NovelToon NovelToon
Young Master Vincentes

Young Master Vincentes

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:125
Nilai: 5
Nama Author: Apin Zen

Di wilayah Ragonves, sebuah wilayah besar di barat Kerajaan Dirvente, dua keluarga bangsawan paling berpengaruh telah terikat dalam permusuhan selama ratusan tahun. Keluarga Vincentes dan Keluarga Sienta saling menumpahkan darah demi harga diri, kekuasaan, dan dendam yang tak pernah padam.

Demi mengakhiri konflik yang berkepanjangan, kedua keluarga akhirnya menyepakati sebuah perjanjian damai. Sebagai simbol perdamaian, Grey Vincentes, pewaris Keluarga Vincentes, dipertunangkan dengan Keilla Sienta, putri kebanggaan Keluarga Sienta.

Bagi Grey, pertunangan itu adalah impian yang telah lama ia perjuangkan. Ia mencintai Keilla dan percaya bahwa hubungan mereka dapat menghapus kebencian kedua keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ratu yang Gelisah

Di istana kerajaan Larantes, malam terasa lebih sunyi dari biasanya. Lampu-lampu kristal menggantung di langit-langit tinggi, memancarkan cahaya keemasan yang lembut. Dinding-dinding marmer putih dihiasi permadani sutra dengan sulaman benang perak, menggambarkan kejayaan kerajaan kecil yang terletak di ujung timur wilayah Divente.

Di atas singgasana emas yang megah, seorang wanita duduk dengan anggun. Gaun biru malamnya membalut tubuh rampingnya, dan di tangannya, tongkat emas berukir naga bersinar di bawah cahaya bulan yang masuk melalui jendela kaca patri.

Ratu Elerana Rantes.

Matanya yang biru tua tertuju pada bulan purnama di luar jendela, tetapi pikirannya melayang jauh ke tempat yang tidak bisa ia jangkau.

"Vega..." gumamnya pelan, suaranya hampir berbisik. "Di mana kau? Mengapa tak kunjung kembali?"

Ia menggenggam tongkatnya lebih erat, jari-jarinya memutih karena tekanan. Wajahnya yang cantik tampak lesu, kerutan tipis muncul di dahinya.

Ratu Elerana adalah seorang janda. Suaminya, Raja Krics, telah lama meninggal dalam sebuah pertempuran di perbatasan timur. Sejak saat itu, ia memimpin kerajaan Larantes sendirian, dengan tangan besi dan hati yang dingin.

Namun, ada satu orang yang berhasil mencairkan hatinya.

Vega Arcsein.

Pemuda itu datang bertahun-tahun lalu, dengan senyum menawan dan kata-kata manis yang membuat ratu jatuh hati. Mereka menjalin hubungan rahasia, penuh gairah dan rahasia. Namun, Vega pergi begitu saja, meninggalkan ratu dengan hati yang hancur.

"Dia pasti berada di tempat keluarga Vincentes," pikir Elerana, matanya menyipit. "Grey adalah sahabatnya. Di sanalah aku akan menemukannya."

Ia menghela napas panjang, berusaha menenangkan hatinya yang berdebar.

---

Di bawah singgasana, seorang pria berdiri dengan setia. Slar Griffin, abdi setia kerajaan Larantes, mengenakan seragam kebesaran dengan lambang griffin emas di dadanya. Wajahnya tegas, tetapi di matanya ada kilatan kekesalan yang disembunyikannya dengan susah payah.

"Sihir apa yang digunakan Vega?" pikir Slar, menahan amarahnya. "Ratu bahkan menjadi pendiam hanya karena memikirkannya. Wanita mana pun pasti dia taklukkan—termasuk Ratu Elerana."

Ia mengepalkan tangannya di balik punggung, berusaha tetap tenang.

"Sial," lanjutnya dalam hati, "dia benar-benar licik. Tapi aku tidak bisa bertindak gegabah. Ratu akan marah jika aku menyentuhnya."

Slar mengamati Ratu Elerana yang masih termenung, matanya kosong menatap bulan.

"Tunggu dulu..." sebuah ide muncul di kepalanya. "Dia kan teman Grey? Ya, kurasa aku meminta bantuan Grey untuk mencari cara agar Ratu cemburu karena melihat Vega bersama wanita lain."

Slar tersenyum tipis. Itu rencana yang sempurna. Jika Ratu melihat Vega bersama wanita lain, mungkin ia akan kecewa dan melupakan pemuda itu.

Diam-diam, Slar berjalan pergi ke lorong istana. Langkahnya hati-hati, memastikan tidak ada yang melihatnya.

Di sebuah ruangan kecil di ujung lorong, ia menulis surat di atas kertas perkamen dengan tinta emas.

"Kepada Grey Vincentes, sahabat terbaik Vega Arcsein..."

Ia menulis dengan cepat, menjelaskan situasi dan meminta bantuan Grey untuk menjauhkan Vega dari Ratu. Slar yakin Grey akan membantu—lagipula, siapa yang tidak ingin melihat Vega mendapat masalah?

"Semoga saja berhasil," gumam Slar, menggulung surat itu dan mengikatnya dengan pita merah.

Ia memberikan surat itu kepada pengantar surat kerajaan, seorang pemuda dengan jubah hitam yang selalu siap sedia.

"Kirimkan ini ke keluarga Vincentes di Ragonves. Segera. Jangan sampai ada yang tahu."

Pengantar surat itu mengangguk dan pergi tanpa suara, meninggalkan Slar sendirian di lorong.

Slar menatap kepergiannya, lalu berbalik menuju ruang singgasana.

"Vega..." pikirnya dengan kesal, "kali ini kau akan menghilang dari kehidupan Ratu dan kerajaan ini. Dasar... datang membawa pesona, lalu pergi begitu saja."

Ia masih kesal, tetapi ada kepuasan di hatinya. Rencananya akan berjalan.

Namun, Slar sadar—ia tidak bisa membiarkan gerak-geriknya diketahui oleh Ratu Elerana. Jika ratu tahu ia merencanakan sesuatu di belakangnya, ia akan dihukum.

"Aku harus berhati-hati," bisiknya pelan. "Ratu tidak boleh tahu."

Di ruang singgasana, Ratu Elerana masih duduk di singgasananya, menatap bulan dengan tatapan kosong.

"Vega..." bisiknya sekali lagi. "Aku akan menemukanmu. Aku bersumpah."

Di luar, angin malam berhembus, membawa surat rahasia menuju Ragonves.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!