NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Ibu!

Tiba-tiba Jadi Ibu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:48.2k
Nilai: 5
Nama Author: Susiajaaa

"Aku Jadi Ibu?" Melisa Wulandari, seorang gadis desa yang bercita-cita menjadi pengacara, berjuang menempuh pendidikan hukum di kota demi melindungi tanah kelahirannya dari mafia tanah. Hidupnya sederhana, hanya ditemani dua sahabat setianya, Diana dan Riki. Namun, suatu malam yang seharusnya biasa berubah menjadi titik balik hidupnya. Di sebuah gang sepi, tangisan bayi menggema, menggiring Melisa pada pemandangan mengejutkan—dua bayi mungil tergeletak dalam sebuah kotak. Nalurinya mengatakan untuk menyerahkan mereka kepada pihak berwajib, tetapi dunia tidak seadil yang ia kira. Alih-alih mendapatkan keadilan, Melisa justru dituduh sebagai ibu bayi-bayi itu dan dianggap berniat membuang mereka. Tak ada jalan keluar. Nama baiknya tercoreng, keluarganya di desa tak boleh tahu, dan tak ada yang percaya bahwa dia hanyalah seorang mahasiswa yang kebetulan menemukan bayi-bayi malang itu. Dengan segala keterbatasan, Melisa mengambil keputusan gila—merawat bayi-bayi itu diam-diam bersama Diana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susiajaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Sebulan telah berlalu.

Kegiatan Melisa tak banyak berubah, masih berkutat antara kuliah, tugas, dan tanggung jawab barunya sebagai "ibu dadakan" bagi dua bayi mungilnya Evan dan Ethan. Namun satu hal yang berbeda perasaannya.

Rasa sayang itu tumbuh, tak terbendung.

Mengalir halus seperti air, meresap pelan ke dalam hatinya.

Kini, Evan dan Ethan bukan lagi sekadar bayi yang ia temukan di malam gelap. Mereka adalah bagian dari jiwanya. Seperti... memang terlahir untuk bersamanya.

"Iya, sebentar ya Evan sayang… Kakak pakaikan baju Ethan dulu," ucap Melisa lembut sambil menoleh ke arah Evan yang mulai merengek di kasurnya. Ia baru saja selesai memandikan keduanya, dan aroma wangi sabun bayi memenuhi udara kamar.

Selama sebulan ini, Melisa tak hanya berperan sebagai ibu mereka. Ia juga diam-diam berusaha mencari informasi—membuka forum, mengikuti kabar berita, bahkan bertanya pada pihak kepolisian—namun semua nihil. Tak satu pun jejak tentang kehilangan bayi. Firasatnya mulai menyuarakan sesuatu yang menyakitkan mungkin kedua bayi ini memang sengaja dibuang… tidak diinginkan.

Tapi Melisa menolak larut dalam amarah. Ia memilih untuk mencintai.

Keluarganya di kampung pun belum ia kabari. Ia ragu, takut dianggap macam-macam, dituduh hal yang bukan-bukan—persis seperti cibiran dari sebagian tetangga kos yang terlalu usil. Tapi kini, ia sudah cukup kebal. Ia tak punya waktu mengurusi suara-suara sumbang dari mereka yang tak tahu apa-apa.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu, diikuti suara akrab yang langsung masuk tanpa ragu.

"Melisa, gue masuk ya!"

Pintu terbuka. Diana dan Riki muncul dengan wajah segar seperti biasa.

Melisa menoleh sambil menyampirkan handuk kecil di bahu. "Loh? Kalian? Bukannya hari ini libur ya? Tumben banget jam segini udah datang."

Diana langsung meluncur ke Ethan yang masih dibalut handuk dan wangi minyak telon.

"Memang libur, tapi kita kangen sama dua bocay ini. Jadi mampir deh!" seru Riki sambil menghampiri Evan dan mencolek pipinya yang montok.

"Eh, bocay apaan tuh?" tanya Diana dengan alis terangkat.

Riki menjawab dengan gaya sok cerdas, "Bocah bayi. Singkatan. Gua penemu istilahnya."

Melisa dan Diana hanya saling pandang, lalu menggeleng sambil tertawa kecil.

Kreativitas Riki memang... absurd seperti biasa.

"Kita mau ajak kalian jalan-jalan hari ini," ucap Diana sambil menggendong Ethan dan mengusap pelan ubun-ubunnya.

"Jalan-jalan?" Melisa tampak terkejut. "Kok nggak ngabarin dulu?"

"Ya biar kejutan lah!" sahut Riki cepat. "Kita cuma mau ke taman deket sini, piknik kecil-kecilan. Udah lama kita nggak nongkrong bertiga, terlalu sibuk sama tugas kuliah sama... ya, urusan baby squad ini."

Melisa tersenyum.

"Terus… Evan sama Ethan ikut?"

"Iya dong!" jawab Riki sambil memeluk Evan seperti boneka. "Dua bocay ini juga butuh vitamin D dari sinar matahari, butuh angin taman, butuh liat langit biru. Iya kan cay?" godanya, sambil mencolek pipi Evan yang langsung meringis dan merengek kecil.

"Tuh kan, dia protes!" seru Diana sambil tertawa.

Melisa hanya bisa tertawa kecil melihat kekonyolan mereka. Hatinya hangat. Walau penuh ketidakpastian, ia merasa diberkahi.

Ia tidak sendiri.

"Yaudah, kalau gitu, tugas kalian berdua sekarang tolong pakaikan baju buat Evan dan Ethan, ya. Aku mau siap-siap dulu," ujar Melisa sambil menyerahkan pakaian bayi kepada kedua sahabatnya.

"Aman, Bos. Lo mandi sana. Itu iler masih nempel tuh, keliatan banget," sahut Riki santai sambil menunjuk dagu Melisa dengan ekspresi geli.

"Apaan sih, mana ada aku ngiler," bantah Melisa, lalu langsung kabur ke kamar mandi sambil membawa handuk dan pakaian. Tapi wajahnya memerah sendiri.

Begitu Melisa masuk kamar mandi, Diana dan Riki pun mulai bekerja sama. Satu menangani Ethan, satu lagi sibuk dengan Evan yang sudah mulai menggeliat dan menendang-nendang kecil dengan kaki mungilnya.

"Ethan ganteng banget ya," gumam Diana sambil mengancingkan baju bayi itu dengan lembut. "Nanti kalau udah gede, pasti bikin cewek-cewek banyak yang deg-degan."

Riki langsung menyambar, "Iya lah, namanya juga bocay yang dibesarin sama gue. Pasti nurun gantengnya ke gue dong! Etss—tapi tetep, gantengan gue sih."

Diana menghela napas. "Liat tuh, muka Evan langsung kayak mau nangis denger lo ngomong begitu."

Riki mendekat ke Evan dan berbisik main-main, "Nih bocay pasti setuju. Tapi kalo nggak setuju... gue balikin lo ke gang itu, pake kardus, ya."

Baru saja kalimat itu selesai meluncur dari mulut Riki, Evan langsung menangis kencang. Suaranya melengking kecil, membuat Riki dan Diana kaget bersamaan.

"TUH KAN, RIKI!" seru Diana sambil menyerahkan Ethan ke Riki. Ia buru-buru menggendong Evan dan menimang-nimangnya lembut. "Sayang, jangan denger om Riki ya, dia emang suka asal."

"Gue bercanda doang, sumpah!" Riki mengangkat satu tangan dengan ekspresi tidak bersalah.

Setelah beberapa menit penuh dengan bujukan dan pelukan, akhirnya Evan kembali tenang, dan drama kecil itu berakhir dengan tawa.

Sekitar setengah jam kemudian, mereka berlima pun berangkat menuju taman yang letaknya tidak jauh dari kos Melisa. Walau hanya butuh waktu tiga puluh menit, tempat itu cukup jauh dari hiruk pikuk jalanan kota. Suasananya sejuk, rindang, dan terasa seperti dunia lain yang lebih damai.

"Seger banget di sini," ucap Diana sambil merentangkan satu tangannya, membiarkan angin sepoi-sepoi menyapu wajahnya.

"Iya... enak banget. Nggak ada suara klakson, nggak ada asap kendaraan, nggak ada tugas kampus," tambah Melisa sambil tersenyum lega. Evan tertidur di gendongannya, terlihat damai.

Riki datang menyusul dari belakang dengan wajah setengah terengah-engah, membawa tas besar berisi peralatan bayi dan bekal makan siang.

"Ya ampun... ini kenapa semua tas gue yang bawa, sih? Bantuin kek!" gerutunya sambil menjatuhkan diri di atas tikar kecil yang sudah digelar Diana.

Diana hanya melirik sekilas dan menjawab santai, "Aelah, baru gitu aja udah ngeluh. Katanya cowok tangguh?"

Melisa tertawa pelan. Hari ini terasa berbeda. Udara yang segar, tawa yang ringan, dan kehadiran dua bayi mungil di tengah mereka membuat dunia terasa sedikit lebih hangat.

Mereka akhirnya memilih tempat di bawah pohon besar yang rindang. Tikar digelar, makanan dibuka, dan suasana piknik sederhana itu pun dimulai. Ethan tertidur di gendongan Diana, Evan di pelukan Melisa, dan Riki... masih sibuk membuka kotak makanan sambil mengeluh manja.

Namun di balik semua itu, mereka sadar hari ini adalah jeda yang sangat berharga.

1
kiu kiu
apa ingatan melisa bisa kembali thor...kasihan banget wanita itu...adrian apa kamu bisa mempertanggung jawabkan ini semua.klu bukan tekanan darimu melisa tk akan seperti itu...dan bukankah kau pula yg melakukan perjanjian dg melisa utk menyerahkan adiknya.klu ketahuan ethan.pasti semarah apa dia nanti...bisa bisa benci sama adrian...
Nunung Elasari
kutukan rifky terjadi....🤣🤣🤣🤣
Alya Hafidz
Terbaikkk
Kana
Kaka up lagi ya 🙏🙏 aku ga kuat nunggu besok ,semangat ya
kiu kiu
wow....ganteng banget adrian....😍😍😍😍.si ethan tampan juga seperti abangnya nggk thor..🤣🤣🤣 .ak jadi kepo nih...🤭🤭🤭
Nunung Elasari
sekarang up nya 1 ya kak?
kiu kiu
😄😄😄 adrian nih semakin lucu...melisa amnesia dia yg ketakutan .takut meli melupakan kembar beda ortu🤣🤣🤣.jika ethan tau melisa amnesia gimna reaksinya ya...pasti terkejut.apalagi si evan yg manja...pasti bakalan nangis lagi tuh anak...semoga ada saatnya mereka bertemu thor...jgn pisahin mereka dong.
Rochman Syah
lanjut thoor💪
kiu kiu
tuh...kan...si author bikin nangis gue aja..😭😭😭 kapan si melisa bangun thor...apakah mereka akan bertemu si kembar kesayangannya...tp ,si riki sama diana makin lengket aja tuh...apa mereka menikah thor..
Nunung Elasari
hayooo kak udah 3 tahun aja nih, apa melisa masih blm sadar dr komanya?
Evi Lusiana
tamat....tapi bo ong
Evi Lusiana
jgn gtu dong thor,bwt ending yg bahagia bwt smuany,udh sring mewek nih
Reni Anggraeni
kasihan Melisa tor teka teki kmana
Dewiendahsetiowati
yah endingnya bikin sedih Thor,masak dari awal cerita Melisa gak pernah bahagia... terima kasih ceritanya walaupun gak sesuai harapan
kiu kiu
thor..beneran cerita si kembar ini selesai...jadi nggk ada kelanjutannya dong..😭😭😭😭padahal thor.ak antusias banget sama cerita ini.dan apa adrian nggk punya perasaan sama wanita cantik seperti melisa.padahal episod lalu barusan di bahas.tau tau di tamatin beneran.yeah...
Susiajaaa: aku bercanda aja kok, bakalan ada S2 nya dan... lebih plot twist lagi hehe🤭
total 1 replies
Nunung Elasari
ada session 2 nya ga kak?
Anto D Cotto
gada season 2 nya Thor?
Ayunda
kasih karma buat tuh dua org yg tega pisahin anak sama emaknya
Rochman Syah
bonchap donk Thor... pengen tau Melisa dimna
kiu kiu
lanjut thor... bagaimna nasib melisa nantinya.apakah akan semakin rumit.atau apakah ada kisah cinta dlm hidup melisa mantinya.sementara 2 bocil beda ortu itu begitu bucin sama mama melisa.semangat thor..ini pasti menguras pikiran si author..🤣🤣🤣 sebab episod sebelomnya bawaanya mewek terus sampai mataku tk bisa melek gara gara nangisin perpisahan dua bocil kesayangan melisa itu...🤭🤭🤭.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!