NovelToon NovelToon
Romansa Dokter Ganteng Dan Pelayan Cafe

Romansa Dokter Ganteng Dan Pelayan Cafe

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Cintamanis / Dokter / Tamat
Popularitas:641.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Isti Shaburu

Niat hati hanya membantu Veronica sang pelayan Cafe cantik dan pendiam yang sedang kesulitan untuk biaya rumah sakit sang ibu dengan cara menikah secara siri, Agam Arsenio sang dokter ganteng pujaan hati para dokter dan perawat serta pasien wanita malah jatuh cinta pada Veronica.

Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka akan menikah secara resmi? nantikan kisah gaje mereka yang segaje-gajenya😁

Follow👇

IG: istikomah50651
Fb: ISTI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 07

Hari sudah menunjukan pukul setengah sembilan pagi, Veronica bersiap untuk pergi bekerja, ia melihat ponselnya berfikir sejenak berfikir apakah ia berhak untuk menghubunginya dan memintanya mengantar kecafe.

Ah lebih baik tak usah saja, aku bukan siapa-siapanya meski dalam waktu dekat kami akan menikah namun itu tak mengubah siapa diriku dan dirinya, gumam Veronica memasukkan kembali ponselnya kedalam tas usang miliknya.

Veronica berjalan keluar ruang rawat ibunya dan menuju loby rumah sakit, ia keluar pergi dari rumah sakit tanpa memberi kabar pada Agam, ia berjalan menuju halte bis terdekat, tak lama ia menunggu akhirnya bus yang ditunggunya pun datang, ia langsung menaiki bus tersebut dan duduk dikursi kosong tak jauh dari pintu.

Didalam ruang praktek Agam telah selesai memeriksa pasien dan memeriksa ponselnya, jam diponselnya sudah menunjukan pukul sembilan tetapi kabar yang ia tunggu belum juga masuk keponselnya.

Apakah ia tak bekerja, mengapa sudah jam segini dia belum mengabariku, atau jangan-jangan..., gumam Agam tak melanjutkan perkataannya.

Agam berdiri dan melepas jas putih yang melambangkan bahwa ia adalah seorang dokter, setelah menggantungnya pada hanger ia langsung keluar dari ruangannya.

Agam menuju kamar rawat dimana ibu dari Veronica dirawat, setelah sampai didepan kamar Agam langsung memasuki kamar rawat tersebut, namun ia tak mendapatkan Veronica dikamar tersebut hanya ada seorang wanita paruh baya yang terbaring memejamkan matanya dan terdapat selang infus terpasang ditangannya.

Setelah melihat keadaan ibunya Veronica, Agam segera keluar dari kamar tersebut, ia mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dan menghubungi Veronica sambil berjalan menuju ruang kerjanya.

Saat mencoba menghubunginya tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang, Agam terkejut dan langsung membalikan badannya kearah seseorang yang memeluknya dan seketika wajah Agam berubah menjadi marah.

"Bisakah kau tak menggangguku, aku sudah muak dengan tingkahmu yang selalu menggangguku seperti ini," ucap Agam yang sudah muak dengan tingkah Nadira.

"Aku hanya merindukanmu dokter ganteng," jawab Nadira dengan wajah dibuatnya seimut mungkin.

"Jauh-jauh dariku dan jangan menggangguku lagi, atau kau akan merasakan akibatnya." Agam mengancam Nadira.

"Aku tulus menyukaimu dokter, beri aku kesempatan untuk berada disampingmu aku pasti akan membuatmu jatuh cinta padaku dokter," ucap Nadira bukannya takut malah tambah bersikap manja.

"Mau kau berusaha seperti apapun aku tak akan pernah menyukaimu apa lagi mencintaimu jadi lebih baik berhenti menggangguku," ucap Agam melepaskan tangannya yang dipegang erat oleh Nadira secara kasar dan pergi meninggalkan Nadira, Agam kembali kedalam ruang kerjanya dengan keadaan kesal karena Nadira.

Nadira yang ditinggal begitu saja oleh Agam kesal dan pergi dari rumah sakit tersebut kembali keapartemennya, sesampainya diapartemen Nadira mendapati Hari sudah berada diatas tempat tidurnya dan hanya mengenakan celana boxer saja.

Hari menghampiri Nadira yang masih kesal dan menghujaninya dengan ciuman diwajah dan lehernya, Nadira membalas ciuman tersebut bahkan ia membalasnya lebih agresif, ia melampiaskan kekesalannya dengan cara memuaskan hasratnya pada Hari.

Sore menjelang Agam bergegas untuk kembali keapartemennya, hari ini adalah hari yang melelahkan untuknya, banyaknya pasien membuatnya mengurungkan niatnya menghampiri Veronica dijam istirahatnya.

Setelah berendam air hangat tubuh Agam langsung kembali segar, ia meraih ponselnya dan menghubungi Veronica untuk mengajaknya makan malam.

"Aku akan menjemputmu ditempat kemarin," ucap dokter Agam setelah mendengar suara Veronica mengangkat panggilannya, setelah Veronica menyetujuinya Agam mengakhiri panggilannya.

Setelah menghubungi Veronica Agam kemudian bersiap, ia melihat dirinya dicermin besar yang berada dikamarnya.

"Aku memang sangat tampat, wajar saja jika Nadira tergila-gila padaku, tapi aku bukan tipe lelaki yang doyan dengan bekas orang lain, Veronica... tunggu aku, aku akan menaklukan dan menghangatkan hatimu yang beku itu, aku akan membuatmu berada disisiku dan jatuh cinta padaku," ucap Agam dengan begitu percaya dirinya melihat dirinya sendiri didalam cermin tersebut.

Agam melihat jam diarloji yang melingkar dipergelangan tangan kirinya, jam sudah menunjukkan pukul delapan malam yang artinya sebentar lagi Veronica akan pulang kerja.

Agam bergegas keluar dari apartemen mewahnya menuju parkiran mobil,ia mengemudikan mobilnya menuju cafe tempat Veronica bekerja, selama perjalanan Agam selalu bersiul dengan wajah cerianya.

Agam sampai ditempat kemarin ia menjemput Veronica, dilihatnya Veronica masih sibuk membereskan cafe sebelum tutup dari kejauhan, Agam mengiriminya pesan, tak lama ia melihat Veronica sedang melihat ponselnya lalu memasukkan kembali kedalam saku celananya.

Sekitar setengah jam Agam menunggu didalam mobil akhirnya Veronica menghamipinya juga, Agam membukakan pintu mobil untuk Veronica dari dalam dan Veronica pun masuk lalu duduk disampingnya.

Saat Agam akan melajukan mobilnya ia melihat Veronica belum memasang sabuk pengamannya, Agam mendekati Veronica hendak meraih sabuk pengaman untuk memasangkannya, Veronica memejamkan matanya seraya mengerutkan keninganya.

Ini terlalu dekat, apa yang ingin dia lakukan, gumam Veronica jantungnya berdegub kencang.

Agam mendengar napas Veronica yang berhembus berat dan suara jantung Veronica yang sangat kencang, Agam tersenyum melihat ekspresi Veronica yang memejamkan matanya, ia sudah meraih sabuk pengamannya namun belum memasangnya.

"Apa kau gugup?" bisik Agam ditelingan Veronica. "Aku hanya ingin memasangkan sabuk pengaman untukmu mengapa kau memejamkan matamu hm?" Agam kembali berbisik dan kemudian ia memasang sabuk pengaman pada Veronica.

Wajah Veronica memerah karena ia telah salah paham dengan apa yang Agam lakukan, Veronica menundukan kepalanya karena malu.

Apa yang kupikirkan tadi, bodoh bodoh bodoh, gumam Veronica.

Mobil bergerak maju menuju tempat makan yang terbilang cukup mewah walaupun bukan restoran bintang lima, setwlah sampai Agam keluar dan memutar ketempat Veronica duduk dan membukakan pintu untuk Veronica.

Veronica pun keluar dari dalam mobil, ia melihat sekeliling dan merasa tidak nyaman, ia meraih ujung lengan baju yang dikenakan Agam.

"Kenapa?" tanya Agam melihat kearah Veronica.

"Dokter lebih baik kita makan diwarung padang saja atau diwarung makan biasa, aku tak terbiasa makan ditempat seperti ini," jawab Veronica.

Agam tersenyum melihat reaksi Veronica. "Mulai sekarang kau harus terbiasa karena aku akan mengajakmu makan ditempat seperti ini setiap hari, ayu masuk aku sudah lapar." Agam meraih tangan Veronica dan melingkarkannya pada lengannya.

Dan benar saja, hari-hari selanjutnya setiap berangkat kerumah sakit Agam akan menjemputnya pagi-pagi mengajaknya sarapan ditempat makan yang sederhana, sepulang kerja Agam akan menjemputnya dan mengajaknya makan malam diberbagai restoran mewah lainnya setiap hari.

Tak terasa hubungan mereka sudah berjalan selama hampir dua bulan dan Veronica sudah mulai terbiasa berada disamping Agam.

Saat hari pertama Aberlie datang kembali setelah menikah dan pulang dari bulan madunya Veronica berencana untuk mengajukan cuti selama beberapa hari karena ia akan menikah dengan Agam, namun naas saat akan menuju kekantor Bram Aberlie mengalami kecelakaan karena ditabrak oleh sebuah mobil, Veronica membantu Ashana dan Rean untuk membawa Aberlie kerumah sakit.

*****

Selamat membaca yang semuanya jangan lupa likenya yah🙏😊

Salam hangat dariku untuk kalian semua🙏😊🤗🥰

1
erviana erastus
sama suami masih panggil nm
erviana erastus
arumi ma kevin apa kabar
erviana erastus
nikahx barengan sama agam lah 😂 hemat biaya
erviana erastus
perasaan disuruh panggil syang kok agam 😂😂😂😂
erviana erastus
pasangan yang serasi semoga mereka berjodoh
erviana erastus
agam 11 12 sama risa ganas 🤣
Esti Sugiyani
gumuuuusssa
elis farisna
Luar biasa
Ryani
aduhh sayang banget ituh Si Agam .. tak perjaka lagi dong kalo nanti sama si Vetonica
Ipeh Saripeh
Luar biasa
Tania Tantri
betul😂
Asiyah
Luar biasa
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
lagi tegang tegangnya takut ve hilang ingatan,eh malah di bikin ngakak😂😂😂😂
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
kasian agam dia menderita ve belum juga sadar
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
ceritanya makin kesini makin bagus thor
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
cerita Sandra lebih bagus
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
pasti dia nyamar jdi supir taxi karna mencari jodoh yang ga mandang harta
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
jodohnya sandra udah nongol
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
kasih pasangan buat kakaknya agam thor,kasian jadi jones terus
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!