"Aku hamil?" Semua menoleh kearah Syakira. Keluarga Rama termasuk Rama sendiri yang sebagai suami dari Syakira tidak percaya akan kabar yang ia dengar dari istrinya.
Bagaikan ia jatuh dari langit mendengar kabar yang tak terduga itu. Seakan tak percaya apa yang barusan ia dengar. Bagaimana ia harus percaya sedangkan dokter menyatakan 95 persen dirinya dinyatakan mandul. Haruskah ia percaya? Dan menjelaskan keadaannya pada istrinya?
Lalu, bagaimana tanggapan Syakira, ketika mengetahui suaminya dinyatakan mandul sedangkan ia hamil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Masrianiani Hijab, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kutemukan Jodohku
Hari terakhir bagi Rama mengambil keputusan tentang perjodohan itu. Rama duduk di sebuah tempat yang cukup romantis sedang menunggu seseorang. Seseorang yang sangat spesial baginya.
Menunggu terus menunggu adalah hal yang sangat membosankan bukan? namun, tidak berlaku pada Rama. Bahkan Rama begitu bersemangat menunggu kehadiran Syakira.
Melihat jam dipergelangan tangannya. Rama berdiri, duduk, kemudian berdiri lagi, kembali melihat jam. Lalu, memasukkan kedua tangannya disaku celana. Wajah tampak begitu cemas dan gelisah.
"Datanglah ... aku mengharapkan-mu," Lirih Rama bermonolog seorang diri.
Kembali menenangkan dirinya sendiri sambil melihat jam tangannya.
"Apakah memang kau bukan yang disiapkan untukku?" kembali Rama bermonolog. Rama mulai putus asa.
Sebuah telpon masuk dan itu dari sang 'ibu'.
Rama hanya melihat panggilan itu tanpa menjawab.
"Di mana dirimu Syakira?" Rama melihat kembali sekelilingnya tidak ada tanda seseorang akan datang.
Ponsel miliknya kembali berdering tertulis mama di sana 'Ibu'. Kembali Rama mengabaikan panggilan dari sang ibu.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sementara, wanita yang ditunggunya masih dalam dilema dengan kotak besar masih tersimpan rapi di atas nakas.
"Jika kau mencintainya, kenapa kau tidak menemuinya? bukankah hari ini hari terakhir untuknya berharap kepadamu?"
Syakira berbalik melihat kakaknya. "Kak Fajri?"
"Kakak tahu semuanya tentang kalian. Dia sahabatku dan aku mengenalnya dengan baik. Aku tidak mengatakan bahwa dia baik untukmu. Semua pilihan dan keputusan ada padamu."
Syakira berdiri dan memeluk kakaknya.
"Apa kau juga mencintainya?" kata Fajri "Jika memang kau mencintainya kenapa kamu tidak menemuinya? Jangan sampai suatu hari kau menyesalinya."
"Kakak, ayah dan ibu mendukung segala keputusanmu," lanjut Fajri.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kembali Rama melihat jam tangannya. Melihat keluar. Benteng pertahanannya mulai goyah.
"Jika hari ini dan detik ini kau tidak datang, itu artinya hari ini juga adalah hari dimana aku harus melupakan dirimu untuk selamanya," lirih Rama.
Melihat cincin yang sudah disiapkannya. menatap begitu lama. tatapan kosong. Hatinya mulai diselimuti dengan rasa kecewa. Menyadari dan ikhlas jika memang dia bukan jodohnya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kini Syakira sudah dalam perjalanan menyusuri jalan sore itu meneteskan air mata. Jalan yang ditempuh seakan begitu lama. Syakira melihat jam yang di mobilnya.
"Cepat dong," lirih Syakira melihat masih lampu merah.
Lampu merah kembali berganti Lampu hijau. Syakira langsung menancap gas mobilnya. Syakira teringat pada perkataan Fajri.
"Sebelum magrib dia akan berangkat ke luar negri. Perjodohan itu akan berlangsung di sana. Rama sudah menceritakan semua padaku siapa dirinya. juga, sudah mengundurkan diri dari perusahaan."
Sampai di sebuah restoran, Syakira langsung turun dari mobilnya dan berlari masuk. Melihat restoran itu sunyi tidak ada pengunjung satu pun di sana.
Seorang pelayanan mengetahui, jika pengunjung yang datang dengan gaun silver itu adalah Syakira dan langsung diantar masuk dimana Rama sudah menunggunya sejak tadi. Pemandangan yang menghadap dengan pantai. Syakira melihat suasana dekor begitu indah.
Sementara, Rama masih setia melihat pemandangan di sana tidak menyadari jika Syakira sudah berdiri dibelakangnya.
"Kenapa kau tidak datang, Syakira. Apakah memang kau bukan ditakdirkan untukku?" lirih Rama.
Dan begitu berbalik.
"Aku ditakdirkan untukmu. Ditakdirkan bersama dirimu. Aku tidak tau mengapa aku bisa disini.
"Syakira?"
Syakira tersenyum dan itu kali pertama Rama melihat senyum tulus itu.
Rama mendekat.
"Kau datang?" Rama tidak percaya.
Syakira mengangguk.
Rama langsung memeluk Syakira. Walau Syakira berusaha untuk melepaskan diri rama tidak peduli lagi.
"Maafkan aku. Aku terlalu bahagia. Disaat akhir perjuanganku, aku tidak yakin kau ada disini. Sungguh Syakira, seakan duniaku berubah ketika kau hadir di hadapanku," ungkap Rama dengan penuh kesungguhan.
Seketika, Rama berlutut dan mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah.
Dan berkata,
"Syakira maukah kau menikah denganku?"
Syakira yang masih bimbang dengan perasaannya. bersuara,
"Aku akan menikah denganmu dengan Syarat."
"Syarat?" tanya Rama dengan cukup kaget.
Bibir Syakira seakan berat mengatakannya juga malu.
"Ya ... Rabb, salahkah?" batin syakira
"Katakanlah!" ucap lembut Rama dengan sabar.
"Berdirilah dahulu. Jangan seperti ini. Kau terlalu membuatku melayang."
Rama tersenyum pada gadis pujaannya. juga, merasa gemas ucapan yang keluar dari bibir Syakira.
Rama berdiri lalu menatap wajah ayu itu yang terlihat malu-malu.
"Aku tidak mengatakan bahwa pernikahan ini pernikahan kontrak. Aku hanya ingin kau memenuhi permintaanku."
Hening.
Syakira menatap Rama. "Yaitu ... aku ...." Syakira begitu berat mengatakannya.
Rama begitu penasaran apa yang ingin dikatakan wanita yang ada didepannya sekarang.
"Ketika kita ...." Kembali bibir Syakira begitu berat.
"ketika kita ...." ucap Rama yang tidak sabar lagi.
"ketika kita sudah menikah kau tidak ...." perkataan Syakira kembali berhenti.
"Tidak. Apa?" tanya Rama yang semakin penasaran.
Syakira begitu malu untuk mengatakannya.
Rama begitu penasaran ingin mendengarkannya.
Syakira memberanikan diri menatap kedua bola mata Rama yang begitu dekat dengan wajahnya.
"Bisakah kamu mundur sedikit? Kau membuatku gugup."
"Astaga, Sayang." Rama tersenyum tidak sadar dengan ucapannya
"Apa?" Syakira terkejut mendengar kata itu.
"Lanjutkan apa syaratnya!" Rama mencairkan suasana dan memilih mengabaikan.
"Setelah menikah kau tidak boleh menyentuhku sedikitpun sebelum aku siap," ucap Syakira dengan lancar.
Rama tersenyum mendengar persyaratan Syakira yang baginya sangat konyol.
"Kenapa kau tersenyum?" tanya Syakira merasa malu.
"Kau mencintaiku?" tanya Rama.
Syakira diam. Merasa malu mengakui perasaannya. juga, masih ragu.
"Baiklah. Aku akan sabar. Dan aku akan selalu membuatmu semakin cinta padaku." kata Rama tanpa menunggu jawaban dari Syakira.
Rama meraih tangan Syakira.
"Tapi, tangan ini biarkan aku menyentuhnya."
Rama memasangkan cincin dijari manis Syakira dan mengajaknya duduk untuk menikmati makan malam romantis itu.
Jantung Syakira begitu berdebar ketika Rama membisikkan kalimat.
"I LOVE YOU."
Rama memposisikan duduk pas dihadapan Syakira.
Panggilan kembali masuk di ponsel milik Rama.
"Ibu memanggil. aku angkat dulu." Rama mengatakan itu takut Syakira salah paham.
"Iya ibu." jawaban Rama dibalik telpon.
"waktumu sudah habis. pulanglah nenek sudah menunggumu!"
"Aku akan pulang dan membawakan menantu untuk nenek, jadi katakan pada nenek, malam ini datanglah melamar kan aku seorang wanita."
"Dasar anak tak di untung, bisanya kamu mengatakan seperti itu!"
"Aku serius, ibu. Wanita yang sama yang aku inginkan. jadi, perjanjian aku dan ibu dibatalkan. Aku menunggu ibu. Alamatnya akan aku kirim."
Rama tersenyum dan kembali memasukkan ponselnya di saku celana.
"Malam ini nenek dan ibu akan menemui kedua orang tuamu. Setelah ini aku akan mengantar-mu pulang." ujar Rama melihat Syakira.
"Mobilmu akan aku suruh seseorang menjemputnya sekarang," lanjut Rama sebelum Syakira menolak.
Syakira hanya diam karena berkata pun hanya percuma.
Rama terus menatap Syakira membuat Syakira semakin berdebar dibuatnya.
"Aku grogi jika kakak terus menatapku seperti itu."
Rama kembali merasa lucu dengan pengakuan Syakira.
Selesai makan, mereka meninggalkan tempat. karena gaun yang dikenakan Syakira cukup panjang membuatnya sedikit sulit berjalan dan hampir saja jatuh
Beruntung Rama dengan cepat menangkap tubuhnya
"Terimakasih," ucap Syakira yang masih berpegang di bahu Rama.
"Berhati-hatilah." Senyum Rama mengembang.
"Aku sudah cukup berhati-hati, namun bajunya yang sedikit kepanjangan."
Rama membantu Syakira memposisikan badannya. Dengan pelan Syakira melepaskan tangannya.
Keduanya kembali ke tempat parkir. Rama membukakan pintu mobil untuk Syakira bagian depan. Tidak menolak. Syakira masuk tanpa protes lagi. Rama berlari kecil mengitari mobil dan menyusul masuk.
Butuh beberapa menit sampailah Syakira dan Rama di rumah utama pak ikhsan. Tampak rumah itu begitu ramai. Kelurga Rama telah sampai di sana.
Maksud dan tujuan kelurga rama datang sudah selesai dibicarakan sisa menunggu persetujuan dari Syakira. ketika Syakira dan Rama datang keduanya dipersilahkan duduk.
"Nak Syakira, ini keluarga nak Rama melamar-mu. Kami mempercayakan padamu, nak. Semua keputusan ada padamu," ucap Pak ikhsan.
Syakira diam sejenak melihat kakaknya Fajri kemudian tertuju pada kedua orang tuanya. Laila menggenggam tangan adik iparnya.
Rama dag dig dug. keduanya saling menatap. Hingga akhirnya Syakira mengambil keputusan dengan mengangguk tanda setuju.
"Alhamdulillah ...." Ucap nenek Rama dengan mata berbinar.
Malam itu adalah malam yang begitu membahagiakan dua keluarga itu. Semua sudah diputuskan malam itu juga. Tinggal menyiapkan persiapan untuk menuju hari H.
maaf ya kak..sedikit masukan.syakira ini kan anak pondok pesantren.tp knp setiap kali berbicara lwt tlpn kog gak mengucapkan salam bahkan lgsg mematikan tlpn.jangan gt donk kak...meskipun ini cm di novel tp klo bisa dikoreksi lg🙏🙏itu aza dr saya semoga berkenan dan maaf jika ada kata yg tdk berkenan dihati kak author.selamat berkarya tetep semangat..dan sukses slalu..wassalamualaikum
salam dari "My Lovely Bodyguard" mampir juga ya kak🙈🥰
yuuk berteman di instagram bersama author. Ig @Anihijab15
Untuk Syakira semoga lahirannya lancar dan memperbolehkan Marwa untuk bersama merawat anak-anaknya kelak,,