"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"
Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.
Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Debat dengan Pak RT
Warga menjadi heboh kembali ketika kabar kematian Fitri telah tersebar luas dari mulut Pak RT, mereka semua menyaksikan bagaimana mayat Fitri dengan dada berlubang seperti itu sehingga dugaan kuat mengarah bahwa Mirasih memang telah bangkit dan menuntut balas semakin kencang saja dari mulut ke mulut semua orang yang ada di sini.
Saleh sendiri hanya bisa terdiam ketika mayat sang istri telah dibaringkan di atas kasur karena tidak mungkin dikuburkan malam ini juga, orang tua Fitri juga sudah datang dan mereka meraung keras ketika melihat jenazah sang anak yang mengalami luka parah seperti itu, jelas ini nanti akan menjadi gosip yang begitu besar.
"Kau harus tanggung jawab dan menghidupkan anak ku kembali." Ibu Fitri menunjuk wajah Saleh yang terdiam.
"Kamu jangan marah seperti itu kepada dia karena Saleh juga tidak tahu." Ayah Fitri berusaha untuk menenangkan sang istri.
"Dia suami yang tidak tahu tanggung jawab dan membiarkan sang istri mati seperti ini." Ibu Fitri tetap saja menyalahkan sang menantu.
Saleh memang tidak pernah dianggap dalam keluarga mertua sehingga ada apa saja dia akan terus merasa di salahkan seperti ini, tentu karena dia adalah orang miskin dan banyak yang mengatakan bahwa orang tua Fitri ini sebenarnya tidak setuju ketika dulu sang anak akan menikahi pemuda tersebut.
Ini sekarang malah ada masalah pula dengan kematian Fitri yang secara mendadak Dengan cara demikian rupa, udah pasti orang tua wanita itu merasa Saleh tidak berguna sebagai seorang suami dan tidak bisa menjaga sang istri, maka Saleh hanya bisa terdiam dan menerima tuduhan itu dengan lapang dada.
Warga juga mulai berbisik dan mengatakan bahwa arwah Mirasih pasti akan datang untuk membantai seluruh warga bila ada pintu yang terbuka, sebab tadi salah sempat mengatakan bahwa pintu rumah ini terbuka dan mayat Fitri ada di luar rumah dengan keadaan jantung sudah lepas dari dalam rongga dada dia.
"Pokok nya Kita harus mencari dukun agar masalah ini segera selesai." Pak RT menatap seluruh warga.
"Mohon Maaf sebelumnya, atas dasar apa Pak RT begitu yakin bahwa yang melakukan pembunuhan ini adalah arwah Mirasih?!" Puspita langsung bangkit berdiri.
"Sebab sudah ada beberapa warga yang meninggal setelah kematian Mirasih." Pak RT menjawab tegas.
"Bila mereka semua meninggal karena ulah Mirasih, lalu siapa yang membunuh Mirasih?" Puspita bertanya kembali.
"Aku tidak tahu tentang hal itu jadi kenapa kau menanyakan masalah itu kepada aku, itu tanggung jawab orang tua Mirasih untuk mencari tahu siapa yang sudah melakukan pembunuhan tersebut." Pak RT dengan pintar berkilah.
Puspita menjadi geram sekali setelah mendengar ucapan Pak RT ini karena dia merasa walau dia menjadi seorang RT namun tidak bisa bersikap adil, malah langsung percaya begitu saja dengan ucapan para warga yang ada di sekitar sini bahwa memang arwah Mirasih sudah bangkit untuk menuntut balas kepada mereka semua.
"Aku doakan setelah ini kau yang akan bertemu dengan hantu!" Puspita berkata sengit dan segera pergi dari sana.
Mansur hanya bisa menghelai nafas panjang ketika dia mendengar ucapan sang istri dan juga dia memahami bagaimana saat ini Puspita terlanjur emosi, sebab Dia ada di pihak yang benar dan mengatakan mungkin saja ini semua bukan ulah Mirasih.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komentar kalian ya karena hari ini up 7 bab.
anak nya slah masih ja di bela
kasihan bgt
nanti pas setan datang mau di ajak nya masak kali ya