NovelToon NovelToon
Penyihir Sampah Naik Level Jadi Archmage

Penyihir Sampah Naik Level Jadi Archmage

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Akademi Sihir
Popularitas:310
Nilai: 5
Nama Author: Benhard Ayub Simanjuntak

Aku dilahirkan tanpa mana. Dijuluki "Sampah Magic" dan dikeluarkan dari Akademi Sihir Kerajaan.

Saat hampir mati di hutan iblis, aku mendapatkan [Sistem Archmage].

Setiap mengalahkan monster = dapat skill sihir baru.
Api, Petir, Ruang, Waktu... semua sihir bisa kupelajari!

Sekarang, aku akan kembali ke akademi itu.
Dan membuat mereka semua berlutut di hadapanku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Benhard Ayub Simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Misteri 3 Desa Hilang dan Jejak Api Hitam

Pagi di Guild. Udara dingin.

[Quest Rank D: Selidiki Hilangnya 3 Desa di Perbatasan Utara]

[Detail: Desa Oak, Desa Pine, Desa Birch. 300 warga hilang dalam 2 minggu. Tidak ada jejak pertarungan]

[Reward: 1000 Gold + Rekomendasi ke Ibukota]

Kael menerima quest. "Berangkat sekarang."

Luna mengikat rambutnya. "Tunggu. 3 desa hilang tanpa jejak? Itu bukan kerjaan bandit biasa."

Grom mencium tanah. "Grom... bau aneh. Bau... api gosong."

Perjalanan 1 hari ke Utara.

Desa pertama: *Oak*.

Sepi. Pintu rumah kebuka. Meja makan masih ada makanan busuk. Sumur kering.

Tapi anehnya... tidak ada darah. Tidak ada mayat. Tidak ada barang berharga yang diambil.

Kael berjongkok. Menyentuh tanah.

"Ada bekas terbakar... tapi bukan api biasa." Urat hitam di tangannya berdenyut.

Bisikan muncul: _'ini... saudaraku...'_

"Saudara?" Kael mengerut.

Luna memeriksa sumur. "Airnya disedot habis. Sama mana di tanah juga. Kayak... dikuras."

Grom menggali. Nemu 1 benda: pecahan batu hitam dengan ukiran mata.

"Tuan! Ini!"

Kael mengambil. Begitu disentuh, penglihatan dia kabur 1 detik.

Dia lihat bayangan: Pria berjubah hitam berdiri di tengah desa. Tangannya ke atas. Semua warga melayang dan masuk ke portal hitam.

Kael jatuh berlutut. "Portal... penculikan massal..."

Luna langsung pegang bahu Kael. "Kamu kenapa?!"

"Udah nggak apa-apa." Kael berdiri. "Kita ke desa 2 dan 3. Polanya sama."

Desa *Pine* dan *Birch* sama persis. Kosong. Bekas api hitam. Pecahan batu mata.

Malamnya mereka berkemah di hutan diantara 3 desa.

Kael nggak bisa tidur. Dia duduk jaga.

Luna keluar dari tenda. "Nggak bisa tidur juga?"

"Bisikan itu makin keras." Kael nunjuk dadanya. "Sejak dapet batu ini."

Luna duduk di sebelahnya. "Ceritain."

Kael diam lama. "...Waktu aku 0 mana di Akademi. Ada orang berjubah hitam datang ke kamarku. Dia bilang 'kamu punya potensi. Ikut aku'. Aku nolak. Besoknya aku diusir."

Luna kaget. "Maksudmu..."

"Aku nggak tau." Kael mengepal. "Tapi api hitam di dalamku... mirip sama bekas di desa ini."

Hening. Angin dingin.

Luna tiba-tiba menyender ke bahu Kael. "Kalau kamu mulai berubah jadi monster... aku yang bakal nolongin kamu. Janji."

Kael tersenyum. "Deal."

*Hari ke 2: Jejak ke Hutan Kabut*

Mereka ngikutin jejak mana yang mengarah ke 1 tempat: [Hutan Kabut Hitam].

Di tengah hutan ada lingkaran sihir besar. 10 meter. Ada 3 batu mata di pojoknya.

Dan di tengah lingkaran... 1 orang berjubah hitam.

[??? - Penyihir Bayangan - Level 15]

"Akhirnya kalian datang. Tim Buangan." Suaranya serak. "Aku sudah nunggu."

Kael maju. "Kamu yang culik 3 desa itu?"

"Benar." Pria itu angkat tangan. Tanah bergetar. "Tuan ku butuh 'wadah'. Warga lemah itu sempurna buat eksperimen. Dan kamu... kamu punya Inti yang sama."

"JANGAN SENTUH MEREKA!" Kael berteriak.

Pertarungan dimulai.

[Skill: Tombak Bayangan!]

"SHING!" 5 tombak hitam melesat.

Luna: [Perisai Cahaya] - Nahan 3.

Grom: [Bayangan Goblin] - Alihkan 2.

"Giliran kita!" Kael: [Naga Api!]

"ROAR!" Naga api vs Bayangan. Saling menghancurkan.

Tapi Level 15 terlalu jauh. 1 tebasan tangan bayangan bikin [HP Kael: 15/90] [HP Luna: 20/80] [HP Grom: 10/60]

Luna udah kehabisan mana. "Kael... aku nggak kuat lagi..."

Pria itu tertawa. "Menyerah saja. Serahkan Inti itu. Atau aku ambil paksa dan kalian jadi wadah berikutnya."

Kael jatuh berlutut. Efek korupsi naik ke 80%. Urat hitam sampai ke wajah.

_'bunuh dia... bakar semua... jadi kuat...'_

Tapi dia ingat Luna yang nyender tadi malam. Ingat Grom yang nyelametin dia di hutan.

"AKU NGGAK AKAN JADI ALAT SIAPAPUN!"

Kael berdiri. Kali ini dia tidak melawan efek korupsi. Dia menyalurkannya.

[Skill Baru Terbuka: Api Neraka - Peleburan]

Api hitam + Api merah menyatu jadi ungu.

"PELEBURAN NERAKA!!!"

"BUUUUAAARRR!!!"

Ledakan ungu menghancurkan setengah hutan. Lingkaran sihir retak.

Pria berjubah terpental. Topengnya pecah. Wajahnya... separuh gosong.

"Kamu... gila..." Dia buka portal dan kabur. "Tuan akan datang sendiri..."

Pertarungan selesai.

Kael jatuh. Pingsan.

[Kael: Lv.10 → Lv.11]

[Luna: Lv.9 → Lv.10]

[Grom: Lv.7 → Lv.8]

[Quest Selesai]

[Mendapatkan: 1000 Gold + Surat Rekomendasi + Pecahan Batu Mata x3]

3 hari kemudian di rumah sakit Guild.

Kael bangun. Yang pertama dia lihat: Luna tidur di kursi sambil pegang tangannya. Grom duduk di lantai.

"Udah bangun?" Luna langsung bangun. "Bodoh. Lain kali jangan pakai skill bunuh diri lagi."

Kael ketawa lemah. "Siap, Healer Sombong."

Resepsionis masuk. "Selamat. Kalian resmi dapat rekomendasi ke Ibukota. Dan... warga 3 desa sudah ditemukan. Mereka pingsan di gua. Selamat."

Kael lega.

Malamnya di atap Guild.

Kael, Luna, Grom lihat bintang.

"Jadi selanjutnya Ibukota?" tanya Luna.

"Iya." Kael nunjuk pecahan batu. "Dan kita harus cari tau siapa 'Tuan' nya dia. Dan kenapa dia incar aku."

Grom mengangguk. "Grom lindungi Tuan sampai mati."

Kael menatap tangannya. Urat hitam udah hilang. Tapi dia tau... itu belum selesai.

Di kejauhan, di Menara Hitam.

Pria gosong itu berlutut. "Tuan... Tim Buangan... mereka menghancurkan rencana."

Suara dari kegelapan: "Menarik... Archmage Api Pembebas... bawa dia padaku. Hidup atau mati."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!