NovelToon NovelToon
Suami Mafia Sang Polwan

Suami Mafia Sang Polwan

Status: sedang berlangsung
Genre:Roman-Angst Mafia / Menyembunyikan Identitas / CEO
Popularitas:33.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Chantika Rahardja adalah putri dari keluarga pebisnis yang memilih menjadi polwan. Saras, adik tirinya selalu iri dengan prestasi dan kecantikannya. Apalagi sang ayah selalu membandingkan mereka dan lebih membanggakan Chantika.

Saras menjebak Chantika untuk menemani pebisnis yang terkenal playboy agar mendapatkan investasi.

Tapi siapa sangka Chantika malah terlempar ke ranjang Enzo Arkan Pradana, bos mafia yang terkenal tak pernah menyentuh wanita. Pria yang akhirnya bisa tidur tanpa menelan obat saat bersama Chantika.

Kesalahan semalam itu membuat keduanya menikah, tanpa Chantika tahu siapa sebenarnya suaminya. Di balik identitasnya sebagai CEO sebuah perusahaan, pria itu menyembunyikan kekuasaan yang tak seorang pun berani menentangnya.

Seorang penegak hukum menikahi penjahat?

Bagaimana rumah tangga mereka jika Chantika tahu sang suami adalah seorang mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Harga Sebuah Kesepakatan

Chantika tidak langsung menjawab. Bayangan semalam kembali memenuhi kepalanya.

Ia masih mengingat dengan jelas Saras yang membawanya ke kamar Bryan, lalu pergi meninggalkannya berdua dengan pria itu.

Namun, ia belum memiliki bukti apakah Saras memang bersekongkol dengan Bryan atau hanya dimanfaatkan. Sebagai seorang polisi, ia tak boleh menyimpulkan sesuatu tanpa bukti.

Melihat Chantika terdiam, Enzo kembali bersuara. "Aku bisa membantumu mencari pelakunya."

Chantika terkekeh pelan. "Aku ini polisi. Masa harus minta bantuan warga sipil untuk mencari keadilan?"

Enzo menatapnya tenang. "Aku tetap akan membantumu kalau kau membutuhkannya."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Meski kau seorang polisi... kau tetap wanitaku."

Wajah Chantika kembali memanas. "Akan kuselidiki sendiri dulu."

Enzo mengangguk. "Baik. Tapi kalau suatu saat kau membutuhkan bantuanku, katakan saja."

"Hm."

"Tukar nomor ponsel?"

Chantika menggeleng pelan. "Ponselku hilang."

Enzo terdiam sesaat. Lalu ia kembali mengambil ponselnya dan menghubungi Marko.

"Marko."

"Ya, Bos."

"Belikan ponsel baru."

Tut...

Lagi-lagi Enzo menutup sambungan telepon lebih dulu.

Sementara itu, Marko masih berada di sebuah butik yang menjual pakaian wanita.

Ia menatap layar ponselnya yang kembali gelap sambil mengembuskan napas.

"Selalu saja begitu. Memberi perintah, lalu langsung menutup telepon."

Ia menggeleng kecil sebelum kembali melihat daftar barang yang harus dibelinya.

Pandangannya tanpa sengaja jatuh pada label ukuran pakaian yang diminta.

"Hm... ukurannya sudah dicatat semua."

Marko terkekeh pelan.

"Bos benar-benar berubah."

Ia buru-buru menggelengkan kepala sendiri.

"Sudahlah. Jangan banyak berpikir. Cepat selesaikan belanjaan ini sebelum Bos menelepon lagi."

Lalu ia mengangkat salah satu bra di depannya dengan jari jempol dan telunjuknya. "Ukuran tiga puluh delapan." Ia mengamati benda yang bentuknya mirip kacamata itu. "Gede juga."

Ia buru-buru menggeleng. "Apa yang kupikirkan? Mending cepet kerjain."

Marco kembali mendorong keranjang belanja menuju kasir.

***

Sementara itu, Saras akhirnya terbangun di kamar Bryan. Seluruh tubuhnya terasa remuk. Pria yang masih terlelap di sampingnya itu semalam bertindak begitu brutal hingga menyisakan nyeri di sekujur tubuhnya.

"Pria brengsek," umpatnya lirih.

Ingin rasanya ia mencekik pria itu karena telah merenggut mahkota yang selama ini ia jaga.

"Kalau bukan demi investasi itu..."

Saras menepis tangan Bryan yang masih melingkar di pinggangnya dengan perasaan jijik. Lalu, dengan langkah tertatih menahan perih, ia memungut pakaian yang berserakan dan berjalan menuju kamar mandi.

Tubuhnya terasa lengket. Ia masih mengingat bagaimana semalam Bryan sengaja menyiramkan wine ke tubuhnya, lalu menjilatinya.

"Menjijikan."

Ia menggosok tubuhnya lebih kuat seolah bisa membersihkan setiap bekas sentuhan Bryan di tubuhnya.

Setelah selesai membersihkan diri dan mengenakan pakaian, Saras keluar dari kamar mandi.

Bryan sudah terbangun. Pria itu duduk bersandar di kepala ranjang sambil menatap layar ponselnya, seolah semalam tidak terjadi apa-apa.

Bryan melirik sekilas ke arah Saras. "Sudah selesai?"

Saras mengangguk singkat. Tatapannya dingin. "Aku datang ke sini untuk memenuhi kesepakatan kita." Ia menarik napas panjang. "Sekarang giliran Tuan memenuhi janji."

Bryan meletakkan ponselnya di atas nakas. "Investasi?"

"Ya."

Bryan tersenyum tipis. "Kau memang berbeda dari wanita lain. Baru bangun, yang kau pikirkan langsung urusan bisnis."

"Karena itulah alasan aku datang," ucap Saras tegas.

Bryan bangkit dari ranjang lalu berjalan menuju meja kerja kecil di sudut kamar suite. Ia membuka sebuah map yang telah disiapkan sebelumnya.

"Kontraknya sudah ada." Bryan mengetuk pelan berkas itu dengan jarinya. "Tapi sebelum kutandatangani, ada beberapa syarat tambahan yang harus kita bicarakan."

Dahi Saras langsung berkerut. "Syarat tambahan?"

Sudut bibir Bryan kembali terangkat. "Dalam bisnis, kesepakatan bisa berubah kapan saja."

Bryan menyandarkan tubuhnya di kursi sambil mendorong map kontrak ke arah Saras.

"Bacalah."

Saras segera membuka halaman pertama. Nominal investasi masih sama seperti yang dijanjikan semula. Napasnya sedikit lega. Namun, beberapa lembar berikutnya membuat wajahnya berubah.

"Apa ini?"

Bryan tersenyum tipis. "Syarat kerja sama."

"Aku harus melapor setiap kali Tuan memanggil? Aku juga harus mendahulukan semua permintaan Tuan dibanding pekerjaan lain?" Saras mengangkat kepalanya.

"Benar." Bryan menjawab santai. "Itu jaminan."

Saras menggenggam berkas itu hingga jemarinya memutih. "Ini bukan lagi hubungan investor dan mitra bisnis. Ini sudah seperti aku harus selalu tunduk pada kemauan Tuan."

Bryan menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Aku tidak suka menunggu. Kalau aku memanggilmu untuk membahas proyek, kau harus datang."

"Bagaimana kalau aku sedang bekerja?"

"Batalkan."

"Kalau aku sedang ada urusan penting?"

"Aku yang menjadi prioritas."

"Ini keterlaluan!" bentak Saras. "Aku tidak akan menandatanganinya."

Sudut bibir Bryan terangkat tipis. "Kau bebas menolak."

Harapan sempat muncul di mata Saras.

Namun senyum Bryan berubah semakin tipis.

"Tentu saja... kalau kau juga siap kehilangan investasiku."

Saras mengepalkan tangan. "Tuan tidak bisa mengubah kesepakatan seenaknya."

"Bisa." Bryan menatapnya datar. "Karena uang itu milikku."

Bryan membuka galeri di ponselnya. "Lihat ini."

Wajah Saras langsung memucat. Foto yang terlihat memang tidak vulgar, tetapi cukup jelas memperlihatkan mereka berada di kamar hotel pada pagi hari.

Nyatanya pria itu sudah bangun lebih dulu sebelum Saras, tetapi pura-pura tidur.

"Kalau kau merasa tidak membutuhkan investasiku, mungkin keluargamu atau rekan kerjamu ingin tahu kenapa kau menginap semalaman di kamarku."

"Kau memotretku?"

"Aku hanya menyimpan bukti."

***

Sementara itu, di ruang kontrol CCTV, Kepala Keamanan dan Manajer Hotel masih berjaga bersama dua orang operator.

"Pak, ada seseorang datang ke kamar Tuan Enzo," ujar salah seorang operator.

 

...🔸🔸🔸...

..."Cinta membuat seseorang ingin menjaga, sedangkan nafsu membuat seseorang ingin memiliki."...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Fadillah Ahmad
Wadaw. Banyak amat Enzo... 😂😂😂 30% saham, Vila, dan hotel? Waaah, kamu memang sudah tergila-gila sama Chantika rupanya... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ini bisa menjadi bom waktu nih nanti... 😁😁😁 Karena Enzo membohongi Mertuanya... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Saking Nyaman-nya di Kelonin Enzo, membuat Chantika ke siangan lagi... 😁😁😁
Ass Yfa
Enzo udah manggil istriku..kayak stlah kejadian mlm itu..Enzo udah melegalkan perniahannya deh..nyuruh asistennya daftarin secara negara
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lankutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Maaf Kak Nana... Ini maksudnya gimana ya Kak Nana? Kalimat Chsntika ysng mengatakan "Dia hak pernah memintaku berhenti dari Pekerjaan" Aku bingung di bagian "Hak" itu loh Kak Nana... 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Ssmangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Betul Sekali Chsntika... Karena Map itulah, kau di jebak oleh adikmu sendiri tau... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Gampang Enzo... Tarok aja harga dirimi di bokongmu sendiri... 😂😂😂 Gampang kan? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Kalau ada kalimat begini, pasti afa hal buruk yang akan terjadi nih... Perasaanku mulai nggk enak nih Kak... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Aku sudah ketimggalan kauh mih Kak Nana... 😁😁😁 Jadi belum bisa lomen sampai puluhan komen... 😁😁😁 Ketinggalan jauh banget nih Kak... 😁😁😁🙏

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Tuan Rahardja nggk bisa Kamj tipu Saras... 😂😂😂 Dia bukan orang baru, di dunia bisnis... 😂😂😂 Sekaramg Apalagi alasan ysng akan kamu berikan? ha? 😂😂😂

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Baru-nya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Maaf Kak Nana... kalimat ini Maksudnya gimana ya Kak 'Darinya berkerut samar' atau 'Dahinya berkerut samar' Kak Nana? 😁😁😁 Aku bingung nih Kak Nana... 😁😁😁
Sugiharti Rusli
apalagi dia sebentar lagi juga jadi calon menantu yang sangat bucin sama putri kamu itu🤩🤩🤩
Sugiharti Rusli
tenang saja tuan Rahardja, setelah tahu kecurangan dari calon investor yang diajukan si Saras, ada calon investor lain yang lebih kompeten sih nanti😅😅😅
Sugiharti Rusli
mana bikin perintah dadakan dan juga dengan waktu yang mepet pulak, sepertinya kamu memang sudah teruji Marco😂👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!