Kevin
ada apa dengan adelia??? semoga nggak kenapa" dia
Kevin
wajar senang karna cewek itu suka dikasih bunga mawar.. ya nggak semua suka sih
Kevin
itu rumah sakit tau malah kalian teriak" hadeh
Kevin
kekasihnya hilang , dan dikira mr a pelakunya astaga devan kau ini janganlah emosi dulu dan cari tau kebenarannya
Kevin
astaga devan ternyata itu orang ...
Kevin
kedatangan mr menjenguk adel hihi mulailah tegang
Kevin
wahh siapa pria itu???
Kevin
wkwkkwwk pasti adel malu tuh sampe nutup muka dengan selimut
Kevin
ekhem udah ngaakuin kalo adelia itu cantik kan
Kevin
jangan bergerak dulu del lukamu belum kering
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!