adult romance ❤
Kecantikan Alya Sanjaya yang membuat kaum adam rela bertekuk lutut,bahkan kecantikannya membuat Daffa Rahardian, suami Alyza Putri Pratama, kembar tidak identik dari Alya, mengejarnya untuk mendapatkannya dan menjadikannya istri dan ibu dari anaknya.
"Aku berharap akulah yang dipilih papa Reza dan mama Emy untuk diasuh mereka, tapi mereka malah memilih Alyza dan membuangku..."*Alya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Keluarga kecil
Tangan Daffa masih
menggenggam tangan Alya, dan Alya pun hanya membiarkannya, membuat Daffa
berpikir kalau Alya tidak keberatan dengan apa yang ia lakukan.
“Al.. mungkin benar aku tidak tahu apa yang kamu rasakan.
Tapi, kamu harus tahu bahwa Tuhan membaginya dengan sangat adil. Kamu
dikaruniai wajah yang sangatttt cantik, lebih cantik dari Alyza. Dan kebaikkan
hatimu sungguh sangat luarbiasa…” Kata Daffa masih dengan menggenggam tangan
Alya dengan erat.
Perkataan Daffa, sontak membuat Alya menoleh, wajahnya
dihiasi dengan kekagetan yang luar biasa, matanya yang indah membulat, bahkan
bibirnya pun terbuka sedikit.
“Apa maksudmu kak? Kalau kamu ingin menghiburku dengan
perkataanmu barusan, aku ingin berkata padamu, aku tidak terhibur!!!…apa kamu mengatakan begitu karena ingin mengejekku?”
Alya berkata dengan nada sarkas, sambil berusaha menarik genggaman tangannya,
karena sebal dengan Daffa, tapi Daffa
tidak melepaskannya, bahkan menggenggamnya lebih erat lagi.
“Baiklah, mommynya El… jangan marah okey?? Aku minta maaf
kalau kamu tersinggung. Tapi apa yang kukatakan keluar dari hatiku yang
terdalam… jangan marah lagi ya… “ kata
Daffa sambil mencuri pandang kepada wajah Alya, karena dia masih membagi
konsentrasinya pada menyetir juga.
“Hmm, okey kak… kamu menyetirlah dulu, sangat berbahaya
kalau kamu menyetir dengan satu tangan, kak…” Lanjut Alya sambil masih berusaha
melepaskan genggaman Daffa.. dan Daffa pun melepaskan pegangannya. Seketika ada
rasa kehilangan di perasaan mereka masing masing, saat pegangan itu terlepas.
Setelah itu, Alya berusaha mengusir gelenyar rasa yang aneh yang belum pernah
ia rasakan dengan mantan kekasihnya. Bahkan hubungan percintaan dengan mantan
kekasihnya belum sampai berpegangan tangan seperti ini. Mungkin itu yang
membuat mantan kekasihnya ‘lari’ dan berselingkuh dengan sahabat Alya sendiri.
#POV Daffa#
Kebingungan yang sama juga sedang melanda Daffa, dia belum
pernah merasa harus mengejar ‘sesuatu’, belum pernah ‘memburu’ target, dia terbiasa
dikejar kejar cewek, bahkan dengan Alyza pun sama. Alyza mendekati Daffa
melalui Sean, dan Sean lah yang selama ini menjadi perantara antara Alyza dan
Daffa. Bahkan Papa dan Mama, serta Papi Mamilah yang getol menjodohkan mereka
berdua. Khusus Alya, Daffa malah sangat ingin selalu berada didekat gadis
cantik itu, bahkan Daffa sangat ingin memiliki gadis itu.
Daffa terkenal sangat dingin, dia tidak tertarik dengan sex sesaat, bahkan ketika mendiang istrinya sakit sakitan sewaktu hamil baby El dan tidak dapat memenuhi kebutuhan nafsunya, Daffa tidak memiliki minat untuk
melakukannya dengan wanita cantik lain yang tiap hari ada saja yang bersedia untuk memuaskan nya diatas ranjang.
Tapi lihat bagaimana
Alya mampu membangkitkan gairah kelaki lakiannya, membangkitkan ‘insting
pemburu’ Daffa, sebagai seorang laki
laki, untuk menaklukkan seorang wanita cantik bernama Alya.
#POV ALYA#
Aku tidak mengerti apa yang kurasakan sebenarnya. Mengapa
aku begitu jujur dengan Kak Daffa? Kenapa aku menceritakan rasa iri ku dengan
Alyza yang bisa mendapatkan cinta yang banyak dari orang orang? Mengapa aku
merasa nyaman dengan kak Daffa.
Ada gelenyar rasa aneh yang muncul di perut Alya saat
tangannya tadi digenggam oleh Daffa. Rasa yang tidak pernah ia rasakan saat dia
bersama dengan pria lain, bahkan dengan mantan kekasihnya sekalipun.
Tidak dapat dipungkiri, Daffa memiliki wajah yang tampan
yang sangat diidolakan oleh semua gadis gadis muda seperti Alya, Bodynya yang
atletis, kehidupan yang mapan, merupakan idaman setiap orang tua yang ingin
mencari calon suami untuk anak gadisnya.
Banyak yang akan naksir pada pandangan pertama dengan Daffa,
dan tidak munafik, Alya pun menyukai Daffa yang tampan. Bahkan awalnya, dalam
pikiran yang terliarnya, Alya ingin ‘merebut’ semua perhatian dan cinta yang
Alyza miliki, makanya Alya tidak pernah mau datang untuk menemui keluarganya …
dia tidak mau jadi orang jahat dengan ‘merebut’ semua yang dimiliki Alyza. Tapi
setelah ‘kepergian’ Alyza, dan dengan
adanya baby El, pikiran liar yang dibawanya sejak lama itu pupus.
***
Mobil Daffa sudah memasuki areal parkir sebuah mall yang
terbesar di kota itu. Selain ingin membeli kebutuhan baby El, Daffa juga ingin
mengajak Alya ke sebuah resto di mall itu.
Daffa membuka pintu mobil untuk Alya dan menolongnya keluar,
karena Alya sambil menggendong baby El, kemudian Daffa mengeluarkan stroller
baby El.
“Al, kalo kamu letih, kamu bisa menaruh baby El di dalam
stroller, karena kita akan makan dulu… lihatlah tanganmu sampai berbekas merah
merah.” Tanpa sengaja Daffa mengucapkan itu sambil membelai dan meniup tangan Alya yang kemerahan setelah
Alya menaruh baby El ke dalam stroller. Daffa melakukannya dengan penuh kasih
sayang seakan Alya adalah istrinya dan perilaku Daffa membuat Alya bingung.
“Kak… aku gak pa pa.. “ kata Alya sambil menarik tangannya
yang tadi dibelai oleh Daffa, sekali lagi perasaan aneh itu menyergap Alya…
seperti ada yang menggelitik perutnya.
“Hmm.. ayo kita masuk… Oh ya Al… habis dari mall kita balik
sebentar ke rumahku ya?” lanjut Daffa sambil memegang bahu Alya dari belakang,
setengah memeluknya, karena Alya mendorong stroller baby El.
Kalau dilihat dari belakang, tampak seperti sebuah keluarga
bahagia yang terdiri dari suami istri dan anak bayi mereka, yang sedang
berjalan jalan di mall.
“Baiklah kak… jangan kemalaman… kita mesti memandikan baby
El… “ lanjut Alya, tidak menyadari bahwa posisinya saat ini sangat intim dengan
Daffa, yaitu di dalam pelukan Daffa. Alya
sangat sibuk membetulkan posisi tidur baby El yang bergerak.
“Iya mommynya El….” Candanya sambil mencubit hidung baby El
yang masih tidur dengan lelap, seakan memberi waktu untuk daddy dan mommy nya
berduaan.
Sesampainya di resto jepang yang dipilih Daffa, mereka
berdua segera menyantap hidangan secara bergantian, karena tiba tiba, baby El
terbangun dan meminta minum, sehingga Alya harus membuatkan susu dan menyusui
baby El dulu sambil menggendongnya dengan sabar.
Sedangkan ketika
Daffa selesai makan, ia menyuruh Alya yang makan dan dialah yang menggendong
baby El sampai baby El tertidur lelap di dalam pelukkan daddynya. Kerjasama
mereka berdua seperti selayaknya keluarga kecil yang beranggotakan tiga orang
yaitu suami, istri, dan satu anak bayinya.
Memang memiliki anak
bayi seperti baby El membuat mereka harus bekerja sama dan melakukannya lebih cepat untuk berbelanja, karena takut
nanti baby El akan rewel kalau kelamaan. Karena sebenarnya tujuan utama Daffa
adalah membawa Alya kerumahnya.
Ada yang harus dibicarakan antara Daffa kepada Alya, dan
takutnya kalau pembicaraan itu dilakukan dirumah mertuanya maka tembok tembok
rumah mertuanya itu bisa bicara kemana mana. Daffa hanya ingin memastikan sesuatu
sebelum Daffa mengambil langkah selanjutnya…
.
.
.
TBC
Hai readersss, masih sama ya , author minta tolong donggggg
like dan komennyaaa….
Thank you and GBU yaaa
mudah banget muve on...bedalah sama perempuan suka mikir 2x
mksih byk
maap
:)