Dua Orang yang tidak mempercayai cinta, dipertemuan dalam sebuah pernikahan yang dilakukan hanya untuk pencitraan semata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persaingan di mulai
Rapat direksi segera dimulai semua semua pimpinan perusahaan bergegas menuju ruang rapat, tidak terkecuali Ben yang terlihat tegang di samping ayahnya.
Siang itu para pemegang saham sengaja mengadakan rapat mendadak untuk mengangkat wakil direktur yang akan menjadi tangan kanan Dario Caffaso.
Ben buru-buru meninggalkan ruang rapat setelah rapat berakhir.
"Bagaimana rapatnya??"
"Seperti yang ibu duga, ayah sengaja meminta Dhiv kembali untuk menjadi tangan kanannya," jawab Ben
"Sudah kuduga, kau tidak perlu khawatir Ben. Ibu tidak akan membiarkan anak pelakor itu merebut posisi itu darimu. Bagaimanapun juga aku tidak rela jika anak gundik itu menguasai semua milik DC Group. Hanya kau satu-satunya ahli waris yang sah, ibu akan melakukan apapun demi putra ku,"
Shelomita kemudian mematikan ponselnya. Ia mencoba mencari tahu alasan Dhiv tiba-tiba ingin menikah setelah memutuskan untuk menutup hatinya.
Jadi ini alasannya, kenapa kau begitu ingin menikah dan menolak perjodohan yang ditetapkan oleh ayahmu, sepertinya kau belum bisa move on dari Clarissa dan sengaja membawa calon istri palsu demi mendapatkan posisi CEO, dasar licik. Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya, jika dulu ibumu merebut suamiku, kali ini tidak akan kubiarkan kau mengambil alih posisi CEO yang harusnya menjadi milik putraku,
Shelomita mengambil ponselnya, ia sengaja menghubungi Dhiv dan menyuruhnya untuk memperkenalkan calon istrinya kepadanya.
Tidak lama Dhiv tiba di rumah itu bersama Lala calon istrinya. Shelomita begitu senang melihat keduanya. Setidaknya ia merasa setengah dari rencananya sudah berjalan lancar sesuai prediksinya.
Wanita itu bahkan sengaja meminta Lala tinggal di rumahnya untuk menyelidiki apa benar mereka sungguh pasangan kekasih atau hanya sekedar berakting demi mendapatkan posisi CEO di DC Group.
Selama aku masih hidup aku tidak akan membiarkan kau mengambil hak putraku Sudah cukup ibumu membuat rumah tanggaku hancur waktu itu, dan sekarang aku tidak mau kau menghancurkan masa depan putraku.
Dhiv tak bisa melarang Lala saat gadis itu setuju tinggal di kediaman keluarga Dario Caffaso.
"Apa kau tidak tahu jika mereka sengaja menyuruh mu tinggal disini untuk menyelidiki kita berdua. Aku sudah mengenal keluarga ini dab aku tahu betul mereka pasti tidak akan memberikan restunya dengan mudah saat aku berusaha menikah dengan gadis biasa seperti dirimu. Mereka berusaha mencari tahu jatidiri mu dan memisahkan kita, itulah kenyataannya," jelas Dhiv
"Tentu saja aku tahu, itulah alasanku menyetujui permintaannya, bukankah mereka akan semakin curiga jika aku menolak tawarannya??" jawab Lala membuat Dhiv terperangah mendengarnya
"Kau tenang saja, aku akan mengatasi semuanya. Kau tidak perlu khawatir, karena kau sudah menyelamatkan ibuku, maka aku juga akan menyelamatkan ibumu," jawab Lala menepuk bahu Dhiv
Lala kemudian masuk ke kamar hotel dan membereskan semua barang-barangnya.
"Sebaiknya kita tanda tangani kontrak kita sebelum kau tinggal di rumah mereka," Dhiv memberikan salinan surat kontrak mereka kepada Lala.
Lala membaca isi kontrak itu kemudian segera menandatanganinya.
"Apa kau akan tetap tinggal disini?" tanya Lala
Dhiv mengangguk pelan kemudian mengantar gadis itu ke lobby hotel.
"Maaf aku tidak bisa mengantarmu karena harus menemui ibuku di Bandung, jangan khawatir Sam akan mengantarmu dengan selamat,"
"Terimakasih, semoga ibumu cepat pulih," jawab Lala
"Thanks La," sahut Dhiv menutup pintu mobilnya
Sam segera meluncur meninggalkan halaman hotel. Wastu Kencana Ungu terlihat begitu sepi saat Lala tiba di sana.
Alih-alih menunggu kepulangan Shelomita yang sedang bepergian, Lala justru terlelap di sofa ruang tamu.
Lala terbangun saat merasakan seseorang menyentuhnya, ia bahkan langsung melayangkan pukulannya hingga lelaki itu sempoyongan.
*Buuggghhh!!!
"Awww!!" pekik seorang lelaki itu mengerang kesakitan
"Apa kau baik-baik saja sayang," sapa seorang wanita menghampirinya,
"Hmmm," jawab Ben mengangguk
"Maaf aku begitu terkejut sehingga reflek memukulnya," tukas Lala meminta maaf
"Apa kau calon istri Dhiv?" tanya Ben
Lala mengangguk, dan segera meminta maaf saat tahu lelaki yang dipukulnya adalah kaka Dhiv.
Ben memaklumi gadis itu dan memaafkannya. Ia kemudian memperkenalkan diri dan isterinya kepada Lala.
"Sekali lagi maaf," ucap Lala bersungguh-sungguh
"Tak apa, kalai begitu aku akan mengantarmu ke kamarmu,"
Ben kemudian mengantar Lala menuju kamar tamu, dan mempersilakan gadis itu untuk istirahat.
*Gilberto Cafe
Seorang pemuda terlihat begitu menikmati pesta ulang tahunnya bersama teman-temannya. Lelaki itu berjalan. sempoyongan karena terlalu banyak minum
"Apa kau baik-baik saja Raf??" tanya seorang wanita menghampirinya
"I'm Ok," jawab Raffa menyunggingkan senyumnya
"Sepertinya kau tidak bisa menyetir dalam keadaan mabuk begini, berikan kuncinya biar aku yang mengantarmu pulang," tukas wanita itu
"No, no , no. I'm Ok, dan kalaupun aku tidak bisa menyetir mobilku, bukankah lebih baik aku pulang naik taksi daripada merepotkan dirimu. Kau tahu kan aku tidak suka diantar pulang oleh wanita. Itu membuat harga diriku sebagai lelaki ternoda," sahut Raffa
Raffa berjalan sempoyongan menuju parkiran mobilnya.
Pemuda itu tertawa saat melihat dua orang Lelaki berdiri didepan mobilnya.
"Pasti ayahku sangat merindukan aku hingga mengirim dua bodyguardnya untuk menjemput ku," ujar Raffa
"Mr Dario meminta anda segera pulang," ucap lelaki itu
Raffa tertawa kecil mendengar ucapan lelaki itu.
"Sudah kuduga, aku yakin dia sengaja mengundang ku ke Wastu Kencana Ungu karena merasa bersalah telah mengusir ku waktu itu. Katakan padanya aku tidak akan kembali ke Wastu Kencana Ungu," Jawab Raffa
Raffa kemudian mendorong dua lelaki itu dari hadapannya.
"Maaf Mas Raffa, kami harus membawa anda ke Wastu Kencana Ungu,"
"Dasar brengsek, sebenarnya apa yang ia rencanakan hingga begitu ingin membawaku ke wastu kencana ungu!" cibir Raffa
Karena terus memberontak dua lelaki itu terpaksa melumpuhkan Raffa dan menyeretnya masuk kedalam mobilnya.
"Sebaiknya kau diam dan pakailah sabuk pengamannya!"
"Dasar penjilat!" cibir Raffa kemudian memakai sabuk pengamannya
"Turunkan aku di hotel, aku tidak mau pulang," imbuhnya
"Tapi ayahmu meminta kami untuk membawamu pulang, jadi maafkan aku,"
"Aku tidak mau tidur di sana, rumah itu terlalu panas dan sumpek. Jangan khawatir aku akan pulang besok pagi, lagipula aku ayah memanggil ku hanya untuk formalitas saja bukan," Raffa segera turun dari mobilnya dan berjalan sempoyongan menuju ke dalam hotel
Kedua anak buah Dario akhirnya menyerah dan membiarkan Raffa turun dari mobilnya.
Pagi hari di Wastu Kencana Ungu
Semua pelayan tampak sibuk mempersiapkan sarapan pagi untuk Dario dan putra-putrinya. Tidak seperti biasanya pagi itu Dario sengaja mengumpulkan anak-anaknya untuk menyampaikan pengumuman penting.
"Selamat pagi Ibu," sapa Raffa saat melihat Shelomita sedang melakukan yoga di halaman rumahnya.
"Selamat pagi, wah angin apa yang membawa seorang berandal pembangkang kembali ke Wastu Kencana Ungu?" sindir Shelomita
Raffa hanya tersenyum kecut menanggapi ucapan wanita itu.
"Apa Ibu tidak tahu kalau ayah akan menjadikan aku seorang CEO untuk membantunya mengurus DC Group,"
"Sepertinya ayah begitu frustasi saat aku selalu menolaknya sehingga ia sampai meminta anak gundik itu kembali kesini. Sebaiknya ibu harus hati-hati jangan sampai posisi CEO jatuh kepada anak gundik itu!" cibir Raffa menatap lekat kedatangan Dhiv
ada