CEO GILA, begitu julukannya. Karena usianya yang 27 tahun dan belum menikah tapi super duper galak garang, suka memaki sembarang dengan kata-kata toxic nyelekit.
Namanya Andre Wiguna Dharma, seorang CEO Perusahaan Keramik Asia Tile.
Kehidupan yang menurutnya penuh kepalsuan jauh dari cinta tulus, membuatnya tidak percaya pada cinta. Ditambah lagi dia pernah mencinta seorang gadis di usia 17 tahun, tapi ternyata kandas sebelum kapal berlayar. Membuatnya hanya menganggap cinta seperti permainan.
Hingga suatu ketika, ia bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang ternyata telah menikah. Dan ternyata suami Naysila adalah seorang office boy di perusahaan besarnya.
Akankah permainan cintanya berhasil kali ini?
Atau... Andre harus gigit jari karena Naysila lebih memilih Rendra sebagai cinta sejatinya?
Ataukah Tuhan akan memberinya jalan agar Naysila menjadi Takdirnya di masa depan?
Mari kita ikuti kisah Sang CEO GILA : Mencintai Istri
🙏🙏🙏Mohon dukungannya, please🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7 (Ibu Tiri Durjana)
Andre pulang pukul delapan malam.
Di depan gerbang rumah mereka berdiri seorang wanita yang menatapnya tajam.
Dandanannya terlihat menor dengan pakaian mini kebesarannya.
Sepertinya ni tante mau dugem! Batin Andre.
"Hei, kau ni orang utan ya? Ga punya adab sopan santun, ga izin bawa mobil, pulang malam! Bener-bener anak ga guna! Ck ck ck!"
Panas telinga Andre. Nenek sihir Shernita berdiri sambil berkacak pinggang dengan pongah memaki-maki dirinya.
"Woi! Kalo gue orang utan, nha elo itu orang apa? Orang-orangan sawah? Dedemit kelongwewe? Apa sebangsa binatang melata yang lidah bercabang panjang dan mendesis?"
Pucat pasi wajah Shernita mendapati serangan balik anak tirinya itu.
"Kamu? Berani-beraninya ya, memaki dan menyebut aku makhluk rendahan seperti itu?" semprotnya semakin meninggi tensi amarahnya.
"Please deh! Gue cape, jangan bikin gue makin kurang ajar sama elo, Nyonya Shernita Wiguna! Dan selagi gue masih ga peduli sama urusan lo yang masih sering keluar malam dan pulang dini hari disaat bokap gue dinas keluar kota, ...Jangan rese'!!!"
Andre masuk ke dalam rumah.
Masih terdengar suara nyaring Shernita yang mencak-mencak memaki putra Jaya Wiguna.
Wanita itu kesal karena Andre mengambil kunci kontak mobilnya tanpa izin. Padahal sore ini ia sudah buat janji arisan dan party bersama teman sosialitanya sampai tengah malam.
Seperti yang Andre bilang, Jaya Wiguna sedang dinas keluar kota.
Dan sudah jadi kebiasaannya, kalau sang suami kerja jauh selama beberapa hari, maka ia pun pergi keluar rumah dan pulang bebas kapanpun mau.
Daniel cukup ia beri uang saku lima ratus ribu untuk modal mabar ML ataupun juga kumpul-kumpul dengan teman-temannya.
....
"Ck ck ck! Sekolah apaan jam segini baru pulang? Pelajar apa jadi centeng sih?!?"
Sruk.
Tangan Andre dengan ringannya menoyor kepala Daniel membuat anak berumur delapan tahun itu hampir tersungkur.
"Bangs*t! Mamaaa!!!..."
"Wow, ngadu dia sama biangnya! Tuh, kejar nyokap lo tuh! Sana! Kalo perlu jangan balik-balik lagi kesini!"
Andre meledek Daniel. Membuat adik tirinya itu semakin kesal belingsatan seraya berteriak memanggil-manggil Mamanya.
Sementara yang dipanggil sudah pergi keluar gerbang rumah mewah milik Jaya Wiguna, pengusaha keramik dan batubara swasta itu.
...🌼🌼🌼🌼...
Tring.
Andre mendapat chat dari Bianca. Dan isinya pun tak tanggung-tanggung.
...Hai, Ndre! Bisa ga besok temenin gue ke acara gathering besok malam? Acara jam tujuh, dress code nya hitam....
Andre merenung sejenak. Lalu segera mengetik, membalas japrian Bianca.
...Ok...
Singkat dan jelas.
Andre mulai bisa menerka kepribadian Bianca yang tak suka bertele-tele. Dan langsung to the point orangnya.
...Ok. Besok gue chat lg...
Andre sengaja tak membalas lagi setelah mereadnya. Ia ingin tahu respon cewek cantik primadona Sekolah Menengah Umum Galang Nusantara.
Tak ada respon.
Ternyata memang Bianca itu cewek berdarah dingin.
Andre tak begitu peduli. Ia membuka seragam sekolahnya, menarik handuk di hanger dan masuk kamar mandi yang ada dalam kamar.
Suara shower seolah berpacu dengan siulannya yang ngasal karena senang mengingat kencan pertamanya bersama Wirda.
Hehehe... Mayan, rujak bibir di kencan perdana! Walau ternyata... dadanya masih masa pertumbuhan, ya... cukup asyik lah buat mainan!
Begitu fikirnya, mes*m.
Andre senyum-senyum sendiri. Dia cukup berani ambil resiko dengan *****-***** di pertemuan pertama.
Wirda kadung klepek-klepek jatuh cinta padanya, sampai mau-maunya memberi ciuman pertamanya itu dengan sangat mudahnya.
Andaikan saja kelakuan binalnya itu kurang mendapat respon, pasti cap sebagai cowok yang suka modus bin mes*m akan ia sandang.
Mandi semakin membuat tubuhnya segar. Ia juga senang, kencannya bersama Wirda berhasil.
Andre berharap pertemuannya dengan Bianca besok, semulus jalannya tadi bersama Wirda.
Treeet... treeet... treeet
Wirda calling.
"Hallo, ya Sayang!?"
...[Ayang! Udah sampe rumah belum?]...
"Udah, Yang! Baru selesai mandi, nih! Kamu udah mandi?"
...[Hehehe... Belum]...
"Ga papa, kamu itu ga mandi tetep wangi dan cantik! Hehehe..."
...[Hehehe... Ayang mah iiiih! Kangen...]...
Pasti kangen ciumanku khan? Gumam hati kecil Andre bangga.
"Sama, Yang! Aku juga kangen. Padahal baru sejam lalu kita ketemuan!"
...[Kapan kita jalan bareng lagi, Yang? Besok yuk?]...
"Besok aku ga bisa, Yang!"
...[Kenapa?]...
"Ada tugas sekolah kerja kelompok di rumah teman, Yang!"
...[Mmm... Kapan dong kita ketemuan lagi?]...
"Hehehe... Nanti ya, Yang! Kita cari waktu yang pas buat kita lebih lama bersama. Sekolah juga penting untuk masa depan! Biar aku bisa jadi pria yang paling kamu banggakan nantinya!"
...[Ayang! Jadi makin kangen! Hiks...]...
"Love you, Kesayangan!"
...[Aku mandi dulu deh! Hehehe...]...
"Aduuh, jangan ngajak-ngajak aku, Yang! Bahaya nih! Kamu mah, bikin aku kepingin nikah muda! Hehehe..."
...[Idiiih, Ayang! Siapa yang ngajak-ngajak, hihihi...! Aku khan cuma pemberitahuan]...
"Ya udah, Ayang mandi dulu gih! Jangan lama-lama, takut sakit masuk angin! Aku mau rapihin buku pelajaran buat besok ya!"
...[Ayang,]...
"Hm?"
...[Engga', hehehe... Aku tutup teleponnya ya?]...
"Oke, have fun ya! Jangan lama-lama di kamar mandinya, ya?"
...[Iya. Muacht... Hihihi, Love you so much]...
"Love you too!"
Ck ck ck... Perempuan kalo udah gampang ditakhlukan jadi membosankan ya?!?
Begitulah Andre dengan karakternya.
Wirda terlalu mudah untuk diajak berbuat yang ia mau. Tantangannya sudah tak lagi sama. Dan jiwa penasarannya perlahan menurun dan memudar.
Andre memang tidak punya keinginan lebih jauh. Selain bakalan ribet urusan, ia juga masih memikirkan masa depan.
Jika dirinya terlalu main perasaan dan sampai kebablasan melakukan hal-hal yang bisa membuatnya sengsara dimasa depan, Andre tidak menginginkan itu.
Cukup main bibir dan s*kwilda alias sekitar wilayah dada sajalah, sudah cukup memuaskannya.
Lelaki muda berusia tujuh belas tahun beberapa bulan lagi itu sudah terbiasa melakukan onan* sejak berumur lima belas tahun.
Walaupun hanya dua minggu sekali, tapi kegiatan orang dewasa itu sudah menjadi rutinitas mingguannya.
Sekedar melepas stres dan beban hidupnya yang dirasa sangat besar.
Seperti malam ini,... setelah ia kencan dengan Wirda, otaknya travelling kemana-mana.
Majalah dewasa jadi pelampiasan untuk fikiran cab*lnya tersalurkan. Hingga akhirnya Andre melakukan tindakan yang mampu mengeluarkan cairan sperm* tanpa sengg*ma.
Semua itu ia lakukan agar bisa tidur dengan nyenyak setelah banyaknya kegiatan yang memancing syahw*tnya terbang melayang ke langit ketujuh.
Sungguh sangat tidak baik kelakuannya itu. Dibalik kecerdasan otaknya yang lumayan encer dalam pelajaran sekolah.
Malam merayap dengan sangat tenangnya dikediaman Tuan Jaya Wiguna.
Sangat kontras dengan tempat yang didatangi oleh istri pemilik pabrik keramik terbesar di wilayah Barat Kota B.
Aroma minyak wangi menyengat bercsmpur dengan bau alkohol dan juga asap rokok para perempuan setengah baya berusia di atas tiga puluh lima tahunan itu membuat suasana semakin tak terkendali.
Para wanita itu tertawa-tawa tanpa peduli jati diri mereka sendiri yang kesehariannya bersahaja, dengan pakaian berkelas dan juga titel tinggi disemat sebagai ibu pejabat serta istri pengusaha.
Satu diantaranya adalah Shernita Wiguna.
...BERSAMBUNG...